25 Apr 2010

LARANGAN BERSIFAT MUNAFIK

Munafik yang dimaksud di sini adalah munafik yang bersifat amali dan social (ijtima’i), mengingat munafik itu ada dua: I’tiqadi (bersifat keyakinan) dan amali.
Sungguh, Allah SWT telah mengharamkan kemunafikan dalam segala bentuknya. Dan, telah banyak nash-nash yang menyatakan hal itu. Diantaranya, adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya diantara orang yang paling jahat, adalah orang yang bermuka dua, yang mendatangi pihak ini dengan satu muka, dan pihak lainnya dengan muka yang berbeda.”
Dari Ammar, Rasulullah Saw bersabda,
“Barangsiapa bermuka dua di dunia, maka pada hari kiamat dia punya dua lidah dari api.”
Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda,
“Perumpamaan seorang munafik adalah seperti seekor kambing yang bolak balik kebingungan diantara dua kambing. Sesekali dia pergi ke kambing yang satu dan sesekali dia pergi yang satunya. Dia tidak tahu manakah yang akan diikutinya.”

Sifat munafik ini sungguh telah menjadi pertanda yang sangat dominan di tengah masyarakat. Hal itu disebabkan karena ingin memperoleh uang. Maka, kamu bisa melihat fenomena-fenomena munafik ini di seluruh tempat. Menyatakan kebenaran dan hakikat pun menjadi perkara yang paling sukar. Orang-orang telah meninggalkan nasihat dan penjelasan, dan lebih interest kepada kemunafikan. Karena, mereka menganggap baik dan mudah jalan itu, serta menghemat banyak sekali tenaga, tanpa menyadari tentang kepayahan atau siksa di akhirat yang akan dialaminya.

“Dan sesungguhnya adzab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.” (Al-Qalam:33).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: