31 Agt 2009

Nama lain UFD

UFD adalah singkatan dari USB Flash Disk yaitu sebuah flash disk dengan interface USB. Sering juga disebut sebagai pendrive, USB Drive, Thumb Drive, dan lain sebagainya.

Sedangkan Flash Disk sendiri adalah sebuah media penyimpanan eksternal yang fleksibel yang bisa kita bawa kemana-mana. Kapasitas dari flash disk yaitu 128 Megabite sampai dengan 64 Gigabite. Kingston adalah salah satu perusahaan yang telah merilis flash disk dengan berkapastias 64 gigabite dan mungkin saja akan terus meningkat seiring kebutuhannya.

Sedangkan penemu flash disk masih menjadi perdebatan, tapi penemu flash memori (NOR dan NAND) adalah seorang yang pernah bekerja pada perusahaan Tosiba, namanya Dr. Fujio Masuoka pada tahun 1984.




Hari ke-9, Prof. Dawam Raharjo

Pelaksanaan rangkaian sholat Isya dan tarawih di Masjid Syuhada hari ini beda dari biasanya. Seperti umumnya, penceramah menyampaikan petuahnya sebelum pelaksanaan sholawat tarawih dan witir. Tapi kali ini, setelah kedua sholat sunnat itu.

Setelah sholat witir, barulah sang penceramah naik ke atas mimbar dan mengucapkan salam pembuka. Tapi sekejap, sebagian besar jamaah berhamburan keluar. Saya cuman berpikir, mungkin karena sudah selesai sholat yang menjadi tujuan utama mereka dan ceramah bagi mereka tidak penting.

Prasangka saya ternyata meleset, karena beberapa saat kemudian, saya juga turut kabur dan meninggal masjid. Saya turut kabur setelah aras-arasan mendengar petuah sang Profesor itu. Sebelum kabur, Saya monyok di dekat pintu keluar sambil mengeluarkan HP yang telah di-offkan nada deringnya. Kubuka google dan kuketik kata kunci Prof. Dawam Raharjo. Apa yang kudapat...? Silahkan cari sendiri, ketik kata kunci di atas dan anda akan terperanjak kalau belum tahu.

Dari pertemuan singkat itu, yang bisa saya tangkap adalah Dia membahas tentang Islam dan Kebudayaan. Beliau yang juga lulusan Ekonomi UGM memperbandingkan Islam dan Kebuduyaan. Dia mengutip, bahwa sebagian umat Islam mepercayai bahwa Islam adalah agama yang datangnya dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Sedangkan budaya adalah hasil karya, karsa dan cipta manusia. Di lain hal, dia memuji keberhasilan partai Islam walau sebagian kalangan mengatakan kegagalan. "Saya justru berpendapat bahwa partai Islam telah berhasil karena telah mengakui semua agama." Itulah petikan yang bisa saya publish. Mohon maaf bila ada yang salah.
30 Agt 2009

Apa Blackberry itu?

Awalnya, blackberry diperkenalkan pada tahun 1999 sebagai two-way pager. Sebuah perangkat Text Massaging yang popular di Amerika Serikat, dengan tampilan Monochrome. Baru pada tahun 2002, Blackberry mulai memperkenalkan produk smartphone dengan layar berwarna yang menarik,

yang tentu saja berfungsi sebagai mobile telephone, mendukung push email, SMS, Internet Faxing, Web Browser dan lainnya. Dikembangkan oleh Research In Motion (RIM), sebuah perusahaan asal Kanada, juga memiliki dukungan layaknya PDA, seperti address book, calendar, to-do list, dan seterusnya. Model terkininya lebih dikenal dengan kemampuan mengirim dan menerima e-mail, blackberry messenger, dan keyboard Qwerty terintegrasi.
28 Agt 2009

WARGA ASRAMA ENREKANG DALAM BAYANG-BAYANG KERUNTUHAN

Gempa kembali mengejutkan daerah Jogjakarta beberapa hari yang lalu. Di daerah bantul, sebagian warga lari ketakuan dan serempak keluar dari rumah menyelamatkan diri. Gempa ini terjadi pada pagi hari dan membangunkan warga yang masih terlelap. Kekuatan gempa diperkirakan 4.4 Skala richter dan terjadi di kedalaman 10 KM di bawah permukaan laut.


Kisah ini mengingatkan kita pada gempa di Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Gempa bumi yang menewaskan ribuan orang. Namun, satu kesyukuran bagi warga Enrekang karena tidak satupun warganya yang jadi korban.

Namun demikian, dengan terus adanya gempa yang menghatui warga Jogjakarta, bukan tidak mungkin akan mendatangkan korban dari warga Enrekang, khususnya penghuni asrama massenrempulu Yogyakarta. Asrama yang beramalat di Jl. Letjend Suprapto ini kondisinya belum direhabilitasi pasca gempa 2006 lalu. Bayangkan, sudah 3 tahun lebih! Proposal pun silih berganti diajukan.

Kondisi asrama pun makin diperparah dengan adanya gempa yang belakangan ini terjadi, walau intensitasnya relative tidak sedahsyat beberapa tahun lalu. Tahun itu, pemda Enrekang hanya menyalurkan bantuan 200 ribu per anak kepada kurang lebih 30 warga Enrekang yang umunya sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Kondisi terakhir yang bisa kami publish, kondisi saat saya ada di asrama dan menghuni kamar yang ada bagian atas adalah adanya retakan-retakan baru pada dinding. Retakan tersebut panjangnya sekitar 2 meter memanjang horizontal. Dinding ini tidak memiliki tulangan beton sehingga retakan pada sudutnya semakin lebar.

Olehnya itu, kami meminta do’anya, semoga asrama ini tidak jatuh dan menimpah warga yang ada di belakang kami. Karena mungkin, bagi pemda nyawa kami tidaklah berharga. Buktinya, sudah beberapa kali kami mengajukan proposal, namun jauh panggang dari api. Dan kami juga berdo’a, semoga Allah tetap menjaga iman kita, iman yang akan menyelematkan kita dunia wal akhirat. Wassalam. (@gus)




Hari ke-7, Pengganti Ust. Jafar Umar Thalib: Ikhlas dan Toleransi

Kenapa Allah mewajibkan kita berpuasa? Adalah mendidik keihlasan kita sebagai seorang hamba. Ikhlas sangat berarti sehingga di dalam AL Qur'an ada surat khusus yang dinamakan surat Al Ikhlas. Ikhlas dapat diartikan bersih dari kotoran, memakan makanan yang halal.

Menurut penceramah Jum’at kemarin, ”Apa yang kita makan itulah yang mendasari karakter kita. Kalau yang kita makan sesuatu yang haram, maka wujud dari tingkah laku kita sehari-hari adalah tidak jauh dari yang haram.” Kata pengganti Jafar Umar thalib ini, ketika sang ustadz batal hadir karena ada kegiatan lain.

Ikhlas pengertiannya tidak sempit, tidak hanya berhubungan ibadah kepada Allah saja Ibadah sepeti sholat, puasa, umrah saja, tapi ikhlas juga dapat diartikan sebagai keikhlasan dalam menjalin hubungan sosial dengan masyarakat. Sambung pengganti ustadz yang pernah memimpin laskar jihad di Ambon dan Poso. Ustadz keturunan Arab dan Madura.


Ikhlas adalah inti sari dari keimanan, Dengan ikhlas, kita percaya bahwa hanya Allah satu-satunya tujuan ibadah kita. ketika ikhlas menjadi karekter kita, maka dalam kehidupan sehari-hari, kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah.

Namun, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang keihlasannya bertambah hanya ketika ditimbah bencana, kekhusuannya kelihatan ketika berdampingan dengan calon mertua. Dan sholat tahajjud dilaksanakan ketika ingin menghadapi ujian semester. Tentu ini tidak salah, tapi yang perlu ditanamkan adalah keihlasan itu tetap terjaga ada maupun tidaknya bencana, senang maupun susah.

Apapun yang kita lakukan haruslah dengan dasar ikhlas, dengan ikhlas apapun yang kita lakukan hanya untuk mendapat ridha Allah. Begitupun ketika kita berinteraksi dengan sesama. Kita menyakini bahwa Allahlah satu-satunya pencipta. Allah menciptakan semua umat manusia, baik Bergama islam, Kristen dan lain-lain. Dengan demikian, kita senantiasa menjaga toleransi atas dasar kesamaan asal usul tersebut. Jelas pengganti Ustadz yang beraliran Salafy dan menjunjung tinggi Ahlusunnah Wal Jamaah dan pernah menempuh jihad di Afganistan saat melawan Uni Soviet.




Indonesia Dihina Lagi

Setelah menghina diri sendiri, kini giliran orang lain yang menghina bangsa yang kita cintai ini. Kasus dilewatkannya lagu Indonesia raya saat rapat paripurna DPR dengan Presiden rasanya belum hilang dari ingatan kita, kini giliran orang luar yang menghina lagu kebangsaan yang dibuat oleh WR Supratman. lagu yang menjadi symbol bangsa Indonesia yang kita nyanyian setiap hari Senin, saat pengibaran bendera sejak SD sampai SMA telah diplesetkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Menurut ahli forensic bidang IT, dilihat dari segi bahasanya, bahasa yang digunakan bahasa Malaysia. Tapi masih dilakukan penelusuran siapa penulisnya, dimana tempatnya? Karena bisa saja seseorang memasukkan nama dan tempat yang fiktif ke dalam forum ini. Forum Malaysia ini memuat berbagai komentar yang anti Indonesia dan menginjak harkat serta martabat Indonesia.

Kalau kita masih mempunyai rasa malu, berarti suatu kesyukuran. Tapi, khwatir muncul ketika rasa malu itu telah sirna dimakan kebiasaan. “Ah… biasa! bangsa kita kan memang sudah sering dipermalu, jadi dipermalu bagaimana pun tidak jadi pusing.” Kalau ini yang muncul, maka dengarkanlah kata Pak Amien “Bangsa kita ini sudah dikuasai asing, lihatlah tambang kita, kita sadar dengan itu tapi kita justru jadi penonton dan sesekali mengatakan “Ayo Pak, kuras terus, lagi Pak, kuras terus!” sontak jamaah pada ketawa. Kita marah ketika timnas kalah, kita mengamuk ketika Indonesia berada pada urutan 5 Asean Games, tapi kita tidak pernah marah ketika orang asing asik memaling, merampok harta kita.

Lalu, dengan adanya penghinaan yang dilakukan warga ‘Malaysia’ itu, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan marah, benci dan memaki-makinya? Nasionalisme tidaklah berarti tanpa adanya kesadaran, kesadaran yang saya maksud di sini adalah kesadaran bahwa umat Islam itu hanya satu, kita semua adalah bersaudara tanpa dibatasi oleh wilayah dan Negara. Begitupun dengan warga Malaysia, kita bersaudara dengan mereka. Lagian, nasionalisme itu tidak dikenal dalam Islam yang ada adalah khilafah.




27 Agt 2009

Hari ke 5, Prof. Dr. Damardjati S

Kali ini di masjid Syuhada, “Masjid syuhada ini adalah monument hidup perjuangan para syuhada kita.” Ucap guru besar filsafat UGM ini. Namanya jurusan filsafat, saat naik mimbar, bapaknya tidak mengucapkan salam. Entah dalihnya apa, saya hanya memperhatikan dia menunjuk bibirnya dan bisa menangkap bahwa ucapan salam tidak perlu diulang karena sudah diucapkan oleh protokolernya.
Dalam ceramahnya itu, saya hanya bias menangkap beberapa hal, “Lihat Brunai, Brunai yang negaranya kecil dan pendidikannya yang lebih baik ketimbang Indonesia, tapi tabungan rakyatnya bisa untuk membeli mobil Rolls. Saya baru kali ini memberikan ceramah dan dijemput dengan mobil rolls yaitu saat ke Brunai. Kenikmatan naik mobil rolls hanya dikalahkan dengan menaiki pasangan. Jama’ah pun sorak tertawa.” Bapaknya sering menganggap lelucon hal seperti itu.

Kenapa Brunai menjadi makmur seperti itu? Padahal kalau dilihat, negaranya kecil. Kuncinya adalah mereka menggunakan Sitem Islam dalam perekonomiannya, mereka tidak memakan riba, bank-bank yang ada di sana menggunakan sistem ekonomi syariah. Sambung bapaknya.



Hari ke 4, Drs. Imam Mujiono, M.Ag

Ada 3 pola keberagamaan kita, pola atau tata cara itu adalah: yang pertama pola oval, kedua pola naik turun, dan yang ketiga pola tornado.
Pola oval ini adalah seperti halnya lingkaran, lingkaran jika ditempatkan dimana pun bentuknya tetap sama. Ketika seseorang masuk dalam pola ini, maka pendidikan atau ketakwaannya tidak berkembang walaupun dia telah dinyatakan s1, s2 ataukah s3. Sepeti halnya lingkaran, dia akan berputar-putar hanya pada lingkaran tersebut. Sebagai contoh, pendidikan agama kita waktu SD tidak pernah bertambah dan cenderung berkurang walau ktia telah dinyatakan lulus s1. Nah…inilah yang dinamakan pola oval.


Jika seseorang berada dalam pola oval ini, maka dapat dipastikan dia tergolong orang yang merugi. Seperti yang disabdakan Rasulullah, Jika kemarin amal seseorang itu sama dengan sekarang maka orang itu termasuk merugi. Tanpa peningkatan amal, seseorang akan tergolong merugi apalagi jika seseorang itu mengalami penurunan, maka dia akan lebih merugi lagi bahkan celaka. Celaka baik di dunia maupun di akhirat.

Celaka di dunia seperti kurangnya harta, dihantui banyak masalah dan kasus-kasus lain yang membuat hatinya gelisah. Walaupun mereka kaya raya, tapi kalau hartanya didapat dari hasil korupsi, menjudi dan tindakan haram lainnya, maka secara rohaniah hatinya tidak akan tenang. Sedangkan kecelakaan di akhirat adalah dengan dimasukkannya ke dalam neraka. Neraka yang siksanya tidak ada tara di dunia ini.
Pola yang kedua, pola naik turun seperti kurva. Pola inilah yang kebanyakan kita anut. Ketika iman kita naik, maka kita rajin melaksanakan ibadah. Sebaliknya, ketika iman kita down maka kita enggan melaksanakan perintah Allah seperti sholat, puasa, dan ibadah sunnah. Untuk menjaga agar iman kita tetap naik dan tidak cenderung turun, maka kita harus bersama dengan orang-orang yang beriman. Dengan bersama mereka, maka kita senantiasa terpancing untuk melakukan kebaikan. Berteman menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, karena seperti kata petuah, jika kita berteman dengan tukang besi maka kita akan ketular baunya. Jika kita berteman dengan tukang minyak wangi, maka wangi minyaknya akan ketular ke kita.

Pola yang terakhir adalah pola tornado, atau kecenderungan untuk terus meningkat. Kita memperhatikan tornado, dari awalnya kecil kemudian makin meninggi dan semakin membesar, membesar dan membesar. Orang yang masuk dalam kategori ini adalah imannya tetap terjaga, waktunya hanya untuk ibadah kepada Allah, seluruh aktifitasnya tidak ada yang sia-sia.

Mudah-mudahan kita tergolong pada pola yang ketiga, yaitu pola Tornado. Dan dengan puasa, kita berharap dapat menggapai dan termasuk dalam pola tersebut.




26 Agt 2009

Hari ke 3, Kick Prof. Pak Amien

Hari ke tiga, saya memutuskan untuk melepas kagen dengan maskam (masjid Kampus) UGM. Masjid yang tanpa alat pendingin, karena pendingin alami. Sepintas, rumah Allah yang satu ini beda dengan kebanyakan, dimana tidak ada dinding untuk membatasi pandangan jamaah dengan dunia luar. Yang ada hanya tiang-tiang yang menjulang tinggi, tingginya sekitar 20 meter. Tiang ini sebagai penyangga bangunan yang berlantai 2 ini.

Jamaahnya membludak, bahkan ada yang di luar, yang di luar menggunakan karpet plastik sebagai alas. Biasanya, kalau jamaahnya membludak, penceramahnya mesti yang top-top. Belum iqamah, jamaah sudah pada berdiri, mungkin beda dengan kabanyakan masjid, dimana jamaahnya baru berdiri setelah iqamaah didegungkan.

Ternyata benar, yang menjadi penceramah adalah seorang guru besar, seorang yang juga politikus ulung, seorang tokoh pergerakan yang tinggalnya di Yogyakarta, beliau adalah Prof. Dr. Amien Rais.

Sejurus kemudian, sang prof naik ke atas mimbar setelah sang protokoler selesai mempersilahkan. Bapaknya membuka dengan santai, mulainya -pelan dan lama kelamaan tendensinya dinaikkan.
“Bangsa ini dikaruniakan kekayaan yang melimpah, tapi kok masih terguyu-guyu sedangkan negara lain sudah maju. Karena kenapa? Karena kita mengamalkan Al Qur'an ala kadarnya, jadi kita diberikan reski ala kadarnya juga.” Kini Bapaknya berbicara politik, walau dia sedikit menjastifikasi bahwa dia telah pensiun dari dunia politik. Dia menyayangkan hasil pilpres beberapa waktu lalu, “Pilpres kali ini tidak dihuni eksponen-eksponen kalangan santri, tidak seperti 4 tahun lalu, saat saya kalah itu”. Sontak jamaah cekikikan. “saat itu, kalangan santri masih banyak, anak Pak Amien, ada Salahuddin Wahid dan ada Hamzah Haz. Sambung Pak Amien. “Saudara-saudara sebenarnya, kemarin itu yang dipasangkan adalah Hatta Rajasa, tapi karena pengaruh dari luar, pihak luar menginginkan kalau tidak mau kalau kalangan santri, maka dipilihlah Budiyono. Pak Budiyono tetangga saya di sana.” Kata bapaknya sambil menunjuk ke arah utara.

Saudara-saudara sekalian,
kemarin saya dari Malaysia dan ketemu dengan salah seorang menteri, seorang datuk yang paling berpengaruh ke tiga di sana. Setelah Perdana menteri dan wakilnya. Pak Amin, kulo sakeng Kulonprogo? Lho kok pakai bahasa Jawa. Ternyata dia adalah Cucu warga dari Wates. “Kalau Indonesia seperti Malaysia, kita sudah nomor wahid di Asia.

Simak ceramah Pak Amin di sini, silahkan didownload! Formatnya amr, kalau formatnya mau diubah, silahkan download converternya di sini.

Situs Arrahmah.com "Ditutup" Lagi

Setelah kasus penayangan foto alm Imam Samudra, kini situs arrahmah ‘dipaksa’ tutup lagi setelah adanya kasus penangkapan 'pemiliknya'. Menurut media massa, pemilik dari situs yang kebanyakan menayangkan berita 'jihad' di luar negeri ini adalah Muhammad Jibril. Muhammad Jibril pernah menetap di Malaysia bersama ayahnya, Abu Jibril. Abu Jibril pernah dipenjara di Malaysia di bawah Internal Security Act, yang memungkinkan menahan seseorang tanpa diadili, karena dianggap membahayakan negara. Abu Jibril lantas dideportasi ke Indonesia.

Tapi, melihat tampilan arrahmah di bawah ini, kita bisa menganalisa bahwa arrahmah.com tidak ditutup paksa tapi sengaja ditutup karena kebanyakan pengunjung. Wallahu'alam.




25 Agt 2009

MUI Pusat Dukung Fatwa Haram Mengemis

Liputan6.com, Jakarta: Sebuah peringatan bagi para pengemis diembuskan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluarkan fatwa haram mengemis. Tindakan meminta-minta itu dinilai sebagai hal yang dilarang agama karena dapat merendahkan pribadi seseorang. Fatwa ini pun didukung MUI Pusat. "Tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah. Dalam pengertian, Islam tidak menyenangi orang yang meminta-minta," kata Ketua MUI Pusat, Umar Shihab, di Jakarta, Selasa (25/8).


Pengemis menjamur memasuki Ramadan ini. Pemandangan itu banyak menghiasi perempatan jalan di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Sebagian pengemis membawa serta keluarga, terutama bayi di bawah lima tahun. Di beberapa masjid besar seperti di Masjid Istiqlal, Jakarta, pengemis banyak berkeliaran.

Sebelum muncul fatwa MUI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan larangan mengemis, mengamen, atau mengasong dagangan sejak dua tahun silam. Pada Peraturan Daerah DKI Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum itu bahkan ditegaskan larangan membeli atau memberi kepada pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil. Ancaman hukumannya adalah denda maksimal Rp 2 juta atau kurungan maksimal 60 hari.

Departemen Sosial mempunyai beberapa cara mengatasi masalah ini. "Departemen Sosial mempunyai suatu program untuk membawa mereka ke perumahan, memberikan pendidikan ketrampilan kepada mereka agar mereka tidak mengemis lagi," jelas Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.

Fatwa haram mengemis diungkapkan Ketua MUI Sumenep, Syafraji, pada 12 Agustus silam. Keputusan ini sudah lama diumumkan tapi banyak yang tak peduli. Mengemis dinilai menghinakan diri sendiri dan merugikan orang lain. Menurut Syafraji, mengemis juga termasuk aktivitas bermalas-malasan yang dilarang Islam. MUI Sumenep sudah menyebarkan fatwa haram mengemis pada jajaran MUI di tiap kecamatan. Nantinya, fatwa itu akan disebar lagi pada tokoh agama dan masyarakat. Simak video berikut.(AIS/LUC)




30 Anggota Dewan Pembekalan di Jakarta

ENREKANG -- Enam hari setelah dilantik, anggota DPRD Enrekang yang baru rencana akan berangkat ke Jakarta,Rabu, 26 Agustus, ini hari, untuk mengikuti pembekalan selama tiga hari.
Sekretaris DPRD Enrekang, Alzam Taqwa mengatakan,
pembekalan ini terkait susduk yang belum disahkan sekarang ini, maka itu penjelasan soal perangkat dewan akan lebih jelas sebelum tatib dibentuk.
"Sekarang ini, perangkat dewan belum terbentuk karena terbentur undang-undang yang belum jelas. Untuk itu sebelum perangkat dewan termasuk tatib dibentuk, anggota dewan kita bekali dulu di Jakarta," singkat Alzam.



Maaf-ku, kamu-ku, kita-ku, kami-ku

Seribu sahabat lebur satu musuh
Tinggi amal layak sahara pupus setitik salah
Banyak kata bijak sirna satu cacian

Maaf-ku, aku hanya mahasiswa lugu,
mahaku tak lepas dari dosa-Mu,
siswaku tak lepas dari dunguku

Kamu-ku, kamu hanya santri lugu,
santriku tak lepas dari sanadnya

bersambung...







21 Agt 2009

BEGIN, BEGAN, BEGUN, BANGUN SUBUH

Hari Ramadhan telah tiba, apa yang kita persiapkan? Siapkan segalanya, makan yang bergizi, mental, dan dana tentunya. Menu yang bergizi seperti makanan empat sehat lima sempurna. Tapi bagi kami, menunya lebih sehat lagi karena mengandung 3 t, Tahu, tempe, telur. Itulah menu kami, menu wajib yang tidak terlewatkan setiap kali menginputkan tenaga. Kalau tidak percaya, datanglah ke Jogja dan mampir di warung-warung makan yang bertebaran di pinggir jalan. Atau, kalau sedikit gengsi, cobalah mampir di warung lesehan. Dari nama lesehan, mungkin kita tahu, tahu kalau warung ini erat kaitannya dengan jalanan dan makan sambil duduk tanpa meja makan. Di warung lesehan, menu specialnya beragam, tapi yang paling banyak adalah pecel lele. Entah dari mana asal kata pecel lele..?

Sepintas, warung pecel lele terkesan sederhana, kami sempat heran, ketika hampir seluruh pinggir jalan dihiasi warung temporary yang paginya tidak terlihat lagi. artinya, warung ini hanya buka sekitar pukul 6 sore dan tutup pada jam 10 malam. Sangat singkat, hanya beberapa jam saja, beberapa jam melayani warga Jogja, warga yang mayoritas adalah pendatang dan sebagian besar pendatang adalah mahasiswa. Asal mahasiswa tentunya dari seluruh penjuru tanah air.



Harga makan di warung ini pun sangat murah, menu pecel lele hanya dihargai 5.000 rupiah, harga yang ketinggal jauh dengan di Sulawesi. Saya pernah mampir di salah satu warung di sana, saat hendak ke Makassar, daerahnya mungkin sekitar Pangkep. Harga ikan bandeng sekitar 8.000, itu hanya ikannya, tanpa nasi dan kol serta daun cemangi. Kol dan daun cemangi mentah adalah pasangan pecel lele, kayaknya bukan pecel lele kalau tidak disertai kedua tumbuhan ini, tumbuhan yang dihidangkan mentah-mentah, karena mentahnya disarankan untuk dicuci dulu sebelum menyatapnya. Atau kalau belum terbiasa, terbiasa memakan mentah kol, lebih baik dibuang saja karena aromanya yang agak gimana.

Kesederhanaan warung pecel lele, tidak lantas membuat pemiliknya berperilaku sederhana atau berharta seadanya. Bayangkan, kalau di Yogya ada sekitar 1000 pedagang pecel lele, dan setiap pecel lele laku 100 porsi, berapa omsetnya? Wah ora ngertos e…? sebagai bayangan, pedangang pecel lele berkumpul dalam suatu wadah, wadahnya dinamakan paguyuban. Orang jawa menyebutnya begitu, dan di sini, di Jogja hampir setiap acara ada panitinya, he…he… hal yang tabuh buat kita di Sulawesi. Bagaimana tidak tabuh, kalau pengatin saja harus ada panitianya, belum lagi kalau acara Ramadhan pastilah setiap masjid dipajang panitia Ramadhan masjid an…, al…

Tapi kalau kita telusuri lebih dalam, dari aspek perilaku manusia, memang sih, setiap kegiatan itu harus ada yang bertanggung jawab. Setiap pekerjaan itu harus diberikan pada ahlinya. Setiap pekerjaan itu harus dibagi-bagi, tidak kemudian dikerjakan sendiri-sendiri, kata populernya adalah gotong royong. Tapi, gotong royong harus ada batasnya. Kadang juga disalah artikan, misalnya gotong royong mengerjakan tugas, akhirnya semua tugasnya sama, yang beda hanya nama yang ada dicovernya.

Persiapan mental
Bulan puasa adalah bulan penuh berkah, bulan yang dipilih oleh Allah sebagai bulan pengabul do’a, penambah reski dan bulan penuh ampunan. Kelebihan inilah yang mendasari bulan Ramadhan disebut sebagai bulan suci. Dalam mengarungi bulan suci, mental kita harus dilatih, mental pejuang dan mental pemenang. Mental pejuang dibutuhkan saat kita menghadapi musuh-musuh kita, musuh kita bertebaran di sana sini, baik yang nampak maupun tidak. Musuh kita siap menerkam, menyergap, dan menjerumuskan kapan saja kita lalai. Ketika kita telah terjerumus ke dalam rayuan musuh itu, maka sangatlah sulit untuk keluar, kecuali dengan tekad yang sungguh-sungguh dan do’a kepada Allah. Ketika kita terlepas dari sergapannya pun, kita harus tetap hati-hati karena kata sang pejuang, mempertahankan lebih sulit daripada merebut. Kita bisa saja telah merebut iman dengan menjauhi musuh kita, tapi karena godaan yang tanpa kita sadari, kesadaran kita, kita umbar ke sana kemari sehingga timbullah ria. Ria sendiri menjadi maksiat baru.

Olehnya itu, kita selaku manusia yang beriman, senantiasa memperbaru taubat. Memperbarui taubat gunanya untuk menjernihkan hati kita setelah bermaksiat.Ibaratnya sebuah cermin, maksiat itu adalah debu yang menempel, tempelan debu itu akan terus memperkeruh cermin jika tidak dibersihkan. Nah... pembersih itu adalah dengan taubat. Taubat dari maksiat adalah pembersihnya agar sang cermin kembali bercahaya.

Maksiat sungguh berbahaya, kita bisa membayangkan, bayangkan detik berlalu, menit berlalu, jam berlalu, mustahil waktu itu terlewat tanpa adanya maksiat. Para orang alim sendiri, sering melakukannya (maksiat). Tapi, setelah melakukan maksiat, seketika itu, mereka segera bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Inilah pembeda kita dengan orang-orang alim itu. Perbedaannya terletak pada kesadaran mengakui kesalahan dan sesegera mungkin bertaubat, sedangkan sebagian dari kita, sadar kalau kita melakukan maksiat, tapi enggan untuk bertaubat, sehingga yang terjadi adalah menumpuknya maksiat-maksiat itu.

Maksiat itu setiap saat kita lakukan, baik disadari maupun tidak. Tidak kita sadari juga ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah karena kita memang tidak mau tahu dan peduli. Kedua, karena tidak tahu sama sekali. Kalau kemungkinan pertama, ini yang namanya pembangkang, sudah tahu malah ngeyel. Kalau yang kedua, ini mendingan karena kemungkinan besar ketika dia tahu, maka akan menjauhi maksiat itu.



BEGIN RAMADHAN
Malam pertama tarawih, seperti umumnya di indonesia adalah saat-saat antri, berdesakan, dan ramai. Antri berwudhu dan memarkir kendaraan. Ramai para jamaah yang memedati seluruh ruang masjid. Suasana ini biasanya berlangsung selama tiga hari, setelah itu, safnya semakin maju, karena yang berjamaah tinggal 2 atau tiga saf.

Tarawih yang pertama ini, kami memutuskan untuk sholat di masjid gede kauman. ”Masjid kebanggan orang Jogja,” kata sambutan Sultan Hamengkubuwono yang dibacakan wakilnya. Masjid kebanggan karena mungkin bangunan ini menyimbolkan eksistensi umat islam di Jogja.

He..he.., kalau jalan ke kota-kota di indonesia, perhatikan baik-baik, ada beberapa hal yang lasim terjadi. Salah satunya sambutan, seperti marhaban ya Ramadhan. Kalau mengendarai kendaraan, anda harus antri markir dan pastikan membawa uang receh, habis markir, titipkan sepatu atau sandal anda di tempat penitipan barang. Sandal yang bagus akan menjadi perhatian, perhatian para tangan-tangan panjang untuk bereaksi. Masuk ke masjid, jangan lupa matikan handphone.
--------&&&---------

Sebelum masuk parkiran, kami telah disambut, disambut tulisan MARHABAN YA RAMADHAN. Saya sedikit bingung, masa bulan diselamati, bulan kan tidak bisa apa-apa, harusnya yang diselami adalah orang-orang yang beriman, misalnya Selamat Datang Wahai orang-orang beriman.

Satu hal yang tidak terlewatkan, saat mengendarai kendaraan dan markir di tempat keramaian. Tukang parkir dengan tergesa-gesa menyodorkan secarik kertas, tanda kami harus membayar uang parkir. He..., salah satu mata pencarian mereka. Tapi, saya sedikit heran, karena setahuku di daerah lain atau di negara lain tidak ada yang namanya tukang parkir apalagi menarik kontribusi. Kontribusinya pun tidak sedikit jika diakumulasi, rata-rata seribu per parkir. Kalau kita markir 10 kali dalam sehari, berarti kita harus mengeluarkan uang ekstra 10 ribu, kalau 30 hati....? tapi kasihan juga kalau tukang parkir tidak ada, tukang parkir ibarat polisi, polisi yang menjaga motor kita ada para penyolong.

Aku baru dua kali ke masjid ini dan baru kali ini masuk ke dalam ruang utamanya. Ternyata memang gede, pantaslah dinamakan masjid gede. Pertama aku kesini, awal tahun 2009, saat ada rekreasi bersama anak pa bina insani. Dan yang keduanya adalah hari ini. Padahal aku di Jogja sudah hampir 4 tahun. Aku seakan orang kampungan, karena sebagian daerah di Jogja belum kukunjungi, termasuk benteng vanberg. Benteng yang hanya berjarak beberapa kilo dari asrama. Benteng ini adalah salah satu situs kota Jogjakarta yang dikunjungi banyak pelancong.

Suasana di dalam ruang utamanya tidak jauh beda dengan masjid UGM. Masjid UGM merupakan salah satu masjid yang paling sering kutempati saat bulan puasa. Masjid ini banyak didatangi para tokoh-tokoh. Yang membedakan masjid gede dan UGM adalah arsitektur dan bahan konstruksinya. Hampir semua konstruksi masjid gede menggunakan kayu. Kayu yang mungkin sudah berumur ratusan tahun. Ini terlihat dari ukuran diameternya, hampir setengah meter dan saya yakin kalau kayu ini adalah kayu jati. Kayu yang tahan beratus-ratus tahun.

Ruang utamanya berbentuk persegi, dengan 4 tiang menjulang tinggi, tingginya sekitar 20 meter. 4 tiang ini merupakan tiang utama yang berada ditengah-tengah, yang menyangga bangunan dan balok sebagai penghubungnya. Setelah tiang utama, ada lagi tiang berikutnya yang berukuran sedikit kecil ketimbang 4 tiang utama tadi. Jumlahnya ada 12, cara hitungnya gampang, tinggal membuat kotak seperi di bawah, kemudian masing-masing sudutnya ditarik karis horizontal dan vertikal. Dengan cara ini, kita dapat menghitung jumlah tiang yang paling luar.



20 Agt 2009

Tetap Sehat dan Segar di Bulan Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan.. Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan yang dimuliakan Alloh serta banyak keutamaan daripada bulan-bulan lainnya harus kita sambut dengan semangat ibadah. Dan tentunya, kita menginginkan berpuasa dengan amalan-amalan berpahala tanpa kelesuan. Meskipun perut kosong sejak pagi hingga menjelang maghrib, jangan menjadikan aktivitas, terutama amalan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini terlewatkan dengan sia-sia. arrahmah.com



16 Agt 2009

24 Jam Bersama Orang-orang Shalih di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan... Hari demi harinya adalah rentang waktu lipatan pahala yang tak ada batasnya. Jam demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah swt kepada hamba-hamba-Nya. Menit demi menitnya adalah hembusan angin surga yang begitu menyejukkan.

Detik demi detiknya ada1ah kesempatan yang tak ternilai dibandingkan seumur hidup kita. Maka, mengagendakan aktifitas selama bulan Ramadhan menjadi sangat penting. Disiplin dan hati-hati menjalani hari-harinya harus menjadi tekad dalam hati semua hamba Allah swt yang menghendaki maghfirah dan hidayah-NyaBerikut ini adalah contoh bagaimana kita melewati hari demi hari yang penuh kemuliaan itu.


Dengan mengikuti kebiasaan dan perkataan Rasulullah, para salafusholih dan juga para ulama yang begitu menyadari kemuliaan Ramadhan, Semoga Allah swt menguatkan kita untuk menjadi alumni Ramadhan yang berhasil.

Waktu Sahur hingga Subuh:

Bangunlah sebelum fajar, sekitar pukul 03.00 pagi. lni adalah waktu sepertiga malam terakhir yang istimewa. Lakukan shalat qiyamul lail beberapa rakaat.
Jangan lupa bangunkan keluarga untuk shaiat ma1am. Umar bin Khaththab ra biasa mengerjakan shalat malam. Apabila tiba pertengahan malam, beliau segera mernbangunkan keluarganya untuk shalat. la berseru: "Shalat, shalat!" seraya membacakan ayat ini: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerja-kannya.

Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kami1ah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (Qs. Thoha: 132)

Banyak di antara kita yang lalai melewati waktu ini dengan istirahat dan tidur, lalu segera makan sahur. Mungkin karena menganggap ibadah shalat tarawih sudah dilakukan setelah isya. Padahal waktu-waktu sepertiga malam seharusnya tetap bisa dihidupkan lebih banyak daripada bulan-bulan lain. Pada waktu inilah, disebutkan dalam hadits Rasulullah saw, "Rabb kami turun setiap malam ke langit dunia saat sepertiga malam terakhir dan berkata: "Siapa yang berdo'a kepada-Ku, Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni dia." (HR. /amaah)

"Barangsiapa yang menunaikan qiyamul lail pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu." (HR Bukhori dan Muslim)

Dalam Al Qur'an, Allah swt berfirman: "Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka." (Al-Furqan : 63-64)

Setelah itu kita bisa menunaikan makan sahur yang memang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Jangan lupa tanamkanlah niat dan ikhlaskanlah berpuasa pada siang hari nanti. LaIu bersiap untuk shalat Subuh berja-maah di masjid dan berangkatlah lebih awal. Di masjid sibukkanlah diri dengan memper-banyak istighfar. Aktifitas seperti ini disebutkan dalam Al Qur'anul Karim, "... wal mustaghfiriina bil ashaar.," Pada waktu sahur kita memang dianjurkan banyak berdo'a, karena waktu sahur termasuk waktu diijabahnya do'a seorang hamba. Setelah azan subuh dirikanlah shalat dua rokaat sebelum subuh. Kemudian tunaikanlah shalat Subuh berjamaah.

Setelah Subuh:

Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk bila kita tidak terbiasa bangun lebih pagi pada hari-hari yang lain. Berusahalah untuk tidak tidur dalam ruas waktu setelah subuh hingga terbit matahari. Para salafushalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu. Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Madarijus Salikin menyebutkan, "Di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka ialah tidur antara shalat subuh dan terbit matahari, karena ia merupakan waktu untuk memperoleh hasil.

Bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehinga seandainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya."

Jika kita sangat dibebani kantuk, bertahanlah dan bersabarlah, karena biasanya kebiasaan itu akan terbentuk setelah tiga hari kita melakukan suatu ritme yang berbeda. Selanjutnya, insya Allah kita tidak akan merasakan kantuk sedahsyat sebelumnya.

Duduklah berdzikir setelah subuh hingga matahari terbit adalah sunnah. Dari Abu Umamah Ra dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, maka ia akan memperoleh pahala haji dan umrah." Waktu ba'da subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barakah yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin. Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Quran satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghafal. Inilah yang dilakukan Rasulullah saw selesai menunaikan shalat Subuh, bahwa ia selalu duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari." (HR. Muslim)

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik dari Rasulullah, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa shalat fajar berjama'ah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna." (Dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

Hal ini berlaku pada setiap hari, maka bagaimana pula bila dilakukan pada bulan Ramadhan. Berusahalah mendapatkan pahala yang agung ini. Dengan tidur malam yang cukup dan meneladani orang-orang shalih. Senantiasa bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah SWT, dan selalu bertekad untuk mencapai derajat yang tinggi di dalam Surga.

Sholat Dhuha

SholaT dhuha disebutkan oleh Rasulullah, adalah shalatnya orang-orang awwabin, yakni orang-orang yang kembali kepada Allah swt. Waktunya mulai meningginya matahari sepanjang tombak. Menurut hadits shahih, shalat dhuha dilakukan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak delapan rakaat.
Saat bekerja:

Banyak di antara kita yang tetap memiliki rutinitas mencari nafkah, belajar dan bekerja di bulan ini. Bekerjalah dengan penuh sema-ngat dan teliti. Selingilah waktu-waktu bekerja dengan berdzikir dan tidak meninggalkan shalat berjamaah di awal waktu. Teruslah berusaha menambah amal-amal sunnah yang bisa dilakukan di saat bekerja. Seperti mengajak orang lain kepada kebaikan, bersedekah, ikut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan di masjid kantor pada bulan Ramadhan, dan sebagainya. Ingatlah sabda Rasulullah saw, "Seluruh amal ibadah bani Adam adalah milik-nya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata: "Kecuali ibadah puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Akulah yang langsung membalasnya. Seorang yang berpuasa telah menahan diri dari syahwat, makanan dan minumannya karena Aku semata. Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan tatkala bertemu dengan Allah. Dan sungguh bau muiut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pertengahan siang :

Berusahalah untuk beristirahat sekitar 15-30 menit menjelang atau sesudah waktu shalat Zuhur. Istirahat dan tidur pada rentang waktu ini disebut dengan qailulah. Rasulullah saw dan para salafushalih biasa melakukan qailulah. Imam Al Ghazali menyebutkan bahwa qailulah merupakan simpanan energi bagi mereka yang ingin melakukan qiyamul lail pada hari itu. Waktunya tidak lebih dari setengah jam. Tapi manfaatnya akan terasa saat kita bangun malam.

Waktu Asar: Shalatlah berjamaah di masjid. Ingatlah lipatan pahala di bulan ini, minimum adalah 70 kali lipat dari kebaikan di bulan selainnya. Bila usai shalat saat bekerja sudah selesai, lakukanlah kajian-kajian keislaman, baik dengan membaca buku, diskusi, mendengarkan ceramah, mendengar kajian melalui kaset, atau lainnya. Banyak tema yang bisa kita perdalam pada kesempatan ini, misalnya tema-tema "pelembut jiwa dan hati". Informasi ini bisa diambil dari hadits-hadits Nabawi atau dari tafsir Al Qur an. Mendengarkan kajian Islam melalui kaset bisa menjadi alternatif baik karena bisa dilakukan sambil mengerjakan pekerjaan rumah yang lain. Lakukan hal ini sampai menjelang maghrib untuk bersiap dzikir sore. Segeralah berbuka kemudian shalat maghrib di masjid. Setelah shalat maghrib lanjutkan berbuka puasa ala kadarnya. Jangan terlalu kenyang.

Waktu Magrib/Berbuka Puasa:

Bersyukurlah secara lebih mendalam kehadirat Allah swt. Bahwa kita diberikan karunia untuk bisa menyelesaikan hari dengan berpuasa. Jangan lupa berdo'a dengan khusyu ketika berbuka. Ada sebuah doa yang tidak tertolak bagi orang yang berpuasa saat berbuka. Berbukalah dengan tegukan-tegukan air manis diiringi dengan kesyukuran di dalam hati. Sebaiknya kita tidak segera melanjutkan berbuka dengan makanan berat. Tundalah sebentar makanan berbuka kita, untuk menunaikan shalat magrib berjamaah dimasjid. Ingatlah kenapa kita penting mempertahankan ibadah shalat berjamaah di masjid. Usai berjamaah, lanjutkan berbuka dengan memakan makanan lebih berat. Jangan terlalu banyak, makanlah secukupnya saja.

Waktu Isya:

Segeralah pergi menunaikan shalat isya dan tarawih di masjid. Berusahalah untuk disiplin melakukan shalat isya dan tarawih di masjid, apapun keadaannya. Jika harus terha-langi oleh kegiatan yang mendesak, lakukan shalat tarawih segera setelah kita selesai menunaikan kegiatan tersebut. Setelah itu pulanglah ke rumah untuk bertemu dan ber-bincang-bincang dengan keluarga. Mungkin juga pada saat itu kita menyimak perkem-bangan berita namun tidak terlena hingga melewati jam 10 malam. Tidurlah segera, semampunya. Sebaiknya kita menyempurnakan shalat tarawih bersama imam, agar kita termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadhan dengan shalat malam. Rasulutlah Saw bersabda: "Siapa saja yang shalat tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah) Lakukanlah ini terus menerus sepanjang 20 hari pertama bulan Ramadhan. Untuk kaum Muslimah tentu saja agenda di atas bisa dilakukan di rumah. Tapi untuk shalat isya dan tarawih bisa dilakukan di masjid. Ingat juga, agar kita lebih banyak mendengarkan kajian Islam maupun tilawah Al Quran di rumah di sela-sela mengurus pekerjaan rumah.

Setelah 20 Hari Ramadhan

Rasulullah biasa beri'tikaf selama sepuluh hari setiap bulan Ramadhan. Pada tahun beliau wafat, beliau beri'tikaf selama dua puluh hari. (HR. Al-Bukhari). I'tikaf adalah ibadah yang menghimpun berbagai jenis ibadah lainnya. Saik tilawah Al-Qur'an, shalat, dzikir, do'a, tadabbur dan tain-lain. Bagi kita yang belum pernah melaksanakan i'tikaf, mungkin membayangkan I'tikaf adalah ibadah yang berat dan sulit. Bagaimana mungkin kita bisa menjalani hidup selama 10 hari di masjid? Bagaimana dengan keperluan harian kita? Bagaimana juga dengan keluarga di rumah? Padahal sebenarnya jika dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tekad yang sungguh-sungguh, i'tikaf tidak sesulit yang dibayangkan. Allah swt akan mempermudah orang yang bersungguh-sungguh dan ikhlas menjalankan ibadah kepada-Nya.

I'tikaf sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sekaligus untuk meraih malam Lailatul Qadar. I'tikaf adalah mengurung diri dan mengikatnya untuk berbuat taat dan selalu mengingat Allah. Memutuskan hubungan dengan segala kesibukan-kesibukan duniawi. Mengurung hati dan jasmani hanya untuk Allah dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Tidak ada terbetik dalam hatinya sesuatu keinginan pun selain Allah dan yang mendatangkan ridha-Nya.

Ibnul Qayyim ketika menjelaskan beberapa hikmah i'tikaf berkata: "Kelurusan hati dalam perjalanannya menuju Allah sangat bergan-tung kepada kuat tidaknya hati itu berkon-sentrasi mengingat Aliah. Dan merapikan kekusutan hati serta menghadapkannya se-cara total kepada Allah. Sebab kekusutan hati hanya dapat dirapikan dengan menghadapkan secara total kepada Allah. Perlu diketahui bahwasanya makan dan minum yang berfe-bihan, kepenatan jiwa dalam berinteraksi sosial, terlalu banyak berbicara dan tidur akan menambah kekusutan hati bahkan dapat menceraiberaikannya, dan menghambat perjalanannya menuju Allah atau melemahkan langkahnya. Maka sebagai konsekuensi rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengasih terhadap hamba-hambaNya, Allah mensyari'atkan ibadah puasa atas mereka untuk menghilangkan kebiasaan makan dan minum secara berlebih-lebihan serta membersihkan hati dari noda-noda syahwat yang menghalangi perjalanan-nya menuju Allah. Dan mensyariatkan i'tikaf yang inti dan tujuannya ialah menambat hati untuk senan-tiasa mengingat Allah, menyendiri mengingat-Nya, menghen-tikan segala kesibukan yang berhubungan dengan makhluk, dan memfo-kuskan diri bersama Allah semata. Sehingga kegundahan dan goresan-goresan hati dapat diisi dan dipenuhi dengan dzikruflah, men-cintai dan menghadap kepada-Nya.

Pelajarilah hukum I'tikaf dan tanamkanlah tekad untuk benar-benar bisa menjalaninya selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tak ada yang bisa menandingi keutamaan malam-malam I'tikaf sepanjang hidup kita. Perbanyak ibadah, seperti shalat, tilawah Al-Qur'an, membaca buku-buku agama, berdiskusi dan mengkaji masalah-masalah agama Islam dan lain-lain. Jangan terjerumus pada obrolan yang sia-sia, seperti berdebat, mencela, memaki dan lain-lain.

Kaum wanita boleh beri'tikaf di dalam mas-jid. Jika terjaga dari fitnah dan diizinkan oleh suami. Hukum-hukum yang berkaitan dengan i'tikaf bagi kaum lelaki juga berlaku bagi kaum waniita. Hanya saja i'tikaf kaum wanita otomatis batal jika mereka haidh. Dan mereka boleh melanjutkannya kembali jika sudah suci.

I'tikaf adalah sunnah Rasulullah. Maka, segeralah menghidupkan sunnah Nabi ini dan memasyarakatkannya di tengah-tengah keluarga, kerabat dekat, saudara-saudara dan teman-temanmu serta di tengah masyarakat. Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah diabaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi dari pahala mereka sedikitpun." (HR. Tirmidzi). Di sisi lain beberapa faidah yang dapat dipetik dari sunnah i'tikaf ini adalah pembinaan jiwa dan melatihnya dalam mengerjakan ketaatan.

Mencari Malam Lailatul Qadr

Allah swt berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr:1-3)

Rasulullah saw bwesabda: "Barangsiapa yang bangun dimalam Lailatul Qadr karena keimanan dan keikhlasan, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam senantiasa mencari malam Lailatul Qadr dan memerintahkan sahabat untuk mencarinya. Beliau membangunkan keluarganya pada malam sepuluh terakhir dengan harapan mendapat malam Lailatul Qadr. Dalam Musnad Ahmad dari 'Ubadah, Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang bangun sebagai usaha untuk mendapat malam Lailatul Qadr, lalu ia benar-benar mendapatkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang."

Sejumlah salafushalih mandi dan memakai minyak wangi pada sepuluh malam terakhir untuk mencari malam Lailatul Qadr, malam yang telah dimuliakan dan diangkat derajatnya oleh Allah. Jika kita termasuk orang yang telah menyia-nyiakan umur, kejarlah segala yang terluput atas dirimu pada malam Lailatul Qadr ini. Sebab malam inilah sebagai pengganti umur, beramal pada malam ini lebih baik dari pada seribu bulan. Malam itu datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjil, dan lebih diharapkan lagi pada malam kedua puluh tujuh. Berdasarkan riwayat Muslim dari Ubay bin Ka'ab Radhiallaahu anhu bahwa ia berkata: "Demi Allah, sungguh aku mengetahui datangnya malam itu. Yaitu pada malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk menghidupkannya, yaitu malam kedua puluh tujuh."

Namun begitu, hendaknya kita tidak terlalu terpengaruh dengan hitungan malam ganjil atau tidak. Lakukanlah sepenuh kemampuan dan keseriusan setiap malam-malam dari 10 terakhir bulan Ramadhan. Kerap kali orang yang hanya mencari malam-malam ganjil ternyata justru tidak bisa memaksimalkan amal-amal ibadah di malam bulan itu. (arrahmah.com)

Password Facebook Email Harus Beda

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepopuleran situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter telah menjadi target menarik penjahat online. Untuk menghindari kerugian, pengguna Facebook disarankan tidak menggunakan password sama dengan akun email atau akun online lain.

Aksi kriminal terbaru yang menyerang situs jejaring sosial termasuk Facebook dan Twitter terjadi pada Jumat lalu. Blogger pro-Georgia Cyxymu menjadi target serangan DDoS (distributed denial of service) dan menyebabkan jutaan user Facebook dan Twitter menghadapi masalah akses yang melambat bahkan offline secara total.

“Walaupun serangan itu menargetkan pada orang tertentu tapi juga berakibat pada seluruh komunitas. Kita tidak akan pernah tahu siapa dibalik serangan Cyxymu, tetapi mereka mempunyai akses ke bandwidth yang besar,” kata kepala peneliti di F–Secure Mikko Hypponen.



Komunikasi di Facebook bersifat hubungan personal dan komunitas pertemanan yang melibatkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Tak ayal saat menerima pesan dari teman di Facebook itu sangat berbeda dengan menerima email spam dari orang tak dikenal.

Pengguna Facebook diingatkan untuk hati-hati jika ada teman yang meminta bantuan finansial. Pengguna Facebook harus melakukan cek identitas sebelum mengirimkan sejumlah uang, bahkan ketika pesan seperti itu muncul dari anggota keluarga atau kerabat lain yang dipercaya.

Sean Sullivan Security Advisor di F-Secure mengingatkan untuk hati-hati terhadap password. “Password yang lemah menyediakan jalan bagi penjahat untuk menghack situs jejaring sosial. Penjahat akan memanen daftar kontak, nomor telepon, serta informasi lain yang bisa dijual ke spammer untuk menghasilkan uang,” katanya.

Kerugian yang disebabkan oleh akun email yang dibajak lebih besar lagi jika password yang sama digunakan untuk akun email. Karena hal itu berarti penjahat menguasai password yang bisa digunakan untuk situs online lain.[inilahnews/arrahmah.com]



15 Agt 2009

Badan Intelijen dari masa ke masa: Alat Negara atau Memperalat Negara?

Oleh Irfan S. Awwas *)
SELAIN TNI dan Polri, badan intelijen merupakan salah satu alat negara,
bukan alat pemerintah atau alat dari rezim tertentu yang sedang berkuasa.
Namun dalam kenyataannya, terutama selama rezim Orde Baru berkuasa, badan
intelijen lebih terkesan sebagai alat penguasa.

Badan intelijen yang dimiliki negara RI, tidak saja BIN (Badan Intelijen
Negara), tetapi ada badan-badan intelijen di bawah kendali TNI, Polri, dan
bahkan lembaga sipil lainnya. Pimpinan badan intelijen di tubuh TNI dan
Polri, tentu saja dijabat oleh perwira-perwira TNI dan Polri yang masih
aktif. Sedangkan badan intelijen di luar TNI-Polri seperti BIN, mengapa
lebih sering dijabat oleh para perwira TNI atau purnawirawan TNI.


Menurut berbagai sumber yang berhasil dirangkum oleh badan Litbang Majelis
Mujahidin, selama empat dasawarsa lebih, sejak 1965 hingga tahun 2006 ini,
kepala badan inteljen selalu dijabat oleh perwira TNI minimal berbintang
dua.

Badan Pusat Intelijen (BPI) yang didirikan sejak November 1959 dan pernah
dipimpin Dr Subandrio (tokoh PKI), dibubarkan pada tahun 1965. Sejak itu,
badan intelijen bernama KIN (Komando Intelijen Negara) di bawah pimpinan
Jenderal TNI Soeharto yang saat itu juga menjabat sebagai Menpangab/Menteri
bidang Hankam/Ketua Presidium Kabinet Ampera. Namun dalam kesehariannya, KIN
dijalankan oleh Mayjen TNI Hertasning, hingga tahun 1967.

Periode 1967-1968, setelah KIN dibubarkan, dibentuk BKI (Badan Kerja
Intelijen), yang dipimpin Mayjen TNI Sudirgo. Ternyata, Sudirgo dianggap
kekiri-kirian, maka KIN pun dibubarkan, kemudian menjadi BAKIN (Badan
Koordinasi Intelijen Negara), dirintis oleh Letjen TNI Yoga Soegama yang
sempat menjalankan lembaga ini selama beberapa bulan (November 1968 hingga
Maret 1969).

Letjen TNI Yoga Soegama dikirim ke New York menduduki posisi sebagai orang
kedua untuk perwakilan Indonesia di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dengan
pangkat Duta Besar, setelah terjadi peristiwa kehilangan tas berisi dokumen
di bandara. Posisi Yoga dilanjutkan oleh Mayjen TNI Sutopo Yuwono
(1969-1974). Yoga kembali menduduki posisi Kepala BAKIN (1974-1989), setelah
sekitar lima tahun bertugas di New York.

Pasca kepemimpinan Letjen Yoga Soegama, berturut-turut BAKIN dipimpin oleh
Letjen TNI Soedibyo (1989-1997), kemudian Mayjen TNI Muthojib (1997-1998),
dilanjutkan oleh Mayjen TNI ZA Maulani (1998-1999), dan terakhir Letjen TNI
Arie J. Kumaat (1999-2001). Tahun 2001, BAKIN menjadi BIN (Badan Intelijen
Negara), dipimpin pertama kali oleh Letjen TNI Purn AM Hendropriyono dan
berfungsi menjalankan koordinasi atas seluruh badan intelijen yang ada.

Sejak KIN hingga BIN, Drs. As'ad merupakan orang sipil pertama
yang berhasil menduduki posisi cukup tinggi, yaitu sebagai wakil kepala
badan intelijen, sejak 1998 hingga masa kekuasaan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono.

Oleh komunitas politik, Drs. As'ad disebut sebagai orang NU. Ia mulai
menduduki jabatan sebagai Waka BAKIN sejak BJ Habibie menggantikan Soeharto
sebagai Presiden RI. Drs. As'ad ketika itu mendampingi Mayjen TNI Z.A .
Maulani. Ketika Habibie turun dan digantikan Abdurrahman Wahid, Drs As'ad
tetap pada posisinya, namun kali ini ia mendampingi Letjen TNI Arie J.
Kumaat (Nashara). Pada saat jabatan Presiden RI dipegang Megawati, Kumaat
digantikan Letjen TNI Purn Abdullah Makhmud Hendropriyono, kader PDI-P, dan
Drs As'ad tetap pada posisinya.

Setelah Megawati tidak lagi menghuni Istana Negara, akibat kalah dalam
Pilpres 2004 dan muncul Presiden Susilo Bambang Yudojono (SBY) yang terpilih
untuk pertama kalinya melalui pemilihan langsung, AM Hendropriyono yang
pernah menjadi atasan SBY melepaskan jabatannya. Posisi Hendro kemudian
diisi oleh Letjen TNI Purn Syamsir Siregar. Sementara itu, Drs As'ad tetap
awet pada posisinya, entah sampai kapan?

Naik turunnya kepala badan intelijen negara seirama dengan jatuh bangunnya
pemimpin puncak lembaga eksekutif (presiden), maka tidaklah keliru bila ada
yang menyimpulkan bahwa badan intelijen negara belum menjadi alat negara
sepenuhnya, tetapi lebih sering menjadi alat penguasa.

Ali Moertopo dan Ekstrim Kanan
Sosok intelijen yang paling dikenal dan licin adalah Ali
Moertopo, meski ia belum pernah berhasil menduduki posisi puncak di lembaga
intelijen. Ali pertama kali secara resmi berkiprah di dalam lembaga
intelijen negara adalah pada tahun 1969-1974, ketika Mayjen TNI Sutopo
Yuwono menjabat sebagai Kepala BAKIN, dan Ali Moertopo mendampinginya
sebagai Deputy Kepala BAKIN.

Pada tahun 1974-1989, ketika Kepala BAKIN dijabat oleh Letjen TNI Yoga
Soegama, Mayjen TNI Ali Moertopo menjabat sebagai Wakil Kepala BAKIN, selama
kurang lebih empat tahun (1974-1978). Posisinya kemudian digantikan oleh
Mayjen TNI LB Moerdani (1978-1980), yang juga menjabat sebagai Ketua
G-I/Intel Hankam. Sebelum 1974, agenda kerja intelijen lebih banyak
mengurusi ekstrim kiri (komunis), dwikora (konfrontasi dengan Malaysia),
korupsi, pengamanan Pemilu, Timor Timur (yang kala itu masih dijajah
Portugis). Baru setelah tahun itu masuklah agenda mengawasi ekstrim kanan
khususnya generasi kedua DI/TII-NII.


Sebelum bergabung dengan TNI, Ali Moertopo pernah bergabung dengan tentara *
Hizbullah*, salah satu unsur cikal bakal TNI. Danu M. Hasan adalah salah
seorang anak buah Ali di Hizbullah. Pada gilirannya, ketika Ali masuk TNI,
Danu bergabung ke dalam DI/TII. Danu M. Hasan sempat menjabat Komandeman
DI/TII se Jawa. Kelak, pasukan Danu berhasil ditaklukkan oleh Banteng
Raiders yang dikomandani Ali Moertopo. Perjalanan berikutnya, pasca
penaklukan, terjalinlah hubungan yang lebih serius antara Ali dengan Danu di
dalam kerangka "membina mantan DI/TII". Pada persidangan kasus DI/TII,
1980-an, terungkap bahwa Ali Murtopo secara khusus menugaskan Kolonel Pitut
Soeharto untuk menyusup ke golongan Islam, antara lain dengan mengecoh Haji
Ismail Pranoto (Hispran) di Jawa Timur. Di Jawa Barat, Pitut "membina" Dodo
Kartosoewirjo dan Ateng Djaelani. Namun gagal, kecuali Ateng Djaelani,
sehingga di kalangan pimpinan DI dia dianggap pengkhianat.

Pada 1976 muncul kasus Komando Jihad (Komji) yang merupakan muslihat cerdik
Ali Moertopo. Menggunakan istilah Islam sebagai perangkap menjebak umat
Islam. Pada mulanya, Ali Moertopo mengajak para petinggi DI untuk menghadapi
bahaya komunisme dari Utara (Vietnam). Ketika itu Vietnam yang komunis
berhasil mengalahkan tentara Amerika (1975). Perang Vietnam berlangsung
sejak 1961. Kemenangan komunisme Vietnam, kemudian dijadikan momok dan
ancaman bagi Indonesia yang sejak awal Orde Baru sudah menjadi 'sekutu' AS.
Karena, sejak awal 1970-an sudah terlihat kecenderungan bahwa AS akan
dikalahkan oleh kekuatan komunis Vietnam.

Dengan alasan menghadapi ancaman komunisme dari utara itulah, petinggi DI
pasca wafatnya Imam NII, As-Syahid Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo,
diminta mengorganisasikan laskar, semacam Pam Swakarsa. Dalam waktu relatif
singkat terkumpullah ribuan orang dari seluruh penjuru Nusantara, siap
menghadapi bahaya komunisme dari utara.

Semangat membela tanah air dan mempertahankan aqidah Islam dari bahaya
komunisme inilah yang menjadi alasan bagi sejumlah orang sehingga mau
terlibat. Mereka yang berhasil direkrut pada umumnya rakyat kebanyakan,
mulai dari pedagang, guru mengaji, guru sekolah umum, bahkan ada juga
prajurit TNI. Walau sudah berhasil merekrut ribuan orang, namun tidak ada
satu tetes perbuatan radikal pun yang dilakukan mereka. Tiba-tiba, secara
licik mereka semua ditangkap, dan dipenjarakan dengan tuduhan hendak
mendirikan Negara Islam Indonesia, dituduh subversif, dan diberi label
Komando Jihad.

Gerakan Islam dan Intelijen
Hampir tidak ada lembaga Islam pergerakan di Indonesia yang steril dari
penetrasi intelijen. Bahkan sejak awal Orde Baru, hal ini sudah mulai
dilakukan. Tidak saja dalam rangka memata-matai, pada beberapa kasus justru
menjadi 'arsitek' bagi terciptanya anarkisme atau gerakan radikal.

Awal tahun 1970, Ali Moertopo 'menggarap' Nur Hasan Ubaidah, sehingga
berhasil dinobatkan sebagai "Imam" sebuah kelompok puritan ekstrim kanan
yang kemudian terkenal dengan nama Islam Jama'ah (IJ). Salah satu ajarannya
adalah mengkafirkan orang Islam di luar komunitasnya. Untuk menghindari
protes massa akibat ajaran sesat yang dikembangkannya, Lembaga ini berganti
nama menjadi Lemkari, kemudian berganti lagi menjadi LDII hingga kini.
Jenderal TNI Purn Rudini mantan KASAD yang kemudian menjadi Mendagri, ketika
itu berada di belakang perubahan nama dari IJ menjadi Lemkari, dan menjadi
salah satu unsur pendukung GOLKAR terutama sejak Pemilu 1971. Oleh MUI, IJ
atau Lemkari atau Darul Hadits dinyatakan sebagai aliran sesat. Bahkan
Kejaksaan Agung telah mengeluarkan pelarangan di tahun 1971, melalui Surat
Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A. /10/1971.

Meski tidak berhasil memproduksi berbagai tindakan radikal, setidaknya Ali
Moertopo –kemudian dilanjutkan oleh Rudini– melalui Nur Hasan Ubaidah dan
Islam Jama'ah-nya telah berhasil mendiskreditkan Islam sebagai sosok yang
menakutkan, pemecah belah, bahkan sumber anarkisme.

Pada tahun 1978, intelijen berhasil membina dan menyusupkan Hasan Baw,
mahasiswa IAIN Jogjakarta, ke dalam gerakan Warman, yang terkenal dengan
serangkaian aksi radikalnya dengan sebutan Teror Warman di Jawa Tengah.

Tahun 1981 Najamuddin disusupkan ke dalam gerakan Jama'ah Imran di Cimahi,
Jawa Barat. Najamuddin pula lah yang merancang aksi anarkis berupa
penyerbuan Polsek Cicendo, bahkan merancang aksi pembajakan pesawat Garuda.
Peristiwa ini dikenal dengan kasus "Pembajakan Woyla". Salah seorang
"sutradara" pembajakan Woyla adalah Mulyani (belakangan lebih dikenal dengan
nama A. Yani Wahid, kini almarhum). Sebagai "sutradara" ia tidak ikut dalam
aksi pembajakan, namun segala persiapan pembajakan berada di tangannya.
Semasa hidupnya, almarhum berkawan karib dengan AM Hendropriyono, bahkan ia
menjadi motor penggerak di dalam mencetuskan konsep *ishlah* untuk kasus
Lampung Berdarah. Selain itu, almarhum juga pernah menjadi staf Menkopolkam
semasa dijabat Jenderal SBY. Bahkan almarhum ikut pula mensukseskan SBY
hingga mencapai puncak sebagai Presiden RI.

Stigmatisasi ala Komando Jihad, juga terjadi pada kelompok pengajian
pimpinan Imran bin Zein ini. Sebagai sebuah kelompok, pemuda-pemuda
bersemangat kala itu sama sekali tidak menyebut dirinya sebagai Jama'ah
Imran. Barulah setelah pecah kasus penyerbuan Polsek Cicendo dan Pembajakan
Woyla, kelompok ini diberi label Jama'ah Imran oleh aparat berwenang.

Sekalipun pada tahun 1983 Ali Moertopo mati mendadak di Gedung Dewan Pers
(jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat), namun kebijakan rekayasa intelijennya
tetap berlanjut. Tahun 1986, gerakan Usrah pimpinan Ibnu Thayib kesusupan
Syahroni dan Syafki, mantan preman blok M, yang menyebabkan timbulnya sebuah
peristiwa berdarah, sehingga, membawa tokoh-tokoh kelompok ini masuk bui.
Tahun 1988, Ibnu Thayib diberi 'order' sebagai umpan yang ternyata meleset,
karena umpan itu tidak digubris. Tetapi, kemudian 'ditelan' oleh Nur
Hidayat, seorang mantan karateka Nasional yang pernah menjadi bagian dari
gerakan Usrah Ibnu Thayib. Lalu, pada Februari 1989, terjadilah tragedi yang
terkenal dengan Lampung Berdarah di dusun Talangsari III, desa Rajabasa
Lama, Lampung Tengah. Pembantaian yang menyebabkan tewasnya ratusan orang,
termasuk anak-anak dan wanita, dipimpin langsung oleh AM Hendropriyono,
Komandan Korem 043 Garuda Hitam, Lampung kala itu.

Pada tahun 1994, di Pandeglang terjadi penangkapan besar-besaran terhadap
800 lebih jamaah NII KW-9. Mereka yang ditangkap aparat itu adalah mantan
anggota NII KW-9 pimpinan Abu Toto alias Panji Gumilang. Di hadapan aparat
mereka mengaku baru saja melepaskan diri dari keanggotaan NII KW-9, serta
menjelaskan bahwa pimpinan mereka adalah Abu Toto. Mereka semua akhirnya
dijebloskan ke penjara dengan masa tahanan paling rendah 2-3 minggu, namun
sosok yang bernama Abu Toto sama sekali tidak disentuh aparat.

Siapa Abu Toto? Menurut Mohammad Soebari, Mantan Kabag Keuangan DPR RI dan
tokoh elite KW-9, di tahun 1980 ketika elite NII KW-9 ditangkap Ali
Moertopo, Abu Toto kabur ke Sabah sambil membawa lari uang jamaah sebanyak
dua miliar rupiah. Toto muncul kembali sekitar tahun 1988-1989 dan bergabung
dengan Karim Hasan yang secara ideologis sudah berbeda dengan Soebari. Toto
berhasil meyakinkan Karim Hasan yang secara aqidah sudah menyimpang itu
untuk 'kembali' kepada NII. Padahal, di tahun 1983, Karim Hasan sudah
menyatakan keluar dari NII faksi Adah Djaelani.

Tahun 1992, H. Rais Ahmad yang ketika itu menjabat sebagai pimpinan NII KW-9
ditangkap aparat. Namun, Toto yang juga petinggi KW-9 tidak tersentuh
aparat. H. Rais akhirnya mendekam di tahanan hingga 1997 tanpa proses
peradilan, hingga akhir hayatnya. Setelah H Rais ditangkap (1992), Toto pun
leluasa mengambil tongkat estafet kepemimpinan NII KW-9 yang terus
melanggengkan doktrin sesat ala Lembaga Kerasulan yang disebarkan Karim
Hasan, hingga kini.

Seluruh peristiwa penangkapan jamaah NII KW-9 di tahun 1992 dan 1994, adalah
atas laporan Toto sendiri. Menurut sumber dari kalangan pergerakan, sudah
sejak 1986 Toto direkrut aparat, disuruh pulang dari pelariannya, kemudian
'membangun kembali NII' setelah sebelumnya masuk ke dalam lingkaran Karim
Hasan, tokoh sekte Lembaga Kerasulan.

Pada tanggal 27 Agustus 1999, masyarakat pergerakan dikejutkan oleh sebuah
pemberitaan berkenaan dengan diresmikannya sebuah pesantren oleh presiden BJ
Habibie, di Indramayu. Pesantren termegah di Asia Tenggara itu bernama
Ma'had Al-Zaytun, yang dipimpin oleh Syaikh Al-Ma'had AS Panji Gumilang.

Yang membuat kalangan pergerakan terkejut bukanlah kemegahan pesantren yang
berdiri di tengah-tengah kemiskinan rakyat sekitarnya, tetapi terutama
tertuju kepada sosok yang bernama AS Panji Gumilang, yang tak lain adalah
Abu Toto, alias Toto Salam, yang pernah memfitnah H Rais (1992) hingga masuk
penjara, yang pernah melaporkan 800 lebih jamaahnya sendiri (jamaah NII
KW-9) sehinga ditangkap aparat (tahun 1994), karena mereka melepaskan
keanggotaannya di KW-9 dan tidak mengakui kepemimpinan Toto.

Tanggal 5 Juli 2004, masyarakat kembali dikejutkan oleh pemberitaan seputar
pilpres putaran pertama, yaitu ketika Al-Zaytun berubah sementara menjadi
'TPS Khusus' yang menampung puluhan ribu suara (24.878 jiwa) untuk mendukung
capres Jenderal Wiranto. Ketika itu, puluhan armada TNI-AD hilir-mudik
mengangkut ribuan orang dari luar Indramayu yang akan memberikan suaranya di
TPS Khusus tersebut. Sayangnya kemudian hasil dari TPS Khusus ini dianulir.

Pada Pemilu Legislatif 5 April 2004, terdapat sekitar 11.563 pemilih yang
tersebar di 39 TPS Khusus Al-Zaytun, hampir seluruhnya (92,84 persen)
dberikan kepada PKPB pimpinan Jenderal Hartono dan Mbak Tutut. Selebihnya
(618 suara) diberikan kepada Partai Golkar pimpinan Akbar Tanjung.

Dari fakta-fakta ini, adalah masuk akal bila muncul wacana atau bahkan
kesimpulan tentang kedekatan (atau bahkan keterkaitan) antara Toto alias
Panji Gumilang dengan petinggi militer Orde Baru, Partai Golkar mesin
politik Orde Baru, dan tokoh Orde Baru lainnya, termasuk intelejen. Pada 14
Mei 2003, Jenderal Hendropriyono dalam kapasitasnya sebagai Kepala BIN
(Badan Intelejen Negara), atas nama Presiden Megawati, memenuhi undangan
Panji Gumilang untuk menancapkan patok pertama bangunan gedung pembelajaran
yang diberi nama *Gedung Doktor Insinyur Haji Ahmad Soekarno*. Kehadiran
Jenderal Hendropriyono ketika itu, diikuti hampir seluruh pejabat tinggi
BIN.

Sebelumnya, sekitar akhir 1999, ZA Maulani Kepala BAKIN saat itu pernah
membawa pesan AS Panji Gumilang kepada Al Chaidar untuk tidak menerbitkan
buku yang mengupas sepak terjang Toto Salam dan keberadaan Al-Zaytun.
Beberapa bulan sebelum buku tersebut terbit, Al Chaidar diajak oleh Zaenal
Muttaqin, Pemred Sabili kala itu ke rumah makan Sate Pancoran. Ternyata di
tempat itu sudah menanti ZA Maulani. Al Chaidar mau menghentikan rencana
penerbitan buku tersebut dengan imbalan satu miliar rupiah. Nampaknya tidak
ada kesepakatan di antara mereka, dan sebagaimana telah sama-sama diketahui,
buku tersebut terbit perdana pada Januari 2000, berjudul *Sepak Terjang KW9
Abu Toto*, dan hampir setiap bulan mengalami cetak ulang.

Zaenal Muttaqin, mantan aktivis Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin) ini memang
dikenal dekat dengan kalangan jenderal, seperti ZA Maulani, Muchdi PR
(terakhir menjabat sebagai salah satu Deputy BIN di bawah Hendropriyono) ,
Letjen Prabowo Subianto, Brigjen Adityawarman Thaha, Mayjen Kivlan Zein yang
oleh Abdurrahman Wahid pernah disebut dengan julukan "Mayjen K" ketika kasus
Ambon pertama kali meledak.

Sebelum kasus penimbunan senjata oleh Brigjen Koesmayadi diungkap oleh KSAD
Jenderal TNI Djoko Santoso (29 Juni 2006), beberapa tahun sebelumnya
sejumlah aktivis Islam pernah melaporkan kepada aparat kepolisian tentang
adanya timbunan senjata di Al-Zaytun, pada sebuah tempat yang dinamakan
bunker. Laporan itu baru ditindak-lanjuti aparat kepolisian beberapa bulan
kemudian, setelah ratusan senjata itu dipindahkan ke tempat lain, dan bunker
tempat penyimpanan senjata sudah berubah fungsi. Senjata-senjata itu milik
seorang jenderal aktif yang sangat berpengaruh pada masanya.

Dari fakta-fakta di atas, nampaknya sulit untuk mencegah bila ada yang
menyimpulkan bahwa Toto adalah sosok yang disusupkan ke dalam gerakan Islam,
dengan proyek mercusuarnya berupa Ma'had Al-Zaytun.

Namun, kebijakan susup-menyusup agaknya tidak berhenti sampai di situ. Salah
satu tokohnya adalah Haris. Pada tahun 2000 ketika sejumlah tokoh Islam pro
Syari'at menyelenggarakan Kongres Mujahidin pertama pada 5-7 Agustus, sosok
Haris sudah ambil bagian dengan peranan yang cukup signifikan, sehingga ia
bisa menjalin kontak ke kalangan tokoh Islam. Sebelum berkiprah di Kongres
Mujahidin, sosok Haris sudah lebih dulu malang-melintang di berbagai gerakan
Islam, menyusup melalui "pintu gerbang"-nya yaitu Ustadz Rani Yunsih, salah
seorang tokoh Islam pergerakan, kini almarhum.

Belakangan diketahui, Haris mengaku ditugasi untuk aktif mengarahkan agar
rekomendasi yang ditelurkan Kongres Mujahidin adalah institusi bernama
"Jama'ah Islamiyah". Namun gagal, karena Kongres ternyata melahirkan lembaga
tansiq bernama Majelis Mujahidin, hingga sekarang.

Jadi, melalui jejak intel penyusup ini, diketahui bahwa sejak awal memang
sudah ada kekuatan yang berusaha mewujudkan JI di Indonesia secara formal.
Bahkan hingga kini, masih tetap ada keinginan untuk mengkaitkan antara MM
dengan JI. Antara lain sebagaimana analisa yang dibangun Maftuh dan
kawan-kawan melalui buku berjudul " *Negara Tuhan: The Thematic
Encyclopaedia* ".

Ketika pecah tragedi WTC 11 September 2001, Haris –perwira menengah sebuah
angkatan yang bekerja untuk badan intelijen, dan disusupkan ke MM–
mengatakan, bahwa MM aman. Maksudnya jauh dari tindakan radikal apalagi
terorisme. Sebagai sosok yang pandai bergaul, Haris pasti tahu persis siapa
Ustadz Ba'asyir, terutama ketidak terkaitannya dengan JI, termasuk *track
record* Ustadz Ba'asyir yang tidak pernah terkait tindak kekerasan. Itu
semua tentu sudah dilaporkan Haris kepada institusinya.

Sosok Haris sebenarnya bisa dijadikan bukti, bahwa Ustadz Ba'asyir sama
sekali jauh dari apa yang dituduhkan kepada beliau selama ini. Namun,
mengapa beliau tetap saja ditahan? Nampaknya, aparat penegak hukum termasuk
aparat intelijen, ketika itu sekadar melaksanakan order, mengikuti kehendak
Presiden AS, George Walker Bush. Terbukti, ketika pemerintah SBY membebaskan
Ba'asyir, yang paling sewot dan ribut justru PM Australia, Jhon Howard,
sekutu AS.

Salah satu bukti adanya kepentingan asing yang berupaya mengkait-kaitkan
Majelis Mujahidin dengan kegiatan terorisme, bisa diperoleh dari pengakuan
Asep Rahmatan Kusuma, yang pengakuannya pernah dipublikasikan majalah berita
mingguan GATRA.

Pada GATRA edisi 4 Januari 2006, Rahmatan mengakui bahwa ia pernah
diperintah oleh CIA untuk mengirimkan anggota MM naik bus dari Garut ke
Bandung pukul 05.00. Kelak, pada bus itu akan ditaruh bahan peledak.
Sehingga, saat bus dihadang, ada orang MM yang diringkus. Menurut Asep
Rahmatan Kusuma, ini merupakan rekayasa untuk menjebak anggota MM. Namun, *
Alhamdulillah* rekayasa jahat itu gagal alias tidak berhasil.

Penyusupan agen intel ke dalam tubuh Majelis Mujahidin memang tidak selalu
bertujuan untuk menjebak. Sebagaimana dilakukan oleh mantan Komandan Laskar
Kristus Evangelist Wilayah Indonesia Timur, Andronikus Kaparang, M.Th, alias
Lalu Muhammad Hasan alias Ihsan, yang menyusup ke MM dengan tujuan melacak
mata rantai hubungan Majelis Mujahidin dengan Al Qaidah pimpinan Usamah bin
Ladin. Juga, menelusuri sumber dana, dan kemungkinan keterlibatan Majelis
Mujahidin dalam permusuhan dengan umat Kristen. Namun, Andronikus tidak
menemukan keterlibatan Majelis Mujahidin atas kecurigaannya tersebut.
Pengakuan ini disampaikan Andronikus pada tanggal 9 Juli 2006, di Markaz
Pusat Majelis Mujahidin, Jogjakarta.

Memperalat Negara
Sebagai institusi Islam yang berjuang bagi diterapkannya Syari'at Islam di
lembaga negara, tanpa harus kehilangan kewaspadaan seorang mujahid,
kehadiran agen intel ke dalam tubuh Majelis Mujahidin, bukanlah peristiwa
yang terlalu mencekam. Selama ia hanya berusaha memastikan ada-tidaknya
keterkaitan MM dengan aneka aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia,
maka penyusupan itu hanyalah sia-sia belaka. Karena, pasti sang agen tidak
akan pernah menemukan bukti-bukti yang signifikan. Majelis Mujahidin hanya
khawatir, bila kehadiran agen intel tadi tidak sekadar menggali informasi,
tetapi melakukan serangkaian jebakan dan rekayasa untuk mengadu domba,
menjebak, memfitnah, atau membenturkan MM dengan penguasa, dengan mengaitkan
aksi radikal maupun terorisme yang pernah atau akan terjadi.

Sebagai instistusi dakwah dan jihad, bagi Majelis mujahidin, intel juga
manusia, yang menjadi objek da'wah bagi pentingnya penegakan Syari'ah Islam
di Indonesia. Sejauh gerakan Islam konsekuen menjadikan Syari'at Islam
sebagai parameter utama dalam mengawal setiap aktivitas, program, termasuk
pola berpikir tokoh-tokohnya, tidak ada hal yang harus dikhawatirkan. Harus
dihilangkan cara pandang sebagai orang kalah, yaitu merasa menjadi korban
konspirasi, merasa diperalat pihak lain, atau dijebak ideologi tertentu.
Mengapa kita tidak berpikir sebaliknya, memposisikan gerakan Islam sebagai
agen perubahan, bukan sebagai obyek penderita. Sehingga, bergaul dengan
siapa saja, tidak seharusnya membuat kita kehilangan apa pun jua.

Menurut Al-Qur'an, Islam senantiasa bersikap bersahabat dengan siapa saja
yang suka berbersahabat, berdamai dengan siapa saja yang ingin damai, dan
juga siap melawan terhadap siapa saja yang mengusiknya. Melawan siapa saja
yang mencetuskan fitnah, termasuk mereka yang tidak membiarkan pemikiran
Islam berkembang bebas, atau orang yang hendak memaksakan ideologi tertentu
pada kaum Muslimin. Siap melawan, baik melalui perang intelektual, taktik
dan strategi, maupun menggunakan sarana fisik. Karena, kekuatan Syari'ah
Islam pada seorang Muslim adalah jaminan bagi keselamatan jiwanya, hartanya,
dan kehormatannya. Manakala komitmen pada Syari'ah Islam melemah, kaum
Muslimin akan mudah menjadi sasaran pertumpahan darah, dan adu domba. Harta
kekayaan serta kehormatan mereka akan menjadi obyek penjarahan
musuh-musuhnya.

Aktivitas dakwah dan jihad, menyeru penegakan Syari'ah Islam, tidaklah
bertentangan dengan konstitusi negara. Juga, sama sekali tidak berpotensi
menimbulkan disintegrasi. Hasil penyusupan Haris dan Andronikus, seharusnya
sudah bisa menjadi kontribusi berharga bagi badan intelijen untuk sampai
pada sebuah kesimpulan, bahwa Majelis Mujahidin sama sekali tidak terkait
dan tidak bisa dikait-kaitkan, apapun alasannya, dengan radikalisme dan
terorisme. Kalau badan intelijen merupakan alat negara, akan lebih produktif
bila aktivitasnya ditujukan untuk memata-matai berbagai tindakan yang
berpotensi merugikan negara, seperti *illegal logging* (pembalakan liar),
prostitusi, peredaran narkoba, penjualan bayi, preman, perkosaan, uang
palsu, penyelundupan BBM, penambangan pasir liar, korupsi, penyelewengan
dana BLBI yang mencapai triliunan rupiah, penimbunan senjata (dan jual-beli
senjata organik kepada pihak-pihak yang tidak layak).

Masih sangat banyak jagat persoalan yang seharusnya menjadi objek badan
intelijen ketimbang memata-matai MM, ataupun gerakan Islam lainnya, yang
menyerukan kepada penegakan Syari'ah Islam. Sebagai alat negara, badan
intelijen seharusnya bisa menemukan sebab-sebab mengapa Pulau Sipadan dan
Pulau Ligitan, misalnya, bisa direbut oleh Malaysia. Apa sebenarnya yang
telah dilakukan aparat terkait sehingga kedua pulau itu bisa lepas begitu
saja?

Namun, jika kerja intelijen cuma mengobok-obok Majelis Mujahidin, padahal di
luar sana banyak pihak sedang melakukan aneka kegiatan yang berpotensi
menghancurkan NKRI, maka jawab lah pertanyaan ini: Benarkah intelijen
sebagai alat negara, atau cuma memperalat negara guna kepentingan politik
rezim yang berkuasa? Atau, untuk memuaskan negara asing seperti AS dan
sekutunya, sehingga pemerintah bisa mendapat kucuran dana pinjaman (hutang)
yang akan membebani generasi mendatang? Jika hanya itu, *masya Allah*,
betapa nista dan tidak berdayanya akal sehat sebagian aparat di negeri ini.


11 Agt 2009

Bupati Enrekang dan Ketua PWI Ditipu Miliaran Rupiah

Makassar, Tribun - Bupati Enrekang Latinro Latunrung dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Zulkifli Gani Ottoh dikabarkan menjadi korban penipuan cek kosong.

Namun baru Zulkifli yang melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Makassar, Senin (29/6).
Pelaku yang dilaporkan adalah Direktur PT Famika Jaya Oichida. Total kerugian yang dilaporkan Zulkifli akibat kejadian ini mencapai Rp 800 juta.
"Cek yang diberikan Direktur Famika untuk pembelian tanah di Jl Perintis Kemerdekaan ternyata kosong," kata mantan Ketua Komisi Umum (KPU) Kota Makassar kepada wartawan, kemarin.


Sementara Lantinro megaku persoalan tersebut diurus oleh stafnya. Menurutnya, kasus tersebut melibatkan perusahaan yang dimilikinya.
Perusahaan Latinro dikabarkan dibayar dengan cek kosong senilai Rp 1,7 miliar. Namun, hingga kemarin Latinro belum melaporkan kasus ini ke polisi.

Kasus ini bermula dari jual beli tanah seluas lima hektare yang berlokasi di Jl Perintis Kemerdekaan. PT Famika selaku developer akan membangun perumahan Taman Goysen Indah di kawasan ini sejak tahun 2008 lalu.
Terdapat sejumlah pemilik lahan di kawasan ini. Zulkifli dengan areal seluas 4.000 meter persegi (m2), Latinro sekitar dua hektare, dan Pengurus Yayasan Makassar Maju bernama Juliadi.
Tanah Yayasan Makassar Maju (Sekolah Tinggi Ekonomi Makassar Maju) seluas sekitar tiga hektare dimiliki banyak pengurus yayasan termasuk Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional (Balitbang) Depdiknas RI Prof Dr Mansyur Ramly.
Tanah milik yayasan maupun pribadi seluas sekitar tiga hektare tersebut ditaksir mencapai Rp 3 miliar lebih. Sebelumnya, PT Famika (perumahan Gosyen Indah) berencana membeli tanah milik pengurus yayasan.
Namun, dalam perjalanannya developer ini belum menepati perjanjian pembayaran sehingga transaksi tersebut telah batal demi hukum.
"Julius yang tercacat sebagai pengurus yayasan juga melepas tanahnya. Namun enggan dibayar memakai cek dan memilih pembayaran kontan," kata sumber Tribun.
Ditimbun
Meski perjanjian jual beli belum tuntas, pengembang sudah melakukan penimbunan. Bahkan, sudah ditawarkan kepada ratusan calon user (konsumen).
"Jadi waktu itu dia (Oichida) hanya memberi tanda jadi kepada kami bertiga selaku pemilik lahan sebesar Rp 500 juta. Lalu tanahnya sudah ditimbun dan dijual ke user. Karena kesibukan dan masih melihat ada itikad baik saya biarkan. Namun lama kelamaan PT Famika mulai memperlihatkan gelagat mencurigakan dan mencoba menghindar," tambah Zulkifli.
Untuk menyelesaiakan pembayaran lahan, dilakukan pertemuan antara Ochida yang bermukim di Jl Veteran Selatan No 154 bersama pemilik lahan dan notaris Muin Marsidi, Rabu (24/6).
Dalam pertemuan ini, Ochida yang juga disebut sebagai pemilik Rumah Makan (RM) Gogohe dan Pemimpin Yayasan Sekolah Kesehatan (STIKES) Famika Gowa tersebut bersepakat membayar pelunasan tanah.
Pengusaha asal Sumatera ini membayar korban termasuk Zulkifli dengan memakai cek Bank CIMB-Niaga Tbk Kantor Cabang Makassar
Cek ini baru bisa dicairkan Jumat (26/6) apabila sertifikat yang dimiliki pemilik lahan sudah balik nama di Badan Pertanahan Negara (BPN).
Betapa kagetnya Zul, ketika ingin mencairkan duit tersebut di muncul surat keterangan penolakan (SKP) dari Bank Niaga. Keterangan penolakan ini langsung ditandatangani Manager PT Bank Niaga Tbk Kantor Cabang Makassar Arny Haerani.
"Tanggal 25 (Juni) ternyata sudah balik nama dan akte tersebut sudah dipegang notaris. Jumat saya pergi ke Bank Niaga ternyata kosong. Saya ditipu. Dia membayar dengan cek tidak ada dananya," jelas Zulkifli.
Secara terpisah Kepala Satuan Rerse dan Kriminal Polwiltabes Makassar AKBP Heri Tri Maryadi saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya akan memperoses kasus tersebut.
"Siapapun yang bersalah akan kami tindak, namun karena laporannya baru saja masuk, kami belum bisa memberi keterangan lebih banyak,"jelas Heri.(axa/mam/cr3)



9 Agt 2009

Mohammad Jusuf Kalla,Ikrar Nusa Bhakti

Sosok tubuhnya pendek untuk ukuran orang Indonesia. Kumisnya mengingatkan saya pada Charlie Chaplin, komedian dunia yang tersohor pada masa lalu. Orangnya amat terbuka pada kritikan yang datang dari mana pun, terlebih lagi dari para pengamat politik dan ekonomi. Gaya bicaranya ceplas ceplos. Meski begitu, Mohammad Jusuf Kalla, atau lebih dikenal dengan JK, adalah orang yang amat ramah setulus hati, bukan basa basi politik.

Gagasan ekonomi dan politiknya amat memukau banyak pihak. Dedikasinya bagi negeri ini sungguh tak terkirakan. JK adalah orang di balik perdamaian di Poso, Maluku, Aceh dan masih tersisa adalah soal Papua. Tak heran jika ada pihak, seperti LIPI dan Universitas Tadulako, ingin memberinya gelar “Bapak Perdamaian Indonesia.” Hanya saja, karena JK seorang saudagar, ada orang yang menilainya rendah, seolah-olah para saudagar hanya mencari keuntungan pribadi.

Dari tiga calon presiden 2009, secara tatap muka saya dulu paling sering berhubungan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya saat menjadi anggota tim Reformasi Politik di era Presiden BJ Habibie, di mana SBY menjadi koordinatornya. Namun, adalah SBY pula yang mengkoordinasi dan memimpin 'pengadilan' terhadap tim peneliti Pusat Penelitian Politik dan Kewilayahan (PPW) LIPI saat tim peneliti berkesimpulan Reformasi Internal TNI bersifat setengah hati.

'Pengadilannya' pun di tempat yang sama ketika Tim Reformasi Politik era Habibie berapat, yakni Gedung Bimasena, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tim LIPI yang saya pimpin saat itu diadu domba dengan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada pimpinan Dr Nasikun yang menyatakan "Rakyat masih mendukung Dwi-Fungsi ABRI."

Pengadilan yang dipimpin SBY yang saat itu masih Kepala Staf Teritorial ABRI, menghadirkan Wakil Panglima ABRI Marsekal Madya Widodo AS, Kapuspen ABRI Marsekal Muda Graito Husodo, Mayjen Agus Wirahadikusuma, akademisi dan mantan aktivis mahasiswa. ABRI saat itu kurang suka dengan kesimpulan penelitian LIPI dan lebih memuja hasil tim penelitian UGM yang didanai oleh Mabes ABRI. Itu adalah awal ketidaksukaan saya pada SBY yang suka cari muka di hadapan pimpinan ABRI saat itu dan meninggalkan kawan-kawan seangkatannya (Angkatan 73) yang amat reformis.

Ketidaksukaan saya kepada SBY makin bertambah ketika dalam suatu seminar di CSIS, Jakarta, SBY mengatakan "I am a loner in the Cabinet" karena itu tak bisa berbuat banyak untuk menyelesaikan soal Papua. Bagi saya, adalah aneh jika seorang Menko Polhukam menyatakan 'kesepian' di kabinet dan tidak dapat berbuat banyak untuk menyelesaikan soal konflik Papua. Soal Aceh juga demikian, saya dan teman dari ProPatria pernah mengusulkan penyelesaian konflik di Aceh, agar Gubernur Abdullah Puteh diganti oleh seorang pejabat gubernur, dan tidak diberlakukan darurat militer di Aceh.

SBY yang saat itu masih Menko Polhukam dengan gayanya yang khas mengucapkan terima kasih karena ada anak-anak muda yang memberikan masukan positif soal Aceh dan berjanji akan membawa masukan kami ke sidang kabinet. Suatu janji yang tidak pernah dilakukan, dan bahkan akhirnya pemerintah menerapkan darurat militer di Aceh.

Dengan JK, saya hanya sempat bertatap muka dan berdiskusi 4 kali. Dua kali bersama para akademisi dan pengamat politik dan dua kali bersama pimpinan LIPI. Di mata saya, JK amat berbeda dengan SBY. Walau di era Presiden Megawati, JK berposisi sebagai Menko Kesra, adalah JK yang aktif menyelesaikan soal konflik di Poso, Maluku dan mengawali penyelesaian konflik Aceh.

Pengabdian JK pada negara amat tulus, siapa pun presidennya. JK tidak punya perhitungan politik apa pun, selain ingin negeri ini sejahtera dan aman. JK juga tidak peduli hasil kerjanya akan menguntungkan bosnya, apakah itu Presiden Megawati atau SBY.

Dalam dua kali pertemuan, saya antara lain mengeritik cara perusahaan listrik di Tentena milik keluarga JK yang ketika merekrut pekerja dari kalangan Islam dan Kristen tidak didahului dengan psikotest, sehingga hasilnya bukan terjadi keakraban di antara dua kelompok yang bertarung di Poso, tapi justru terjadi kerenggangan. Secara tegas JK menerima kritik itu dan akan memperbaikinya di masa depan.

Satu hal mengagumkan dari sosok pribadi JK adalah demokrat sejati. Ia menerima kekalahan pada Pilpres dengan lapang dada. Tak heran bila JK disambut bagai pahlawan ketika pulang kampung ke Makassar minggu lalu. Kini tampaknya JK sungguh amat kesepian di Kabinet. Posisi sebagai Wapres tampaknya tidak dihargai lagi. Ini tampak dari tidak diikutsertakannya JK pada rapat jarak jauh antara Presiden dan para gubernur se-Indonesia. JK juga pergi sendirian ke Banten untuk meninjau percepatan pembangunan kelistrikan, tanpa disertai satu pun menteri dan Direktur Utama PLN.

Meski nanti JK pulang kampung ke Makassar, saya akan tetap menghormati beliau sebagai pemimpin yang merakyat, tegar, demokrat sejati, dan tetap penuh perhatian pada perdamaian dan persatuan. Nama JK tetap terukir sebagai "Pahlawan Perdamaian" di negeri ini.
8 Agt 2009

Unhas dan Enrekang Gagas Proyek Pengadaan Sapi

MAKASSAR, TRIBUN - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Pemerintah Kabupaten Enrekang, akan menggagas proyek pengadaan daging sapi dari Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang.

Hajatan bareng itu akan dikemas dengan nama Maiwa Beef. Rencana ini untuk menindaklanjuti tersedianya ranch sapi Unhas yang sudah ada sejak tahun 1988 melalui Bantuan Presiden.

Rencana ini terungkap dalam kunjungan Rektor Unhas, Prof Dr dr Idrus A. Paturusi dan rombongan meninjau lokasi Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unhas Gelombang khusus di Kabupaten Enrekang, Sabtu.

Rektor Unhas selama tiga hari mengunjungi mahasiswa KKN di tiga kabupaten, yakni Pinrang, Enrekang, dan Kabupaten Wajo.

Rektor mengatakan, guna mewujudkan rencana ini harus ada perencanaan yang matang dan rapi. Jika program ini terwujud, bukan tidak mungkin akan dapat memasok kebutuhan daging di Sulsel.

Unhas memimpikan ladang ternak dapat menjadi laboratorium peternakan di Sulsel dan pada gilirannya dapat menjadi sumber produksi daging bagi daerah ini.

"Saya harapkan, kiranya laboratorium ini dapat ditangani dengan manajemen yang lebih baik," kata Idrus Paturusi.

Lokasi ranch Unhas ini sejak awal memimpin Unhas sudah digadang-gadang Idrus Paturusi sebagai aset penting yang dapat dikelola dengan mensinergikan aspek teori dan praktik entrepreneurship dalam bidang peternakan.

Selain itu, Rektor Unhas mendambakan para mahasiswa Fakultas Peternakan menjelang penyelesaian studinya akan dapat tinggal di ladang peternakan untuk memperoleh pengalaman praktik sebelum terjun ke tengah masyarakat.

Ladang ternak Unhas tersebut memiliki luas 32,28 ha, merupakan bantuan Presiden tahun 1988, terletak di Kecamatan Maiwa dan oleh Fakultas Peternakan difungsikan sebagai Laboratorium Peternakan.

Kini, ladang ternak tersebut terisi 42 ekor sapi. Menurut Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang, Yunus Abbas, sapi yang pernah dimiliki Unhas di Maiwa pernah mencapai 100 ekor.

Bupati Enrekang, Ir La Tinro Latunrung menanggapi antusias keinginan Unhas tersebut.
"Kita bisa wujudkan program ini dalam waktu empat tahun mendatang," ujar La Tinro sembari menambahkan, kalau ini berhasil juga ada kenang-kenangan baginya ketika mengakhiri masa jabatan periode keduanya sebagai Bupati Enrekang.

Ladang ternak Unhas tersebut terletak sekitar 5 km dari Kota Rappang di sebelah kiri jalan ke arah ibu kota Kabupaten Enrekang.

Pihak Unhas sudah membangun sebuah rumah panggung yang cukup besar dengan sejumlah kamar sebagai lokasi penginapan para dosen yang akan melaksanakan kegiatan praktik di tempat itu. (*)



7 Agt 2009

Aktivis LSM Minta Anggota Dewan Ditahan

ENREKANG---Aktivis LSM Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak), Ir Muh Rizal Bakri mendesak penyidik menahan Rubing anggota DPRD Enrekang yang menjadi tersangka penabrakan, yang menyebabkan hilangnya nyawa Husain, warga Kampung Cekke, Desa Botto Malangga kecamatan Maiwa Enrekang,Juni lalu.
Satlantas Polres tidak menahan tersangka dengan dalih penangkapan tersangka harus sesuai prosedur hukum dengan meminta izin penyidikan dari Gubernur Sulsel. Kendati tersangka sudah membayar ganti rugi kepada keluarga korban, sehingga tidak berkeberatan lagi. Namun proses hukum tetap berjalan sesuai pengakuan Kasat Lantas Polres Enrekang.

"Saya berharap kepada penegak hukum agar kasus lakalantas yang melibatkan oknum anggota dewan ini diselesaikan sesuai hukum berlaku,"harap Rizal. Ia menambahkan, jika sudah menjadi tersangka, maka aparat kepolisian tidak ada lagi alasan tidak menahan. Apalagi
tersangka sudah terbukti bersalah dan apalagi kalau sudah ada izin dari gubernur.