Telapak Kaki Perdana Menteri Malaysia Diabadikan

Posted by kpmmjogja.com 19 Oktober 2009 0 comments
Bantahan terhadap pernyataan Andi Mallarrangeng "Orang Makassar belum saatnya jadi Presiden."
Makassar: Jejak telapak kaki Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak yang didampingi istrinya Datin Sri Rosmah Mansyur diabadikan dengan dicetak pada tanah liat saat pulang kampung ke tanah leluhurnya, di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (15/5).

Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo mengatakan pengambilan jejak telapak PM Malaysia ini diabadikan sebagai kenangan sejarah, akan dibuat beberapa cetakannya dari keramik untuk disimpan dibeberapa tempat diantaranya di Museum Balla Lompoa Gowa.


Jejak telapak kaki diambil dengan menjejakkan kaki Najib dan istrinya diatas tanah liat, dimana tanah liat ini diambil di tempat pelantikan raja-raja Gowa di daerah Katangka yang merupakan tempat turunya raja Gowa pertama yakni I Tumanurung.

Imanuddin Jaya, staf pengajar bagian seni dan budaya yang juga panitia kegiatan kedatangan PM Malaysia di Gowa, mengatakan jejak telapak kaki PM Malaysia ini diambil mulai dari kaki sebelah kanan yang maknanya semua hal selalu dimulai dengan kebaikan, barulah kemudian disusul kaki kiri.

Ichsan menjelaskan hubungan silsilah kerajaan Gowa dengan PM Malaysia. Raja Gowa ke-16 yakni I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Muhammad Bakir yang bergelar Sultan Hasanuddin memiliki putra yakni Raja Gowa ke-19 I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Djalil Tumenanga ri Lakiung, salah satu dari putra Sultan Abdul Djalil ini merantau ke Paha, Malaysia yang kemudian melahirkan keturunan yakni Tun Abdul Razak.

Najib sendiri mengungkapkan bahwa kunjungannya kali ini bukan datang melainkan balik ke tanah leluhur, karena dia masih keturunan dan anak Gowa. "Saya ini anak keturunan Djalil yang merantau sampai generasi kesebelas yang akhirnya kembali, jadi darah yang mengalir dalam tubuh saya adalah sarah Gowa," katanya sembari menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk mengambil tahta Gowa.

Najib mengaku bangga menjadi keturunan kerajaan Gowa, dan semangat orang Bugis-Makassar yang selama ini masih melekat padanya. Ia juga mengaku bahwa Wakil Persiden, Jusuf Kalla pernah berkata soal ada falsafah yang dipegang orang Bugis-Makassar yakni 3 mata, masing-masing ujung lidah yang dimaknai orang Bugis-Makassar bijak dalam menyelesaikan masalah, ujung itu (maksudnya semacam kemaluan), dan ketika ujung pedang yang dimaknai bahwa dimana saja orang Bugis-Makassar dimana saja bisa berjaya.

PM Malaysia keenam ini mengungkapkan bahwa terimakasih atas sambutan hangat yang diterima di tanah leluhurnya, dan mengaku apa yang didapat saat ini termasuk kedudukannya, ada andil dari doa masyarakat Gowa. Ia berharap, pada perayaan hari jadi Gowa, 17 November mendatang keluarga besarnya bisa berkunjung kembali ke Gowa.

Dalam rombongan selain keluarga PM Malaysia, juga tampak Dubes Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Zein, Dubes Indonesia untuk Malaysia Dai Bachtiar bersama istri, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan istri.



0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan Isi Komentar: