4 Agt 2010

Enrekang Nyaris Tenggelam


Setelah diguyur hujan selama 2 hari tanpa henti, Enrekang pun nyaris kebanjiran. Nyarisnya banjir diakibatkan sungai yang membelah Kota Enrekang yaitu sungai Mata Allo meluap. Luapannya nyaris saja membuat warga disekitar bantaran sungai ke-3 terpanjang di Kabupaten Enrekang itu mengungsi, menyelamatkan barang berharga mereka.

Menurut pemantauan teman-teman yang menyaksikan peristiwa langka itu , “Weh…, banjir’i Enrekang, naikmi itu air” katanya dengan tersengah-sengah yang membuatku duduk dari berbaring. “Ah…, tongannara, dimana?” kataku sambil mengangkat selimut tebal agar tubuhku tetap hangat. “Di dekat jembatan.” Jawabnya sambil menatapku. “Banyak orang disana, menonton.” Sambungnya. Ah…, masa’ banjir saja ditonton.” Jawabku seraya membaringkan badanku. Maklum, Enrekang hampir tidak memiliki wahana bermain atau hiburan, jadi banjir pun menjadi tontonan.@gus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: