19 Sep 2010

PERPUSTAKAAN UMUM MASUK 10 BESAR NASIONAL

Prestasi membanggakan kembali diraih perpustakaan umum Kabupaten Enrekang, setelah dinobatkan masuk nominasi 10 besar pada lomba perpustakaan tingkat nasional tahun 2010. Ini adalah kali kedua perpustakaan yang melekat pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan PDE Kabupaten Enrekang ini meraih prestasi membanggakan itu. Sebelumnya, pada tahun 2006 berhasil menjadi juara keempat lomba perpustakaan tingkat nasional.

Lomba perpustakaan tingkat nasional yang dilaksanakan perpustakaan nasional, diikuti seluruh perpustakaan kabupaten/kota dari 28 propinsi, yang telah menerima bantuan Block Grant tahun 2007-2009. Bantuan Block Grant diberikan kepada perpustakaan yang dianggap berprestasi.

"Dari seluruh perpustakaan yang telah mendapatkan bantuan block grant tahun 2007-2009, kemudian dilombakan pada tahun 2010 ini," kata Kepala Seksi Perpustakaan Kabupaten Enrekang, Herliany. Penilaian lomba perpustakaan tingkat nasional ini, dilaksanakan pada 30 Juli 2010 lalu. Dan hasilnya, panitia mencantumkan perpustakaan umum Kabupaten Enrekang bersama sembilan perpustakaan umum lainnya di tanah air. Kesepuluh perpustakaan tersebut adalah, perpustakaan kabupaten Parigi Mountang, Kolaka, Lombok Timur, Lahat, Sleman, Buleleng, Hulu Sungai Utara, Wonosobo, Kota Tebing Tingggi dan Kabupaten Enrekang.

"Dari nominasi tersebut, sekaligus menjadikan Kabupaten Enrekang satu-satunya wakil dari propinsi Sulawesi Selatan," tambah Herliany. Rencananya, penilaian sepuluh besar itu dilaksanakan bulan Agustus. "Belum ada tanggal pastinya, tapi kemungkinan sebelum tanggal 17 Agustus," lanjut Herliany.

Saat ini, perpustakaan Kabupaten Enrekang sudah siap mengikuti lomba tersebut. Prestasi yang telah diraih pada tahun 2006 lalu, setidaknya mampu dipertahankan. Apalagi, beberapa kategori penilaian sudah dipenuhi, diantaranya adalah koleksi buku, SDM dan yang paling utama adalah sistem otomasi.

"Perpustakaan Enrekang sudah dilengkapi sofware yang berfungsi untuk mengolah administrasi secara komputerisasi, termasuk pengimputan data serta katalog buku perpustakaan. Begitupun dengan security gate atau alat pendeteksi serta CCTV," terang Herliany.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: