23 Apr 2010

Polisi merangkap Ustadz

Jumat kemarin, saya benar-benar berpikir kebalikan dari orang-orang pada umumnya, atau tidak sejalur dengan berbagai pemberitaan di media massa. Kisah pahit yang pernah kualami telah saya lupakan dengan kejadian siang ini. Sungguh sebuah cermin yang setidaknya dicontoh oleh kita semua. Terlepas dari maksud ataukah tujuan dibaliknya, yang jelas, saya kagum dengan adanya seorang polisi berpangkat AKP yang menjadi khatib jumat kali ini.

Polisi yang berpangkat AKP itu adalah kapolsekta Yogyakarta yang nama lengkapnya AKP Purnomo. Saya jadi kebayang, coba semua polisi-polisi seperti pak Purnomo ini, mungkin kita semua sependapat, bangsa ini akan makmur, sejahtera, tentram dan damai. Polisi bukan hanya sebagai pelindung masyarakat dari segi keamanan lahiriah, tapi meliputi segi spiritual. Hal ini semakin meyakinkan saya, bahwa itu bisa terwujud karena bapaknya terlihat gagah dengan balok berwarna kuning berjejer tiga di pundaknya. Wah...! itu baru balok, coba kalau bunga atau bintang...?

Saya juga yakin, dengan kekaguman ini, sebenarnya kita rindu seorang pemimpin yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugasnya. Kita rindu seorang pemimpin yang mengayomi, kita rindu pemimpin yang disegani karena tabiat baiknya bukan karena balutan tahta dunia. Kita mendambakan pemimpin yang mengajari kita jalan yang benar, yang lurus, dan bersifat hakiki, bukan pemimpin yang mengajari fatamorgana, mengejar kekuasaan untuk diri sendiri.

Lantas, dari mana datangnya pemimpin itu? Pemimpin itu lahir dari diri kita sendiri. Sudahkah kita menjadi pemimpin minimal pemimpin diri sendiri? Marilah kita menjadi pemimpin sejati bukan pemimpi sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: