28 Agt 2009

Hari ke-7, Pengganti Ust. Jafar Umar Thalib: Ikhlas dan Toleransi

Kenapa Allah mewajibkan kita berpuasa? Adalah mendidik keihlasan kita sebagai seorang hamba. Ikhlas sangat berarti sehingga di dalam AL Qur'an ada surat khusus yang dinamakan surat Al Ikhlas. Ikhlas dapat diartikan bersih dari kotoran, memakan makanan yang halal.

Menurut penceramah Jum’at kemarin, ”Apa yang kita makan itulah yang mendasari karakter kita. Kalau yang kita makan sesuatu yang haram, maka wujud dari tingkah laku kita sehari-hari adalah tidak jauh dari yang haram.” Kata pengganti Jafar Umar thalib ini, ketika sang ustadz batal hadir karena ada kegiatan lain.

Ikhlas pengertiannya tidak sempit, tidak hanya berhubungan ibadah kepada Allah saja Ibadah sepeti sholat, puasa, umrah saja, tapi ikhlas juga dapat diartikan sebagai keikhlasan dalam menjalin hubungan sosial dengan masyarakat. Sambung pengganti ustadz yang pernah memimpin laskar jihad di Ambon dan Poso. Ustadz keturunan Arab dan Madura.


Ikhlas adalah inti sari dari keimanan, Dengan ikhlas, kita percaya bahwa hanya Allah satu-satunya tujuan ibadah kita. ketika ikhlas menjadi karekter kita, maka dalam kehidupan sehari-hari, kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah.

Namun, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang keihlasannya bertambah hanya ketika ditimbah bencana, kekhusuannya kelihatan ketika berdampingan dengan calon mertua. Dan sholat tahajjud dilaksanakan ketika ingin menghadapi ujian semester. Tentu ini tidak salah, tapi yang perlu ditanamkan adalah keihlasan itu tetap terjaga ada maupun tidaknya bencana, senang maupun susah.

Apapun yang kita lakukan haruslah dengan dasar ikhlas, dengan ikhlas apapun yang kita lakukan hanya untuk mendapat ridha Allah. Begitupun ketika kita berinteraksi dengan sesama. Kita menyakini bahwa Allahlah satu-satunya pencipta. Allah menciptakan semua umat manusia, baik Bergama islam, Kristen dan lain-lain. Dengan demikian, kita senantiasa menjaga toleransi atas dasar kesamaan asal usul tersebut. Jelas pengganti Ustadz yang beraliran Salafy dan menjunjung tinggi Ahlusunnah Wal Jamaah dan pernah menempuh jihad di Afganistan saat melawan Uni Soviet.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: