16 Sep 2009

Orang Indonesia lebih berhati?


Orang Indonesia lebih berhati?
Dalam pergaulan sehari-hari di Indonesia kita sering mendengar kata hati. Hati-hati, perhatian, hati-hati ya…! Tapi kalau kita mendengar ucapan orang barat, maka yang sering kita dengarkan adalah saya pikir, saya pikir, I think.
Orang Indonesia dalam menghadapi suatu masalah cenderung menggunakan hati ketmbang rasio. Hal ini bias kita lihat dalam perkataannya, misalnya; saya rasa dari rasanya makanan ini menggunakan penyedap rasa. Beda lagi kalau orang barat, saya pikir anda berpikiran seperti seorang pemikir.


Lantas, apa perbedaan orang yang menggunakan hati dengan pikiran dalam menyelesaikan masalah? Orang yang menggunakan hati cenderung cepat, tanggap dan rela mengambil resiko. Tapi kalau menggunakan pikiran, maka cenderung lamban karena harus berpikir resiko, dampak, dan manfaatnya yang bisa muncul dari tindakannya tersebut. Wallauhu’alam
Idealnya, kedua pola antara hati dan pikiran harus berjalan bersama-sama sehingga pimpinan dapat menjalankan tugasnya dengan cepat, tepat dan penuh pertimbangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: