26 Okt 2009

HARI ULANG TAHUN KPMM KE-12 BERLANGSUNG ‘PANAS’ DAN ADU SARAF

Hari ulang tahun KPMM ke 12 berlangsung sederhana di asrama yang belum tersentuh renovasi sejak gempa bumi tahun 2006 ini, berlangsung ‘panas’ dan penuh dengan adengan adu saraf. Ulang tahun kali ini dihadiri oleh sebagian besar pelajar, mahasiswa dan sesepuh serta tamu undangan. Tamu undangan yang hadir diantaranya ketua DPW Hikmah cabang Yogyakarta, Bapak Azkari. Turut hadir pengawas dan asset pemda yang ditunjuk langsung oleh Bapak bupati, Muhammad Nur, SH. M.Kn.

Acara berlangsung dari jam 8 sampai dengan jam setengah 10 malam. Setelah pembukaan dengan membaca basmalah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an surat Al Furqan. Saat pembacaan ayat suci, semua hadiran hikmat sebagai wujud penyerahan diri kepada Allah SWT. Namun, setelah beberapa menit, forum kembali cair dengan selingan sambutan awal oleh ketua KPMM Jogjakarta periode 2009. “Kita telah banyak melakukan kegiatan pada kepengurusan kali ini. Kita telah memperkenalkan KPMM, baik di daerah maupun di Jawa ini. KPMM ke depan akan semakin solid, apalagi saat ini, teman-teman kita di Malang telah memutuskan untuk menjadi Cabang dari KPMM Jogjakarta.” Kata Jasman dalam sambutannya.



Setelah sambutan dari ketua KPMM, selanjutnya sambutan dari yang dipertuakan, Bapak Azkari. Bapak ini telah berpuluh-puluh tahun di Jogjakarta, bahkan telah memiliki cucu. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat ulang tahun KPMM Jojakarta yang ke 12, semoga tetap eksis dan memberikan yang terbaik untuk daerah kita “Enrekang”. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Muhammad Nur dalam kapasitasnya sebagai pengawas dan asset pemda Enrekang yang ada di Yogyakarta. “Sebenarya, asset yang paling berharga adalah kalian ini, para pelajar dan mahasiswa. Kalau bangunan ini, tidak seberapa harganya, apalagi belum direnovasi kayak gini.” Kata bapak yang sejak tahun 90-an telah di Yogyakarta mengomentari statusnya sebagai pengawas asset. “Oh..iya, sebenarnya ada yang ingin saya katakana, tapi nanti saja kalau acara ini sudah selesai.” Sambung bapaknya memandangku seakan memohon kepada hadirin untuk menyempatkan waktu setelah acara formal. “Ada apa ya…?” Kata kami sembari memandangi satu sama lain. Bersambung ….



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: