6 Nov 2009

Usai Tawuran Mahasiswa, Polisi Sita Senjata Rakitan


Liputan6.com, Makassar: Aparat gabungan Kepolisian Resor Kota Makassar Timur dan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat menyisir Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di kawasan Parang Tambung, Kamis (29/10) malam. Polisi masuk kampus tersebut mendapat izin Rektor UNM. Sebelumnya, mereka dihalangi para mahasiswa dengan menutup pintu kampus.

Dalam penyisiran hampir dua jam, polisi menemukan sejumlah senjata rakitan, senjata tajam, dan ketapel yang diduga milik mahasiswa yang terlibat bentrokan. Hingga Jumat ini, polisi telah meminta keterangan dua mahasiswa, yaitu Imran (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra) serta Fajrin.

Bentrokan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra dengan Fakultas Teknik UNM terjadi kemarin sore. Penyebabnya diduga hanya karena saling ejek yang disusul dengan lempar-melempar batu maupun kayu [baca: Tawuran Coreng Makna Peringatan Sumpah Pemuda].

Tak jelas siapa yang memulai. Namun, tawuran diduga dipicu dendam mahasiswa Fakultas Teknik karena spanduk penyambutan mahasiswa baru di fakultas mereka dibakar pada akhir agustus lalu. Memalukan memang, calon intelektual yang dipersiapkan menjadi pendidik, ternyata memilih kekerasan untuk menuntaskan masalah.(ANS)




1 komentar:

  1. Kasihan, calon guru kok kayak gitu, gimana bisa mendidik siswanya? Jadi guru bukan hanya mengajar, tapi memberikan suri tauladan yang mumpuni. Kayaknya perlu reformasi nih. Reformasinya dari up to follow.

    BalasHapus

Silahkan Isi Komentar: