5 Nov 2009

Komisi III Janji Perhatikan Tunjangan PNS

ENREKANG -- Dalam rapat komisi III DPRD Enrekang yang membidangi Kesra bersama sejumlah SKPD, Kamis, 29 Oktober kemarin, legislator Demokrat, Fit Salija, memberi apresiasi terhadap pegawainegeri sipil (PNS), yang lembur dan bertugas dari pagi hingga keesokan harinya.

"Mereka yang bertugas 24 jam itu perlu diperhatikan tunjangannya, termasuk pegawai yang ada di lingkup kesehatan yang melayani masyarakat," katanya.
Menurut Fit, kalau memang ada regulasi yang mengatur, maka apa salahnya tunjangan itu diberikan, tetapi jika tidak ada maka dianggap perlu untuk dibuatkan regulasi agar anggarannya bisa diusulkan pada APBD 2010 mendatang.
Selain tunjangan yang menjadi perhatian Fit, mantan legislator PPNUI priode 2004-209 itu juga mengusulkan kepada dinas kesehatan, agar setiap puskesmas memiliki apoteker.
"Kalau tidak ada apoteker di setiap puskesmas, maka dikhawatirkan pasiesn bisa salah resep obat,"tuturnya.
Fit menambahkan, dalam sistem penyusunan anggaran APBD, setiap puskesmas diharapkan terlibat dalam penyusunan anggaran, sebab tidak semua anggaran sama setiap puskesmas.
Fit mencontohkan, antara Puskesmas Enrekang dengan Puskesmas Curio, Enrekang mobilisasi dapat dijangkau sedangkan Curio tidak. Itu berarti, penggunaan anggaran harus lebih besar di Puskesmas Curio daripada Puskesmas Enrekang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Enrekang, Dr Muhammad Yamin, mengatakan, tunjangan pegawai akan dibicarakan lebih lanjut, jika memang regulasinya sudah ada.
Yamin juga menegaskan bahwa selama ini, setiap puskesmas sudah diikutisertakan dalam penyusunan anggaran.
Sebab, kata dia dasar dari anggaran Dinkes berasal dari asukan setiap puskesamas di kecamatan. (mir/din/b)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: