1 Jun 2012

Biaya Pendidikan Calon Guru Ditanggung hingga Lulus

Mulai tahun 2013, pemerintah bakal membatasi jumlah penerimaan mahasiswa baru di lembaga pendidik dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi negeri dan swasta. Pemerintah menetapkan kuota sekitar 40.000 setiap tahun atau setara jumlah guru yang pensiun.

”Kebutuhan guru sekitar 40.000 per tahun. Kalau menerima banyak, nanti lulusannya tak termanfaatkan,” kata Supriadi Rustad, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta, Kamis (31/5).

Perubahan dalam penerimaan mahasiswa baru calon guru ini ditujukan untuk menjamin kualitas guru Indonesia di masa depan. Pemerintah bakal menanggung biaya pendidikan calon guru dari awal hingga lulus. Ketika lulus, mereka menjadi guru yang langsung berhak mendapatkan tunjangan profesi.

Menurut Supriadi, mulai tahun ini dilaksanakan percontohan dulu. Sebanyak 1.500-2.000 mahasiswa baru di lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK) negeri akan dibiayai pemerintah dan diasramakan.

Para mahasiswa calon guru akan dites khusus. Seleksi dimaksudkan untuk memenuhi standar input LPTK dan dilakukan secara tertulis di tingkat nasional ataupun nontulis di tingkat LPTK.

”Nantinya, tidak sembarang orang yang bisa menjadi guru. Hanya orang terpilih yang kelak bisa mendidik anak-anak bangsa,” kata Supriadi.

Menurut dia, perbaikan dalam perekrutan calon mahasiswa guru ini dilatarbelakangi jumlah guru saat ini yang sudah cukup secara nasional, yakni 2,9 juta guru, meskipun masih diwarnai persoalan distribusi dan ketidakselarasan. Di lain pihak, jumlah mahasiswa baru LPTK tiap tahun terus mengalami kenaikan.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, urusan guru di Indonesia yang masih kacau harus serius dibenahi. Hal ini disebabkan persoalan kualitas guru tidak bisa ditawarkan lagi jika Indonesia hendak memiliki generasi masa depan yang unggul. (ELN)
30 Mei 2012

2013, Pascasarjana Bebas Biaya SPP



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menggratiskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) terhadap mahasiswa pascasarjana di perguruan tinggi negeri (PTN).

Rencananya, ide besar itu akan mulai dilaksanakan pada 2013 mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, kebijakan itu sengaja dilakukan untuk mendongkrak minat dan jumlah mahasiswa lulusan S-1 agar melanjutkan studinya ke program pascasarjana.

"Jumlah mahasiswa bergelar master masih sangat sedikit, itulah kenapa akan kita dorong pendidikan pascasarjana agar gratis SPP-nya," kata Nuh, saat ditemui di kediamannya, Kamis (17/5/2012), di Jakarta.

Dijelaskan olehnya, tahun 2013 mendatang bebas biaya SPP pada program pascasarjana akan diterapkan di beberapa program studi tertentu, yakni teknik, sains, dan pertanian.

Sebab, menurutnya, ketiga program studi tersebut merupakan program studi yang tingkat kebutuhannya sangat tinggi dan mendesak.

Ia membeberkan, saat ini jumlah lulusan pascasarjana untuk program studi sains, misalnya, hanya sekitar 3 persen dari target yang harus dicapai, yakni 10 persen.

Sama halnya dengan bidang pertanian yang hanya menyentuh angka 3,5 persen dari target yang diperlukan, yakni 8 sampai 10 persen. Kekurangan lulusan pascasarjana juga terjadi di program studi teknik.

Saat ini baru mencapai sekitar 11 persen, padahal target yang diperlukan mencapai 20 sampai 30 persen. "Nantinya, lulusan pascasarjana, khususnya dari ketiga bidang tersebut harus mencapai 50 persen dari total populasi mahasiswa Indonesia. Namun, hasilnya saya pikir baru akan tampak pada 15 tahun mendatang," ujarnya. Sumber: Kompas.com

Dicari Mahasiswa Miskin Berprestasi untuk Beasiswa


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan peserta dan pendaftar program Beasiswa Pendidikan Tinggi bagi Calon Mahasiswa Berprestasi masih jauh di bawah kuota. Hingga hari terakhir pendaftaran, dari kuota 42 ribu beasiswa baru sekitar 15.300 yang dimanfaatkan.

»Perguruan tinggi harus lebih giat mencari penerima beasiswa,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Illah Sailah pada Rabu, 30 Mei 2012 siang.

Beasiswa Bidik Misi adalah program yang dicanangkan pemerintah sejak 2010 lalu. Melalui program tersebut pemerintah memberi bantuan pembiayaan bagi calon mahasiswa berprestasi yang tidak mampu secara ekonomi. Setiap penerima beasiswa mendapat Rp 6 juta per semester untuk menutupi biaya kuliah di perguruan tinggi negeri. Beasiswa itu terus diberikan hingga semester delapan masa kuliah. »Ada anggaran sekitar Rp 8 triliun untuk itu,” ujar Illah.

Tahun ini sekitar 120 ribu calon mahasiswa mendaftar ikut program Bidik Misi gelombang pertama. Namun hanya 15.300 yang lolos seleksi. Menurut Illah, terdapat tiga faktor utama yang membuat banyak pendaftar tak lolos seleksi. Pertama, karena kualifikasi pendaftar tak sesuai dengan kriteria miskin yang ditetapkan kementerian. Kedua, karena prestasinya dianggap tak sesuai syarat. Dan ketiga, karena tak mendaftar ulang maka dianggap mengundurkan diri. »Kami mengira mereka mundur karena harus bekerja atau menikah,” katanya.

Pendaftaran peserta Bidik Misi gelombang kedua akan ditutup seiring dengan habisnya masa pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur ujian tertulis 31 Mei besok. Illah mengatakan pada gelombang kedua tercata baru ada 25 ribu pendaftar Bidik Misi. »Masih jauh di bawah kuota,” katanya. Apalagi belum semua pendaftar bisa dipastikan mendapat bantuan Bidik Misi.

Illah mengatakan Dirjen Dikti tetap membuka peluang bagi calon mahasiswa untuk mendaftar mengikuti program Bidik Misi. Jika kuota tetap tak terpenuhi, maka Dirjen Dikti meminta perguruan tinggi untuk mencari mahasiswa miskin berprestasi yang telah terdaftar di kampus sebagai kandidat penerima Bidik Misi. Sumber: tempo.co
22 Mei 2012

"Expedition Keluarga pelajar mahasiswa massenrempulu di Gunung Api Purba Jogjakarta"

Jalur Pendakian Gunung Api Purba




Profil Gunung Api Purba

( Faizt - Daus - Mallink - Beler - Adhi - Arif - Dwi- Jazz - Lily -Anto )
Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada dikawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23˚ C – 27˚ C, jarak tempuh 20 km dari kota