7 Des 2009

Mendiknas: UN Seperti Ujian Sekolah

PEKANBARU--Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, meminta agar tidak perlu ada kekhawatiran terhadap ujian nasional (UN). Dia berpendapat, UN sama saja dengan ujian-ujian lain yang dilakukan di sekolah.

Menurut dia, ujian adalah sesuatu yang biasa dalam pendidikan. ''Jadi, itu bukan hal baru, bahkan sudah ada sejak zaman Belanda. Bedanya, sekarang tingkatnya nasional,'' papar Nuh di sela kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu.

UN, tuturnya, adalah alat ukur dalam rangka melihat dan meningkatkan kemampuan siswa. Ia lantas membandingkan jika ingin berkompetisi di tingkat internasional, tentu harus berhasil dulu di tingkat nasional.

Selain itu, ujian nasional juga bukan satu-satunya syarat kelulusan. Lulus-tidaknya siswa ditentukan empat hal. Pertama, siswa sudah menyelesaikan seluruh program pendidikan, kedua, dinyatakan lulus aspek moral dan akhlak, ketiga, lulus ujian sekolah, dan terakhir, lulus ujian nasional.

Dengan demikian, dia mengharapkan agar masalah UN tidak perlu diperdebatkan lagi. Mendiknas pun kembali menegaskan pemerintah tetap akan menggelar UN pada Maret 2010 mendatang.

Pada saat yang sama dijelaskan, Depdiknas terus mengevaluasi UN sebagai upaya perbaikan. Sasarannya bukan sekadar menentukan lulus atau tidak lulus. ''Tapi, juga memetakan apa saja kekurangan yang perlu di-/upgrade/," tegas Nuh.

Tahun ini, Litbang Depdiknas telah memulai evaluasi sejak satu setengah bulan terakhir. Aspek yang ditelaah misalnya menyangkut mata pelajaran yang paling tinggi tingkat ketidaklulusannya di satu daerah. ''Mungkin matematikanya masih kurang bagus, pada bab mana. Nah nanti itu diperbaiki,'' papar Nuh.

Dengan begitu, tidak semua mata pelajaran perlu di-/upgade/. Dengan demikian diharapkan perbaikan bisa lebih fokus serta terarah.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Fasli Djalal, menambahkan pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk pembenahan pendidikan, mulai dari kuantitas dan kualitas guru hingga bantuan sekolah. Untuk sertifikasi guru misalnya, sejak 2006 hingga 2009 telah mencapai jumlah 600 ribu guru, dengan anggaran lebih Rp 12 triliun. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga meningkat dari tahun ke tahun.

Bila di tahun 2006 baru sekitar Rp 4 triliun, tahun 2007 naik menjadi Rp 8 triliun, dan tahun 2010 nanti mencapai Rp 16 triliun. Begitu juga Dana Alokasi Khusus (DAK) yang naik bertahap dari tahun 2006 hanya Rp 1,2 triliun tahun 2009 ini sudah menjadi Rp 10 triliun. yus/rif



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: