8 Agt 2010

7 M Sebelum Puasa Ramadhan

Beberapa hari ke depan kita akan memasuki gerbang. Gerbang ini dapat kita umpamakan sebagai jalur untuk memasuki sebuah istana harta karun. Untuk mendapatkan harta karun itu, kita harus mempersipakan 7 bekal.
Tujuh bekal ini, saya buatkan rumus lompat kelinci, menjadi 7 M. M pertama adalah mengingat-ngingat. Apa saja yang perlu diingat-ingat. Ingatlah apa yang kita lakukan pada bulan ramadhan yang lalu, yaitu: 1. Rukun puasa, 2. Syarat sah puasa, 3. Adab-adab atau akhlak berpuasa.

Apa perbedaan Rukun dengan syarat sah puasa? Rukun dapat kita pahami sebagai sesuatu yang harus dipenuhi saat melaksanakan ibadah puasa. Sesuatu yang harus dipenuhi yaitu,
1. Adanya niat untuk melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Tata cara niat sendiri ada beberapa pendapat, ada yang mengatakan bahwa niat dilafazkan/disebutkan, ada juga yang mengatakan cukup dalam hati saja. Kedua-duanya benar, tapi kalau saya lebih memilih niat dalam hati.
2. Menahan/meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Selanjutnya, syarat sah puasa adalah sesuatu yang harus dipenuhi sebelum pelaksaan ibadah puasa itu, yaitu: 1. Beragama Islam, 2. Berakal, 3. Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita.
Terakhir, adab-adab atau akhlak saat berpuasa. orang yang berpuasa sedapat mungkin menjauhi perbuatan-perbuatan yang dilarang. misalnya, gosip, menggunjing, berbicara kotor, dan melakukan perbuatan sia-sia lainnya.
M yang kedua adalah merasa senang. Dalam memasuki gerbang istana harta karun, kita harus merasa senang karena kita yakin akan mendapatkan harta karun itu. Pada kehidupan nyata, kesenangan ini harus diaktualisasikan pada lingkungan sekitar, rumah tangga, dan relasi-relasi lainnya. Jika masih ada selisih paham di antara sesama, segeralah saling memaafkan.
Melalui kesempatan ini, saya pribadi mengucapkan permohonan maaf kepada semuanya. Maaf bila ada tulisan, kata, ucapan, tingkah laku yang tidak berkenan di hati. Mohon maaf atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak. Sebaliknya, dengan senang hati saya akan memaafkan anda-anda semuanya.
"Mungkin, sampai disini dulu yang saya sampaikan. InsyaAllah besok subuh kita lanjutkan lagi." Kata bapaknya sambil menyambungnya dengan salam penutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: