30 Des 2009

Gus Dur Meninggal Dunia


Innalillahi wa Inna ilaihi rajiun. Pada hari Rabu telah meninggal salah seorang tokoh NU dan sekaligus presiden RI yang ke 4, Gus Dur. Gus Dur atau KH. Abdurrahmah Wahid dikabarkan wafat di RSCM. "Gus Sholah panggilan akrab Sholahudin Wahid mengaku Gus Dur menghembuskan nafas terakhirnya pukul 18.45 WIB." Detikcom.

"Saya mendapat kabar beliau meninggal. Kabar yang saya terima beliau meninggal pada pukul 18.45 WIB," kata Gus Sholah kepada detikcom, Rabu (30/12/2009).


Menurut Gus Sholah, saat ini keluarga masih berkumpul di RSCM. Belum ada keputusan soal jenazah Gus Dur apakah langsung dibawa ke Jombang atau disemayamkan di kediamannya di Ciganjur.

Gus Dur alias Abdurrahman Wahid Lahir di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940. Karir yang pernah dilakoni beliau diantaranya Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999)dan Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-24 Juli 2001)

Selamat jalan Gus Dur, semoga diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya. Amin.



29 Des 2009

Download PDF Membongkar Gurita Cikeas

Update: Download lengkap buku Membongkar Gurita Cikeas
Di tengah kesibukan hari ini, kusempatkan untuk download buku gurita cikeas karangan George Junus Aditjondro. Seperti banyak diberitakan media, buku ini menuai keprihatinan orang nomor satu di RI ini. Buku ini pun sempat dikabarkan ditarik dari pasaran. Sampai sekarang, beberapa toko buku seperti gramedia belum berani menjual buku tersebut.

Karena tidak sempat beli, jadinya baca yang edisi pdf saja. Bagi yang berminat, silahkan klik link ini.Walau hanya sekitar 41 halaman, namun lumayan lah untuk menghilangkan penasaran tentang isinya yang kontroversial itu. Bagi yang sudah dapat lebih dari itu, tolong diberi tahu ya...!
Update tanggal 2 Januari 2010
Barusan dapat dari milis, buku lengkap membongkar Gurita Cikeas sudah bisa didownload. Jika mau download, klik saja link ini. Selamat membaca!
28 Des 2009

Enrekang Rawan Bencana

Menginjak musim hujan sebagian besar kawasan Enrekang rawan bencana. Situasi ini disebabkan karena kondisi topografi sebagian besar wilayah Bumi Massenrempulu adalah pegunungan dan lembah sehingga berpotensi bencana seperti tanah longsor. Selain itu, kondisi ini diperparah hutan yang mulai gundul.

Di sebagian lereng gunung, kita dapat melihat pengalihan fungsi dari hutan menjadi kawasan perkebunan. Masyarakat telah memanfaatkannya untuk berkebun. Akibatnya, hutan mulai berkurang. Jika tidak segera diselamatkan, bukan tidak mungkin 5 tahun kedepan Enrekang tidak diidentik lagi dengan kawasan hutannya.





220 Guru di Enrekang dapat Beasiswa

kpmmjogja.com -- Sebanyak 220 guru di kabupaten Enrekang mendapat beasiswa untuk disekolahkan lagi. Beasiswa ini ditujukan bagi para pengajar atau guru baik untuk strata satu (S1) maupun program magister.

Menurut berita harian fajar, Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, M Arfah Rauf, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan biaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010. Jumlah guru yang belum berijazah sarjana atau S1 akan disekolahkan mulai tahun depan mencapai 200 orang.


Arfah menjelaskan, kebijakan itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Enrekang. Pasalnya, kata dia, masih banyak guru yang belum sarjana, sehingga harus disarjanakan secara bertahap.

Sesuai aturan pemerintah, seluruh guru harus berijazah minimal Diploma IV (D4). "Kita sudah berupaya untuk mencapai itu dengan cara bertahap," jelasnya. Arfah juga berharap kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar dapat memberi izin bagi guru yang akan mengikuti pendidikan itu.

"Karena aturannya izin belajar itu baru bisa dikeluarkan jika yang bersangkutan sudah bertugas minimal dua tahun. Makanya, kita berharap apakah tidak ada prioritas khusus bagi guru," kata Arfah.

Kalau beasiswa untuk mahasiswa ada ngak? hmmm!

Dibalik Buku Membongkar Gurita Cikeas

Buku yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas, karangan George Junus Aditjondro telah membuat risau penguasa saat ini. Kerisauan itu muncul saat data yang disampaikan sangat sensitif mengungkap 'fakta' demi fakta berkaitan dengan keterlibatan penguasa dalam kasus korupsi dan berbagai skandal lain. Salah satunya adalah kasus bank Century yang telah mencatut dua nama orang penting di kabinet 'para bedebah'. Berikut ulasan lengkapnya:

Walau tidak tebal, namun buku “Membongkar Gurita Cikeas” banyak berisi data-data yang sangat sensitif dan tentu saja kontroversial, karena selama ini ditutup-tutupi tangan kekuasaan. Salah satunya adalah orang-orang yang berada di belakang berbagai yayasan yang melibatkan keluarga Yudhoyono dan teman-teman dekatnya.

Kontroversi Buku Gurita Cikeas
Hari Rabu, 30 Desember 2009 pukul 12.00 wib, George akan membedah bukunya di Jakarta.


George Junus Aditjondro kembali menyulut istana. Guru Besar Sosiology Korupsi New Castle University Australia yang pernah ‘menelanjangi’ KKN antara Presiden Suharto dengan Habibie lewat buku “Dari Soeharto ke Habibie : guru kencing berdiri, murid kencing berlari : kedua puncak korupsi, kolusi, dan nepotisme rezim Orde Baru” (Pijar Indonesia, 1998), dan “Korupsi Kepresidenan Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi, dan Partai Penguasa” (Mei, 2006) ini kembali membetot perhatian banyak orang, dari tukang becak hingga RI-1.

Bertempat di kota perjuangan Yogyakarta, George Junus Aditjondro pada Rabu (23/12) meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century”. Buku dengan cover seekor gurita dengan “Mahkota Raja Jawa” itu isinya dengan sangat berani membongkar KKN yang berada di sekeliling Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejak dari Pemilu dan Pilpres 2009 hingga kasus Bank Century.

Namun baru tiga hari diedarkan jaringan Gramedia, pada hari Sabtu (2612), buku tersebut sudah tidak ada lagi di pasaran. Bukan karena habis dibeli, tetapi diduga karena adanya desakan dari kekuasaan. Sejak itu sampai sekarang, buku tersebut menjadi bahan bola panas yang menggelinding di sisi bola panas yang lain yang bernama Kasus Bank Century, sebuah bank gagal yang mendapat suntikan dana sebesar Rp 6,7 trilyun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jauh melebihi Rp 1,3 trilyun yang disetujui DPR‐RI. Keduanya memang menggelinding dengan cepat dan mengarah ke sasaran yang sama: Penguasa republik ini.

Sejumlah tokoh nasional yang berhasil mendapatkan buku ini mengaku surprise dengan data-data dan paparan buku tersebut yang sangat gamblang, menukik, dan amat jujur jika tidak dikatakan sebagai naif. Mantan Ketua MPR Amien Rais yang mengaku telah melahap habis buku yang tebalnya tidak sampai duaratus halaman tersebut menyatakan jika buku tersebut memang banyak memuat hal yang sensitif bagi kelompok yang tengah duduk di singgasana kursi kekuasaan saat ini. Namun dirinya menolak keras jika buku tersebut harus dilarang. Pendapat serupa juga datang dari beberapa tokoh nasional di antaranya Ketua Gerakan Indonesia Bangkit Addhie M. Massardi, ekonom Rizal Ramli, dan tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Ma’arif.

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, sikap Istana sangat reaksioner. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat juru bicara kepresidenannya, Julian Aldrin Pasha di Cikeas, kemarin (26/12) menegaskan jika buku tersebut telah mengungkapkan data-data dan fakta yang tidak akurat. Buku itu, demikian Julian, telah dirilis dan dipublikasikan ke publik. “Maka yang akan diminta adalah pertanggungjawaban, sejauh mana keotentikan validitas data dan hingga metodologi yang digunakan,” ujarnya. Menkumham Patrialis Akbar sendiri telah menyatakan pihaknya tengah mempelajari kasus ini dan tidak tertutup kemungkinan akan membawa kasus ini ke penuntutan hukum.

Saya Doktor, Sby juga Doktor

George Junus Aditjondro sendiri menyatakan sangat siap bila harus menghadapi upaya hukum dari kubu istana. Namun dia mengingatkan agar sebuah karya ilmiah semestinyalah harus dijawab dan ditanggapi secara ilmiah juga, dengan mengeluarkan karya ilmiah atau buku juga, bukan lewat jalur represif seperti halnya jalur kepolisian.

“Sebuah karya ilmiah hendaknya harus dijawab dengan karya ilmiah, ngapain dengan gugatan hukum. Kalau tidak betul, tulis buku bagaimana Demokrat dan SBY bisa menang dalam Pemilu dan bagaimana penggalangan dananya,” tegas George yang mukim di Yogyakarta. “Jika merasa tudingan (saya) tidak benar, silakan tulis buku. Tapi kalau mau menggugat di pengadilan, silakan saja. Kok seperti zaman orde baru saja,” ujarnya lagi.

George juga mengungkapkan jika dirinya sangat siap berdebat dengan SBY untuk membedah data-data yang ada di buku tersebut. Namun syaratnya, bukunya harus beredar luas terlebih dulu ke tengah masyarakat sehingga masyarakat bisa membaca, mengetahui, dan menganalisa isinya. “Cara cepatnya untuk membuktikan ilmiah tidaknya buku ini, saya siap berdebat dengan SBY. Saya doktor, SBY juga doktor. Kalau melalui pengadilan, bertele-tele waktunya,” lanjutnya.

Menurut rencana, pada hari Rabu, 30 Desember 2009 pukul 12.00 wib, George akan melaunching dan membedah bukunya tersebut di Doekoen Café, Graha Permata Pancoran Blok A, Pancoran, Jakarta Selatan. Acara tersebut terbuka untuk umum, siapa pun dipersilakan hadir dalam acara tersebut, termasuk jika ada utusan Cikeas yang akan hadir.

Harry Roeslan, panitia bedah buku 'Membongkar Gurita Cikeas' yang juga menjadi distributor buku itu untuk Jakarta menyatakan jika acara akan diisi oleh pembicara tunggal George Junus Aditjondro. Namun jika Cikeas mau hadir dan memberikan klarifikasinya, maka hal itu dipersilakan.

Kontroversi Itu

Walau tidak tebal, namun buku “Membongkar Gurita Cikeas” banyak berisi data-data yang sangat sensitif dan tentu saja kontroversial, karena selama ini ditutup-tutupi tangan kekuasaan. Salah satunya adalah orang-orang yang berada di belakang berbagai yayasan yang melibatkan keluarga Yudhoyono dan teman-teman dekatnya.

Salah satu yayasan yang disorot buku tersebut adalah “Yayasan Mutu Manikam Nusantara” yang dibina istri SBY, Kristiani Yudhoyono. Yayasan yang dipimpin oleh isteri salah seorang menteri ini bidang keuangannya, Bendahara, ternyata dipegang oleh “Si Ratu Suap” Artalita Suryani alias “Ayin”. Yayasan ini merupakan salah satu dari enam yayasan utama yang menjadi semacam pondasi Partai Demokrat dan SBY dalam Pemilu 2009 dan Pilpres 2009.

“Bendahara yayasan itu adalah Ayin. Jadi saya bertanya, mengapa hanya Ayin dan Jaksa Urip saja yang ditahan. Tapi tidak disebutkan dana siapa yang mereka gunakan, padahal itu adalah dana obligor kakap BLBI yang terus menerus mengemplang, Sjamsul Nursalim,” tegas George seraya menyatakan jika di dalam bukunya juga disertakan sebuah foto yang memperlihatkan SBY dan Kristiani Yudhoyono hadir dalam pernikahan salah seorang anak Arthalitha Suryani alias Ayin. Foto ini sebenarnya juga sudah beredar luas di masyarakat beberapa waktu lalu. George menyatakan jika kedekatan antara mereka bisa jadi menyebabkan sampai detik ini Sjamsul Nursalim masih bisa menghirup udara bebas dan tidak dikejar-kejar polisi.

Siapa pun yang membaca buku tersebut, akan memahami dengan baik jika pola dan strategi pelanggengan kekuasaan yang dilakukan Jenderal Harto di era Orde Baru, ternyata detik ini masih terus dipakai dan dilestarikan oleh penguasa, dengan lagi-lagi mengorbankan rakyat banyak. Salah satunya, menurut buku tersebut, adalah Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurul Salam yang didirikan SBY ketika dia masih menjabat sebagai Menko Polkam di era Megawati Soekarnoputri.

“Darimana yayasan itu punya dana sampai bisa mengirim 250 ulama untuk umroh. Apalagi mengingat biaya per orang 1.000 real, belum lagi biaya untuk mengundang ribuan orang dijamu di Istana,” tutur George Junus Aditjondro.

Bola panas yang menyertai kasus Bank Century ini diyakini akan semakin liar dan panas. Dalam tulisan berikutnya kami akan kutip beberapa bagian dalam buku tersebut agar masyarakat mengetahui apa saja informasi yang ada di dalamnya.
Referensi dan gambar: eramuslim.com







25 Des 2009

Ayu Azhari, Bakal Calon Wakil Bupati Sukabumi


Pencalonan Ayu Ashari menjadi wakil bupati Sukabumi ditanggapi beragam oleh banyak kalangan. Penggemar republika di facebook banyak yang menilai bahwa Ayu Azhari tidak pantas jadi wakbup Sukabumi. Tapi, ada juga yang menilainya bahwa di zaman demokrasi sekarang ini semuanya bisa terjadi.

Ayu yang dikenal banyak kalangan sebagai Bintang film, iklan dan artis sinetron dipastikan maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar Mei 2010. Ayu Azhari akan mendampingi bakal calon bupati Dr Heriyanto dengan kendaraan politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pasangan ini akan bersaing dengan calon lain. Sampai saat ini, sudah ada tiga pasangan bakal calon yang mendaftar ke PDIP untuk dijadikan sebagai kendaraan politik. Selain itu, sudah ada enam partai nonparlemen yang siap mengusung calon yang dikeluarkan PDIP. Apabila tidak ada halangan, pasangan bakal calon kepala daerah Heriyanto dan Ayu Azhari akan mejadi pasangan keempat yang mendaftar ke PDIP Kabupaten Sukabumi.

referensi dan foto: rebulika.co.id
23 Des 2009

Level Lanjut 2

Unit 51 - Preposisi dan Kata Penghubung Waktu - before/afte /as soon as
Unit 52 - Preposisi dan Kata Penghubung Waktu - by/from/until
Unit 53 - Adverbs of Degree (Kata keterangan tingkat) - enough/too/very
Unit 54 - Present perfect 1 - Bentuk dan kegunaan
Unit 55 - Present perfect 2 - Have you ever…? /ever/never
Unit 56 - Present perfect 3 - For/Since
Unit 57 - Present perfect 4 - Past simple atau Present perfect?
Unit 58 - Adverb of time - ago/already/anymore/just/yet/still
Unit 59 - Determiner - each / every
Unit 60 - Question Tags (Pertanyaan singkat)
Unit 61 - Passive Voice
Unit 62 - Reported Speech 1
Unit 63 - Used to
Unit 64 - Get / Be used to
Unit 65 - Wish
Unit 66 - Kata depan dan kata penguhung - like / as
Unit 67 - Adverbs - Comparative
Unit 68 - Relative Clauses 1
Unit 69 - Indirect Questions
Unit 70 - Past Perfect Tense
Unit 71 - Future Continuous Tense
Unit 72 - Future Perfect
Unit 73 - Causative Verbs - get / have / let / make
englishonline.blogdetik.com





Level Lanjut 1

Unit 30 - “To be” simple past tense (was, were)
Unit 31 - Simple past tense
Unit 32 - Past Continous Tense
Unit 33 - Simple Future Tense - Will/Shall
Unit 34 - Simple Future Tense - Going to
Unit 35 - Adjective dan Adverb (kata sifat dan kata keterangan)
Unit 36 - Adjective: bentuk -ed/-ing
Unit 37 - Urutan penempatan Adjective
Unit 38 - Komparatif - As…As
Unit 39 - Komparatif: Kuantitas
Unit 40 - Gerund dan Infinitif: Verb+Gerund/Verb+Infinitif
Unit 41 - Gerund dan Infinitif: Verb+Gerund atau Infinitif 1
Unit 42 - Gerund dan Infinitif: Verb+Gerund atau Infinitif 2
Unit 43 - Conditional (kalimat pengandaian) - Zero conditional
Unit 44 - Conditional (kalimat pengandaian) - First conditional
Unit 45 - Indefinite Pronoun (Kata ganti tak tentu)
Unit 46 - Modal Verb - Must / Have to
Unit 47 - Modal verb - Should / Ought to
Unit 48 - Modal verb - Would 1
Unit 49 - Modal verb - Would 2
Unit 50 - Preposisi dan Kata Penghubung Waktu - for / during / while / when
Sumber: englishonline.blogdetik.com





Belajar Level Dasar 2

Unit 17 - Quantifier – some / any
Unit 18 - Quantifier - much / many / a lot of
Unit 19 - Quantifier - few / little / a few / a little
Unit 20 - Possessives (kata kepunyaan/milik)
Unit 21 - There is / There are
Unit 22 - Modal verbs (can / can not)
Unit 23 - Have / Have got
Unit 24 - Conjunction (kata penghubng and, but, or, because, so)
Unit 25 - Imperative (kalimat perintah)
Unit 26 - Present continous tense
Unit 27 - Adverb of frequency (kata keterangan frekuensi)
Unit 28 - Preposition of time (kata depan yang menunjukkan waktu)
Unit 29 - Comparatives dan Superlatives (Tingkat lebih dan Tingkat paling)
sumber: englishonline.blogdetik.com





Belajar Level Dasar 1

Unit 01 - Alfabet bahasa Inggris
Unit 02 - Nama-nama hari, bulan, dan musim
Unit 03 - Numbers (bilangan bahasa Inggris)
Unit 04 - English date (tanggal dalam bahasa Inggris)
Unit 05 - Telling the time (berbicara tentang waktu)
Unit 06 - “To be” simple present (am, is, are) dan personal pronoun
Unit 07 - “To be” simple present: bentuk negatif dan bertanya
Unit 08 - Contractions (singkatan) “to be” simple present (am, is, are)
Unit 09 - Simple present tense
Unit 10 - Preposition of place (kata depan yang menunjuk tempat)
Unit 11 - Kata tanya
Unit 12 - Object pronouns (kata ganti objek)
Unit 13 - Countable/uncountable nouns
Unit 14 - Article (the, a/an)
Unit 15 - Plural nouns (kata benda jamak)
Unit 16 - Demonstratives (kata penunjuk – this, that, these, those)





22 Des 2009

Memperingati Hari Ibu???



kpmmjogja.com--Kemarin, kita menyaksikan diberbagai media yang menayangkan hari Ibu. Pada hari itu, Ibu dipuja-puja dan bahkan ada yang mencuci kaki ibunya secara massal seperti di Medan. Ada lagi yang aneh, suatu ketika seorang pemuda mencuci kaki ibunya untuk memohon maaf, tapi tidak berselang beberapa waktu, timbul lagi sikap jahilnya si anak itu. Sikap jahil itu adalah mencarci Ibunya, membuatnya sedih sambil menagis-nagis.

Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kita dianjurkan untuk memperingati hari Ibu? Apasih gunanya menghormati dan memuja-muja Ibu dalam sehari itu to', sedangkah setelah hari itu seseorang menyakiti ibunya lagi? Apakah dengan adanya hari itu, ibu akan merasa senang, bahagia? Ataukah, jangan-jangan ada unsur jahiliyah di dalamnya!

Tidak ada yang salah dengan kemuliaan seorang Ibu. Islam, sejak keberadaannya dan sejak dibawa oleh Rasulullah, telah meletakkan posisi seorang ibu sangat tinggi. Ibu, ibu, ibu, baru kemudianlah seorang ayah, yang wajib dihormati oleh seorang anak, begitu hadist Rasulullah saw yang sudah terkenal. Pemuliaan kepada seorang ibu terjadi setiap waktu, bukan hanya satu hari saja.

Tentu jika sekarang ada Hari Ibu, maka ada sesauatu yang lain di sana. Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Dan Hari Ibu dilaksanakan di seluruh dunia dengan nama Mother’s Day dengan berbeda-beda tanggalnya.

Menurut Wikipedia, Peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret. Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.

Jadi di sini, Hari Ibu bisa jadi kedudukannya sama dengan Hari Valentine, April Mop, Tahun Baru Masehi, Hari Bumi dan hari-hari lainnya yang bermuara pada kepercayaan pagan Yunani. Merayakannya sama saja dengan mengakui adanya kebiasaan-kebiasaan ritual itu.

Mungkin ada pembenaran; yah, nggak apa-apalah, dalam satu hari, seorang ibu libur dulu dari tugas-tugas rutinnya. Ibnu Umar ra berkata, Sabda Rasulullah saw bersabda: "Wanita yang tinggal di rumah bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama-samaku dalam surga." Artinya, tidak ada berhenti atau cuti ketika sudah menjadi ibu—posisi yang sangat mulia dalam kehidupan. Adapun beban pekerjaan, bukankah Islam telah mengatur sedemikian rupa pendelegasian dengan suami hingga semua tugas dibagi rata antara suami dan istri?

Hadist di atas bukannya mengekang seorang perempuan atau seorang ibu. Kita tentu ingat bahwa Rasul juga membuka wilayah social untuk para muslimah ketika itu. Ada banyak kisah yang menceritakan keterlibatan para ummahat dalam dakwah Rasulullah, termasuk peperangan.

Lantas, dimanakah posisi lelaki? Mungkin satu hadist ini bisa menjadi petunjuk dari berbagai posisi lelaki dan perempuan dalam Islam, "Satu dinar yang kamu belanjakan ke jalan Allah, satu dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk kepentingan keluarga, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu" belanjakan untuk kepentingan keluarga."(HR Muslim).

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (sa/berbagaisumber)Tidak ada yang salah dengan kemuliaan seorang Ibu. Islam, sejak keberadaannya dan sejak dibawa oleh Rasulullah, telah meletakkan posisi seorang ibu sangat tinggi. Ibu, ibu, ibu, baru kemudianlah seorang ayah, yang wajib dihormati oleh seorang anak, begitu hadist Rasulullah saw yang sudah terkenal. Pemuliaan kepada seorang ibu terjadi setiap waktu, bukan hanya satu hari saja.

Tentu jika sekarang ada Hari Ibu, maka ada sesauatu yang lain di sana. Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Dan Hari Ibu dilaksanakan di seluruh dunia dengan nama Mother’s Day dengan berbeda-beda tanggalnya.

Menurut Wikipedia, Peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret. Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.

Jadi di sini, Hari Ibu bisa jadi kedudukannya sama dengan Hari Valentine, April Mop, Tahun Baru Masehi, Hari Bumi dan hari-hari lainnya yang bermuara pada kepercayaan pagan Yunani. Merayakannya sama saja dengan mengakui adanya kebiasaan-kebiasaan ritual itu.

Mungkin ada pembenaran; yah, nggak apa-apalah, dalam satu hari, seorang ibu libur dulu dari tugas-tugas rutinnya. Ibnu Umar ra berkata, Sabda Rasulullah saw bersabda: "Wanita yang tinggal di rumah bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama-samaku dalam surga." Artinya, tidak ada berhenti atau cuti ketika sudah menjadi ibu—posisi yang sangat mulia dalam kehidupan. Adapun beban pekerjaan, bukankah Islam telah mengatur sedemikian rupa pendelegasian dengan suami hingga semua tugas dibagi rata antara suami dan istri?

Hadist di atas bukannya mengekang seorang perempuan atau seorang ibu. Kita tentu ingat bahwa Rasul juga membuka wilayah social untuk para muslimah ketika itu. Ada banyak kisah yang menceritakan keterlibatan para ummahat dalam dakwah Rasulullah, termasuk peperangan.

Lantas, dimanakah posisi lelaki? Mungkin satu hadist ini bisa menjadi petunjuk dari berbagai posisi lelaki dan perempuan dalam Islam, "Satu dinar yang kamu belanjakan ke jalan Allah, satu dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk kepentingan keluarga, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu" belanjakan untuk kepentingan keluarga."(HR Muslim).

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” referensi: eramuslim.com

Kamuflase Umat Kristiani di Indonesia

kpmmjogja.com--Dalam beberapa hari ke depan, umat Kristiani akan merayakan hari raya mereka, yaitu hari raya Natal. Di Indonesia, agama yang dibawa ke tanah air oleh kaum kolonialis ini merupakan minoritas. Namun, mereka merupakan minoritas yang cukup besar pengaruhnya. Selain itu, upaya mereka yang sangat gigih dalam melakukan aksi misionaris terhadap umat Islam telah meningkatkan jumlah populasi mereka dari tahun ke tahun.

Tulisan ini ingin membahas salah satu aspek dari strategi umat Kristiani di Indonesia dalam upaya mereka mempengaruhi umat Islam. Tapi biarlah kami memulainya dengan sebuah cerita dari negeri tetangga.

Beberapa waktu yang lalu Malaysia sempat diramaikan oleh perdebatan tentang penggunaan kata ‘Allah’ di dalam Alkitab berbahasa Melayu. Kaum Muslimin, melalui beberapa tokohnya, mengkritik penggunaan kata ini oleh kalangan Kristiani. Penolakan ini disebabkan beberapa hal, antara lain karena kata ’Allah’ bukan merupakan terjemahan kata ’God’ yang digunakan oleh Bible berbahasa Inggris. Istilah Melayu untuk kata ’God’ adalah ’Tuhan.’

Jadi mengapa umat Kristiani begitu ngotot ingin menggunakan kata ’Allah,’ dan bukannya kata ’Tuhan’ di dalam Alkitab yang mereka gunakan?

Persoalan ini kembali ditanyakan oleh seorang peserta yang menghadiri kajian tentang worldview of Islam yang dibawakan oleh Prof. Naquib al-Attas di Kuala Lumpur hari Ahad malam, 13 Desember 2009. Saat ditanya pendapatnya tentang penggunaan kata ’Allah’ oleh umat Kristiani di Malaysia, Prof. Naquib dengan tegas mengatakan bahwa ia sudah menyikapi persoalan ini sejak beberapa tahun yang lalu. Ketika mendengar keinginan pendeta-pendeta Kristen di Malaysia untuk menggunakan kata ’Allah’ dalam Alkitab, maka beliau mengundang para pemimpin Kristiani dan petinggi negara untuk berdialog di lembaga yang beliau pimpin ketika itu, yaitu ISTAC.

Beliau bertanya kepada tokoh-tokoh Kristen tersebut mengapa mereka ingin menggunakan kata ’Allah.’ ”Karena kami ingin berdoa dalam bahasa Melayu,” jawab mereka. ”Tapi kata Melayu yang tepat untuk istilah God dalam Alkitab adalah istilah Tuhan,” sanggah Prof. Naquib. ”Selain itu,” lanjutnya, ”kata ’Allah’ bukan merupakan bahasa Melayu. It comes from a tradition that not belongs to you.”

Setelah menegaskan bahwa mereka seharusnya menggunakan kata ’Tuhan,’ Prof. Naquib menjelaskan bahwa kata itu pun pada akhirnya akan mengacu pada Allah. Karena Allah adalah Rabbul ‘Alamin, Tuhan alam semesta. Tidak ada yang bisa menghindar dari-Nya. Tapi kata ‘Allah’ tidak dapat dipergunakan oleh umat Kristiani karena mereka tidak menyifati-Nya sebagaimana mestinya. Allah tidak memiliki anak dan Dia tidak diperanakkan.

Jadi bagaimana mungkin umat Kristiani hendak menggunakan nama Allah tapi pada saat yang sama mengatakan bahwa Dia mempunyai anak, atau mengatakan bahwa Dia merupakan salah satu dari tiga oknum dalam trinitas? Ini sebabnya mengapa nama Allah tidak semestinya digunakan di dalam Alkitab.

Prof. Naquib mengkritik sikap pemerintah Malaysia yang sempat memutuskan untuk membawa persoalan tersebut untuk diputuskan di dalam Mahkamah. Ini bukan urusan mahkamah, ini merupakan urusan umat Islam, karena nama Allah berasal dari tradisi mereka. Jadi apa hak mahkamah untuk membuat keputusan dalam persoalan ini?

Prof. Naquib tidak menjelaskan lebih jauh bagaimana perkembangan persoalan tersebut lebih jauh di Malaysia, apakah orang-orang Kristen di sana tetap bersikukuh memaksakan keinginannya atau tidak. Bagaimanapun, hal ini membuat kami berpikir jauh tentang keadaan di tanah air. Betapa kaum Muslimin di Indonesia telah berkali-kali ‘kecolongan’ dalam persoalan ini.

Bukan hanya dalam penggunaan kata ‘Allah’ di dalam Alkitab, tetapi juga penggunaan berbagai istilah Islam oleh komunitas Kristiani di tanah air. Penulis cukup banyak mengetahui persoalan ini karena penulis sendiri selama lebih dari sepuluh tahun menjalani pendidikan di sekolah-sekolah Kristen dan banyak anggota keluarga penulis yang juga mengalami hal yang sama.

Kami menulis ini dengan sedikit rasa penyesalan mengapa tidak menulis persoalan ini lebih awal. Penyesalan menjadi bertambah besar karena heran melihat nyaris tidak adanya para ulama di Indonesia yang memiliki sikap tegas terkait dengan persoalan ini.

Kalangan Kristen di Indonesia sejak lama telah menggunakan kata ’Allah’ di dalam Alkitab mereka. Kata ini masuk dan menjadi mapan di dalam agama Kristen tanpa ada tantangan sama sekali dari kaum Muslimin. Mereka biasa menyebut ’Tuhan Allah’ di dalam doa-doa mereka. Hanya saja cari penyebutan mereka terhadap kata ini berbeda dengan kaum Muslimin. Mereka membacanya dengan bunyi ’Alah’, bukan sebagaimana lafadz yang digunakan dalam bahasa Arab.

Namun umat Kristiani di Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga menggunakan kata ’syafaat’ dalam tradisi mereka. Lima belas atau dua puluh tahun yang lalu, penulis sempat kaget saat melewati sebuah gereja di Kwitang menjelang perayaan Natal. Di sana terbentang sebuah spanduk dengan berisi ajakan merayakan hari Natal ‘dalam rangka mendapatkan syafaat ...’. Apa yang mereka maksud dengan syafaat? Mereka jelas tidak mengambil istilah ini dari bahasa Yunani, Latin, ataupun bahasa Aramaic. Ini jelas bersumber dari bahasa Arab dan dari tradisi Islam.

Lalu atas tujuan apa mereka tiba-tiba menggunakan kata ini? Apakah karena mereka mengetahui bahwa kata ini memiliki posisi yang sangat penting di kalangan sebagian besar umat Islam Indonesia? Apakah dengan menggunakan kalimat ini mereka bermaksud mengecoh kaum Muslimin yang tidak mendalam ilmu agamanya dan hendak mengeksploitasi harapan mereka yang tinggi untuk mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam dengan mengatakan bahwa Yesus juga memiliki syafaat?

Umat Kristiani di Indonesia juga menggunakan kata syahadat. Di sekolah-sekolah Kristen, setidaknya sebagiannya, murid-murid diajarkan doa syahadat. Belakangan ini kami juga mendapat informasi bahwa beberapa kalangan Kristen meniru kebiasan kaum Muslimin dalam mengucapkan insya Allah. Tapi bukannya mengucapkan kalimat yang sama, mereka mengubahnya menjadi insya Yesus. Apa sebenarnya yang diinginkan umat Kristiani Indonesia dengan semua ini?

Apakah mereka sudah tidak memiliki identitas yang jelas sampai kemudian tanpa rasa malu mengambil dari tradisi Islam? Apakah mereka sudah mengalami kebangkrutan sehingga terpaksa comot sana comot sini dan memakai milik orang lain – tanpa minta izin pula?

Selain hal di atas, ada persoalan lain dari penggunaan bahasa di Indonesia yang perlu dikaji ulang. Selama bertahun-tahun, ejaan bahasa Indonesia telah mengalami perubahan yang semakin menjauhkannya dari bahasa Arab dan Islam. Dulu kita menyebut ’ilmu hayat,’ kini kita menamainya ’ilmu biologi.’ Dulu kita menggunakan istilah ‘izin,’ kini ‘ijin’; dulu ‘alfabet’ kini ‘alpabet.’

Semua kata yang berasal dari bahasa Arab atau yang berbunyi ke-arab-araban dijauhkan dan diberi bunyi yang berbeda. Seorang kawan kami mengistilahkan ini sebagai ‘Krsitenisasi bahasa.’ Mungkin ini sebuah istilah yang berlebihan. Namun sama sekali tidak salah jika ini disebut sebagai ‘de-Islamisasi bahasa.’

Ustadz Rahmad Abdullah, almarhum, dengan sangat jeli mengamati digunakannya kata-kata tertentu yang bersumber dari Islam ke dalam bahasa sehari-hari, tapi dengan diberi konotasi negatif. Misalnya saja kalimat semisal ’gajinya telah disunat.’ Kata ’disunat dalam kalimat tersebut maksudnya jelas, yaitu dipotong secara semena-mena, atau dengan kata lain dikorupsi. Mengapa sebuah istilah yang mulia dalam Islam, yaitu sunat atau khitan, bisa digunakan dengan konotasi begitu buruk dalam bahasa Indonesia?

Kita juga sering mendengar istilah ’nafasnya senin-kamis’ yang mengacu pada kelemahan dan tidak adanya kekuatan. Mengapa menggunakan istilah senin-kamis? Semua orang tahu kalau hari Senin dan Kamis adalah hari disunahkannya kaum Muslimin berpuasa. Apa tujuan digunakannya kata-kata ini di dalam bahasa sehari-hari?

Ada banyak contoh-contoh lain di samping yang telah kami sebutkan di atas. Penulis memang tidak memiliki bukti untuk mengatakan bahwa contoh-contoh yang terakhir ini dilakukan oleh pihak Kristen. Yang jelas, kesalahan ada pada kaum Muslimin Indonesia sendiri karena mereka telah lalai dari hal ini. Karena itu, kaum Muslimin, khususnya para wartawan, jurnalis, dan penulis Muslim, perlu meneliti ulang dan membongkar kembali penggunaan istilah-istilah tertentu yang tidak pantas. Kaum Muslimin perlu menyusun ulang strategi bahasa mereka.

Kami ingin kembali pada upaya kalangan Kristiani yang dapat dilihat secara langsung wujudnya. Selain yang telah disebutkan pada bagian awal tulisan ini, kita masih menemukan berbagai hal yang mereka lakukan. Kini mereka bukan hanya mengambil istilah ‘Allah’ dan beberapa istilah kunci lainnya, mereka juga menggunakan istilah tilawatil Injil dan membuat kaligrafi bahasa Arab dengan muatan nilai-nilai Kristen.

Mereka juga dengan bangga menyiarkan komunitas orang-orang Betawi yang telah masuk Kristen lengkap dengan pakaian tradisional mereka: sarung, baju koko, dan peci untuk yang pria, dan kebaya serta kerudung untuk yang wanita. Sebaiknya umat Islam bersiap-siap. Mungkin tidak lama lagi mereka akan mulai membaca ‘tahlil’ dan merayakan ‘maulid.’ Naudzu billahi min dzalik.

Hal ini membuat kami bertanya, apakah mereka sudah tidak merasa sungkan lagi melakukan kamuflase secara terang-terangan? Selain itu kami juga ingin bertanya, apakah umat Kristiani di Indonesia sama sekali sudah tidak menghargai orisinalitas dalam agama mereka sendiri? Apakah mereka sudah tidak memiliki harga diri sehingga menempuh cara-cara semacam ini dalam beragama?

Sebetulnya praktek-praktek semacam ini sama sekali bukan hal yang baru dalam agama Kristen sejak era Paulus (Saul of Tarsus). Paulus-lah yang telah mengalihkan ajaran yang dibawa Yesus kepada orang-orang Romawi, walaupun sesungguhnya Yesus (Nabi Isa) mengkhususkan ajarannya kepada orang-orang Yahudi saja. Sejak itu agama Kristen mengadopsi berbagai kebiasaan dan tradisi masyarakat pagan agar agama yang mereka bawa ini bisa diterima oleh mereka, walaupun konsekuensinya adalah hilangnya orisinalitas, identitas, dan karakter asal agama mereka.

Sejak itulah penganut Kristiani membolehkan orang tidak bersunat, padahal Alkitab sendiri menjelaskan betapa Yesus (Nabi Isa) tidak menyukai orang-orang yang tidak bersunat. Mereka menjadikan hari-hari suci kaum pagan sebagai hari suci mereka, antara lain tanggal 25 Desember (hari Natal) dan hari Minggu (Sunday atau harinya Matahari). Mereka juga mengalihkan pemujaan kaum pagan terhadap patung-patung dewa-dewi menjadi pemujaan terhadap patung-patung salib, Yesus, dan Bunda Maria. Jadi tidak heran jika hal itu kini juga dilakukan di Indonesia.

Kami tidak mengangkat persoalan ini dengan maksud supaya para pembaca dan kaum Muslimin secara umum menjadi marah dan bersikap emosional, atau mengamuk dan menimpakan sesuatu yang buruk kepada umat Kristiani. Karena bukan seperti itu tuntunan Islam. Tapi kita, khususnya para ulama, perlu mengkaji ulang persoalan ini secara mendalam. Kita perlu mengangkat persoalan ini ke permukaan, menanyakan langsung kepada tokoh-tokoh Kristiani apa yang menjadi tujuan mereka dengan melakukan ini semua.

Kita perlu menegaskan kepada mereka bahwa mereka tidak berhak dan tidak sepatutnya mengambil apa-apa yang berasal dari tradisi Islam.

Barangkali bagi umat Kristiani orisinalitas dan identitas sama sekali tidak penting, tapi kita mesti menjelaskan bahwa bagi kaum Muslimin keduanya sangat penting. Kalaupun umat Kristiani telah jatuh miskin dan bangkrut sehingga kehilangan perbendaharaan dari tradisi mereka sendiri dan karenanya ingin mengambil dari tradisi lain, maka silahkan mereka mengambilnya dari tradisi selain Islam. Silahkan mereka meminjamnya dari Hindu, dari Budha, dari Yahudi, atau dari tradisi agama lainnya (itupun kalau masing-masing agama itu mengijinkan).

Tapi jangan mengambil dari tradisi Islam. Hal ini bukan karena kaum Muslimin pelit atau bakhil. Tetapi karena pada setiap perbendaharaan tradisi itu ada hak dan posisinya sendiri yang telah diatur di dalam Islam. Ketika istilah-istilah tersebut diambil dan dimasukkan dalam kerangka ajaran Kristen, maka posisinya telah menjadi jauh berubah dan hak yang dimilikinya telah tercerabut dari nilai yang sesungguhnya. Dan ini merupakan suatu kezaliman. Dalam Islam, sesuatu yang tidak ditempatkan sebagaimana mestinya merupakan suatu kezaliman. Semakin besar kesenjangannya, maka semakin besar juga kezalimannya.

Biar kami pertegas lagi persoalannya supaya lebih jelas. Umat Kristiani menggunakan kata ’Allah’ di dalam Alkitab. Ini merupakan kata yang sepenuhnya bersumber dari tradisi Islam dan sama sekali tidak ada dalam tradisi Kristen. Dalam ajaran Islam, Allah itu Esa. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tapi kata ’Allah’ dimasukkan ke dalam Alkitab dan pada saat yang sama dijelaskan bahwa ’Allah’ mempunyai anak atau ’Allah’ merupakan salah satu dari tiga oknum pada trinitas. Ini merupakan sebuah penistaan dan kezaliman yang besar.

Dalam Islam syahadat merupakan sebuah kesaksian dengan formulasi utama berupa kesaksian bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan kesaksian bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan Allah. Tetapi umat Kristiani tidak mengakui Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam sebagai utusan Allah. Jadi bagaimana mereka hendak begitu saja meminjam istilah syahadat sambil melucuti maknanya. Ini adalah sebuah kezaliman.

Demikian juga dengan istilah syafaat. Dalam Islam, syafaat diberikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam dan bukan oleh nabi-nabi yang lain, termasuk Nabi Isa ’alaihis salam. Apakah kalangan Kristen hendak mengambil kata ini sambil menyuruh manusia mengharapkan syafaat dari Yesus? Ini juga merupakan sebuah kezaliman.

Sekiranya mau menggunakan perbendaharaan kaum Muslimin boleh saja asalkan siap untuk menerima dengan segala pemaknaan serta keyakinan yang ada di dalamnya. Kalau tidak demikian maka janganlah mengambil sama sekali. Kalau umat Kristiani mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui persoalan ini, maka kini kita telah memberitahukannya, dan karenanya mereka harus mengembalikan kepada umat Islam dan segera kembali pada konsep-konsep dan terminologi mereka sendiri.

Kalau mereka melakukan dengan sengaja dengan tujuan untuk mengacaukan identitas kaum Muslimin dan dengan tujuan menciptakan kebingungan di tengah-tengah mereka, maka ini adalah sebuah kejahatan yang mesti dihentikan.

Tapi yang terpenting dari itu semua adalah kita mesti mendidik generasi kaum Muslimin supaya mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap Islam dan supaya mereka memiliki ilmu agama yang memadai. Sekiranya kaum Muslimin memiliki ilmu yang cukup baik, maka mereka tidak akan mudah terkecoh dengan taktik dan kamuflase yang dilakukan oleh orang-orang diluar kelompok mereka.

Para dai dan ulama Islam perlu memberikan pendidikan lebih luas kepada kaum Muslimin, khususnya yang berada di pedesaan, serta mengangkat perekonomian mereka, supaya mereka tidak mudah terpedaya dengan bujuk rayu pihak lain. Ini merupakan sebuah tugas yang amat mendesak bagi kita semua. Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan kepada kaum Muslimin dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang belum memahami kebenaran. Sumber: eramuslim.com



21 Des 2009

Desa Enrekang, Potensial Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro


kpmmjogja.com--Ada yang tahu ngak, kapan pemadaman listrik bergilir di Enrekang berakhir? Belum cukup sebulan yang lalu, saya sempat pulang ke Enrekang, sungguh miris melihat kondisinya. Paginya saya masih bisa nonton TV dan main komputer. Beranjak siang, ketika saat-saat aktivitas mulai bergerak sibuk, tiba-tiba "Ah... mati lampu lagi." Spontan aktivitas berhenti, terutama peralatan seperti, Komputer, mesin fotokopi dan sejenisnya. Berapa kerugiannya? Tentu tidak bisa dibayangkan, baik kerugian waktu dan kerugian materi. Ironisnya, di tengah pemadaman yang dirasakan setiap hari-tiap hari biasanya sampai 3 atau 4 jam, kalau 'beruntung'x 2- justru pembayarannya membengkak, jauh dari normal.

Siapa yang disalahkan? Mungkin saja masyarakat sudah mahfum -paham betul- sehingga mereka tidak berani mengeluarkan kata-kata lagi. Mereka sudah yakin bahwa ini adalah kesalahan sistemik. Ternyata bukan hanya pengurusan negera yang mengalami kesalahan serupa tapi juga sektor lain, sektor yang sangat vital.


Ditengah pemadaman bergilir yang terjadi 3 sampai 4 jam sehari itu, dan kadang 2 kali sehari, sebagian masyarakat beralih ke gengset-gengset yang berbahan bakar solar maupun bensin. Ini terjadi di daerah pusat pemerintahan kabupaten Enrekang. Kalau di desa-desa, pemadaman bergilir masih bisa diatasi dengan pelita, yang menjadi alat penerang warisan nenek moyang dulu.

Tapi, beda di Enrekang beda di Dusun Kali Pondok, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Masyarakat di dusun ini telah memanfaatkan air sebagai sumber tenaga listrik sederhana. Saat ini terdapat sekitar 30 kincir air sederhana milik warga, yang menjadi sumber listrik bagi 59 keluarga di kampung yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut itu.

Satu kincir air dapat menyuplai 2-4 rumah dengan daya antara 400 watt sampai 900 watt. Kincir-kincir itu kini juga menjadi sumber listrik bagi sejumlah penginapan di obyek wisata Curug Cipendok.

Kestabilan aliran sungai-sungai dari lereng Gunung Slamet sepanjang tahun membuat kincir air selalu berputar. Listrik pun dapat dinikmati warga secara gratis selama 24 jam penuh.

Bagaimana dengan Enrekang? Enrekang banyak menyimpan potensi pembangkit listrik tenaga air sederhana ini. Sebagai misal, di daerah Maiwa ada air terjun Batu mila yang dari kejauhan bisa terlihat bahwa itu air terjun. Ada lagi air terjun Lassalasang di daerah Tapong. Air terjun di daerah Malauwe, dan masih banyak lagi. Di kebun saya juga ada, he..:) makanya saya posting tulisan ini sebagai bahan referensi. Ada yang mau usul? ataukah ada yang mau kerjasama? Silahkan contact me..!
referensi: newritasharon.multiply.com
gambar: aemcake.blog.friendster.com

Amerika Ramai-Ramai Berhenti Kecanduan Facebook


kpmmjogja.com--Baru-baru ini, Halley Lamberson, 17, dan Monica Reed, 16, juniornya di San Francisco University High School, membuat perjanjian: hanya login ke Facebook pada hari Sabtu. Selain Sabtu, mereka memasang status: "Saya tidak bisa diganggu."

"Kami menghabiskan terlalu banyak waktu, terobsesi oleh Facebook, dan akan lebih baik jika kami istirahat dari itu," kata Halley.

Facebook, situs jejaring yang populer, memiliki 350 juta anggota di seluruh dunia yang, secara kolektif menghabiskan waktu 10 miliar menit di sana setiap hari, check-in dengan teman-teman, menulis di dinding elektronik orang, mengklik foto orang lain dan itulah jalan arus dunia sosial mereka.

Di Amerika (atau mungkin juga Indonesia dan negara-negara lainnya), banyak orang yang kecanduan Facebook. Facebook tidak akan mengungkapkan berapa banyak pengguna layanan dinonaktifkan, tetapi Kimberly Young, psikolog dan direktur Center for Internet Addiction Recovery di Bradford, Pa, mengatakan ia telah berbicara dengan puluhan remaja yang kecanduan Facebook dan ingin berhenti darinya.

"Rasanya (kecanduan Facebook) seperti kecanduan lainnya," kata Dr Young. "Sulit untuk menyapih diri sendiri."

Dr Young berkata ia mengagumi remaja yang punya strategi mereka sendiri untuk menghentikan Facebook mereka. "Banyak dari mereka yang menemukan keseimbangan mereka sendiri," katanya. "Ini seperti gangguan makan. Anda tidak dapat menghilangkan makanan. Anda hanya perlu membuat pilihan yang lebih baik tentang apa yang Anda makan. Dan apa yang Anda lakukan secara online. "

Michael Diamonti, kepala sekolah di San Fransisco University High School, sedang memikirkan apa peran sekolah seharusnya, karena kebanyakan siswa menggunakan Facebook di rumah, dan penggunaan yang berlebihan sangat mempengaruhi nilai-nilai mereka.

Pada bulan Oktober 2009, anggota Facebook mencapai 54,7 persen orang di Amerika Serikat usia 12-17, naik dari 28,3 persen, menurut Nielsen Company, perusahaan riset pasar. Banyak sekolah menengah senior yang sadar bahwa dengan sangat sadar siswanya menghabiskan berjam-jam setelah untuk mengklik Facebook.

Gaby Lee, 17, seorang senior di-Royce head School di Oakland, California, telah dua minggu untuk ini dengan putus asa, menonaktifkan account Facebook-nya. Account masih ada, tapi kelihatannya bagi orang lain seolah-olah tidak. "Tidak ada yang bisa melihat dan menulis di dinding atau melihat profil saya," katanya.

Kecanduan memang tidak mati dengan mudah. Gaby berkata ketika ia duduk di komputer maka"jari-jari saya akan secara otomatis masuk ke Facebook." Dan itu sangat menyedihkan.

Dunia memang telah begitu sempit, dan anak-anak muda mematung dirinya dengan hanya jarak lima meter saja. Mereka tidak melakukan apapun. Tidak menghasilkan karya. Tidak berbaur dengan masyarakat nyata, karena sudah merasa cukup dengan jaringan sosial mereka yang ada di Facebook. Padahal itu adalah semu belaka.

Nah, Amerika saja sudah mau berhenti terhadap Facebook, bagaimana dengan kita? Sumber:eramuslim.com



20 Des 2009

Lagi, Paradoks DRPD Kabupaten Enrekang

kpmmjogja.com--Kemarin, kita menyimak berita tentang wakil rakyat kita dengan mulus meloloskan anggaran untuk pengadaan 6 mobil dinas baru untuk anggota dewan yang total anggarannya ratusan juta itu. Kini, kita menyaksikan sebuah paradoks dengan elotnya pembahasan pengembangan bioenergi terpadu. Anggota dewan mempertanyakan azas manfaat untuk masyarakat dari adanya bioenergi ini.

Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) di DPRD Enrekang berakhir Kamis malam, 17 Desember. Salah satu anggaran unit kerja yang membutuhkan waktu lama dibahas adalah Kantor Ketahanan Pangan Enrekang.

Alotnya pembahasan anggaran karena salah satu program yang diajukan Kantor Ketahanan Pangan dinilai legislatif masih harus dikaji sacara matang.

Program yang ditawarkan tersebut, yakni pengembangan bioenergi terpadu dengan cara pengolahan limbah hasil pertanian menjadi energi bahan bakar. Misalnya pengolahan limbah kakao dan limbah sayur-sayuran menjadi minyak tanah dan bioetanol.

Untuk melaksanakan program itu, Kantor Ketahanan Pangan mengajukan usulan anggaran tahap pertama sebesar Rp 75 juta. Anggaran itu untuk pengadaan alat laboratorium.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Enrekang, Ahmad Fajar Muhiddin, mengatakan bahwa untuk menyukseskan program itu, butuhkan waktu minimal tiga tahun. Total anggarannya sekira Rp 4 miliar.

"Kalau dalam waktu tiga tahun saya tidak mampu membuktikan dan menyukseskan program ini, maka saya siap mengundurkan diri sebagai Kepala Kantor Ketahanan Pangan," janji Ahmad di hadapan para anggota DPRD.

Namun, janji sang kepala dinas tidak cukup meyakinkan para anggota dewan. "Program ini harus dikaji terlebih dahulu mulai dari analisis ekonomi seperti biaya produksi serta analisis mengenai dampak terhadap lingkungan. Jangan sampai biaya yang dihabiskan untuk memproduksi satu liter bahan bakar jauh lebih besar ketimbang harga bahan bakar itu sendiri," kata anggota DPRD, Idris Sadik.

"Ini bukan soal setuju atau tidak setuju. Tetapi hal ini harus kita kaji lebih mendalam mengingat anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit," tambah Ketua Komisi II, Arfan Renggong.

Anggota DPRD lainnya, Muh Saenal, mengatakan bahwa siapa pun itu akan mampu melaksanakan kegiatan ini asal didukung dana yang besar. Terpenting, kata dia, adalah azas manfaat untuk masyarakat.

Akibat perdebatan berlanjut, pimpinan rapat M Taming meminta Kepala Kantor Ketahanan Pangan untuk memaparkan hasil pengkajian di hadapan para legislator. Hingga rapat pembahasan APBD berakhir, DPRD belum memutuskan apakah menyetujui atau tidak anggaran program yang diajukan Kantor Ketahanan Pangan tersebut.

"Program ini kita pending dulu dan DPRD bersama Kantor Ketahanan Pangan masih harus melakukan kajian bersama," kata Taming. (kas)




19 Des 2009

DPRD Enrekang Dapat 6 Mobil Dinas Baru

kpmmjogja.com--Indikator ketidakpedulian wakil rakyat kita di DPRD Enrekang kini muncul. Di tengah kesulitan rakyat dan kesejahteraan masyarakat belum terpenuhi secara merata, malah DPRD Enrekang mengajukan agar diperadakan enam unit mobil dinas, yaitu 2 unit Toyota Fortuner, 3 unit Toyota Innova dan 1 unit Toyota Camry –(Fajar, 17/12/2009)

Bahkan, menurut harian fajar edisi hari ini, pengadaan mobil itu berjalan mulus. Berikut kutipan dari harian terpercaya ini:


Keinginan para pimpinan DPRD Enrekang untuk pengadaan enam unit mobil dinas berjalan mulus. Mobil dinas (mobdin) tersebut terdiri atas satu unit Toyota Camry untuk Ketua DPRD, dua unit Toyota Fortuner untuk dua wakil ketua, serta tiga unit Toyota Innova untuk tiga ketua komisi.

Selain itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang, M Amiruddin, juga mendapat jatah satu unit mobdin Toyota Fortuner. Selama ini, dia hanya menggunakan Toyota Innova.
Sekkab Enrekang, M Amiruddin enggan mengomentari soal jatah Fortuner untuk dia. �Saya kira tidak usah diberitakan soal pengadaan mobil dinas,� ujarnya sambil berlalu.

Ketua DPRD Enrekang, Andi Nasir, angkat bicara terkait mobdin itu. Nasir menegaskan, pemberitaan di media massa soal pengadaan mobdin untuk unsur pimpinan DPRD telah membunuh karakter pribadi. Sebab, kata dia, penggunaan mobdin untuk unsur pimpinan dewan sudah menjadi aturan protokoler dan tidak melanggar aturan perundang-undangan.

"Pengadaan mobil dinas ini memang sudah ditetapkan dalam aturan bahwa unsur pimpinan berhak menggunakan mobil dinas selama tidak melanggar aturan," kata legislator Partai Golkar itu.

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Enrekang, Chairul Latanro, mengatakan bahwa dalam aturan seharusnya wakil ketua DPRD berhak memiliki dua mobdin. Satu mobdin sejenis jeep dan satu jenis sedan.

Namun akibat keterbatasan anggaran, maka disepakati unsur pimpinan DPRD cukup memiliki satu unit mobdn. "Kita pilih jenis Fortuner untuk wakil ketua dengan pertimbangan kendaraan jenis ini cocok untuk lapangan dan juga untuk digunakan sehari-hari," kata Chairul. (kas)




Mengubah kpmmjogja.blogspot.com Jadi kpmmjogja.com

Mengubah kpmmjogja.blogspot.com Jadi kpmmjogja.com
Alhamdulillah, seiring waktu yang berjalan tanpa henti, terasa atau tak terasa kini kita telah melewati tahun sebelumnya dan menatap tahun ke depannya. Mudah-mudahan tahun kemarin menjadi acuan untuk melangkah lebih baik di tahun baru ini. Tahun 1431 H ini adalah awal dimana kita menumpuk kisah-kisah yang akan kita pertanggungjawabkan di hari yang akan datang. Hari dimana seluruh rekaman penyadapan kita dibongkar tanpa ada yang ditutup-tutupi. Kalau kita masih merasa gusar dengan penyadapan KPK, bagaimana dengan peyadapan Allah SWT yang tingkat kevalidannya tidak diragukan lagi?

Alhamdulillah, kita telah diberi tambahan satu point umur ini, dan tanpa kita ketahui umur itu terus berjalan menuju batas akhirnya. Kapan...? hanya Allahlah yang tahu, tidak ada manusia pun yang mengetahuinya.

Alhamdulillah, seiring usia yang terus berjalan dan sekarang menginjak tahun ke-3, maka kami pengurus weblog KPMMJOGJA.BLOGSPOT.COM akan berhijrah ke nama domain top level yaitu KPMMJOGJA.COM. Semoga kehadiran kami menjadi warna tersendiri demi maju dan berkembangnya bumi Massenrempulu.

Kok Gas

Bersantai Sejenak
Seperti biasa, selepas sholat Dhuhur, kami langsung ke warung sebelah asrama untuk memesan makan siang. Kami tidak makan di warung itu, karena tempatnya sangat sempit. Warung itu beda dengan warung pada umumnya di tempat lain, warung disini hanya dikenali dengan berkerumunnya calon pembeli walau tanpa adanya reklame yang biasanya didominasi dengan warna kuning dan merah. Dulu, saya tidak habis pikir, kenapa setiap warung menggunakan kedua warna mencolok ini. Belakangan baru kutahu, kalau warna itu adalah warna yang mengundang, warna haus, sehingga orang akan bernafsu berada disitu. Coba kalau warung itu warnanya putih atau hijau, mungkin saja bagi sebagian orang cocok, tapi secara umum kedua warna itu hanya digunakan pada tempat ibadah, khususnya masjid karena melambangkan kesucian dan kesejukan.

Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki kota ini. Kota ini sangat cocok bagi sebagian pelajar seperti saya yang berkantong tipis. Makanan yang dijual sesuai dengan kondisi keuangan, tidak lebih dan kadang-kadang kurang :) "Bu, nasi telur, ya...!" kataku ke Ibu penjual yang tak ubahnya seperti Ibu kami sendiri. Dia orangnya ramah seperti umumnya warga sekitar sini. Inilah salah satu daya tariknya sehingga kami jadi kerasan. "Ya...ya...!" Jawab ibunya dengan santai.

Saya pun menikmati hidangan siang ini dengan lahap, nasi telur ini, sebenarnya bukan hanya nasi telur, tapi ada juga sayurnya. Jadi, kalau disempurnakan nasi + telur + sayur. Kombinasi ini hanya dihargai 3.500,-. Harga yang sangat murah dibanding wilayah-wilayah lain yang pernah kudatangi.

"Bu, ini piringnya, minta airnya ya...Bu!" kataku sambil meletakkan piring yang tak tersisa sebutir nasi pun. Katanya, kita harus menghabiskan nasi yang terhidang dipiring tanpa sisa, karena bisa jadi yang disisa itu tersimpan barokah. "Itu..., sebentar ya! Mas..., ambilin gelas!" Teriak ibunya, memerintahkan suaminya yang ada di dalam rumah. "Kok, lama." Kataku ketika menunggu sekitar 5 menit."Mas, gelas untuk mas'e." Teriak ibunya lagi. Oh...,mungkin bapaknya lagi sibuk. Kataku dalam hati. Feelingku terbukti, beberapa saat bapaknya keluar dengan menjinjing gas isi 3 kg. Kebetulan, bapaknya juga termasuk pengecer gas 3 kg. "Mas, gelasnya." kata ibunya lagi. Bapaknya pun nongol dari belakang sambil berkata, "ini gasnya". "Lho, kok gas, Mas." Ha..ha...ha..., semua orang tertawa termasuk aku yang dari tadi menahan pedis. Bapaknya pun masuk dan sesegera mungkin menyodorkan gelas bening ke arahku.



KISAHKU UNTUKMU

KISAHKU

Ini adalah sebuah cerita nyata dari zaman yang penuh warna dan hiruk pikuk manusianya. Cerita yang terinspirasi dari sebuah kisah yang lama terpendam dalam benak seorang anak manusia. Anak manusia itu kini telah berubah dari masa remaja menuju masa dewasa. Kedewasaan bukan hanya dilihat dari tumbuhnya kumis, tapi seiring dengan muncul presepsi-presepsi terhadap kehidupan. Kadang presepsi itu membuat kita tertegung meratapi nasib, kadang presepsi itu membuat kita gelih.


Dari presepsi itulah kita bisa meyakini bahwa manusia tercipta dan lahir ke muka bumi dengan tujuan yang jelas. Tujuan yang jelas tidak hanya tujuan duniawi semata, tapi yang lebih penting adalah tujuan yang hakiki. Inilah tujuan kita sobat, inilah masa depan kita kawan, masa depan yang akan membuat kita menyesal. Baik menyesal karena sedikitnya amalan maupun menyesal karena tidak melakukan amalan. Katanya, kita menyesal ketika masuk ke dalam surga, Kenapa? karena kita tidak melakukan amalan yang lebih dari yang kita dapatkan. Kalau yang kedua, tidak perlu dijelaskan karena itulah seburuk-buruknya nasib, seburuk-buruknya tempat kembali. Mudah-mudahan saja kita tidak termasuk ke dalamnya. Semoga masih diberi waktu oleh Allah SWT untuk bisa menulis dengan harap sebagai bahan bacaan anak cucuku kelak.

18 Des 2009

Hasil Akhir Perolehan Medali Sea Games Laos 2009

Berikut adalah daftar hasil perolehan medali sea games Laos 2009 sampai dengan hari terakhir. Indonesia berada diurutan ke 3 dengan perolehan mendali 43 Emas, 53 perak dan 74 perunggu. Total perolehan medali team Indonesia pada sea games kali ini adalah 170.





17 Des 2009

KEUNIKAN PERNIKAHAN BUGIS

Mungkin, banyak yang belum tahu kalau pesta pernikahan di tanah Bugis memakan biaya yang besaaar. Hal ini berbanding terbalik dengan prosesi pernikahan di Daerah Jawa. Maka jangan heran, di daerah Bugis banyak yang enggan menikah sebelum mapan, sebelum punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Tapi, jangan heran juga, kalau di Jawa biaya untuk pernikahan cukup dengan modal seperangkat alat sholat dan Al Qur'an, tentunya dengan TUNAI.


Sisi lain yang tampak dari pernikahan di daerah Bugis terbilang unik dan layak untuk diketahui, apalagi bagi kita yang asalnya dari sana. Untuk mengetahui lebih dalam, ada sebuah buku yang mengupas sisi yang terkandung di dalam pernikahan itu, berikut ulasannya:
Buku ini merupakan satu-satunya penelitian serius, mendalam, dan menyeluruh tentang pesta pernikahan Bugis. Kita dibawa menggeledah beragam makna di balik pesta megah, ritus-ritus yang mengiringi ritual panjang pernikahan, serta segala perilaku dan bentuk negosiasi antar-aktor dalam prosesi tersebut. Tak lupa, menelisik aspek-aspek sosial-politik yang tersurat di baliknya.

Di sini kita tidak hanya mendapatkan abstraksi yang berlangsung di dalam pernikahan Bugis. Tapi juga dibentangkan lukisan rinci tentang ruang, adegan, hingga percakapan. Buku ini mendedah tata ruang aula pesta, ritual, hingag teks undangan pernikahan Bugis yang penuh dengan simbol-simbol politis yang berjalin di alam pikiran orang Bugis.

Penulisnya, Susan B. Millar, berhasil mengangkat ke permukaan makna-makna yang melekat dalam pernik pernikahan yang sering dilewatkan begitu saja… Referensi download di sini



Kisah Kepahlawanan Nabi Muhammad akan difilmkan

Setelah kontroversi film 2012, kini muncul berita yang menurut saya agak kontroversi juga. Menurut berita, produser film The Lord of the Rings berniat mengangkat cerita kepahlawanan Nabi Muhammad ke layar lebar. Film itu dibuat dengan tujuan sebagai ‘jembatan kebudayaan’.

Film yang diproduseri Barrie Osborne itu akan memulai syuting pada 2011. Tidak tanggung-tanggung dana yang dikucurkan untuk film berbahasa Inggris itu senilai Rp1,4 triliun.

Meski akan membuat film tentang Nabi Muhammad, sosok sang nabi tidak akan digambarkan di film tersebut. Ini sengaja dilakukan demi menghindari kecaman dunia Islam.

“Film ini akan mendidik publik tentang makna Islam sesungguhnya,” ujar Osborne, yang dikutip Reuters, Senin.

Mudah-mudahan saja, apa yang dikatakan Osborne benar. Islam adalah agama rahmatalilalamin, rahmat bagi sekian alam. Islam bukan agama teroris, islam bukan agama permusuhan. Islam adalah agama jalan hidup menuju kebahagian yang hakiki, kebahagian dunia dan akhirat. Apalah artinya hidup ini tanpa adanya masa depan, dan masa depan yang sesungguhnya adalah masa setelah mati. Mudah-mudahan hal ini bisa dipahami, sehingga tujuan penciptaan manusia terpatri di dalam sanubari kita. Tujuan itu adalah untuk beribadah, ibadah kepada Allah SWT.

EFEK NEGATIF TAYANGAN TV TERHADAP MASA DEPAN INDONESIA

EFEK NEGATIF TAYANGAN TV TERHADAP MASA DEPAN INDONESIA

Menjijikkan…! Ingin rasanya muntah saat melihat sebuah tayangan disalah satu statiun TV swasta. Sebut saja statiun TV berinisial x ( takut, tar kena undang-undang kayak Bu Prita). Adengan yang diperakan sangat jauh dari kesan mendidik apalagi syar’i. Tawa, lelucun, teriakan, hinaan tampak jelas dari layer-layer ceritanya. Sesekali juga, aku melihat seorang anak yang asik, dengan mata melolot menikmati suguhan itu.

Apakah tidak ada acara lain? Apakah tidak ada cerita yang lebih mendidik? Sayang sekali, mereka yang membuat cerita itu tidak mengindahkan efek negatifnya. Salah satu efeknya adalah hilangnya waktu bagi anak-anak usia sekolah untuk belajar pada jam tersebut. Bayangkan, tayangan itu mulai pada jam 7 sampai jam 9 sore. Coba kalau waktu itu digunakan untuk belajar, berapa rumus yang bisa diingat, berapa kosakata yang bisa dihafal, berapa soal-soal yang bisa dikerjakan? Ini hanya pada sore menjelang malam, lain lagi ketika pagi, siang, sore. Tayangan yang disuguhkan hampir mirip dan seragam. Kalau bukan tayangan lawak, mesti sinetron pacar-pacaran. Kalau bukan film khayalan, apalagi kalau bukan film kekerasan.


Telah banyak berbagai artikel, kajian, penelitian yang menunjukkan bahwa TV pada kenyataan sekarang ini dapat menimbulkan efek negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Anak yang sering menonton TV akan cenderung mengikuti apa yang dilihatnya. Kalau yang dilihatnya sinetron pacar-pacaran, maka jangan heran jika hampir seluruh waktunya hanya untuk bercengkrama dengan lawan jenis. Motif cengkramanya pun macam-macam seiring canggihnya dunia informasi dan komunikasi. Mulai dari telepon-teleponan, sms-an, sampai pada chatting-an lewat jejaring yang lagi booming sekarang ini.

Apa jadinya Indonesia 5, 10 tahun yang akan datang? Kalau kebebasan terus dijunjung dengan berdasar pada hak asasi yang kebablasan dan demokrasi yang mengcrasy-kan, maka bukan tidak mungkin Indonesia pada masa 5 atau 10 tahun akan datang mirip dengan negara Amerika sana. Kita ketahui, bahwa Amerika adalah negara yang menjunjung tinggi hak asasi, sehingga kebebasan menjadi hal mutlak. Karena kebebasan ini, warga amerika dapat melakukan hubungan seenaknya. Akibatnya, tingkat perceraian semkin meraja lela. Tahun 2009 bisa dibilang sebagai tahun perselingkuhan kaum selebriti. Tapi urusan ini juga sesungguhnya menimpa orang-orang biasa. Berbagai penelitian menunjukkan kisaran dalam jumlah laki-laki yang menikah di Amerika berselingkuh sebanyak dari 15 sampai 40 persen dan wanitanya mulai dari 5 sampai 25 persen).Dari mereka yang bercerai di Amerika, 40 persen menyebutkan perselingkuhan sebagai sebabnya. Konselor perkawinan mengatakan bahwa trauma dari sebuah perselingkuhan mempunyai efek yang sama persis dengan perkosaan, bahkan kadang-kadang lebih buruk.
Kalau kita membaca teori konspirasi, bisa dikatakan bahwa apa yang sering dilihat dan saksikan sekarang ini, baik itu melalui cetak dan terutama audio visual adalah bagian dari sebuah proyek. Dalam proyek itu dinamakan sebagai proyek tata dunia baru. Dimana agenda mereka adalah apa yang telah dicantumkan di lembaran satu dollar AS, yakni “Novus Ordo Seclorum” atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai “The New World Order”. Kita menyebutnya sebagai “Tata Dunia Baru”. Pelaksanaan menuju ke arah itu disebut sebagai Globalisasi.

Novus Ordo Seclorum merupakan Satu tatanan dunia baru di mana mereka sebagai TUAN sedangkan orang di luar mereka sebagai budak. Tata Dunia Baru yang sepenuhnya sekular (seclorum) dimana semua agama langit hancur (yang ada cuma sebatas ritual dan atribut-atribut luarnya, sedangkan esensi agama itu sendiri musnah. Kaum Muslimin cuma mengerjakan sholat, puasa, pergi haji, zakat dan sedekah, dan hanya mencantumkan Islam di KTP-nya, namun lalai dalam berjuang menegakkan tauhid di muka bumi dengan sebenar-benarnya tauhid, menyerahkan loyalitas sepenuhnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan bukan kepada sesama manusia). Di dalam tatanan baru itu, semua agama langit tinggal sekadar kulit luarnya, dan mayoritas manusia telah memeluk agama baru yakni “Pluralisme” yang dianggap universal.

Referensi: eramuslim.com
http://www.swaramuslim.com/ebook/html/020/index.php?page=gal-sun_god


14 Des 2009

Daftar Perolehan Medali Sea Games Laos 2009

Update:18 Desember 2009, pukul 08:30 wib
Berikut adalah daftar perolehan medali selama sea games berlangsung. Daftar tersebut akan diupdate setiap saat.



Country Gold Silver Bonze TOTAL MEDAL



Thailand 84 80 95 247

Vietnam 81 71 59 209


Indonesia 43 53 73 169


Malaysia 40 40 59 139

Philippines 37 34 49 120

Singapore 33 30 34 97

Laos 32 25 49 106

Myanmar 10 22 37 69

Cambodia 3 10 25 38

Brunei 1 1 8 10

Timor Leste 0 0 3 3


Grand Total 364 366 489 1219







Download film Sang Pemimpi : Edisi Trailer

Ayo nonton Film Sang Pemimpi...! Caranya dengan mendownload Film Sang Pemimpi edisi trailer. Namanya juga trailer, berarti yang ditampilkan hanya tayangan yang membuat kita penasaran. Kalau mau mengobati penasarannya, silahkan nonton di bioskop kesangan anda mulai tanggal 17 Desember 2009. Dapat dikatakan, film ini sangat memberikan inspirasi bagi kita. Apalagi bagi sang penuntut ilmu. Bukti sederhananya adalah novel yang ditulis Andrea Hirata itu. Novel yang menjadi cikal bakal film inspirasi ini sampai-sampai pejabat sekaliber Mahpud Md. membaca berulang-ulang. Jadi ingin nonton...! Bagaimana dengan anda, Mau...? Silahkan download edisi trailernya di sini http://www.youtube.com/watch?v=8k0ALZLJL6I.



Catatan: Mari kita menghargai karya anak bangsa dengan tidak membajaknya!



Perolehan Medali Sea Games Laos 2009

Update tanggal 14-12-09 pukul 20:38 wib
Walau terus menambah perolehan medali pada sea games laos 2009. Kontigen Indonesia masih berada diurutan 5 perolehan mendali sementara. Indonesia masih di bawah Malaysia yang katanya membawa kontigen paling sedikit selama mengikuti kejuaran asia tenggara ini. Walau demikian, selisihnya tidak terlampau jauh, tinggal tambahan 2 Emas Indonesia akan berada di atas Malaysia. Semoga saja..!







12 Des 2009

Daftar Perolehan Medali Sea Games Laos 2009

Update : 13 Desember 2009 Pukul 11.08 Wib
Berikut adalah daftar sementara perolehan mendali sea Games Laos 2009. Indonesia turun satu peringkat ke urutan 5 setelah kemarin berada di atas Malaysia. Urutan pertama ditempati Thailand yang mengumpulkan 21 Emas, 25 Perak, dan 29 Perunggu.






10 Des 2009

Rekor Baru 100 Ribu WNI Kunjungi Australia

JAKARTA--Pemerintah Australia mencatat sebuah rekor baru dengan mampu menarik 100 ribu pengunjung asal Indonesia selama periode satu tahun, September 2008-2009.

"Saya gembira hubungan antarwarga terus berkembang makin kukuh dan makin banyak warga Indonesia yang mengambil kesempatan untuk mencari pengalaman langsung ke Australia," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, dalam pernyataan tertulisnya yang diterima ANTARA, Kamis.

Menurut dia, ini adalah untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir Biro Statistik Australia mencatat 100 ribu pengunjung asal Indonesia ke Australia dalam periode 12 bulan.

Dubes Farmer menyambut hangat peningkatan itu dan mendorong lebih banyak lagi pertukaran pengunjung antara kedua negara. Ia mengatakan bahwa sepanjang 2009 sekitar 400 ribu warga Australia telah berkunjung ke Indonesia, jumlah terbesar dalam catatan.

Pada September tercatat kenaikan 55 persen pengunjung Indonesia ke Australi, sekitar 16.400 di antaranya adalah warga Indonesia-- dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal itu mungkin ada kaitannya dengan liburan Hari Raya Idul Fitri.

Pertumbuhan jumlah wisatawan Indonesia kemungkinan besar akan terus berlanjut dengan adanya jumlah yang signifikan pemohon visa turis yang diterima oleh Kedutaan Besar Australia setiap hari menjelang liburan Natal dan Tahun Baru tahun ini.

Tahun ini, Pemerintah Australia juga meluncurkan pengaturan visa kerja dan liburan yang memberi kesempatan kepada para sarjana Indonesia dan pengunjung Australia yang berusia antara 18 dan 30 tahun untuk bekerja dan berlibur di negara mitra hingga 12 bulan. Pada tahun pertama program ini, seratus pemuda Indonesia dan Australia berhak untuk menerima visa kerja dan liburan./republika.



9 Des 2009

Tarkam Rusuh, Anggota TNI Dikeroyok

ENREKANG -- Pratu Rusli (30), salah satu anggota Batalion Linud Kujang I Kosrad 330 Bandung yang sedang cuti di kampungnya Anggeraja, tak pernah menyangka menjadi korban pengeroyokan penonton turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) yang dikemas dalam Lurah Cup.


Rusli dikeroyok enam penonton usai menonton sepak bola, Ahad, 6 Desember kemarin, sekira pukul 18.00 wita.
Peristiwa itu berawal saat pemain dari dua tim memrotes keputusan wasit yang diduga tidak netral.
Rusli yang berada di tengah-tengah penonton ikut melerai pemain yang sedang adu mulut. Namun, upaya Rusli tidak diterima baik para pemain.
Usai pertandingan, korban Rusli yang rencana pulang ke kediamannya ternyata ditunggu sekelompok warga di Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja. Di tempat itu, Rusli digebuki enam orang.
Setelah melapor di polisi, Rabu, 8 Desember kemarin, korban dan pelaku, rencananya didamaikan di Kantor Polsek Anggeraja.
Ternyata, 6 warga yang diduga pelaku pengeroyokan Loko (27), Acci (23),Eman (25), Sul (19), Suardi (25) dan Suri (30) yang semuanya warga Kecamatan Malua, tidak datang ke Kantor Polsek





Indonesia Melorot ke Posisi Ketujuh

VIVAnews - Posisi perolehan medali Indonesia pada Selasa, 9 Desember 2009, kurang menggembirakan. Merah Putih untuk sementara berada di urutan ketujuh dari 11 negara peserta.

Posisi ini melorot dibandingkan keadaan sehari sebelumnya yang ada di urutan ketiga di bawah Singapura dan Filipina.

Di hari Selasa, Indonesia hanya menambah tiga buah perunggu yang menjadikan koleksi medali kelas tiga yang dimiliki menjadi enam. Tambahan tiga perunggu datang dari cabang taekwondo.

Yang pertama atas nama Daniel Danny di nomor Poomsae perorangan. Daniel harus mengakui keunggulan Soukthavy dari Laos dan San Shein dari Myanmar yang meraih emas dan perak.

Taekwondoin Lessitra Draningrati juga harus puas dengan raihan perunggu pada nomor yang sama di bagian putri. Emas di nomor ini direbut Myanmar dan perak diraih Laos.

Perunggu terakhir disumbangkan tim beregu putri di nomor Poomsae. Domas Ayu Kirana, Laras Fitriana dan Lessitra kalah bersaing dari Filipina dan Thailand yang meraih emas dan perak.

Myanmar untuk sementara berada di posisi teratas perolehan medali dengan 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Vietnam menyusul di posisi kedua dengan 2-1-1 (emas-perak-perunggu). Singapura yang sehari sebelumnya ada di posisi teratas melorot ke posisi kelima dengan 1-0-0.

Perolehan Medali

Myanmar

2 2 1

Vietnam

2 1 1

Thailand

1 2 1

Laos

1 2 0

Filipina

1 1 4

Singapura

1 0 0

Indonesia

0 0 6

Kamboja

0 0 1

Malaysia

0 0 1

Brunei Darussalam

0 0 0

Timor Leste

0 0 0

8 Des 2009

Belive it or Not!


Sebuah fakta yang sangat mencengangkan saat kami mencoba menghitung kerugian yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok. Ternyata, kerugian merokok bukan hanya terkait masalah kesehatan, akan tetapi mencakup ekonomi, politik, agama dan seterusnya.

Ceritanya bermula saat mengisi program spiritual training “Life Management” di salah satu ibu kota propinsi di Sumatera yang diikuti sekitar 200 peserta beberapa waktu lalu. Setelah acara pembukaan selesai dan acara training dimulai, tiba-tiba kami dikagetkan dengan suasana ruang yang full AC itu berubah menjadi panas dan sumpek. Penyebabnya tak lain adalah asap rokok yang menyembur dari mulut para peserta. Kami coba perhatikan setiap wajah peserta. Ternyata tak kurang dari 70% peserta asyik merokok, tanpa merasa bersalah sedikitpun. Coba bayangkan berapa jumlah asap rokok yang diproduksi saat itu di dalam ruang tertutup full AC itu?

Setelah menyampaikan mukaddimah (pengantar) training yang akan memakan waktu dua hari dua malam tersebut, sejenak kami berhenti dan berfikir bagaimana cara menyetop mereka yang sedang menikmati nikotin yang sangat berbahaya itu. Bahayanya bukan hanya bagi kesehatan para pelakunya, akan tetapi, bagi para perokok pasif (yang tidak ikut merokok dan mencium asap rokok yang keluar dari rongga para perokok) akan lebih berbahaya lagi. Begitulah hasil penelitian para ahli kesehatan masa kini.

Awalnya kami merasa agak sulit menyetop mereka merokok, khususnya dalam ruang acara training, karena team training kami lupa mencantumpkan tidak boleh merokok dalam tatib acara selama training berlangsung.

Setelah merenung sejenak, timbul ide untuk mencari tips efektif untuk menyetop mereka merokok. Akhirnya terfikir untuk mengangkat dan memaparkan fakta negatif para perokok yang mungkin saja merke belum mengetahui dan menyadarinya. Kami teringat pada email seorang sahabat terkait dengan fakta negatif bagi para perokok. Fakta tersebut bukan terkait dengan masalah kesehatan, akan tetapi terkait dengan ekses negetaif ekonomi dan politik yang ditimbulkan oleh prilaku buruk merekok. Karena mereka mayoritasnya para pegiat politik, kami yakin mereka akan antusias mendengarkan apa yang akan kami sampaikan.

Sebelum menyampaikan fakta-fakta tersebut kami memulainya dengan ungkapan, “Para hadirin yang dimuliakn Allah. Sebelum kita mulai acara spiritual training ini, ada masalah politik besar yang terjadi dalam ruangan ini yang akan menghambat acara ini, dan kemunkinan besar bisa gagal.” Mendengar ungkapan itu, mereka terlihat mulai serius dan menujukan pandangannya pada kami. Lalu, kami lanjutkan, “Masalah tersebut adalah ROKOK”. Hadirinpun terdiam. Lalu kami lanjutkan lagi, “Kalau masalah ini tidak bisa kita selesaikan, kami ususlkan salah satu dari dua pilihan, kendati keduanya pahit; yaitu para peserta training yang ingin merokok silahkan di luar ruang ini. Atau, kalau para peserta tetap ingin merokok dalam ruang ini, kami akan keluar dari ruang ini, nanti setelah tidak ada lagi yang merokok baru kami masuk lagi ke ruang ini. Kalau ada yang merokok, kami akan keluar lagi, kendati yang merokok hanya satu orang.

Namun, sebelum pilhan itu kita ambil, berikan kami waktu sejenak untuk menyampaikan beberapa fakta berikut terkait dengan bapak-bapak yang yang suka merokok. Adapun fakta-fakta yang dimaksudkan ialah :

1. Total penduduk dunia 6.5 Milyar.
2. Total Muslim dunia 1.3 Milyar.
3. Total perokok di dunia 1.15 Milyar.
4. Total Muslim yang merokok tidak kurang dari : 400 juta orang dan 140 juta orang adalah kaum Muslimin di Indonesia.
5. Produser rokok terbesar di dunia adalah Phillip Morris.
6. Donasi Phillip Morris kepada Israel adalah 12% dari profit yang mereka raih.
7. Kalau kaum Muslimin yang merokok menghabiskan satu bungkus/hari, berarti mereka membakar 400 juta bungkus rokok/hari.
8. Kalau harga rokok rata-rata $ 1.00/bungkus, berarti konsumsi mereka untuk rokok $ 400 juta/hari
9. Kalau 50% kaum Muslimin yang merokok membeli produk Philip Morris, berarti mereka menghisap 200 juta bungkus rokok produk Philip Morris/hari.
10. Total dana kaum Muslim yang masuk ke Morris sekitar $200 juta/hari
11. Rata-rata keuntungan rokok produk Philip Morris : 10% /bungkus
12. Berarti profit Philip Morris dari belanja rokok kaum Muslimin $ 20 juta/hari
13. Dengan demikian, kamu Muslim yang merokok menyumbang ke Israel $ 2.4 juta/hari dan $ 28.8 juta/tahun atau $ 288 juta/10 tahun

Ini fakta terkait dengan sumbangan para hadirin dan kaum Muslilimin lain di dunia kepada negera Yahudi. Bayangkan, mereka membakar uang sebanyak $ 400 juta/hari, sambil merusak diri sendiri (kesehatan sendiri) serta menyumbang pula ke Israel. Padahal menurut para Mujahidin Palestina, untuk memerdekakan Palestina dan Masjid Aqsha dari penjajahan bangsa yahudi diperlukan dana $ 500 juta/tahun. Sedangkan Anda habiskan untuk belanja rokok saja $ 400 juta/hari, atau sekitar $ 4.8 Milyar / tahun? Apakah ini perbuatan yang bisa diterima akal sehat? Apakah perbuatan ini tidak akan memancing murka Allah?

Dana yang Anda habiskan untuk merokok akan lebih baik digunakan kepada hal-hal yang bermanfaat lainnya; di antaranya tabungan untuk menunaikan ibadah haji misalnya. Jika Anda menabung setiap hari senilai satu bungkus rokok, atau sekitar Rp 10,000 maka uang Anda akan terkumpul sebanyak Rp 300.000/bulan, atau sekitar Rp 3.6 juta pertahun. Dalam sepuluh tahun Anda akan mampu menunaikan ibadah Haji yang biayanya tahun ini hanya sekitar Rp 30 juta.

Kalau Anda merokok selam 30 tahun, berarti Anda mampu berangkat haji dan dengan dua orang anggota keluarga yang lain. Lalu Anda katakan, saya belum bisa menunaikan ibadah haji karena Allah belum memberi Anda rezki yang cukup. Faktanya adalah, Anda dengan sengaja membakar setiap hari sebagian rezki yang Allah berikan itu dan digunakan untuk merusak diri sendiri, orang-orang lain di sekitar Anda. Dan lebih miris lagi, secara tidak sadar Anda menyumbang kepada Israel yang sedang mencaplok tempat suci Anda sendiri dan setiap hari membunuh saudar-saudara Anda di Palestina? Believe it or Not? Anda percaya atau tidak? Mereka serempak menjawab, “Percaya!”

Setelah mendengarkan fakta-fakat tersebut, Alhamdulillah, para peserta sepakat untuk tidak merokok di dalam ruang training dan bahkan sebagian besarnya berjanji untuk meninggalkan rokok secara bertahap. Akhirnya training dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan asap rokok para peserta sampai training selesai.

Pada acara penutupan training, tiba-tiba kami dikagetkan dengan lima orang peserta sebagai utusan para peserta training yang maju kedepan untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mengikitu acara training. Yang menarik adalah, mereka bukan menyampaikan kritik, saran atau kesan. Melainkan membacakan sumpah dan komitmen untuk berhenti merokok selama-lamanya. Inilah hasil spiritual training yang nyata, kata mereka. Mereka mengaku, selama ini merokok karena belum mengetahui begitu besar mudarat yang ditimbulkan kebiasaan merokok, sambil mengatakan, “Sekarang saatnya kita bangun spiritual kita bebas dari rokok dan berhenti merokok adalah pintu masuk dunia spiritual yang lebih dalam dan lebih kongkrit”, ungkap mereka. Lalu, mereka meneriakkan takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Kamipun berucap dalam hati sambil terharu; Selamat berhenti merokok bapak-bapak. Semoga senantiasa mendapt ridha-Nya. Amin.



7 Des 2009

Mendiknas: UN Seperti Ujian Sekolah

PEKANBARU--Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, meminta agar tidak perlu ada kekhawatiran terhadap ujian nasional (UN). Dia berpendapat, UN sama saja dengan ujian-ujian lain yang dilakukan di sekolah.

Menurut dia, ujian adalah sesuatu yang biasa dalam pendidikan. ''Jadi, itu bukan hal baru, bahkan sudah ada sejak zaman Belanda. Bedanya, sekarang tingkatnya nasional,'' papar Nuh di sela kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu.

UN, tuturnya, adalah alat ukur dalam rangka melihat dan meningkatkan kemampuan siswa. Ia lantas membandingkan jika ingin berkompetisi di tingkat internasional, tentu harus berhasil dulu di tingkat nasional.

Selain itu, ujian nasional juga bukan satu-satunya syarat kelulusan. Lulus-tidaknya siswa ditentukan empat hal. Pertama, siswa sudah menyelesaikan seluruh program pendidikan, kedua, dinyatakan lulus aspek moral dan akhlak, ketiga, lulus ujian sekolah, dan terakhir, lulus ujian nasional.

Dengan demikian, dia mengharapkan agar masalah UN tidak perlu diperdebatkan lagi. Mendiknas pun kembali menegaskan pemerintah tetap akan menggelar UN pada Maret 2010 mendatang.

Pada saat yang sama dijelaskan, Depdiknas terus mengevaluasi UN sebagai upaya perbaikan. Sasarannya bukan sekadar menentukan lulus atau tidak lulus. ''Tapi, juga memetakan apa saja kekurangan yang perlu di-/upgrade/," tegas Nuh.

Tahun ini, Litbang Depdiknas telah memulai evaluasi sejak satu setengah bulan terakhir. Aspek yang ditelaah misalnya menyangkut mata pelajaran yang paling tinggi tingkat ketidaklulusannya di satu daerah. ''Mungkin matematikanya masih kurang bagus, pada bab mana. Nah nanti itu diperbaiki,'' papar Nuh.

Dengan begitu, tidak semua mata pelajaran perlu di-/upgade/. Dengan demikian diharapkan perbaikan bisa lebih fokus serta terarah.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Fasli Djalal, menambahkan pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk pembenahan pendidikan, mulai dari kuantitas dan kualitas guru hingga bantuan sekolah. Untuk sertifikasi guru misalnya, sejak 2006 hingga 2009 telah mencapai jumlah 600 ribu guru, dengan anggaran lebih Rp 12 triliun. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga meningkat dari tahun ke tahun.

Bila di tahun 2006 baru sekitar Rp 4 triliun, tahun 2007 naik menjadi Rp 8 triliun, dan tahun 2010 nanti mencapai Rp 16 triliun. Begitu juga Dana Alokasi Khusus (DAK) yang naik bertahap dari tahun 2006 hanya Rp 1,2 triliun tahun 2009 ini sudah menjadi Rp 10 triliun. yus/rif



KSAD: Belum Ada Indikasi Gejolak pada 9 Desember


REPUBLIKA--Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, hingga saat ini TNI belum melihat adanya indikasi akan terjadi gejolak yang mengarah kepada kekacauan nasional terkait peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember 2009. "Di masyarakat, saya belum melihat ada tanda-tanda ke arah situ. Di permukaannya tidak ada. Mudah-mudahan tidak ada. Mudah-mudahan kondusif," katanya, di sela-sela Apel Danrem-Dandim Terpusat di Jakarta, Senin.

Kasad mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu ataupun ajakan yang ingin mengacaukan situasi nasional.
"Kita harus cerdas, jangan sampai mau dipermainkan. Seolah-olah kita memainkan peran, padahal kita yang diperankan. Seolah-olah kita jadi sutradara, padahal kita jadi pelaku. Imbauan saya, masyarakat jangan terpancing, pers tetap tenang," ujarnya.

George menambahkan, jika nantinya terjadi tindakan atau aksi yang membahayakan stabilitas nasional, TNI akan bertindak sesuai dengan hukum. "Kalaupun mau dilanjutkan, ya silakan. Kita 'kan punya hukum dan kita sudah sepakat hukum sebagai panglima tertinggi," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro mengatakan, menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember, situasi Ibukota Jakarta dan sekitarnya relatif kondusif. "Belum, belum ada hal yang mengkhawatirkan. Meski ada beberapa aksi unjukrasa belakangan ini meningkat di Ibukota Jakarta dan sekitarnya, tetapi semua masih terkendali," katanya.

Ia menambahkan, hingga kini pihaknya hanya bersiaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi menjelang, saat dan setelah 9 Desember 2009. "Ya kita tetap siaga, berkoordinasi dengan semua pihak terutama polri mengantisipasi semua kemungkinan," ujar Darpito.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kekhawatirannya akan terjadi aksi yang dapat menimbulkan kekacauan pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang akan dilakukan pada 9 Desember. Sikap ini sempat menuai kritik dan bantahan dari sejumlah aktivis penggiat antikorups