26 Okt 2009

Tim Sepeda Jelajah Nusantara Kesulitan Rute Enrekang

ENREKANG -- Rombongan tim sepeda jelajah nusantara yang diikuti 70 peserta mengalami kesulitan saat menempuh rute di Kabupaten Enrekang, Minggu, 18 Oktober. Medan jalan sepanjang rute yang dilalui peserta cukup berat.

Peserta sepeda jelajah nusnatara dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Papua, dan Jawa Barat, termasuk satu turis dari Selandia Baru, Poitra, menempuh rute Desa Kaluppini, Kecamatan Enrekang, melewati rute desa Data, Sarong, dan Leon lalu finis di Desa Mendatte, Anggeraja.

Peserta dilepas asisten II Setda Enrekang, Mustakim di Desa Kaluppini pukul 08.00 Wita dan finis pada sore hari. Para peserta mengaku kesulitan melewati rute tersebut karena medan jalan yang sangat berat.
"Jalan menanjak dan menurun selalu bergantian yang memberatkan karena medan jalan yang masih jalan perintisan sehingga banyak bebatuan di jalan," kata Basri, peserta yang pertama finis.



Basri menjelaskan, sepanjang perjalanan, tiga orang rekannya pingsan, itu karena terik matahari yang cukup panas. Dia mengatakan, rute yang dilaluli di Kabupaten Enrekang cukup menatang dibanding rute lainnya yang pernah dijelajahi di Sulsel seperti Jeneponto dan Maros.

"Jaraknya hanya sekira 30 kilometer, tapi ditempuh delapan jam. Rute Enrekang cukup menantang deh," kata Basri. Padahal, prakiraan sebelumnya rute tersebut bisa ditempuh paling lambat lima jam dan dijadwalkan makan siang di Desa Mendatte. Ternyata prakiraan itu meleset. (kas)

Komentar:
Kami saat SMA dulu, pernah mengajukan proposal untuk keliling Enrekang dengan jalan kaki. Kegiatan ini sebagai wujud kecintaan dan penasaran kami terhadap bumi massenrempulu yang luas nan unik kala itu. Tapi, proposal itu belum direalisasi sampai sekarang. Mudah-mudahan ke depan ada yang merealisasikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: