31 Mei 2011

Meng-uninstall Ketegangan (Stress) Setelah Ujian Akhir

Meng-uninstall Ketegangan (Stress) Setelah Ujian Akhir
Ujian telah berakhir, namun saat-saat inilah letak ketegangan (stress) menyeruak dalam benak siswa dan guru bahkan orang tua. Ketegangan ini muncul karena bayang-bayang lulus atau tidak lulusnya siswa yang bersangkutan. Ditambah lagi dengan tidak adanya peluang untuk mengikuti ujian susulan atau paket C. Peluang tersebut pupus mengingat peraturan menteri pendidikan nasional yang memutuskan bahwa siswa yang tidak lulus ujian kali ini, tidak dapat mengikuti ujian susulan atau paket C seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan keluarnya peraturan menteri ini, maka siswa yang tidak lulus harus mengulang pada tahun berikutnya.

Ada sebuah stigma yang muncul di tengah kita semua, sebuah stigma bahwa siswa yang tidak lulus adalah bodoh. Hal inilah yang setidaknya membuat siswa kita merasa tertekan. Tekanan ini dapat dipicu oleh pendidikan yang kurang baik dari keluarga, teman sejawat atau dari lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka menganggap bahwa tidak lulus berarti kegagalan atau lebih parah lagi, tidak lulus berarti bodoh dan pupusnya masa depan. Tak hayal, sebagian siswa merasa depresi dan rendah diri, apalagi bagi siswa yang telah dinyatakan lulus di perguruan Tinggi favorite. Derita mereka semakin bertambah karena harapan-harapan itu menjadi sirna. Hilang hanya karena sebuah penentuan selama beberapa jam dalam waktu 4 hari.
Pemerintah sebagai pembuat kebijakan ternyata memberikan andil ketegangan siswa. Pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah meluluskan siswanya sekian persen. Dengan kebijakan ini, sekolah yang di dalamnya ada guru, siswa dan kepala sekolah melakukan ‘terobosan’. Al hasil, banyak sekolah yang menghalalkan segala cara untuk mencapai target tadi. Sebuah peristiwa mengingatkan kita pada seorang kepala sekolah yang diciduk polisi gara-gara membocorkan soal ujian tahun lalu.
Ketegangan tidak hanya pada siswa semata, namun guru mereka pun mengalami hal yang serupa. Guru yang fungsinya mendidik agar siswa menjadi sukses dan salah satu indikasi kesuksesan adalah meluluskan siswa mereka. Inilah tantangan sekaligus bumereng bagi seorang Guru. Guru yang tidak mampu meluluskan siswanya akan tergambar bahwa guru yang bersangkutan kurang professional dan tidak mampu mentrasfer ilmunya kepada anak didik mereka.
Bagaiamana dengan orang Tua siswa? Orang tua turut tegang memikirkan resiko yang bisa muncul pada anak mereka. Apalagi jika kenyataan yang harus dihadapi yaitu mengulang di tahun akan datang. Tidak adanya lagi ulangan susulan atau paket C seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan memikirkan kemungkinan ketegangan yang terjadi selepas ujian akhir, maka penulis akan memaparkan beberapa langkah men-uninstall ketengangan itu. Hal ini diharapkan siswa mampu menjaga diri akibat kemungkinan terburuk yang tejadi pada dirinya. Begitupun kepada orangtua/guru, mereka hendaknya tidak terbawa arus. Sebaliknya, orang tua/guru memberikan dukungan moril kepada anak mereka dalam mengarungi masa krisis.
1. Menjaga Kesehatan
Menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan olahraga, makan makanan yang bergizi dan halal. Berolahraga yang teratur dan tidak berlebih dapat dilakukan pada pagi hari. Cara lain untuk mengeluarkan keringat/olahraga adalah dengan beraktifitas seperti berkebun. Banyak para siswa, guru menyibukkan diri dengan berkebun selepas belajar maupun mengajar. Tidak ada salahnya bagi yang tidak terbiasa berkebun untuk memulainya. Selain mendapatkan hasil kebun, olahraga pun dapat dirangkaikan.

Olahraga tidak akan mendatangkan tubuh yang sehat bila tidak diimbangi dengan tidur yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Menurut para ahli, tidur yang cukup bagi orang dewasa adalah 8 jam sehari. Malam hari waktu yang paling baik untuk tidur. Hal ini bukanlah kebiasan semata, namun secara alamiah terlihat bahwa siang hari lebih cocok untuk bekerja dan malam digunakan untuk beristirahat. Sedangkan Makanan bergizi, dapat membangkitkan vitalitas hidup. Sebab itu Islam memerintahkan “ Mengkonsumsi makanan halalan tayibah atau yang bergizi. Banyak minum air putih, terutama saat diambang ketegangan. Air putih, dapat menenangkan perasaan, dan berpikir lebih jernih. Rasulullah menganjurkan kalau marah, hendaklah berwudu dan mendinginkan badan (HR.Muslim).

2. Uninstall Ingin Dipuji
Dalam bahasa agama, ingin dipuji adalah riya. Ingin pujian memang menjadi incaran banyak orang. Betapa banyak orang yang rela mengorbankan banyak harta benda hanya karena untuk memperoleh pujian. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh para penyanyi, ataupun para bintang film. Mereka selalu berusaha tampil beda agar bisa menarik perhatian umat dunia. Bahkan ada yang rela untuk melakukan hal-hal yang aneh dan yang diharamkan oleh Allah hanya untuk memperoleh pujian dari sesamanya.
Sebagaimana yang kita saksikan di berbagai media. Hampir seluruh keanehan-keanehan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dikarenakan tidak ingin dihina dan ingin dipuji sebagai orang yang pintar, sekolah yang mampu meluluskan siswanya, maupun daerah yang mampu mencapai predikat lulus 100%.
Manusia begitu bersemangat untuk menutupi kejelekan-kejelekan mereka, mereka tutup sebisa mungkin, kejelekan sekecil apapun, dibungkus rapat jangan sampai ketahuan. Hal ini dikarenakan mereka menginginkan kehormatan di mata manusia. Dengan terungkapnya kejelekan yang ada pada mereka maka akan turun kedudukan mereka di mata manusia. Seandainya mereka juga menutupi kebaikan-kebaikan mereka, -sekecil apapun kebaikan itu, jangan sampai ada yang tahu, siapapun orangnya (saudaranya, sahabat karibnya, guru-gurunya, anak-anaknya, bahkan istrinya) tidak ada yang mengetahui kebaikannya- , tentunya mereka akan mencapai martabat mukhlisin (orang-orang yang ikhlas). Mereka berusaha sekuat mungkin agar yang hanya mengetahui kebaikan-kebaikan yang telah mereka lakukan hanyalah Allah. Karena mereka hanya mengharapkan kedudukan di sisi Allah.
“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”.

3. Sibukkan diri dengan hal positif
Selalu berpikiran positif membawa ketenangan bagi diri sendiri. Dalam hal ujian, kita harus berpikir bahwa ujian tetaplah ujian. Ujian di dalamnya terdapat 2 kemungkinan yaitu lulus atau tidak lulus. Berpikir positif adalah optimis dalam menghadapi setiap permasalahan. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ketahuilah bahwa setiap rencana, ada hambatan.

Anda harus mempunyai prinsip bahwa hidup ini penuh dengan ujian. Salah satu ujian itu adalah ujian nasional yang baru-baru dikerjakan. Jika anda ternyata lulus, bisa jadi itu merupakan ujian pula. Ujiannya dapat dilihat dari apakah kita mensyukurinya secara wajar tanpa berlebih-lebihan. Sebagai orang yang beragama, kita sangat dilarang dalam berlebih-lebihan seperti merayakan kelulusan dengan ekspresi jahiliyah. Ekspresi jahiliyah atau kebodohan seperti coret-coretan, ugal-ugalan, pesta yang di dalamnya menghambur-hamburkan makanan dan lainnya yang tidak sesuai dengan prinsip kewajaran.

Kemungkinan kedua yang diharap ketika mengikuti ujian adalah tidak lulus. Tidak lulus bukan berarti anda ketiban sial. Justru, ketika kita menganggap diri kita gagal, itulah kegagalan yang sesungguhnya. Tetapi, jika kegagalan itu dianggap sebagai awal dari keberhasilan, maka itulah yang mengiring kita kepada keberhasilan. Ingat…! Manusia siapa yang langsung kaya, langsung pintar tanpa diawali dengan “kegagalan”? Issac Newton saja yang menemukan bohlan lampu, konon gagalnya sampai 99 kali, bahkan ada yang mengatakan sampai 999 kali. Fantastik kan nilai itu, tinggal 1 angka lagi menjadi seribu kali. Bagaimana dengan anda? Sudah berapa kali anda gagal dalam ujian? Tidak usah dihitung, yang dipikirkan lebih baik langkah yang harus diambil saat menerima kata “coba lagi.” Cobalah dan cobalah terus sampai anda berhasil.

Anda tentu lihat anak kecil dan kita yang besar sekarang awalnya dari anak kecil pula. Tapi, pernah kita berpikir bahwa anak kecil tak kenal lelah dan terus berjuang. Banyangkan waktu kita kecil, kita tidak kenal lelah untuk terus berdiri walau tidak bisa dihitung lagi kita jatuh. Ingat pula, waktu kita belajar berbicara, tidak peduli apapun cemoohan orang-orang. Kita terus belajar dan belajar. Itulah tugas kita, teruslah belajar dan jangan pernah berhenti. Orang yang bodoh adalah orang yang berhenti belajar.

4. Buanglah Rasa Malu
Pada ujian nasioanl yang lalu-lalu, ada seorang siswa yang menangis saat mengerjakan soal. Saat ditanya, “kenapa menangis?” Dengan terisak-isak dia menjawab, “Malu tidak lulus.” Malu memang merupakan sifat manusiwi dan normal-normal saja. Namun, perlu dipahami bahwa malu tidak pada tempatnya juga kategorikan kekeliruan. Dengan kata lain, malu harus pada koridornya. Anda harus mereasa malu pada diri anda ketika menjawab ujian dengan bantuan orang lain. Malu Karena mencontek jawaban teman. Apa gunanya lulus dengan cara itu?

Malu, bisa disebabkan karena rasa dengki dan iri. Nah, ini sebuah riwayat, “Jangan kamu saling dengki dan iri dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya dengan tidak menzhaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya dan tidak merendahkannya. Letak takwa ada di sini (Nabi Saw menunjuk ke dada beliau sampai diulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya.”

5. Bergaullah dengan kerabat
Meluangkan waktu sedikit, untuk setiap minggu, keluar dari rutinitas, dengan berkumpul bersama keluarga. Ajaklah mereka untuk makan bersama atau rekreasi. Atau dengan berkunjung kepada teman-teman. Nabi mengajarkan Hubungkan silaturahim, sebab dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur (HR.Muslim)

6. Berdoalah dengan sungguh-sungguh
Cara terakhir yang akan kita bahas dalam menghilangkan stress adalah Doa. Ya, Doa adalah intisari Ibadah”. Kata ini menguraikan pengertian yang sangat luas, bahwa doa adalah bukti keinginan hamba untuk dekat kepada Allah, kepercayaan Hamba kepada Pencipta Nya, bukti kebutuhan hamba kepada Allah, dan merupakan bentuk kerendahan diri Hamba kepada Nya, itu akan membuatnya hina di mata orang tersebut, namun hakekat penghambaan kita kepada Allah adalah merasa hina dihadapan Allah, mengemis kepada Allah, dan hal ini justru merupakan pintu keridhoan ilahi, karena selayaknya bagi hamba Allah untuk tak mengemis kecuali hanya kepada Allah semata. Lantas, pantaskah kita merasa stress? Harusnya sih tidak, karena ketika merasa stress berarti kita merasa apa? Ya, merasa bahwa Allah tidak adil, padahal Allah Maha Adil atas segala mahkluknya termasuk manusia.

Ketika kita berdoa kepada Allah, menjanjikan untuk dikabulkan. Sebagaimana penjelasan para mufassirin bahwa setiap doa itu pasti dikabulkan oleh Allah, asalkan doanya dengan kesungguhan. Ini menunjukkan bahwa saat berdoa, tak sepantasnya kita memikirkan yang tidak-tidak. Tidak sepantasnya kita meminta, atau menyebut, memanggil nama Allah namun alam pemikiran kita sibuk memikirkan yg lainnya. lepas dari itu semua, beruntunglah orang yg berdoa lalu dikabulkan, dan 100X beruntung bagi orang yg berdoa namun belum dikabulkan, mengapa? karena doanya itu menjadi tabungan baginya kelak di alam kubur, atau untuk keturunannya, atau kelak di hari kiamat.


kelak di hari kiamat ada orang-orang yang sudah kehabisan amal pahalanya saat ditimbangan amal, karena mereka harus bertanggung jawab atas setiap nafasnya dimasa hidup. Atas setiap huruf yg diucapkannya dan semuanya. Namun, saat ia kehabisan amal pahala, tiba-tiba datanglah tumpukan amal pahala yg tak dikenalnya, ia bertanya : “darimana amal ini datang wahai Tuhanku?”, maka Allah menjawab : “inilah hutang-hutangku padamu wahai hamba Ku, yaitu doa-doamu yg belum Kukabulkan”.

Itulah manfaat dari doa, semoga kita tidak merasa bosan berdoa kepada Allah. Kalau bukan kepada Allah kita berserah, siapa lagi? Kepada pohon? Pada laut? Atau pada orang lain? Yakinlah bahwa hanya Allah satu-satunya tempat kita meminta kelulusan. Semoga yang membaca artikel ini senantiasa dirahmati Allah Swt. Kepada adik-adik SMA, semoga lulus 100%. Amin.
Dimuat bersambung di koran fajar pendidikan edisi 123 Tahun IV 16-31 Mei

1 komentar:

  1. Type Mesin Harga Promo Stok Barang terbatas
    Semaua barang bergaransi resmi 1 thn made in jepan
    100% di jamin Original,Cara order HUB 085229488511
    PIN BB:2A90DC9D TOKO PLANET
    ALAMAT ITC CEMPAKA MAS Jln letjen soeprapto no 28 jakarta pusat.
    Toko kami melayani pengiriman seluruh wilaya Indonesia.

    Mesin Fotocopy Canon iR2016 Copy-Print Rp.4.500.000
    Canon iR2018 Copy-Print Rp.5.900.000
    Canon iR4570 Copy-Print-Scan Rp.6.850.000
    Canon iR3300 Copy-Print-Scan Rp.6.700.000
    Canon iR3035 Copy-Print-Scan Rp.6.000.000
    Canon IR3045 Copy-Print-Scan Rp.6.200.000
    Canon iR5070 Copy-Print-Scan Rp.8.300.000
    Canon iR5570 Copy-Print-Scan Rp.8.500.000
    Canon iR6570 Copy-Print-Scan Rp.9.000.000
    Canon iR5075 Copy-Print-Scan Rp.10.500.000
    Canon iR5000 Copy-Print-Scan Rp.13.500.000
    Canon iR6000 Copy-Print-Scan Rp.14.700.000
    Canon iR5020 Copy-Print-Scan Rp16.500.00
    Canon IR6020 Copy-Print-Scan Rp.17.000.000
    CARA TRANSAKSI:
    Kami Hanya Melayani Yang Serius.
    Kami melayani pembeli di seluruh indonesia.
    Pembeli Diwajibkan Melakukan Pembayaran Harga Barang Yang Sesuai Dengan Barang Pesanannya.
    Pengiriman barang melalui: JNE, TIKI, dan POS Express
    Harga barang kami sudah termasuk ongkos kirim.
    Barang yang rusak atau cacat pada saat pengiriman, akan kami gantikan kembali dengan barang yang sama.

    KEUNTUNGAN BERBELANJA DI TOKO KAMI:
    Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah.
    Dapat dikirim ke seluruh Indonesia.
    Ongkos kirim gratis.
    Keamanan dijamin 100% karena setiap pengiriman barang disertai dengan asuransi Dan Nomor resi
    Proses cepat dan sederhana.

    STOK READY Order sebelum Kehabisan
    Jangan ragu transaksi aman no tipu tipu…!
    www.canon-indonesia.jimdo.com

    BalasHapus

Silahkan Isi Komentar: