9 Jan 2010

Orasi Mahasiswa "HPMM" dinilai Over

ENREKANG, UPEKS--Orasi demonstran dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) di gedung DPRD Enrekang, pekan lalu, menuai pro kontra tokoh masyarakat dan elemen LSM setempat.
Pendapat kontra menyayangkan orasi HPMM, dinilai telah menyinggung harkat daerah Maspul. Demo yang merupakan reaksi para mahasiswa atas rencana pengadaan 6 mobil dinas dewan 2010, tetap saja orasinya dinilai over.



"Dalam kondisi kritis ada kesepahaman pendapat mahasiswa agar daerah ini mengalami percepatan dalam berbagai bidang pembangunan, namun tak seyogyanya mengumbar kata daerah kita ini miskin. Dari mana persepsi itu diyakini mahasiswa," ungkit Karim SE, aktivis LSM Kompleks.
Komunitas pemantau legislatif dan eksekutif (kompleks) mengenal sepak terjang para kesatria HPMM secara realistis memiliki perjuangan bagi kemajuan
pembangunan daerah. Tapi tak dipungkiri kontribusi pemda dalam bentuk pemberian dana setiap tahunnya terungkit cukup besar. "Artinya punya ketergantungan pada pemkab tinggi," katanya.
Seiring apresiasi itu pula, patut dicatat mencuatnya sorotan ramai yang justru digadang tokoh warga maspul.Berlatar rasa kecintaan dan kebanggaan pada tanah leluhur
yang ternodai aspirasi pendemo, mereka jelas tak sepaham. Realita kejayaan Enrekang di mata tokoh akan sejarah ekspor kopi ke Eropa, potret sosial kekinian warga Maspul yang makmur, dan lainnya.
"Maka dalam nafas kata daerah miskin harus diluruskan," kata Amiruddin Syam. Menurut dia, isu "daerah miskin" harus dipisah, karena ini menyangkut harkat tanah tumpah darah harus dibanggakan sampai akhir hayat. "Perkataan mahasiswa Enrekang sendiri kok sudah tak sedap didengar," sesal putra Wawali Parepare, H Syamsu Alam, ini.
Apresiasi ini sulit dibantah manakala sumber pemkab mengakui pada tahun 2009 justru lembaga mahasiswa itu menerima dana organisasi sekitar Rp600 juta dari pemkab. "Kalau data itu yang diminta secara terinci lengkap terdata jadi silahkan di kantor," janji Kepala DPKAD, Chaerul Latanro, penuh respon. (samsul khaliq)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: