20 Agt 2010

Kunci Kesuksesan Dunia dan Akhirat

Manusia diciptakan di muka bumi berbeda dengan malaikat. Manusia dapat menentukan pilihannya sedangkan malaikat tidak mampu. Inilah sala satu keutamaan manusia diantara keutamaan-keutamaan lainnya. Manusia diberi pilihan untuk menentukan dirinya, apakah dia akan menjadi orang saleh, orang beriman, orang jahat, orang salah.

Pilihan itu ada ditangan kita selaku manusia yang diberi akal sehat. Namun, kadang kala ketika keinginan itu tidak tercapai, manusia sering mempersalahkan takdir. Misalnya, dia menjadi miskin atau bodoh, lantas dia mengatakan, “Takdir saya memang miskin dan bodoh.” Padahal, itu bukan takdir melainkan pilihan. Kita sendiri yang menentukan pilihan itu karena tidak mau berusaha dan belajar dengan sungguh-sungguh. Seperti halnya dengan pencuri, pencuri saat ditanya di depan pengadilan, “kenapa engkau mencuri ?” Kalau jawabnya karena takdir, tentu takdir tidak bisa dipersalahkan karena seseorang mencuri adalah sebuah pilihan.
Dalam menentukan pilihan, ada 4 hal yang perlu kita perhatikan agar pilihan tersebut membuahkan hasil yang maksimal. Keempat pilihan itu adalah PUID. P adalah perencanaan. Ada sebuah filosofi orang tua dulu, “Janganlah pembangun rumah sebelum rumah itu berdiri.” Contoh lain, janganlah pergi sebelum sampai.” Artinya, janganlah kita membangun sebuah rumah sebelum rancangan rumah itu selesai. Janganlah kita berangkat ke suatu tempat sebelum perbekalan kita cukup.
U adalah Usaha. Ketika kita telah menrencanakan sesuatu, misalnya saja ingin kuliah di suatu perguruan tinggi ternama, yang harus kita lakukan adalah berusaha. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk merealisasikan rencana yang telah tertanam dalam benak kita.
Setelah merencanakan dengan matang dan berusaha dengan sungguh-sungguh, langkah selanjutnya adalah ikhtiar. Usaha tanpa ikhtiar bagaikan orang yang ingin menjadi pengacara tapi kuliahnya di fakultas teknik. Seperti orang yang ingin menjadi dokter tapi masuknya di fakultas hukum.
Hal yang terakhir adalah Doa. Kita meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi kepada manusia, alam semesta, baik buruknya sesuatu adalah karena kehendak Allah. Allahlah yang menetapkan sesuatu, manusia hanya diberi kuasa untuk merencanakan, berusaha, berikhtiar dan terakhir berdoa. Allah mengetahui apa-apa yang terbaik untuk umatnya. Jika yang telah kita rencanakan, usahakan, ikhtiarkan dan doakan itu terkabul, maka itu adalah sebuah ujian bagi kita. Sebaliknya, jika tidak tercapai, maka Allah Maha Tahu. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS.Al Baqarah:216)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: