11 Jan 2010

Jangan Sekadar Berkunjung ke Malaysia

fajar,ENREKANG -- Setelah melewati seleksi ketat, 35 guru asal Enrekang mendapat kesempatan melakukan studi banding ke Malaysia. Para guru tersebut dijadwalkan berangkat 17 Januari dan kembali 31 Januari.

Sebelum berkunjung ke negeri Jiran tersebut, 35 guru itu mendapat arahan dari Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung di kantor bupati, Senin, 11 Januari. La Tinro berharap mereka tidak sekadar berkunjung tanpa membawa pulang manfaat berarti bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Bumi Massenrempulu.

"Kami tidak segan-segan mengeluarkan anggaran besar demi kemajuan pendidikan," janji La Tinro.
Jika program yang baru pertama kali dilakukan ini berhasil dan banyak memberi manfaat bagi pendidikan di Enrekang, maka Pemkab Enrekang siap memberangkatkan lagi guru untuk tahap kedua ke luar negeri. Begitu pun selanjutnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang membutuhkan dana sedikitnya Rp 400 juta untuk memberangkatan 35 tenaga guru yang akan melakukan studi banding ke Malaysia. Untuk membiayai keberangkatan 35 guru ini dibutuhkan dana Rp 400 juta.

Dinas Pendidikan Enrekang terpaksa mengajukan permohonan pinjaman anggaran dari kas daerah, sebab Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk 2010 masih dalam proses penyusunan.

Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, Muh Arfah Rauf, mengatakan, permohonan pinjaman ke kas daerah tersebut akan disampaikan melalui Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PKAD). "Kita terpaksa pinjam dulu ke kas daerah. Dana tersebut untuk biaya pengurusan paspor, tiket, dan akomodasi," ujarnya.

La Tinro juga mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyatakan bahwa 70 persen masyarakat Bumi Massenrempulu belum mengetahui program pendidikan gratis. "Perlu saya luruskan, bukan 70 persen yang belum tahu, tapi baru 70 persen warga yang mengetahui soal pendidikan gratis itu sesuai hasil survei," jelas La Tinro. (kas)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: