27 Agt 2009

Hari ke 5, Prof. Dr. Damardjati S

Kali ini di masjid Syuhada, “Masjid syuhada ini adalah monument hidup perjuangan para syuhada kita.” Ucap guru besar filsafat UGM ini. Namanya jurusan filsafat, saat naik mimbar, bapaknya tidak mengucapkan salam. Entah dalihnya apa, saya hanya memperhatikan dia menunjuk bibirnya dan bisa menangkap bahwa ucapan salam tidak perlu diulang karena sudah diucapkan oleh protokolernya.
Dalam ceramahnya itu, saya hanya bias menangkap beberapa hal, “Lihat Brunai, Brunai yang negaranya kecil dan pendidikannya yang lebih baik ketimbang Indonesia, tapi tabungan rakyatnya bisa untuk membeli mobil Rolls. Saya baru kali ini memberikan ceramah dan dijemput dengan mobil rolls yaitu saat ke Brunai. Kenikmatan naik mobil rolls hanya dikalahkan dengan menaiki pasangan. Jama’ah pun sorak tertawa.” Bapaknya sering menganggap lelucon hal seperti itu.

Kenapa Brunai menjadi makmur seperti itu? Padahal kalau dilihat, negaranya kecil. Kuncinya adalah mereka menggunakan Sitem Islam dalam perekonomiannya, mereka tidak memakan riba, bank-bank yang ada di sana menggunakan sistem ekonomi syariah. Sambung bapaknya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: