27 Jul 2010

..Rumahku Istanaku...???

HISTORY ASRAMA KPMM JOGJAKARTA

Juni 02, 2003 adalah menjadi awal mula ditempatkannya Asrama KPMM Putra di area yang menjadi tempat pemukiman terpadat di Kecamatan Pringgokusuman Kota Yogyakarta. Sebuah sejarah ketika menjadi bagian dari suatu kebesaran hati Bapak Bupati Kabupaten Enrekang ketika itu dalam hal ini yang kami hormati Alm. Bapak H. Iqbal mustafa yang memberikan perhatian kepada para putra daerah yang berkeinginan menempuh pendidikan ditempat yang menjadi tujuan pertama di Indonesia dalam menimbah Ilmu yaitu Kota Yogyakarta dengan membelikan fasilitas berupa Asrama yang kita tempati saat ini, Alhamdulillah semoga amal ibadah Beliau diterima disisi-Nya, amin.
Pada tanggal 24 Mei 2006 Alm. Bapak H. Iqbal Mustafa selaku Bupati Kab. Enrekang ketika itu memberikan mandat berupa surat kuasa kepada Bpk. A. Muh. Tono selaku Kasubag. Pengadaan Barang Bagian Pengelola Asset Daerah Setda kabupaten Enrekang, untuk melakukan pembelian rumah Ibu Sri Suminar yang berada di JL. Letjen Suprapto GT II No 387 Jlagran Yogyakarta untuk dijadikan Asrama Pelajar dan Mahasiswa para putra-putri daerah yang berada di Yogyakarta. Dan hingga kini menjadi sekretariat dan pusat kegiatan KPMM Jogjakarta.
Dengan luas area 183 m2 rumah penduduk tadi diubah menjadi Asrama Pelajar dan Mahasiswa dengan kapasitas hingga 15 orang. Begitulah pada awalnya kapasitas kamar 2-4 orang didalamnya karena bergantung pada jumlah kamar hanya da 6 buah, dari 6 itulah 5 kamar ukuran 3x4 dan 1 ukuran 2x3 meter. Seiring berjalannya waktu Asrama yang dulu menjadi kebanggaan para pelajar dan Mahasiswa putra daerah Maspul ini berangsur-angsur berkurang penghuni. Sebagai alasan yang paling tepat bukan karena kurangnya mahasiswa baru maupun letak asrama namun kondisi asrama semakin hari semakin memprihatinkan apalagi pasca gempa Yogya Mei 2006 lalu yang tidak mungkin menampung jumlah penghuni seperti yang tercantum diatas. Faktor keamanan itulah yang menjadi pertimbangan bagi para calon penghuni baru. Sungguh tragis kondisi Asrama KPMM Jogjakarta pasca gempa tetapi lebih tragis lagi seakan pemerintah daerah seakan tutup telinga mendengar “jerita Mahasiswa jogja,“ sangat disesalkan hingga saat ini bantuan perbaikan dan sebagainya buat kenyamanan asrama mulai dari adanya Asrama hingga kini biaya opersional Asrama seakan memang tidak ada perhatian. Hingga juli 2010 ini penghuni tetap ada 9 orang belum termasuk penghuni non tetap (mahasiswa yang sesekali menginap di asrama).
“Tidak ada kata terlambat “ begitulah sedikit pribahasa yang sering terdengar dari kaum sastrawan namun sungguh ironis jika nantinya muncul hal-hal yang tidak diharapkan baru saling menyalahkan. Semoga pengantar di atas menjadi awal dari kemurahan hati Pemerintah Kabupaten Enrekang, hanya satu pesan kami dari Yogyakarta : Inilah kami putra-putri daerah yang lahir dan dibesarkan di tanah Maspul, yang menginginkan perubahan dan nantinya buat tanah kelahiran kami tanpa ada yang dibeda-bedakan. Amatlah berguna menjadi orang penting Tetapi Lebih penting lagi menjadi orang berguna itulah motto hidup kami.
25 Jul 2010

PERINGATAN HAN DI DIY ; Wujudkan Kabupaten dan Provinsi Layak Anak

YOGYA (KR) - Abad 21 menjadi masa kreativitas dan penuh tantangan. Sehingga anak-anak harus disiapkan sejak dini agar memiliki daya saing. Untuk itu selain dibekali ilmu yang memadai, sikap kejujuran dan akhlak mulia juga perlu ditanamkan kepada anak.
Hal itu dikatakan Gubernur DIY Sri Sultan HB X melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DIY Drs Tavip Agus Rayanto MSi dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi DIY di Bangsal Kepatihan, Sabtu (24/7).
Peringatan HAN yang mengusung tema ‘Anak Indonesia Belajar untuk Masa Depan’ diikuti 3 ribu anak usia SD-SMA/SMK, SLB dan anak jalanan. Peringatan HAN kemarin diwarnai dengan aksi minum susu bersama.
Perwakilan dari Forum Anak Yogya juga membacakan pernyataan anak. Mereka meminta pemerintah, LSM dan masyarakat luas agar meningkatkan perhatian pada persoalan pemenuhan hak anak serta mewujudkan kota/kabupaten dan provinsi layak anak.
Sementara itu, ketika membuka Senam Sehat Ceria II dan Mewarnai Gambar yang digelar Paguyuban Guru TK PKK Kota Yogyakarta dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2010 di Halaman Balaikota Timoho, Sabtu (24/7), Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Dyah Suminar, menyatakan peran orangtua (ortu) tetap paling penting dalam membimbing anak-anak, karena waktu terbanyak di rumah bersama keluarga paling efektif. Sehingga jangan menggantungkan kepada Tempat Pengasuhan Anak (TPA) atau sejenisnya, karena tempat dan waktunya terbatas.
“Waktu yang banyak untuk anak seharusnya adalah di rumah. Bila orang tua mengikuti pertemuan dengan guru TK atau PAUD, hendaknya ilmu mendidik anak dapat dilanjutkan di rumah, supaya di masa mendatang dapat menjadi generasi yang luar biasa,” ujarnya
Lebih lanjut Dyah Suminar mengatakan pertumbuhan anak antara 0-5 tahun memegang peran penting dalam pengembangan potensinya.

Keraton Yogyakarta akan Dilengkapi Kran Air Siap Minum

YOGYAKARTA--MI: Perusahaan Air Minum Daerah Tirtamarta akan melengkapi Keraton Yogyakarta dan Pasar Satwa dan Tanaman Hias (Pasthy) Yogyakarta dengan instalasi air siap minum.

"Kami akan segera membangun instalasi air siap minum itu, sehingga bisa segera dinikmati oleh pengunjung," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Imam Priyono di Yogyakarta, Minggu (25/7).

Menurut dia, PDAM Tirtamarta sudah menentukan tempat pembangunan instalasi air siap minum tersebut di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy), namun pihaknya masih akan melakukan negosiasi dengan pihak Keraton Yogyakarta tentang lokasi pembangunan instalasi air siap minum di ikon wisata Yogyakarta tersebut.

Imam menegaskan, tujuan PDAM Tirtamarta Yogyakarta membangun instalasi air siap minum di kedua lokasi tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Pasthy dan Keraton Yogyakarta.

Selain memberikan fasilitas tambahan kepada pengunjung, Imam menyatakan, instalasi air siap minum tersebut juga dapat digunakan oleh pedagang di Pasthy dan Keraton Yogyakarta.

Ia meyakinkan, air yang dihasilkan dari instalasi tersebut sudah memenuhi standar kesehatan sesuai peraturan Menteri Kesehatan.

"Di negara tetangga seperti Singapura, instalasi air siap minum itu juga tersedia di beberapa area publik. Yogyakarta sebagai kota wisata yang banyak dikunjungi wisatawan semestinya juga dapat memberikan fasilitas seperti itu," katanya.

PDAM Tirtamarta, lanjut dia, juga telah membangun instalasi air siap minum tersebut pada 2009 yaitu di kompleks Kantor PDAM Tirtamarta dan juga di Taman Pintar.

"Khusus di Taman Pintar, instalasi air siap minum tersebut juga dilengkapi dengan proses pengolahannya sehingga sangat mendukung visi Taman Pintar sebagai tempat wisata edukasi," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Yogyakarta, Imam menyatakan, 70% air sumur di Kota Yogyakarta tercemar dengan bakteri e-coli karena adanya kerusakan lingkungan

EDITORIAL MEDIA INDONESIA

Efisiensi Pengelolaan Haji

PEMERINTAH akhirnya menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan itu disambut tanggapan kritis. Kritis, karena publik hampir selalu tidak puas setiap kali BPIH ditetapkan. Tidak puas akan besarnya biaya, tidak puas akan buruknya penyelenggaraan, dan tidak puas akan panjangnya rantai pengelolaan yang kerap memunculkan dugaan tidak efisien, kolutif, dan koruptif.

BPIH tahun ini yang ditetapkan rata-rata sebesar US$3.342 per jemaah juga dinilai masih kemahalan. Angka itu US$80 lebih rendah jika dibandingkan dengan BPIH tahun lalu. Semestinya ongkos naik haji tahun ini bisa jauh lebih rendah lagi.

Apalagi di dalam komponen itu banyak aktivitas tidak jelas yang harus dibiayai dari uang jemaah. Misalnya image building Rp12,5 miliar, honor petugas Rp43,7 miliar, media centre Rp2,3 miliar, jasa konsultasi dan lawyer Rp11,5 miliar, serta biaya-biaya lain yang nyaris tidak ada kaitannya dengan urusan ibadah. Inefisiensi jelas merupakan sebuah keniscayaan.

Ironisnya, cara inilah yang terus ditempuh dan menjadi kebijakan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama, selama berpuluh-puluh tahun. Dengan cara itu pula pemerintah berhasil mengumpulkan sisa biaya haji atau kerap disebut ‘keuntungan’ pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah haji. Sisa anggaran itu kemudian dipusatkan ke dalam deposit masif yang dinamai dana abadi umat (DAU), yang jumlahnya kini mencapai Rp1,7 triliun.

Dengan DAU inilah rupa-rupa perkara dibiayai. Termasuk untuk membiayai perjalanan haji orang-orang yang tidak pernah membayar ongkos naik haji sepeser pun. Di antara mereka yang menikmati dana jemaah secara cuma-cuma itu adalah para pejabat pemerintahan, anggota DPR, para ulama, termasuk wartawan.

Tidak hanya itu. DAU juga menjadi salah satu sumber korupsi. Berbagai kasus penyimpangan penggunaan DAU telah muncul ke permukaan bahkan telah menjerat mantan Menteri Agama Said Agil Hussin Al Munawar. Ini menegaskan betapa ada yang sangat keliru dengan pengelolaan dana itu.

Ironisnya, besarnya dana yang dikelola pemerintah dari jemaah, tidak membuat pengelolaan haji kita lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Dengan biaya yang jauh lebih murah, jemaah haji dari Malaysia dan negara-negara lain dapat menikmati pelayanan ibadah yang jauh lebih sempurna.

BPIH 2010 sudah ditetapkan. Tetapi, tidak berarti itu tidak bisa diubah. Pemerintah harus berani merevisi dan menurunkan lagi BPIH dengan harga yang lebih efisien lagi, karena itu memang dimungkinkan.

Para jemaah yang berangkat naik haji memang dengan ikhlas membayar berapa pun BPIH yang ditentukan pemerintah, demi kekhusyukan ibadah di Tanah Suci. Tetapi, sangat tidak etis bila negara mengeksploitasi keikhlasan itu demi menarik rente.
24 Jul 2010

Universitas Indonesia

Rektor UI Raih "Award Leadership Excellence Asia"
( media Indonesia minggu 25)


DEPOK--MI: Rektor Universitas Indonesia Prof Dr der Soz Gumilar R Somantri raih penghargaan Asia's Best Business School Awards, dengan kategori untuk "Award for Leadership Excellence" dari Chief Marketing Officer Asia. "Penghargaan ini merupakan satu bukti bahwa kepemimpinan yang visioner dapat menjadi agen perubahan yang sanggup beradaptasi dan bahkan memimpin perubahan-perubahan global yang eksponensial," kata Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UI, Bachtiar Alam yang mewakili rektor menerima penghargaan tersebut di Singapura, melalui surat elektroniknya, Sabtu (24/7).
Bachtiar mengatakan bahwa dibawah kepemimpinan Prof Gumilar UI sedang mengalami transformasi yang sangat pesat menuju Universitas Riset Kelas Dunia, sehingga alasan penghargaan ini secara tepat menggambarkan kualitas kepemimpinan Gumilar. Deputi Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati mengatakan Rektor UI berhalangan hadir karena baru menerima gelar Doktor HC dari Universitas Loughborough, Inggris.

Penganugrahan tersebut yang diterima di Suntec Center, Singapura. Selain Gumilar ada, penghargaan tersebut juga diterima oleh Dekan Graduate School of Management, Universiti Putra Malaysia, Prof Dr Zainal Abidin Mohamed.

Award for Leadership Excellence ini diberikan atas kepemimpinan yang luar biasa kepada dua orang tokoh pendidikan tinggi ternama di Asia Tenggara. Salah seorang pendiri Chief Marketing Officer (CMO) Asia Dr Bhatia mengatakan Prof Gumilar dinilai telah menunjukkan kepemimpinan, inovasi, sinergi antara dunia akademik dan industri, serta usaha-usaha gigih untuk mencapai tujuan mulia membina para pemimpin masa depan.

Bhatia mengatakan selama ini penghargaan CMO Asia seluruhnya diberikan kepada tokoh-tokoh Asia Selatan, terutama India dan Sri Lanka. Namun, lanjut dia, pada tahun ini untuk pertama kalinya mereka mulai memberi penghargaan kepada tokoh-tokoh di luar Asia Selatan, terutama Asia Tenggara.

Patrons dari CMO Asia ialah para global marketing leaders dari 52 negara di Asia seperti Jepang, Cina, Turki, Israel, Arab Saudi, Rusia dan lain-lain.

Award for Leadership Excellence ini merupakan yang kali pertama diberikan, mengingat para penerima penghargaan sebelumnya ialah para CEO dari perusahaan perusahaan multinasional di dunia seperti Ogilvy & Mater, Nokia, Coca Cola, dan sebagainya.

Ada beberapa kategori yang diberikan pada malam itu ialah Asia's Business School, Bschool Leadership Award, Business School with Best Industry Interface, Asia's Best Emerging Business School, Innovation in Placements, Innovation Leadership Award, dan Best Professor. (Ant/sa/X-11)>

Universitas Gadjah Mada

UGM Raih Juara Umum Pimnas XXIII
(kunjungi kami di http:ugm.ac.id)


Bali- UGM berhasil meraih juara Umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXIII yang digelar di Universitas Mahasaraswati, Denpasar, 21-23 Juli 2010. Dalam kegiatan ini UGM memboyong 19 medali, 9 emas, 4 perak, dan 6 perunggu. Kesembilanbelas medali yang diperoleh UGM untuk presentasi program kreativitas mahasiswa (PKM) berhasil meraih 5 emas, 1 perak, 4 perunggu. Sementara dalam lomba poster mendapatkan 4 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.


Sementara peringkat kedua diduduki oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan perolehan 10 medali, 3 emas, 3 perak, 4 perunggu. Disusul pada urutan ketiga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang meraih 8 medali, 4 emas, 2 perak, serta 2 perunggu.


Dari 34 tim yang dikirim UGM, 17 tim berhasil meraih penghargaan dalam pimnas yang diikuti 350 tim dari 113 perguruan tinggi se-Indonesia ini. Penghargaan tersebut adalah predikat penyaji terbaik I pada 4 bidang yaitu oleh Ari Hendra Lukmana yang mempresentasikan “Humanisasi Candi: Model Pengembangan Situs Candi Pustakasala Di Komplek Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia” (PKM-K), Friski Cahya Nugraha mempresentasikan “Inovasi Pipa Pori Resapan Untuk Penanggulangan Banjir Di Kawasan Perkotaan Padat Penduduk” (PKM-K), Fadjri Andika Permadi dengan judul presentasi “Inovasi KWH Meter Digital Multifitur Berbasis Mikro Kontroler” (PKM-T), dan Wijaya yang menyajikan “Kampung Biogas:Pengoptimalan Potensi Biogas di Dusun Ngemplak, Boyolali Sebagai Alternatif Mengatasi Ilegal Loging di Kawasan Gunung Merbabu” (PKM-M).


Berikutnya penyaji terbaik II diraih Puguh Dwi Hartanto yang menyajikan “Sintesis 1,3-Bis Urea Hasil Modifikasi Gama Vuton Sebagai Upaya Peningkatan Aktivitas Anti Kanker” (PKM-T). Sedangkan penyaji terbaik III diraih Safirotul Huda mempresentasikan “Aplikasi Periklanan Tanah dan Properti Melalui Perangkat Mobile dengan Visualisasi Peta Interaktif “(PKM-T), Aris Misbah menyajikan “TirexBurger: Burger Jamur Tiram pPutih Sebagai Alternatif Burger Bernilai Serat Tinggi” (PKM-K), Muhammmad sofwan hadi mempresentasikan “Peningkatan Usaha Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Jimpitan Melalui Produksi Batako di Dusun petung, Gunungkidul” (PKM-M), Ata Septian Hesmono memperesentasikan “Chemoherbal Mobile: Percepatan Mendukung Paradigma Kemopreventif” (PKM-GT).


Sementara poster terbaik I diperoleh poster PKM yang berjudul “Inovasi KWH Meter Digital Multifitur Berbasis Mikrokontroler” (PKM-T) oleh Fadjri Andika Permadi, dkk., “ Usaha Bir Pletok Variasi Rasa Dengan Media Gerobak Sebagai Minuman Siap Saji” (PKM-K) oleh M. Mirza Fahmi, dkk., “Pemberdayaan Wanita Lansia Melalui Pengembangan Usaha Tenun Berbasis Masyarakat” (PKM-M) oleh Sayyid Fachrurrazi, dkk., dan “Potensi Krim Yang Mengandung Growth Factor Terhadap Kecepatan Kesembuhan Luka Pada Anjing” (PKM-P) oleh Diah Septyandari, dkk.


Selanjutnya poster terbaik II jatuh pada poster PKM yang mengsusung “Pembentukan Seribu Kader Mandiri Dengan metode MLM Untuk Mencegah Kasus bayi Berat Lahir Rendah” (PKM-M) oleh Mustofa Kamal, dkk., “Jogja Disaster Education Park Sebagai Pusat Pendidikan Bencana di Yogyakarta” oleh Ahmad Juwari, dkk., dan “Aplikasi Sandi Penyelamat Sebagai Pengganti Sandi Morse dan Huruf Braile Serta UntukKepentingan Komunikasi Kemanusiaan dan Militer” oleh Mujirin, dkk. Terkhir poster terbaik III diperoleh poster PKM berjudul “ SUKRIlicious (Sukun Bakery Delicious): Diet Sehat Lokal Bernilai Ekonomis” oleh M. Ridwan Ansari, dkk.


Drs. Haryanto, M.Si., Direktur Kemahasiswaan UGM menyatakan senang sekaligus bangga atas hasil yang dicapai tim pimnas UGM. “Kami sangat bersyukur bisa menjadi juara umum. Kerja keras yang dilakukan baik oleh mahasiswa, dosen pembimbing, dosen pembina, dan universitas akhirnya membuahkan hasil yang bagus,” ungkapnya saat ditemui usai menerima piala bergilir “Adikarta Kertawidya” .


Ditambahkan Haryanto dengan diraihnya gelar juara umum menjadikan UGM untuk tetap mempertahankan perstasi yang diperoleh dalam pimnas tahun depan. “UGM akan selalu mengusahakan yang terbaik dalam pimnas mendatang. Tentunya menjadi harapan bisa mempertahankan gelar juara Pimnas,”jelasnya.


Pengumuman pemenang menandai akhir rangkaian acara Pimnas ke-23. Pimnas secara resmi ditutup oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, Suryo Hapsoro Tri Utomo di Taman Budaya, Denpasar Jumat (23/7) malam. (Humas UGM/Ika)
21 Jul 2010

Jateng Tidak Berambisi Jadi Tuan Rumah

SEMARANG, Kompas.com - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menyatakan pemerintah provinsi ini tidak berambisi menjadi salah satu daerah penyelenggaran pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara atau SEA Games 2011.

"Kalau Jawa Tengah dipercaya, ya kami siap, tetapi kalau tidak ya sudah," kata Bibit usai membuka kejuaraan olahraga dan seni di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Rabu.

Menurut dia, Jawa Tengah tidak ingin berebut dengan daerah lain untuk menjadi penyelenggaraan pesta olahraga ini. "Tidak perlu berebut, kalau Jawa Tengah dipercaya tentu kami siap," tegasnya usai membuka kegiatan olahraga dan
seni yang digelar dalam rangka hari jadi ke-60 pemerintah provinsi ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Rudi Apriantono mengatakan menjadi salah satu daerah penyelenggaran SEA Games bukan merupakan keinginan provinsi ini.

Menurut dia, penunjukan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penyelenggaran SEA Games merupakan pengganti bagi provinsi ini yang gagal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional tahun 2011. "Karena gagal jadi tuan rumah PON, Jawa Tengah dijanjikan menjadi tuan rumah SEA Games bersama Jawa Barat," katanya kepada Antara.

Komite Olahraga Nasional Indonesia kemudian menambah dua lagi daerah penyelenggara SEA Games, yakni Jakarta dan Sumatera Selatan.

Pada SEA Games 2011, Jawa Tengah rencananya akan memperoleh bagian untuk menggelar tujuh cabang olahraga, yakni panahan, sepak takraw, sepatu roda, biliar, soft tennis, tinju, dan bridge.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pelaksanaan SEA Games digelar di dua kota, dari sebelumnya usulan empat kota, sesuai dengan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat dan SEA Games Counsil.

Pembukaan dan penutupan SEA Games akan bertempat di Palembang, Sumatera Selatan, sedangkan satu kota lainnya akan ditentukan dalam waktu dekat.

Yogyakarta Mulai Evaluasi RSBI

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mulai mengevaluasi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di wilayah DI Yogyakarta. Evaluasi dalam bentuk penelitian itu dimulai sejak Selasa (20/7/2010). Sebanyak 16 kepala RSBI jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK negeri dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman dikumpulkan.

"Mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait dengan perkembangan RSBI, meliputi manajemen, prestasi, kompetensi pengajar, dan sarana prasarana yang tersedia," kata Kepala Bidang Rencana dan Standardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Baskara Aji.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk mengukur daya serap pelajar kelas internasional serta respons wali murid terhadap kelas internasional. Evaluasi RSBI dilakukan untuk menjawab banyaknya keluhan dan pertanyaan masyarakat terkait RSBI. Sampai tahun ini, jumlah RSBI di Yogyakarta mencapai 15 sekolah negeri dan swasta, serta belum ada sekolah berstandar internasional.

Diberitakan sebelumnya, dalam seminar "Tantangan Bahasa Indonesia pada Era Pasar Bebas" yang diselenggarakan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional, Selasa (20/7/2010) di Jakarta, sekolah-sekolah berstatus RSBI dinilai salah kaprah dalam mengartikan internasionalisasi pendidikan. Internasionalisasi diartikan dengan menggantikan bahasa pengantar bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris.

"Padahal, mestinya, sistem pendidikan, kurikulum, standar, dan kualitasnya yang internasional, bukan mengesampingkan bahasa Indonesia," kata Wakil Kepala Sementara Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional Agus Dharma dalam seminar tersebut.
20 Jul 2010

Kejogja kapan yaa...aa...????

Rencana kedatangan anggota DPRD tingkat II kabupaten Enrekang hingga kini sudah 4 kali ditunda kunjungan ke jogjakarta. sampai berita ini diturunkan kejelasan kedatangan para tamu yang sangat dinantikan para teman-teman KPMM ini belum jelas kapan rencana fix akan berkunjung kejogjakarta dengan agenda meninjau salah satu aset daerah yang selama ini jauh dari perhatian pemerintah yakni Asrama KPMM yang berda di pusat kota jogjakarta.
Menurut Sdr(i) Liliany (Tek Sipil UMY) sekertaris KPMM yang mendapat konfirmasi berupa SMS dari salah satu anggota dewan bahwa belum jelas pastinya rencana kedatangan anggota DPRD Kab. Enrekang apakah ahir juli atau awal agustus dengan alasan adanya rapat mendadak anggota DPRD khususnya komisi 2 pada tgl 25-26, begitulah kabar terbaru yg kami peroleh dari rencana kunjungan Tamu Dewan yang sangat diharapkan kedatangannya. Sebenarnya sih tidak jadi masalah yang bisa membuat kami jadi negative thinking terhadap mereka yang jelas akan ada waktu untuk (akhir juli-awal agustus) hadir bersama kami duduk bareng2 di Asrama KPMM Putra Jogjakarta untuk membahas nasib Asrama yang selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah Daerah Kab. Enrekang mulai dari pasca gempa Jogja tahun 2006 hingga kini seolah-olah Asrama yang sudah retak dan keropos tidak layak huni lagi, dimana kondisi asrama yg seperti ini sewaktu-waktu bisa membahayakan penghuni dlm hal ini para Pelajar dan Mahasiswa dari bumi Massenrempulu, Ujar Syarif Hidayat (TEK sipil UGM) selaku ketua Asrama.

proposal Operasional asrama

PPROPOSAL
BIAYA OPERASIONAL ASRAMA
KELUARGA PELAJAR MAHASISWA MASSENREMPULU
(KPMM) JOGJAKARTA



I. PENDAHULUAN

Asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (KPMM) Jogjakarta merupakan salah satu asset daerah kabupaten Enrekang yang berada di kota Jogjakarta. Dengan posisi yang berada di dalam pusat kota Jogjakarta memberikan kemudahan bagi para putra-putri Massenrenpulu yang berdomisili di Kota Jogjakarta untuk mendapatkan informasi yang actual, cepat dan mudah baik itu info tentang dunia pendidikan, perkembangan kota, pemerintahn kota hingga informasi wisata kota Jogjakarta. Dengan pertimbangan diatas, diharapkan pengembangan fungsi asrama secara meluas dan merata baik Intern maupun ekstern.
Keluarga Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (KPMM) Jogjakarta adalah putera dan puteri yang dilahirkan dan dibesarkan di bumi Massenrempulu dan menjadi insan akademik berbagai Perguruan Tinggi di Jogjakarta, akan tetapi sebagai insan akademik organisasi Pelajar dan Mahasiswa Massenrempulu Jogjakarta ini memiliki tanggung jawab moral, sosial dan intelektual terhadap daerahnya (secara khusus) dan pada bangsa dan negara (secara umum). Dalam realitasnya putera-puteri Maspul ini berupaya memberikan gambaran tentang dunia akademik khususnya bagi daerah asalnya..
Dalam mewujudkan semua itu, akan membutuhkan proses panjang partisipasi luas dari segenap komponen, karena proses pelaksanaannya mengharuskan setiap kita tahu akan hak dan kewajiban, tahu dan memahami hak dan tanggung jawab, juga dituntut dapat secara kreatif dan dinamis memainkan peran positif dan konstruktif dalam konteks membangun manusia Indonesia seutuhnya untuk membangun peradaban dan bangsanya sesuai dengan tanggung jawab moral, intelektual, dan tanggung jawab sosial.
Secara spesifik mahasiswa adalah insan akademis dan insan sosial yang bertanggung jawab, sekaligus pada proses pemahaman wawasan intelektualnya, moralitas dan kepekaan sosial. Sebagai implementasinya mahasiswa dituntut untuk melakukan aktivitas yang relevan dan konstruktif dalam menunjang dan mengembangkan dimensi keilmuannya. Pada saat bersamaan mahasiswa memikul tanggung jawab untuk memberikan konstribusi pemikiran dan tenaga bagi pengembangan dimensi kehidupan masyarakat.



II. NAMA PROPOSAL

Proposal permohonan dana operasional Asrama KPMM jogjakarta


III. TUJUAN PROPOSAL
Mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Enrekang untuk biaya operasional Asrama KPMM yang menjadi asset daerah di Jogjakarta.

IV. WAKTU PELAKSANAAN
Mulai Agustus 2010

V. OBJEK PROPOSAL
Pemerintah Kabupaten Enrekang



VI. RENCANA ANGGARAN

Keseluruhan kebutuhan biaya Asrama KPMM Jogjakarta per tahun ini diestimasikan menggunakan biaya sebesar Rp. 20.880.000,00 dana tersebut diharapkan ditutupi dengan mengharap bantuan dari Pemerintah kabupaten Enrekang



VII. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat, Kami segenap putra-putri Keluarga Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (KPMM) Jogjakarta mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik dari Bapak-Ibu pemerintah Kabupaten Enrekang.
Yogyakarta, 25 Juli 2010

Panitia :


K e t u a Asrama Sekretaris Asrama




Syarif Hidayatullah Musfianto




Mengetahui ,

Ketua KPMM Jogjakarta Penasehat KPMM Jogjakarta






Muh. Firdaus Muhammad Nur, SH. M.Kn





Lampiran I : Estimasi Dana Operasional Asrama
Keluarga Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (KPMM) Jogjakarta


NO KETERANGAN BIAYA / bln REKAP BIAYA
1 Biaya tagihan reguler
listrik Rp 150,000.00 Rp 1,800,000.00
Air PDAM Rp 200,000.00 Rp 2,400,000.00
Kebersihan Rp 15,000.00 Rp 180,000.00
Pajak(1) Rp 200,000.00 Rp 200,000.00


2 Biaya tagihan non reguler
Air bersih(Aqua) Rp 150,000.00 Rp 1,800,000.00
sumbangan pemuda dan masjid (1) Rp 300,000.00 Rp 300,000.00
pengadaan komputer Asrama (1) Rp 5,000,000.00 Rp 5,000,000.00
perawatan Asrama Rp 350,000.00 Rp 4,200,000.00
pengadaan telephone Asrama Rp 5,000,000.00 Rp 5,000,000.00

Total biaya Rp 20,880,000.00


Terbilang : Dua puluh juta delapan ratus delapan Puluh Ribu Rupiah.




Bendahara Asrama



Irsal umar