25 Jul 2010

PERINGATAN HAN DI DIY ; Wujudkan Kabupaten dan Provinsi Layak Anak

YOGYA (KR) - Abad 21 menjadi masa kreativitas dan penuh tantangan. Sehingga anak-anak harus disiapkan sejak dini agar memiliki daya saing. Untuk itu selain dibekali ilmu yang memadai, sikap kejujuran dan akhlak mulia juga perlu ditanamkan kepada anak.
Hal itu dikatakan Gubernur DIY Sri Sultan HB X melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DIY Drs Tavip Agus Rayanto MSi dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi DIY di Bangsal Kepatihan, Sabtu (24/7).
Peringatan HAN yang mengusung tema ‘Anak Indonesia Belajar untuk Masa Depan’ diikuti 3 ribu anak usia SD-SMA/SMK, SLB dan anak jalanan. Peringatan HAN kemarin diwarnai dengan aksi minum susu bersama.
Perwakilan dari Forum Anak Yogya juga membacakan pernyataan anak. Mereka meminta pemerintah, LSM dan masyarakat luas agar meningkatkan perhatian pada persoalan pemenuhan hak anak serta mewujudkan kota/kabupaten dan provinsi layak anak.
Sementara itu, ketika membuka Senam Sehat Ceria II dan Mewarnai Gambar yang digelar Paguyuban Guru TK PKK Kota Yogyakarta dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2010 di Halaman Balaikota Timoho, Sabtu (24/7), Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Dyah Suminar, menyatakan peran orangtua (ortu) tetap paling penting dalam membimbing anak-anak, karena waktu terbanyak di rumah bersama keluarga paling efektif. Sehingga jangan menggantungkan kepada Tempat Pengasuhan Anak (TPA) atau sejenisnya, karena tempat dan waktunya terbatas.
“Waktu yang banyak untuk anak seharusnya adalah di rumah. Bila orang tua mengikuti pertemuan dengan guru TK atau PAUD, hendaknya ilmu mendidik anak dapat dilanjutkan di rumah, supaya di masa mendatang dapat menjadi generasi yang luar biasa,” ujarnya
Lebih lanjut Dyah Suminar mengatakan pertumbuhan anak antara 0-5 tahun memegang peran penting dalam pengembangan potensinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: