29 Des 2010

Menguak Korelasi Sejarah (1)

Menguak Korelasi Sejarah (1)
Layak bagi orang Toraja berbangga diri dengan berbagai budaya nenek moyangnya yang sampai sekarang terus dipelihara dan bahkan menjadi tujuan wisata. Wisatawan yang datang, bukan hanya local seperti kami, melainkan wisatawan dari Negara-negara barat. Timbul pertanyaan besar ketika seorang bapak guru memberikan gambaran korelasi budaya kedua daerah. Daerah yang saya maksud adalah Enrekang dan Toraja. “Enrekang dan Toraja tidak bisa dipisahkan. Kedua daerah ini sangat menjalin keakraban sejak dulu kala.” Kata bapaknya ketika kami melihat kuburan yang ada di KETE KESU. “Bahkan, orang tua menyebut istilah Enrekang atas dan Toraja bawah. Artinya, orang Toraja menyebut Enrekang atas adalah Toraja dan Toraja bawah adalah Enrekang sebagai wujud keakraban.” Lantas, dimanakah Budaya Enrekang?


Melihat Kuburan batu dan gubuk lumbung padi di Kete Kesu dan Londa, mengingatkan kita pada sebuah kuburan batu dan gubuk lumbung padi sejenis yang ada di Enrekang. Walau kuburan batu di Enrekang tidak sepopuler di Toraja, setidaknya memberikan gambaran bahwa Enrekang adalah daerah yang melupakan sejarahnya. - Wah… lagi-lagi pertanyaan besar, Kenapa? - Kuburan yang ada di Tontonan sana, hampir sama dengan kuburan yang kami lihat di sini (Toraja). Kesamaannya dapat dilihat dari bentuk peti, usia, dan peletakannya yang unik.

Peti mayat di lokasi sekitar tiga kilometer dari jalan raya, atau setengah jam perjalanan dari Kecamatan Rantepao terbuat dari kayu. Peti ini seperti halnya peti mayat pada umumnya. Berbentuk segi lima dan panjang yang bervariasi. Usianya diperkirakan lebih dari 700 ratus tahun. (agus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: