9 Agt 2010

Marhaban ya Ramadhan...!

Marhaban ya Ramdhan...! Dalam menyambutnya, cara suatu daerah di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Begitu halnya dengan Enrekang. Enrekang yang memiliki 3 distrit (penamaanku saja) yaitu Maiwa, Duri dan Enrekang dalam menyambut bulan suci ini memiliki tradisi yang turun temurun dibudayakan.

Salah satunya adalah memotong ayam kampung. Sebelum dipotong, ayam akan "dijenne'i" dulu, mulai dari kaki sampai kepala. Setelah itu, ayam siap dipotong menghadap ke kiblat.

Kenapa harus ayam? Ayam bagi kita-kita di kampung adalah hal yang istimewa. Dilihat dari historinya, memotong ayam adalah sarana untuk menggambarkan kebahagian, kesenangan, rasa syukur. Inilah hikmah yang tersimpan dari memotong ayam pada saat menyambut bulan yang penuh kemulian. Memotong ayam bukanlah sesuatu yang wajib, kalau ada orang yang mewajibkan, dasarnya darimana? Selanjutnya, kalau ada yang mengatakan bid'ah, mungkin perlu dikaji lagi, dasar bid'ahnya dimana?

"Memotong ayam adalah ungkapan rasa syukur, kegembiraan dalam menghadapi bulan suci ini." Kata ustadz semalam, yang mengisi kultum menyambut bulan suci yang InsyaAllah jatuh pada tanggal 11 Agustus 2010, besok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: