24 Sep 2010

PENERIMAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN KOORDINASI KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010

Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia memberi kesempatan kepada Warga Negara Republik Indonesia Pria dan Wanita untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2010 untuk ditempatkan di MRCC (Maritime Rescue Coordinating Center), RCC (Rescue Coordinating Center) dan GS (Ground Station). Adapun klasifikasi pendidikan, jabatan, penempatan dan persyaratan lain serta mekanisme penerimaan CPNS

I. Jenis Formasi
KODE - NAMA JABATAN DAN PENEMPATAN - KUALIFIKASI PENDIDIKAN

A PENEMPATAN DI WILAYAH BANGKA BELITUNG
001 Penata Laporan Keuangan S1 Akuntansi / Manajemen Keuangan
002 Koordinator Penanggulangan Pencemaran Laut S1 Teknik Industri
003 Pengendali Jaringan Sistim Komputer S1 Sistem / Teknik Informatika
004 Pengendali Jaringan Sistim Satelit S1 Teknik Elektro
005 Pengendali dan Pemelihara Radar S1 Teknik Elektro / Komputer
006 Pranata Komputer D3 Manajemen Informatika
007 Teknisi Elektro SMK Elektro / Listrik
008 Operator Radio Komunikasi SMK Elektro / Listrik
009 Teknisi Mesin SMK / STM Mesin / Otomotif
010 Pengadministrasi Umum SMK Akuntansi / Sekretaris

B PENEMPATAN DI WILAYAH TANJUNG BALAI KARIMUN
011 Penata Laporan Keuangan S1 Akuntansi / Manajemen Keuangan
012 Advokasi Tindak Pidana di Laut S1 Hukum
013 Koordinator Penanggulangan Pencemaran Laut S1 Teknik Industri
014 Pengendali Jaringan Sistim Komputer S1 Sistem / Teknik Informatika
015 Pengendali Jaringan Sistim Satelit S1 Teknik Elektro
016 Pengendali dan Pemeliharaan Radar S1 Teknik Elektro / Komputer
017 Pranata Komputer D3 Manajemen Informatika
018 Teknisi Elektro SMK Elektro / Listrik
019 Operator Radio Komunikasi SMK Elektro / Listrik
020 Pengadministrasi Umum SMK Akuntansi / Sekretaris

BADAN KOORDINASI KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA JAKARTA
KODE - NAMA JABATAN - KUALIFIKASI PENDIDIKAN

C PENEMPATAN DI WILAYAH TARAKAN
021 Penata Laporan Keuangan S1 Akuntansi / Manajemen Keuangan
022 Advokasi Tindak Pidana di Laut S1 Hukum
023 Pengendali Jaringan Sistim Komputer S1 Sistem / Teknik Informatika
024 Pengendali Jaringan Sistim Satelit S1 Teknik Elektro
025 Pengendali dan Pemeliharaan Radar S1 Teknik Elektro / Komputer
026 Pranata Komputer D3 Administrasi
027 Teknisi Elektro SMK Elektro / Listrik
028 Operator Radio Komunikasi SMK Elektro / Listrik
029 Teknisi Mesin SMK / STM Mesin / Otomotif
030 Pengadministrasi Umum SMK Akuntansi / Sekretaris

D PENEMPATAN DI WILAYAH BITUNG (KEMA)
031 Penata Laporan Keuangan S1 Akuntansi / Manajemen Keuangan
032 Advokasi Tindak Pidana di Laut S1 Hukum
033 Koordinator Penanggulangan Pencemaran Laut S1 Teknik Industri
034 Pengendali Jaringan Sistim Komputer S1 Sistem / Teknik Informatika
035 Pengendali Jaringan Sistim Satelit S1 Teknik Elektro
036 Pengendali dan Pemeliharaan Radar S1 Teknik Elektro / Komputer
037 Operator Radio Komunikasi SMK Elektro / Listrik
038 Teknisi Mesin SMK / STM Mesin / Otomotif
039 Pengadministrasi Umum SMK Akuntansi / Sekretaris

E PENEMPATAN DI WILAYAH BITUNG (MANEMBONEMBO)
040 Penata Laporan Keuangan S1 Akuntansi / Manajemen Keuangan
041 Advokasi Tindak Pidana di Laut S1 Hukum
042 Pengendali Jaringan Sistim Komputer S1 Sistem / Teknik Informatika
043 Pengendali Jaringan Sistim Satelit S1 Teknik Elektro
045 Pengendali dan Pemeliharaan Radar S1 Teknik Elektro / Komputer
046 Pranata Komputer D3 Administrasi
047 Operator Radio Komunikasi SMK Elektro / Listrik
048 Teknisi Mesin SMK / STM Mesin / Otomotif
049 Pengadministrasi Umum SMK Akuntansi / Sekretaris

II. Persyaratan Umum antara lain :
Warga Negara Republik Indonesia.
Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun terhitung mulai tanggal (T.M.T) 1 Desember 2010, serta hal lain yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor : 98 tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil.
Tidak berstatus sebagai CPNS/PNS.
Tidak pernah diberhentikan dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/Polri maupun sebagai pegawai swasta.
Tidak sedang dalam kedudukan sebagai pengurus/anggota parpol.
Tidak pernah dihukum penjara.
Tidak terlibat dengan obat-obat terlarang baik sebagai pengguna atau pengedar.
Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keputusan Panitia dalam hal kelulusan pendaftar/pelamar pada setiap tahap tes bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Surat lamaran yang tidak memenuhi salah satu persyaratan dinyatakan gugur.
III. Persyaratan Administrasi antara lain :
Pas foto ukuran 3x4 berwarna 4 (empat) lembar berlatar belakang merah.
Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Surat Lamaran ditulis tangan menggunakan tinta warna hitam bermaterai Rp. 6.000,-
Melampirkan foto copy Ijazah terakhir dan transkrip nilai yang telah dilegalisir basah oleh lnstansi yang Berwewenang*.
Melampirkan foto copy Surat Keterangan Pencari Kerja dari Kemenakertrans yang telah dilegalisir.
KODE - NAMA JABATAN - KUALIFIKASI PENDIDIKAN

F PENEMPATAN DI WILAYAH KARANG ASEM BALI
050 Penata Laporan Keuangan S1 Akuntansi / Manajemen Keuangan
051 Pengendali Jaringan Sistim Komputer S1 Sistem / Teknik Informatika
052 Pengendali Jaringan Sistim Satelit S1 Teknik Elektro
053 Pengendali dan Pemeliharaan Radar D3 Manajemen Transportasi Udara
054 Teknisi Elektro SMK Elektro / Listrik
055 Operator Radio Komunikasi SMK Elektro / Listrik
056 Teknisi Mesin SMK / STM Mesin / Otomotif
057 Pengadministrasi Umum SMK Akuntansi / Sekretaris

G PENEMPATAN DI WILAYAH PUSAT JAKARTA
058 Penyusun Program dan Evaluasi S1 Ekonomi
059 Pranata Humas S1 Sastra Indonesia
060 Penterjemah S1 Sastra Inggris
061 Statistisi S1 Matematika
062 Penyuluh Bintal S1 Hukum Islam
063 Operator Telekomunikasi D3 Teknik Telekomunikasi
064 Operator Call Center Keamanan dan Keselamatan di Laut 021-500 500 SLTA / Sederajat

IV. Mekanisme Penyampaian Surat Lamaran.
Dokumen lamaran disusun seperti susunan persyaratan administrasi pada romawi III
Surat lamaran ditujukan kepada Yth. Pejabat Pembina Kepegawaian Bakorkamla RI.
Alamat : PO BOX. 9000
JKP. 10900
Pada surat lamaran dicantumkan kode jabatan dan nama jabatan yang dilamar, ditulis disudut kanan atas surat lamaran.
Penerimaan surat lamaran dimulai tanggal 24 September sampai dengan tanggal 8 Oktober 2010, Cap Pos.
5. Surat lamaran dimasukan kedalam map kertas sesuai tingkat pendidikan lalu dimasukan kedalam amplop coklat dan pada sudut kanan atas bagian depan amplop ditulis kode jabatan serta jabatan yang dilamar.
a. Untuk S1 : Map warna Hijau
b. Untuk D3 : Map warna Biru
c. Untuk SMK/SLTA : Map warna Kuning
Waktu dan tempat pelaksanaan tes akan diberitahukan melalui website www.bakorkamla.go.id
V. Mekanisme Penerimaan Penerimaan CPNS Bakorkamla Tahun 2010 menggunakan sistem gugur pada setiap tahapan.

VI. Materi Ujian meliputi :
a. Tahap I : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pengetahuan Umum dan Kuantitatif
b. Tahap II : Psikotes
c. Tahap III : Renang : Pria : 50 meter Wanita : 25 meter
d. Tahap IV : Tes Kesehatan (Medical Check up)

VII. Pengumuman Hasil Ujian.
a. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dan pelaksanaan Ujian Tahap I (Tertulis) akan diumumkan melalui website Bakorkamla www.bakorkamla.go.id mulai tanggal 12 Oktober 2010;
b. Hasil Ujian Tahap I (Tertulis) dan pelaksanaan Ujian Tahap II (Psikotest) akan diumumkan melalui website Bakorkamla www.bakorkamla.go.id mulai tanggal 3 Nopember 2010;
c. Hasil ujian Tahap II (Psikotest) dan pelaksanaan Ujian Tahap III (Renang) akan diumumkan melalui website
Bakorkamla www.bakorkamla.go.id mulai tanggal 18 Nopember 2010;
d. Hasil ujian Tahap III (Renang) dan pelaksanaan Ujian Tahap IV (Medical Check up) akan diumumkan melalui website Bakorkamla www.bakorkamla.go.id mulai tanggal 29 Nopember 2010;
e. Hasil akhir Penerimaan CPNS akan diumumkan melalui website Bakorkamla www.bakorkamla.go.id mulai tanggal 13 Desember 2010.
KET : *) BAGI PELAMAR YANG SUDAH MENGIRIMKAN SURAT LAMARAN KE BAKORKAMLA SEBELUM PENGUMUMAN INI DIKELUARKAN, DIMOHON UNTUK MEMBUAT LAMARAN KEMBALI SESUAI DENGAN KETENTUAN TERSEBUT DIATAS.

*) PENGUMUMAN INI DAPAT DIAKSES MELALUI WEBSITE www.bakorkamla.go.id
*) PEJABAT YANG BERWENANG MENGESAHKAN FOTO COPY IJAZAH/STTB

- BAGI SMU, SMK DAN YANG SETINGKAT YANG MENGELUARKAN DAN MENANDATANGANI IJAZAH ASLI ADALAH SEKOLAH YANG BERSANGKUTAN DAN YANG MENGESAHKAN KEPALA SEKOLAH YANG BERSANGKUTAN, KEPALA/KABID ATAU YANG SETINGKAT PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA;
- PTN DAN PTS TERAKREDITASI YANG MENGELUARKAN DAN MENANDATANGANI IJAZAH ASLI ADALAH PTN, PTS YANG BERSANGKUTAN DAN YANG MENGESAHKAN DEKAN/KETUA/DIREKTUR/ PEMBANTU DEKAN BIDANG AKADEMIS.
22 Sep 2010

Pastor Bob Meninggal dalam Kecelakaan

Liputan6.com: Beberapa situs mengabarkan Pastor Bob, seorang yang membakar Alquran dikabarkan tewas dalam kecelakaan mobil, Senin (20/9). Berita tersebut telah tersebar ke sejumlah media online, hingga saat ini. Pastor asal Tennessee, Amerika Serikat, ini hangus terbakar dalam kecelakaan mobil. Ia tewas seketika di tempat.

Dalam kendaraan yang ditumpanginya, polisi menemukan sebuah kotak dan Alquran di laci. Diduga bahwa ia membakar dua buah Alquran. Namun berita kematiannya masih belum jelas benar. Sebuah sumber dekat Pastor Bob menyatakan, informasi tersebut adalah berita palsu.

"Meskipun ada laporan bahwa Pastor Bob meninggal seketika dalam kecelakaan mobil, ini hanya informasi yang keliru yang disebarkan oleh sebuah teks atau email," ujar sumber tersebut.

Selanjutnya menurut sumber tersebut, banyak yang mengatakan bahwa ia meninggal secara instan atau kebetulan dibuktikan dengan sekotak korek api dan Alquran yang ditemukan di sarung tangannya. Padahal kondisinya selama ini cukup sehat.(mymoen/ARI)
21 Sep 2010

PLTA Buttu Batu Beroperasi Tahun 2013

ENREKANG -- Rencana pembangunan PLTA Buttu Batu dijanjikan bisa mulai dioperasikan tahun 2013 mendatang. Hal ini disampaikan langsung Li Lien Wi, selaku Officer China Hunian Engginering Co.Ltd yang menjadi investor yang akan mengerjakan megaproyek senilai Rp7 triliun itu.

"Perusahaan kami merupakan salah satu perusahaan terbesar yang ada di Cina. Kami siap membangun PLTA Buttu Batu agar bisa dioperasionalkan tahun 2013 mendatang," ujarnya saat melakukan presentasi di hadapan bupati, unsur muspida serta SKPD terkait di Aula Kantor bupati Enrekang, Senin, 20 September kemarin. Menurut Li Lien Wi, untuk membuat PLTA Buttu Batu yang akan menyediakan listrik sekira 300 MW, pihaknya akan membuka 1.500 lowongan kerja yang diprioritaskan untuk penduduk asli Enrekang. Li Lien Wi juga menjanjikan untuk membangun sarana pendidikan bagi warga di Enrekang.
Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung turut meminta para SKPD untuk bisa membantu investor agar proyek ini bisa segera dinikmati masyarakat. "Ayo! sama-sama kita membantu investor. Jika mereka membutuhkan bantuan semisal alat-alat berat segera dibantu. Intinya, jangan ada SKPD yang mempersulit investor ataupun sengaja menarik keuntungan dari pekerjaan yang dilakukan investor," tegas La Tinro. Menurut La Tinro, tidak ada suatu daerah yang bisa merangkak maju jika tidak membantu investor menanam saham di suatu daerah. Sebab tidak ada daerah yang maju tanpu industri. "Insya Allah, dengan adanya investor yang akan memperkerjakan penduduk lokal, maka tidak akan ada warga yang menganggur. Makanya, Pemkab siap memfasilitasi lokasi kantor bagi investor," katanya.
Pemkab, kata dia juga berkeinginan untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi yang untuk sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Selain PLTA Buttu Batu, Pemkab juga saat ini sedang menjajaki hubungan kerjasama dengan investor asal Norwegia untuk membangun PLTA Buntu Batu. Hanya saja, PLTA Buntu Batu hanya berkapasitas 100 MW. "Untuk saat ini baru 2 investor yang kami jalin kerjasama yakni investor PLTA Buttu Batu dan PLTA Buntu Batu," jelasnya. (mur) Sumber: http://www.parepos.co.id/
19 Sep 2010

PERPUSTAKAAN UMUM MASUK 10 BESAR NASIONAL

Prestasi membanggakan kembali diraih perpustakaan umum Kabupaten Enrekang, setelah dinobatkan masuk nominasi 10 besar pada lomba perpustakaan tingkat nasional tahun 2010. Ini adalah kali kedua perpustakaan yang melekat pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan PDE Kabupaten Enrekang ini meraih prestasi membanggakan itu. Sebelumnya, pada tahun 2006 berhasil menjadi juara keempat lomba perpustakaan tingkat nasional.

Lomba perpustakaan tingkat nasional yang dilaksanakan perpustakaan nasional, diikuti seluruh perpustakaan kabupaten/kota dari 28 propinsi, yang telah menerima bantuan Block Grant tahun 2007-2009. Bantuan Block Grant diberikan kepada perpustakaan yang dianggap berprestasi.

"Dari seluruh perpustakaan yang telah mendapatkan bantuan block grant tahun 2007-2009, kemudian dilombakan pada tahun 2010 ini," kata Kepala Seksi Perpustakaan Kabupaten Enrekang, Herliany. Penilaian lomba perpustakaan tingkat nasional ini, dilaksanakan pada 30 Juli 2010 lalu. Dan hasilnya, panitia mencantumkan perpustakaan umum Kabupaten Enrekang bersama sembilan perpustakaan umum lainnya di tanah air. Kesepuluh perpustakaan tersebut adalah, perpustakaan kabupaten Parigi Mountang, Kolaka, Lombok Timur, Lahat, Sleman, Buleleng, Hulu Sungai Utara, Wonosobo, Kota Tebing Tingggi dan Kabupaten Enrekang.

"Dari nominasi tersebut, sekaligus menjadikan Kabupaten Enrekang satu-satunya wakil dari propinsi Sulawesi Selatan," tambah Herliany. Rencananya, penilaian sepuluh besar itu dilaksanakan bulan Agustus. "Belum ada tanggal pastinya, tapi kemungkinan sebelum tanggal 17 Agustus," lanjut Herliany.

Saat ini, perpustakaan Kabupaten Enrekang sudah siap mengikuti lomba tersebut. Prestasi yang telah diraih pada tahun 2006 lalu, setidaknya mampu dipertahankan. Apalagi, beberapa kategori penilaian sudah dipenuhi, diantaranya adalah koleksi buku, SDM dan yang paling utama adalah sistem otomasi.

"Perpustakaan Enrekang sudah dilengkapi sofware yang berfungsi untuk mengolah administrasi secara komputerisasi, termasuk pengimputan data serta katalog buku perpustakaan. Begitupun dengan security gate atau alat pendeteksi serta CCTV," terang Herliany.
6 Sep 2010

Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan

Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan
Oleh: Adjie Suradji

Terdapat dua jenis pemimpin cerdas, yaitu pemimpin cerdas saja dan pemimpin cerdas yang bisa membawa perubahan.

Untuk menciptakan perubahan (dalam arti positif), tidak diperlukan pemimpin sangat cerdas sebab kadang kala kecerdasan justru dapat menghambat keberanian. Keberanian jadi satu faktor penting dalam kepemimpinan berkarakter, termasuk keberanian mengambil keputusan dan menghadapi risiko. Kepemimpinan berkarakter risk taker bertentangan dengan ciri-ciri kepemimpinan populis. Pemimpin populis tidak berani mengambil risiko, bekerja menggunakan uang, kekuasaan, dan politik populis atau pencitraan lain.

Indonesia sudah memiliki lima mantan presiden dan tiap presiden menghasilkan perubahannya sendiri-sendiri. Soekarno membawa perubahan besar bagi bangsa ini. Disusul Soeharto, Habibie, Gus Dur, dan Megawati.

Soekarno barangkali telah dilupakan orang, tetapi tidak dengan sebutan Proklamator. Soeharto dengan Bapak Pembangunan dan perbaikan kehidupan sosial ekonomi rakyat. Habibie dengan teknologinya. Gus Dur dengan pluralisme dan egaliterismenya. Megawati sebagai peletak dasar demokrasi, ratu demokrasi, karena dari lima mantan RI-1, ia yang mengakhiri masa jabatan tanpa kekisruhan. Yang lain, betapapun besar jasanya bagi bangsa dan negara, ada saja yang membuat mereka lengser secara tidak elegan.

Sayang, hingga presiden keenam (SBY), ada hal buruk yang tampaknya belum berubah, yaitu perilaku korup para elite negeri ini. Akankah korupsi jadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab. Slogan yang diusung dalam kampanye politik, isu ”Bersama Kita Bisa” (2004) dan ”Lanjutkan” (2009), seharusnya bisa diimplementasikan secara proporsional.

Artinya, apabila pemerintahan SBY berniat memberantas korupsi, seharusnya fiat justitia pereat mundus—hendaklah hukum ditegakkan—walaupun dunia harus binasa (Ferdinand I, 1503-1564). Bukan cukup memperkuat hukum (KPK, MK, Pengadilan Tipikor, KY, hingga Satgas Pemberantasan Mafia), korupsi pun hilang. Tepatnya, seolah-olah hilang. Realitasnya, hukum dengan segala perkuatannya di negara yang disebut Indonesia ini hanya mampu membuat berbagai ketentuan hukum, tetapi tak mampu menegakkan.

Quid leges sine moribus (Roma)—apa artinya hukum jika tak disertai moralitas? Apa artinya hukum dengan sedemikian banyak perkuatannya jika moral pejabatnya rendah, berakhlak buruk, dan bermental pencuri, pembohong, dan pemalas?

Keberanian

Meminjam teori Bill Newman tentang elemen penting kepemimpinan, yang membedakan seorang pemimpin sejati dengan seorang manajer biasa adalah keberanian (The 10 Law of Leadership). Keberanian harus didasarkan pada pandangan yang diyakini benar tanpa keraguan dan bersedia menerima risiko apa pun. Seorang pemimpin tanpa keberanian bukan pemimpin sejati. Keberanian dapat timbul dari komitmen visi dan bersandar penuh pada keyakinan atas kebenaran yang diperjuangkan.

Keberanian muncul dari kepribadian kuat, sementara keraguan datang dari kepribadian yang goyah. Kalau keberanian lebih mempertimbangkan aspek kepentingan keselamatan di luar diri pemimpin—kepentingan rakyat—keraguan lebih mementingkan aspek keselamatan diri pemimpin itu sendiri.

Korelasinya dengan keberanian memberantas korupsi, SBY yang dipilih lebih dari 60 persen rakyat kenyataannya masih memimpin seperti sebagaimana para pemimpin yang dulu pernah memimpinnya.

Memang, secara alamiah, individu atau organisasi umumnya akan bersikap konservatif atau tak ingin berubah ketika sedang berada di posisi puncak dan situasi menyenangkan. Namun, dalam konteks korupsi yang kian menggurita, tersisa pertanyaan, apakah SBY hingga 2014 mampu membawa negeri ini betul-betul terbebas dari korupsi?

Pertanyaan lebih substansial: apakah SBY tetap pada komitmen perubahan? Atau justru ide perubahan yang dicanangkan (2004) hanya tinggal slogan kampanye karena ketidaksiapan menerima risiko-risiko perubahan? Terakhir, apakah SBY dapat dipandang sebagai pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan konsisten dalam pengertian teguh dengan karakter dirinya, berani mengambil keputusan berisiko, atau justru menjalankan kepemimpinan populis dengan segala pencitraannya?

Indonesia perlu pemimpin visioner. Pemimpin dengan impian besar, berani membayar harga, dan efektif, dengan birokrasi yang lentur. Tidak ada pemimpin tanpa visi dan tidak ada visi tanpa kesadaran akan perubahan. Perubahan adalah hal tak terelakkan. Sebab, setiap individu, organisasi, dan bangsa yang tumbuh akan selalu ditandai oleh perubahan- perubahan signifikan. Di dunia ini telah lahir beberapa pemimpin negara yang berkarakter dan membawa perubahan bagi negerinya, berani mengambil keputusan berisiko demi menyejahterakan rakyatnya. Mereka adalah Presiden Evo Morales (Bolivia), Ahmadinejad (Iran), dan Hugo Chavez (Venezuela).

Indonesia harus bisa lebih baik. Oleh karena itu, semoga di sisa waktu kepemimpinannya—dengan jargon reformasi gelombang kedua—SBY bisa memberikan iluminasi (pencerahan), artinya pencanangan pemberantasan korupsi bukan sekadar retorika politik untuk menjaga komitmen dalam membangun citranya. Kita berharap, kasus BLBI, Lapindo, Bank Century, dan perilaku penyelenggara negara yang suka mencuri, berbohong, dan malas tidak akan menjadi warisan abadi negeri ini. Sekali lagi, seluruh rakyat Indonesia tetap berharap agar Presiden SBY bisa membawa perubahan signifikan bagi negeri ini.

Adjie Suradji, Anggota TNI AU

Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan

Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan
Oleh: Adjie Suradji

Terdapat dua jenis pemimpin cerdas, yaitu pemimpin cerdas saja dan pemimpin cerdas yang bisa membawa perubahan.

Untuk menciptakan perubahan (dalam arti positif), tidak diperlukan pemimpin sangat cerdas sebab kadang kala kecerdasan justru dapat menghambat keberanian. Keberanian jadi satu faktor penting dalam kepemimpinan berkarakter, termasuk keberanian mengambil keputusan dan menghadapi risiko. Kepemimpinan berkarakter risk taker bertentangan dengan ciri-ciri kepemimpinan populis. Pemimpin populis tidak berani mengambil risiko, bekerja menggunakan uang, kekuasaan, dan politik populis atau pencitraan lain.

Indonesia sudah memiliki lima mantan presiden dan tiap presiden menghasilkan perubahannya sendiri-sendiri. Soekarno membawa perubahan besar bagi bangsa ini. Disusul Soeharto, Habibie, Gus Dur, dan Megawati.

Soekarno barangkali telah dilupakan orang, tetapi tidak dengan sebutan Proklamator. Soeharto dengan Bapak Pembangunan dan perbaikan kehidupan sosial ekonomi rakyat. Habibie dengan teknologinya. Gus Dur dengan pluralisme dan egaliterismenya. Megawati sebagai peletak dasar demokrasi, ratu demokrasi, karena dari lima mantan RI-1, ia yang mengakhiri masa jabatan tanpa kekisruhan. Yang lain, betapapun besar jasanya bagi bangsa dan negara, ada saja yang membuat mereka lengser secara tidak elegan.

Sayang, hingga presiden keenam (SBY), ada hal buruk yang tampaknya belum berubah, yaitu perilaku korup para elite negeri ini. Akankah korupsi jadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab. Slogan yang diusung dalam kampanye politik, isu ”Bersama Kita Bisa” (2004) dan ”Lanjutkan” (2009), seharusnya bisa diimplementasikan secara proporsional.

Artinya, apabila pemerintahan SBY berniat memberantas korupsi, seharusnya fiat justitia pereat mundus—hendaklah hukum ditegakkan—walaupun dunia harus binasa (Ferdinand I, 1503-1564). Bukan cukup memperkuat hukum (KPK, MK, Pengadilan Tipikor, KY, hingga Satgas Pemberantasan Mafia), korupsi pun hilang. Tepatnya, seolah-olah hilang. Realitasnya, hukum dengan segala perkuatannya di negara yang disebut Indonesia ini hanya mampu membuat berbagai ketentuan hukum, tetapi tak mampu menegakkan.

Quid leges sine moribus (Roma)—apa artinya hukum jika tak disertai moralitas? Apa artinya hukum dengan sedemikian banyak perkuatannya jika moral pejabatnya rendah, berakhlak buruk, dan bermental pencuri, pembohong, dan pemalas?

Keberanian

Meminjam teori Bill Newman tentang elemen penting kepemimpinan, yang membedakan seorang pemimpin sejati dengan seorang manajer biasa adalah keberanian (The 10 Law of Leadership). Keberanian harus didasarkan pada pandangan yang diyakini benar tanpa keraguan dan bersedia menerima risiko apa pun. Seorang pemimpin tanpa keberanian bukan pemimpin sejati. Keberanian dapat timbul dari komitmen visi dan bersandar penuh pada keyakinan atas kebenaran yang diperjuangkan.

Keberanian muncul dari kepribadian kuat, sementara keraguan datang dari kepribadian yang goyah. Kalau keberanian lebih mempertimbangkan aspek kepentingan keselamatan di luar diri pemimpin—kepentingan rakyat—keraguan lebih mementingkan aspek keselamatan diri pemimpin itu sendiri.

Korelasinya dengan keberanian memberantas korupsi, SBY yang dipilih lebih dari 60 persen rakyat kenyataannya masih memimpin seperti sebagaimana para pemimpin yang dulu pernah memimpinnya.

Memang, secara alamiah, individu atau organisasi umumnya akan bersikap konservatif atau tak ingin berubah ketika sedang berada di posisi puncak dan situasi menyenangkan. Namun, dalam konteks korupsi yang kian menggurita, tersisa pertanyaan, apakah SBY hingga 2014 mampu membawa negeri ini betul-betul terbebas dari korupsi?

Pertanyaan lebih substansial: apakah SBY tetap pada komitmen perubahan? Atau justru ide perubahan yang dicanangkan (2004) hanya tinggal slogan kampanye karena ketidaksiapan menerima risiko-risiko perubahan? Terakhir, apakah SBY dapat dipandang sebagai pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan konsisten dalam pengertian teguh dengan karakter dirinya, berani mengambil keputusan berisiko, atau justru menjalankan kepemimpinan populis dengan segala pencitraannya?

Indonesia perlu pemimpin visioner. Pemimpin dengan impian besar, berani membayar harga, dan efektif, dengan birokrasi yang lentur. Tidak ada pemimpin tanpa visi dan tidak ada visi tanpa kesadaran akan perubahan. Perubahan adalah hal tak terelakkan. Sebab, setiap individu, organisasi, dan bangsa yang tumbuh akan selalu ditandai oleh perubahan- perubahan signifikan. Di dunia ini telah lahir beberapa pemimpin negara yang berkarakter dan membawa perubahan bagi negerinya, berani mengambil keputusan berisiko demi menyejahterakan rakyatnya. Mereka adalah Presiden Evo Morales (Bolivia), Ahmadinejad (Iran), dan Hugo Chavez (Venezuela).

Indonesia harus bisa lebih baik. Oleh karena itu, semoga di sisa waktu kepemimpinannya—dengan jargon reformasi gelombang kedua—SBY bisa memberikan iluminasi (pencerahan), artinya pencanangan pemberantasan korupsi bukan sekadar retorika politik untuk menjaga komitmen dalam membangun citranya. Kita berharap, kasus BLBI, Lapindo, Bank Century, dan perilaku penyelenggara negara yang suka mencuri, berbohong, dan malas tidak akan menjadi warisan abadi negeri ini. Sekali lagi, seluruh rakyat Indonesia tetap berharap agar Presiden SBY bisa membawa perubahan signifikan bagi negeri ini.

Adjie Suradji, Anggota TNI AU

3 Sep 2010

Asal Usul Suku Enrekang

Suku Enrekang masih berhubungan erat dengan Bugis . Pada umumnya berdomisili di Kabupaten Enrekang provinsi Sulsel. Sejak abad XIV, daerah ini disebut MASSENREMPULU yang artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedang sebutan Enrekang dari ENDEG yang artinya NAIK DARI atau PANJAT dan dari sinilah asal mulanya sebutan ENDEKAN.

Masih ada arti versi lain yang dalam pengertian umum sampai saat ini bahkan dalam Adminsitrasi Pemerintahan telah dikenal dengan nama “ENREKANG” versi Bugis sehingga jika dikatakan bahwa Daerah Kabupaten Enrekang adalah daerah pegunungan, sudah mendekati kepastian sebab jelas bahwa Kabupaten Enrekang terdiri dari gunung-gunung dan bukit-bukit sambung menyambung mengambil ± 85 % dari seluruh luas wilayah yang luasnya ± 1.786.01 Km².
Sebelum terbentuknya menjadi Kabupaten berturut-turut mengalami perubahan bentuk :
Pertama : Menurut sejarah pada mulanya Kabupaten Enrekang adalah merupakan suatu kerajaan besar yang bernama MALEPONG BULAN, kemudian kerajaan ini bersifat MANURUNG yang terdiri dari 7 kawasann yang lebih dikenal dengan ”PITU MASSENREMPULU” yaitu : 1. Endekan 2. Kassa 3. Batu Lappa 4. Duri 5. Maiwa 6. Letta 7. Baringin ( 7 Massenrempulu ) ini terjadi kira-kira dalam abad ke XIV dan kerajaan tersebut berubah menjadi LIMA MASSENREMPULU yakni : 1. Endekan 2. Duri 3. Maiwa 4. Kassa5. Batu Lappa ( Kira – kira abad ke XVII )
Karena Politik Devide At Impera Pemerintah Belanda memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Perintah Kerajaan Belanda (KORTE VERKLARING ) dimana kerajaan KASSA dan kerajaan BATU LAPPA dimasukkan ke SAWITTO. Ini terjadi ± Tahun 1905 ( abad XX ), sehingga untuk tetap pada keadaan LIMA MASSENREMPULU tersebut, maka kerajaan-kerajaan yang ada didalamnya dipecah sehingga menjadi :
1. Kerajaan itu pada Zaman penjajahan Belanda secara Admisnitrasi Belanda menjadi Landshcap
2.Tiap Landschap dipimpin oleh seorang Arung ( Zelftbesteur ) dan dibantu oleh SULEWATANG dan PABBICARA, ARUNG LILI tetapi kebijaksanaan tetap ditangan Belanda sebagai Kontroleur.
Budaya MASSENREMPULU sebagai modal dasar pembangunan dalam melaksanakan otonomi daerah untuk mewujudkan predikat atau gelar yang pernah diberikan oleh raja-raja dari bugis yang diungkapkan dalam Bahasa Bugis bahwa :

” NAIYYA ENREKANG TANA RIGALLA, LIPU RIONGKO TANA RIABBUSUNGI ”

” NAIYYA TANAH MAKKA TANAH MAPACCING MASSENREMPULU ”

” NAIYYA TANAH ENREKANG TANAH SALAMA ”
Asal Usul Suku EnrekangSejarah EnrekangAsal Usul Suku EnrekangSejarah EnrekangAsal Usul Suku Enrekang
Sejarah EnrekangAsal Usul Suku Enrekang
Sejarah EnrekangAsal Usul Suku Enrekang
Sejarah EnrekangAsal Usul Suku Enrekang
Sejarah EnrekanggAsal Usul Suku Enrekang
Sejarah EnrekangAsal Usul Suku EnrekangSejarah Enrekang
Sumber: http://bangsabugis.blogspot.com/2010/02/asal-usul-suku-enrekang.html