27 Jul 2010

..Rumahku Istanaku...???

HISTORY ASRAMA KPMM JOGJAKARTA

Juni 02, 2003 adalah menjadi awal mula ditempatkannya Asrama KPMM Putra di area yang menjadi tempat pemukiman terpadat di Kecamatan Pringgokusuman Kota Yogyakarta. Sebuah sejarah ketika menjadi bagian dari suatu kebesaran hati Bapak Bupati Kabupaten Enrekang ketika itu dalam hal ini yang kami hormati Alm. Bapak H. Iqbal mustafa yang memberikan perhatian kepada para putra daerah yang berkeinginan menempuh pendidikan ditempat yang menjadi tujuan pertama di Indonesia dalam menimbah Ilmu yaitu Kota Yogyakarta dengan membelikan fasilitas berupa Asrama yang kita tempati saat ini, Alhamdulillah semoga amal ibadah Beliau diterima disisi-Nya, amin.
Pada tanggal 24 Mei 2006 Alm. Bapak H. Iqbal Mustafa selaku Bupati Kab. Enrekang ketika itu memberikan mandat berupa surat kuasa kepada Bpk. A. Muh. Tono selaku Kasubag. Pengadaan Barang Bagian Pengelola Asset Daerah Setda kabupaten Enrekang, untuk melakukan pembelian rumah Ibu Sri Suminar yang berada di JL. Letjen Suprapto GT II No 387 Jlagran Yogyakarta untuk dijadikan Asrama Pelajar dan Mahasiswa para putra-putri daerah yang berada di Yogyakarta. Dan hingga kini menjadi sekretariat dan pusat kegiatan KPMM Jogjakarta.
Dengan luas area 183 m2 rumah penduduk tadi diubah menjadi Asrama Pelajar dan Mahasiswa dengan kapasitas hingga 15 orang. Begitulah pada awalnya kapasitas kamar 2-4 orang didalamnya karena bergantung pada jumlah kamar hanya da 6 buah, dari 6 itulah 5 kamar ukuran 3x4 dan 1 ukuran 2x3 meter. Seiring berjalannya waktu Asrama yang dulu menjadi kebanggaan para pelajar dan Mahasiswa putra daerah Maspul ini berangsur-angsur berkurang penghuni. Sebagai alasan yang paling tepat bukan karena kurangnya mahasiswa baru maupun letak asrama namun kondisi asrama semakin hari semakin memprihatinkan apalagi pasca gempa Yogya Mei 2006 lalu yang tidak mungkin menampung jumlah penghuni seperti yang tercantum diatas. Faktor keamanan itulah yang menjadi pertimbangan bagi para calon penghuni baru. Sungguh tragis kondisi Asrama KPMM Jogjakarta pasca gempa tetapi lebih tragis lagi seakan pemerintah daerah seakan tutup telinga mendengar “jerita Mahasiswa jogja,“ sangat disesalkan hingga saat ini bantuan perbaikan dan sebagainya buat kenyamanan asrama mulai dari adanya Asrama hingga kini biaya opersional Asrama seakan memang tidak ada perhatian. Hingga juli 2010 ini penghuni tetap ada 9 orang belum termasuk penghuni non tetap (mahasiswa yang sesekali menginap di asrama).
“Tidak ada kata terlambat “ begitulah sedikit pribahasa yang sering terdengar dari kaum sastrawan namun sungguh ironis jika nantinya muncul hal-hal yang tidak diharapkan baru saling menyalahkan. Semoga pengantar di atas menjadi awal dari kemurahan hati Pemerintah Kabupaten Enrekang, hanya satu pesan kami dari Yogyakarta : Inilah kami putra-putri daerah yang lahir dan dibesarkan di tanah Maspul, yang menginginkan perubahan dan nantinya buat tanah kelahiran kami tanpa ada yang dibeda-bedakan. Amatlah berguna menjadi orang penting Tetapi Lebih penting lagi menjadi orang berguna itulah motto hidup kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: