21 Agt 2010

Buah Kelapa Jatuh tidak Akan Jauh Menggelinding

“Buah kelapa yang jatuh dari pohonnya tidak akan jauh menggelinding.” Ungkapan ini sering kita dengarkan untuk menggambarkan perilaku anak yang menyerupai perilaku orang tuanya. Anak yang rajin sholat bisa saja karena terinspirasi dari orang tuanya yang rajin sholat pula. Begitupun anak yang nakal, anak itu bisa saja mencontoh orang tua atau orang disekitarnya yang nakal pula.

Anak yang masih kecil, ibarat sebuah cakram yang siap merekam segala yang diinputkan padanya. Jika inputan yang didapatkannya adalah kebaikan, maka keluarannya berupa kebaikan juga. Sebaliknya, jika inputannya adalah keburukan maka keluarannya pun keburukan.

Orang tua kita dulu, berkata, “Ajarilah anakmu sebelum dia lahir.” Alangkah bijaknya perkataan ini. Perkataan ini mengisyaratkan kepada bakal orang tua untuk senantiasa berperilaku baik, lurus agar anaknya kelak mengikuti perilaku baik dan lurus itu.

Pembaca yang dirahmati Allah, Allah telah mengatur segala sesuatu berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Allah yang telah menciptakan lawan dan kawan. Allah menciptakan kebaikan lawan daripada keburukan, Allah menciptakan iman lawan daripada kekafiran. Sungguh, bagi orang beriman menyakini sepenuhnya, bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah kehendak-Nya. Dan hanya Allah semata yang menentukan orang yang beriman, begitupun orang yang kafir. Allah sangat mudah menentukan kekafiran seseorang walau orang itu alim dulunya. Allah sangat gampang menentukan seseorang beriman walau dahulunya bergelimang dengan maksiat dan dosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: