22 Apr 2011

Kata Bijak

Beberapa bait kata di bawah, dapat menjadi renungan di tengah gejolak negeri ini. Mulai dari masalah politik, terorism, dan idola yang keliru.

Awalnya, masyarakat pernah berharap banyak ketika partai-partai Islam atau yang berbasis ormas Islam bergabung dalam satu kekuatan yang bernama poros tengah. Tapi, kekuatan itu kian terpreteli menjadi kekuatan-kekuatan kecil. Bahkan, kekuatan kecil itu pun mengalami perpecahan hingga tak bisa lagi dianggap sebagai sebuah kekuatan.

Pasca teror bom di masjid Mapolresta Cirebon, muncul isu susulan yang sangat tak terkendali di kalangan umat Islam. Ketidakbecusan pihak keamanan menangani teror pun membuat akar masalah dari maraknya teror bom di negeri ini menjadi bias tak tentu arah. Saling curiga antar sesama umat dan ormas Islam pun mulai muncul.

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS Luqman: 6).

Mujahid mengatakan, “perkataan yang tidak berguna” (lahwal hadits) adalah mendengarkan lagu/ nyanyian dan kebatilan yang serupa”. Abdullah bin Mas’ud menyatakan, “Demi Allah yang tiada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya lahwal hadits itu maksudnya adalah lagu-lagu/ nyanyian. (Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, Haramkah Musik dan Lagu, terjemahan Awfal ‘Ahdi, Wala’ Press, cetakan pertama, 1996, hlm 16)

Nila campur susu, yang rusak susunya.

Madu campur racun, yang rusak madunya.

Tauhid campur syirik, yang rusak tauhidnya.

Haq campur batil, yang rusak haq-nya.

Dari berbagai sumber.
7 Apr 2011

Meng-Install 7 Langkah Menghadapi Ujian Akhir


Kata Ujian, memang menjadi momok bagi sebagian orang. Tidak terkecuali bagi SMA sederajat yang akan mengikuti ujan akhir beberapa pekan yang akan datang. Ujian ini dilaksanakan secara nasional di Indonesia. Untuk Siswa SMA, dibagi menjadi 2 ujian, ujian akhir sekolah dan ujian akhir nasional.

Kata petuah, keberhasilan itu ditentukan oleh sejauh mana kita mempersipkannya, dengan kata lain, apa pun yang kita lakukan, harus dipersiapkan secara matang. Ibarat kita akan bepergian ke suatu tempat, segala perbekalan yang sekiranya dibutuhkan harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Perbekalan yang dipersiapkan, seperti kondisi tubuh harus terjaga, makanan, pakaian ganti, uang saku, sampai pada hal-hal sederhana seperti sikat gigi, sabun, dan samphoo. Dengan persiapan yang matang, seberat dan sesusah apapun ujian yang diharapi akan terasa mudah yang ujungnya merimplikasi pada keberhasilan.
“Ujian nasional tinggal beberapa pekan lagi, apa yang anda sudah persiapkan?” perntayaan ini sering diungkapkan oleh guru kepada para siswanya. Memang cukup beralasan pertanyaan itu, selain untuk memotivasi untuk terus belajar dan belajar, juga digunakan untuk mengukur sejauh mana persiapan yang dilakukan dalam menghadapi ujian. Ujian yang menentukan lulus tidaknya menempuh pendidikan selama tiga tahun dibangku sekolah.
Agar siswa memampu menghadapi ujian nasional dengan fun, fair and funny, he..he.., ada tujuh install yang harus diamalkan. Kenapa kata install? Kata install tidak asing lagi bagi kalangan siswa kita sekarang ini. Kata install sering kali diungkapkan pada pelajaran Teknologi informasi dan komunikasi atau TIK. Namun, pada hakekatnya install dapat dimaknai sebagai proses memasukkan. Ketujuh install itu adalah sebagai berikut:
1. Install Soal-Soal Sebanyak Mungkin
Mata pelajaran yang akan diujikan pada ujian kali hamper sama dengan ujian tahun sebelumnya. Bagi adik-adik, harus mengetahui bentuk dan karakter soal yang kira-kira masuk dalam ujian nantinya. Untuk mengetahui bentuk soal, dapat dilakukan dengan melihat soal-soal tahun lalu atau dengan buku prediksi ujian nasional. Soal-soal tahun lalu akan memberikan gambaran kepada siswa tentang variasi soal-soal.

Agar dalam menghadapi ujian tidak gugup, maka cobalah mengintall sebanyak mungkin pelajaran tersebut. Cobalah untuk mengerjakannya tanpa melihat kunci jawaban yang biasanya disertakan dalam buku prediksi. Karena jika melihat kunci jawaban sebelum dikerjakan, maka akan timbul kemalasan dalam memecahkan soal tersebut. Nanti setelah soal tersebut dikerjakan, lakukan cek dengan mencocokkan jawab anda dengan jawaban yang disediakan dalam buku prediksi.

Ingat…! lakukanlah persiapan jauh-jauh hari, ibarat kita melangkah maka melangkahlah jauh-jauh sebelumnya secara pelan-pelan namun pasti. Pelan tapi pasti jauh lebih baik ketimbang mengejar SKS atau Sistem Kebut Semalam. Mengejar SKS sangat merugikan bagi anda yang akan mengikuti ujian. Anda akan merasakan 3 kerugian sekaligus, kerugian pertama adalah lelah saat ujian, kedua apa yang anda pelajari pada malam harinya belum tentu masuk ujian nasional dan yang ketiga stress. Anda akan merasa stress atau tegang baik saat menghadapi ujian maupun setelah mengikuti ujian.


2. Install Rasa Percaya Diri
Masukkanlah rasa percaya diri Anda sedini mungkin untuk belajar, karena dengan adanya percaya diri anda dapat meningkatkan keinginan untuk selalu dan terus belajar. Rasa percaya diri sangat erat kaitannya dengan motivasi. Motivasilah diri anda untuk menguasai pelajaran yang akan diujikan. Salah satu cara memotivasi diri Anda adalah dengan membuat beberapa afirmasi, seperti “Kalau dia bisa, kenapa aku nggak bisa? .Kalau dia mampu lulus, kenapa saya tidak bisa lulus?”

Selain afirmasi di atas, anda dapat pula membangkitkan rasa percaya diri dengan persiapan sejak dini. Persiapkan segalanya sebelum anda menghadapi ujian, terutama persiapan mental. Untuk melatih mental agar tetap percaya diri, anda harus menjaga tubuh tetap sehat dan bugar, hindari kebiasaan-kebiasaan buruk, misalnya begadang sampai larut malam, makan makanan yang kurang bergizi, terlalu banyak bercanda dengan teman baik melalui hp, facebook, ym dan sebagainya. Jauhilah semua media yang dapat menyibukkan anda, hindarilah untuk sementara waktu dan fokuslah pada ujian. Tanamkan dalam pikiran anda bahwa ujian tinggal sebentar lagi dan tidak ada yang dapat membantu selain diri saya sendiri.

3. Install Perencanaan
Dalam menghadapi ujian, dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju keberhasilan. Sebagaimana perjalanan keberhasilan, sudah sepantasnya kita membuat perencanaan. Perencanaan ibarat kita membuat peta. Peta dapat mengarahkan kita ke suatu tempat walau tempat itu tidak diketahui sebelumnya. Coba bayangkan jika kita ke suatu tempat tanpa peta? Kira-kira, apa yang akan terjadi? Betul, apalagi kalau bukan tersesat.

Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan Ujian Akhir Nasional dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

Cara lain yang dapat dilakukan dalam belajar sistematis adalah mengalokasikan waktu menguasai materi pelajaran. Materi pelajaran seperti berhitung dan penghafalan dikerjakan pada subuh hari, kalau perlu jam 3 subuh. Subuh hari sangat efektif melakukan penghafalan karena pada saat itu otak masih segar dan belum terkontaminasi dengan pikiran-pikiran lain sehingga lebih focus dan mudah menerima pelajaran. Pelajaran yang tidak membutuhkan hafalan, dapat belajar pada siang dan sore hari. Sedangkan pada malam hari, cukup melakukan pengulangan. Dengan pengulangan, anda akan mengingat secara permanen. Dimuat di Tabloid Fajar Pendidikan Edisi:120 Tahun IV 1-15 April 2011
6 Apr 2011

Hmmm...,Enrekang bakal juara Adipura


Siapa yang tidak bangga jika daerahnya disebut sebagai daerah yang bersih? Sebagai penghargaan terhadap daerah yang bersih, pemerintah melalui kementerian Negara lingkungan hidup menyelenggarakan adipura. Adipura adalah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.

Perkotaan dalam penilaian adipura bukan hanya kota otonom, namun bisa juga berupa kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas tertentu. Selain batas-batas tertentu, kota yang berhak memboyong piala yang diadakan setiap tahun harus memiliki kriteria. Criteria adipura terdiri atas dua indikator pokok. Pertama, indicator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota. Kedua, indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.

Dengan kriteria di atas, Kabupaten Enrekang siap mengikuti piala adipura pada tahun ini. Sebagai bentuk kesiapan, para masyarakat dibantu insntasi pemerintah setempat berbondong-bondong membersihkan halaman, taman kota dan termasuk pinggir sungai. Di depan rumah tampak 2 tong sampah, 1 berwarna hijau dan satunya lagi berwarna kuning. Tong ini mengikuti tempat sampah umumnya yang memisahkan sampah kering dengan sampah basah.

Dalam sejarah adipura, kabupaten Enrekang pernah dinobatkan sebagai pemenang. Mudah-mudahan saja, sejarah berulang dan kabupaten Enrekang dapat terpilih sebagai kota terbersih dari 375 kota di Indonesia. Jumlah 375 adalah jumlah kota yang mengikuti penilaian pada tahun 2007-2008.