23 Okt 2009

Dangke Enrekang Sulit Diekspor

ENREKANG -- Produksi dangke Enrekang yang masih sangat terbatas menjadi kendala bagi pengusaha untuk memenuhi permintaan dari Luar Negeri. Kepala Dinas Peternakan Enrekang, Drs Yunus Abbas, bahkan mengaku belum bisa memenuhi kebutuhan pangsa pasar ke luar negeri mengenai produksi Dangke.

Ia mengatakan, produksi dangke setiap harinya hanya bisa mencapai 2.200 biji. Jumlah ini hanya bisa memenuhi permintaan warga Enrekang.
"Rata-rata jumlah ini habis satu hingga dua hari, sehingga untuk
memenuhi kebutuhan konsumen di luar daerah termasuk untuk diekspor ke luar negeri itu tidak bisa direalisasikan," katanya.
Estimasinya, untuk memproduksi satu biji dangke, diperlukan 1,5 liter susu. Berarti dibutuhkan 330 liter susu perhari untuk dapat memproduksi sekira 2.200 biji.

Pemkab Enrekang rencananya akan melakukan penambahan induk sapi
perah untuk memenuhi kebutuhan susu sebagai bahan baku dangke. Tahun 2009 ini, kata Yunus, Pemprov telah berjanji akan membantu pengadaan 100 ekor induk sapi perah.

"Kita berharap ada bantuan sapi dari pemerintah pusat dan provinsi, sehingga kebutuhan dangke konsumen baik di Enrekang maupun di luar kabupaten atau di luar negeri bisa terpenuhi,"jelasnya. (mir/din/b)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: