31 Agt 2009

Hari ke-9, Prof. Dawam Raharjo

Pelaksanaan rangkaian sholat Isya dan tarawih di Masjid Syuhada hari ini beda dari biasanya. Seperti umumnya, penceramah menyampaikan petuahnya sebelum pelaksanaan sholawat tarawih dan witir. Tapi kali ini, setelah kedua sholat sunnat itu.

Setelah sholat witir, barulah sang penceramah naik ke atas mimbar dan mengucapkan salam pembuka. Tapi sekejap, sebagian besar jamaah berhamburan keluar. Saya cuman berpikir, mungkin karena sudah selesai sholat yang menjadi tujuan utama mereka dan ceramah bagi mereka tidak penting.

Prasangka saya ternyata meleset, karena beberapa saat kemudian, saya juga turut kabur dan meninggal masjid. Saya turut kabur setelah aras-arasan mendengar petuah sang Profesor itu. Sebelum kabur, Saya monyok di dekat pintu keluar sambil mengeluarkan HP yang telah di-offkan nada deringnya. Kubuka google dan kuketik kata kunci Prof. Dawam Raharjo. Apa yang kudapat...? Silahkan cari sendiri, ketik kata kunci di atas dan anda akan terperanjak kalau belum tahu.

Dari pertemuan singkat itu, yang bisa saya tangkap adalah Dia membahas tentang Islam dan Kebudayaan. Beliau yang juga lulusan Ekonomi UGM memperbandingkan Islam dan Kebuduyaan. Dia mengutip, bahwa sebagian umat Islam mepercayai bahwa Islam adalah agama yang datangnya dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Sedangkan budaya adalah hasil karya, karsa dan cipta manusia. Di lain hal, dia memuji keberhasilan partai Islam walau sebagian kalangan mengatakan kegagalan. "Saya justru berpendapat bahwa partai Islam telah berhasil karena telah mengakui semua agama." Itulah petikan yang bisa saya publish. Mohon maaf bila ada yang salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: