27 Agt 2009

Hari ke 4, Drs. Imam Mujiono, M.Ag

Ada 3 pola keberagamaan kita, pola atau tata cara itu adalah: yang pertama pola oval, kedua pola naik turun, dan yang ketiga pola tornado.
Pola oval ini adalah seperti halnya lingkaran, lingkaran jika ditempatkan dimana pun bentuknya tetap sama. Ketika seseorang masuk dalam pola ini, maka pendidikan atau ketakwaannya tidak berkembang walaupun dia telah dinyatakan s1, s2 ataukah s3. Sepeti halnya lingkaran, dia akan berputar-putar hanya pada lingkaran tersebut. Sebagai contoh, pendidikan agama kita waktu SD tidak pernah bertambah dan cenderung berkurang walau ktia telah dinyatakan lulus s1. Nah…inilah yang dinamakan pola oval.


Jika seseorang berada dalam pola oval ini, maka dapat dipastikan dia tergolong orang yang merugi. Seperti yang disabdakan Rasulullah, Jika kemarin amal seseorang itu sama dengan sekarang maka orang itu termasuk merugi. Tanpa peningkatan amal, seseorang akan tergolong merugi apalagi jika seseorang itu mengalami penurunan, maka dia akan lebih merugi lagi bahkan celaka. Celaka baik di dunia maupun di akhirat.

Celaka di dunia seperti kurangnya harta, dihantui banyak masalah dan kasus-kasus lain yang membuat hatinya gelisah. Walaupun mereka kaya raya, tapi kalau hartanya didapat dari hasil korupsi, menjudi dan tindakan haram lainnya, maka secara rohaniah hatinya tidak akan tenang. Sedangkan kecelakaan di akhirat adalah dengan dimasukkannya ke dalam neraka. Neraka yang siksanya tidak ada tara di dunia ini.
Pola yang kedua, pola naik turun seperti kurva. Pola inilah yang kebanyakan kita anut. Ketika iman kita naik, maka kita rajin melaksanakan ibadah. Sebaliknya, ketika iman kita down maka kita enggan melaksanakan perintah Allah seperti sholat, puasa, dan ibadah sunnah. Untuk menjaga agar iman kita tetap naik dan tidak cenderung turun, maka kita harus bersama dengan orang-orang yang beriman. Dengan bersama mereka, maka kita senantiasa terpancing untuk melakukan kebaikan. Berteman menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, karena seperti kata petuah, jika kita berteman dengan tukang besi maka kita akan ketular baunya. Jika kita berteman dengan tukang minyak wangi, maka wangi minyaknya akan ketular ke kita.

Pola yang terakhir adalah pola tornado, atau kecenderungan untuk terus meningkat. Kita memperhatikan tornado, dari awalnya kecil kemudian makin meninggi dan semakin membesar, membesar dan membesar. Orang yang masuk dalam kategori ini adalah imannya tetap terjaga, waktunya hanya untuk ibadah kepada Allah, seluruh aktifitasnya tidak ada yang sia-sia.

Mudah-mudahan kita tergolong pada pola yang ketiga, yaitu pola Tornado. Dan dengan puasa, kita berharap dapat menggapai dan termasuk dalam pola tersebut.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: