31 Jul 2009

TERORISME DAN MASA DEPAN UMAT ISLAM

Ok..., sedikit menaggapi selaku mahasiswa lugu dalam sudut pandang santri lugu, sedikit menyadur dari opini kedaulatan rakyat edisi kamis 30 Juli 2009, judul opininya terorisme dan masa depan Islam. "Isu terorisme yang notabene dilakukan oleh orang-orang yang dianggap berlatarbelakang Islam itu bila terus berlanjut akan memperlemah Islam. Bukan tidak mungkin, akan banyak orang yang tidak berani belajar ke pondok pesantren atau memakai simbol Islam."

Ada beberapa hal yang perlu diangkat, yang pertama masalah pencitraan, umat Islam belakangan ini memang diserang dari isu tersebut. Mungkin sang penyerang tahu, bahwa masalah pencitraan sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Sebagai contoh, kita dulunya tidak mengenal yang namanya sabun, shampoo, dan bahan kebutuhan lain yang diolah dengan teknologi dan kemudian dicampur dengan bahan kimia berbahaya. Tapi, sekarang seakan bahan-bahan tersebut tidak terlepaskan dari kebutuhan kita. Contoh lain, Handphone yang dulunya hanya kalangan elite yang menggunakannya, tapi sekarang hampir semua lapisan masyarakat menganggapnya sebagai suatu kebutuhan. Di sinilah peran pencitraan dalam mempengaruhi pola pikir masyarakat.

Yang kedua, masalah terorisme yang diidentik dengan bom bunuh diri, bukan berasal dari budaya Indonesia, melainkan cara-cara yang diimpor dari luar. Namun hal ini tidak mengejutkan. Bila kita menengok ke belakang mengenai sejarah lahirnya budaya dan agama di Indonesia. Semuanya diimpor dari luar. Agama Islam yang diimpor dari luar, sejak kedatangannya ke Indonesia tidak pernah melakukan yang namanya teror. Para penyebar agama Islam menyebarkan agama dengan pendekatan akhlak terpuji bukan dengan penyerangan atau teror yang marak sebelum kedatangan agama Islam. Maka, kedatangan agama Islam pada masa lampau dan sesudahnya mampu diterima oleh semua kalangan.

Siapa sebenarnya teror? ini tentu telah menjadi rahasia umum, bahwa yang mempunyai senjata nuklir mulai dari A-Z adalah Amerika Serikat dan Rusia. Sampai sekarang, kedua negara ini secara diam-diam mengembangkan senjata yang mampu membinasakan kehidupan umat manusia. Sekarang, Rusia telah mengembangkan senjata nuklir berkecapatan hypersonic. Kecepatan hypersonic sama dengan ........................................

Dari pengalaman masa lampau, masa kini, dan melihat proses masa depan, seorang yang benar-benar realistis akan berpendapat, bahwa kekuatan persenjataan, kekerasan, tidak dapat mencapai pemecahan persoalan secara mendasar dan abadi. Dan mungkin inilah yang digambarkan film-film Cina, film yang menonjolkan sikap balas dendam. Pemecahan masalah tersebut sering hanya mengambang dan temporair. Dan sementara perdamaian semu meninabobokkan banyak orang, secara diam-diam tetap ada kecurigaan antarnegara yang memiliki kekuatan raksasa ini.

Akibat perang memang maha dahsyat. Tetapi anehnya orang suka bermain-main dengan senjata pemusnah dunia ini. Lembaga atau orang-orang yang anti nuklir memang sudah berjuan meniadakannya. namun tidak gampang mereka menghadapi negara-negara pemiliki nuklir itu.

Berdasarkan pengalaman sejarah, jika setiap negara semakin mempersenjatai diri, maka akhrinya akan terjadi pengelompokan-pengelompokan negara yang satu sama lain saling berhadap-hadapan yang akhirnya bermuara pada perang. Dan ini dilihat juga oleh negara-negara lain yang tidak berdaya apa-apa akan meramaikan terjadinya pengelompokan negara tersebut.

Kecenderungan akhir-akhir ini menunjukkan Rusia dan Amerika masing-masng mulai membangun kelompok negara kembali. Washington menuduh Rusia bersama Cina meningkatkan kegiatan mata-mata terhadap Amerika.Amerika juga munuduh Cina mencuri rahasia AS untuk mempercepat pengembangan militer dan ekonomi.

Ketiga, masalah pesanten dan memakai simbol Islam, disini kita perlu risauh. Melihat fenomena belakangan ini, umat Islam tidak pernah merasa terusik dengan adanya "penyudutan" yang dilakukan kalangan tertentu melalui terorisme. Justru dengan adanya fenomena ini, umat Islam semakin yakin akan adanya kebenaran. Kebenaran yang akan ditampakkan oleh Allah SWT. Kata pamungkasnya adalah sepintar-pintar apapun seseorang dalam menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium baunya juga. Semoga Allah melindungi kita, dan yakin kalau kebenaran ada di tangan Allah. Amiin.
29 Jul 2009

Aduh...!

Tadi pagi, kami kerja bakti. Kerja bakti menjadi runtinitas kami, anak panti bina insani setiap paginya. Kebetulan saya mendapat giliran di kandang Kambing. Wah,,, sampahnya banyak. Beberapa saat kemudian, teman datang, "Aduh...aduh...aduh...", sontak aku anehnya mendengarnya. Di sini saya mengambil hikmah, bahwa kata aduh harus dibuang jauh-jauh dari ucapan kita. Kata aduh bisa menimbulkan image orang lain bahwa kita adalah orang yang malas, orang yang tidak mau menerima resiko. Bukankah ketika kita bekerja, resikonya adalah capek.

Kalau dari sudut pandang agama, kita dilarang keras berkeluh kesah, karena keluh kesah adalah temannya setan. Ketika kita melakukan sesuatu aktifitas dengan keluh kesah, maka barokahnya akan hilang. Barokah di sini adalah nilai positif yang akan muncul dari tindakan atau aktifitas yang didasari dengan keikhlasan, baik ikhlas niat, ikhlas tindakan, ikhlas dalam menerima hasilnya.

28 Jul 2009

SINOPSIS SERJANA SEPEDA

Liburan semester tiba, senang rasanya bisa mudik bersama teman-teman sekampung. Segalanya kami persiapkan, mulai dari perbekalan, tiket, dan yang lebih utama persiapan untuk tour ke sekolah-sekolah.
Ingin rasanya hari esok tiba, naik kapal, melewati selat Sulawesi, melihat lumba-lumba di tengah laut, melihat percikan ombak yang dihantam badan kapal. Tidak sabaran melihat perubahan kampung setelah kutinggal selama 3 tahun. Bangunan apa yang baru, apa ada perkembangan, bagaimana dengan sekolahku? Apa guruku masih mengajar? Seribu pertanyaan yang akan kujawab setelah sampai nantinya. Namun semakin dipikir rasanya waktu itu berjalan detik demi detik, sangat lama. Mungkin inilah yang dinamakan penyakit tidak sabar kami. Namun, kami sadar mengharapkan sesuatu belum pada waktunya bisa berakibat fatal.

Siang beranjak malam, semua teman-teman sibuk mempersiapkan diri. Saya mempersiapkan bahan presentasi tentang perguruan tinggi di Yogyakarta. Tugas ini diamanahi ke saya, karena dianggap pantas untuk berbicara di depan siswa SMA se-Kabupaten Enrekang. Bukan paling pantas, karena mungkin tidak ada yang lain. Alias mengambil sesuatu yang jelek diantara yang terjelek. Touring ke SMA telah menjadi rutinitas kami, jadi setidaknya kami mudik bukan hanya melepas kangen dengan sanak family, tapi melatih mental, melatih intonasi, melatih mimit, melatih logat. Nah logat inilah yang menjadi prioritas, kayaknya tidak pantas kuliah di Jogja kalau logat kampung masih dibawah-bawah. Logatnya tentu bukan logat Jakarte, gue, lho, mau kemane? Atau logat Kejawen, arep ngendi? Kowe, panjenengan, sko ngendi? Ataukah logat Melayu Nce, Mau kemane, ape ceite?
“Ayo…ayo… berangkat, sudah jam 8 nih…!” seorang teman memberi komando. He…he…, logatnya membuatku tertawa, logat yang tidak jelas logat Jawa atau Sulawesi. Aneh kedengarannya, tapi itulah persilangan bahasa antara Sulawesi dan Jawa. Unik.
“Kami berangkat dulu le…, jaga ki rumah baik-baik!” kalau guru bahasaku, guru bahasa saat SMP dulu mendengar ucapan ini, pasti aku sudah ditendangnya hingga tersungkur di lantai, karena dianggap memperkosa Bahasa Persatuan. Dia adalah seorang wanita yang menjadi penakluk para algojo kelas kami. Tidak ada yang berani melawan dia, semuanya diam saat dia menerangkan, “Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbahasa Satu Bahasa Indonesia.” Sumpah pemuda, walau kadang hanya menjadi pelengkap saat upacara.
Kami pun beranjak dari tempat duduk, setelah sejenak khusuk memanjatkan do’a bepergian. Butuh konsentrasi khusus agar do’anya diijabah Biar di jalan tidak terjadi apa-apa. “Rabbana atina fiddunya Khasanah wafil akhriati khasanah wakina asabbnar”. Doa sapu jangat mengakhiri kekhusuan kami. Tas dipundak, kresek ditangan, ada lagi yang menjinjing kantong plastic, entah isinya apa? Oh…pakaian ganti, soalnya perempuan paling rawan masalah ganti mengganti. Dialah Hera, satu-satunya wanita yang ikut dalam rombongan kami.
Langkah kami terseok-seok menaggung beban masing-masing. Untung bawanya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 100 meter ke arah persimpangan lampu merah. Hanya beberapa saat menunggu, mobil berbentuk balok berhenti pas di depan kami. Lumayan, sopirnya agak kalem, dia berhenti agak lama memastikan penumpangnya naik dengan sempurna. Biasanya, angkot sejenis ini tidak sabaran, kita harus ekstra cepat kalau tidak ingin jatuh.
Mobilnya terus melaju, tidak ada yang bersuara, semuanya diam membisu. Hanya terdengar suara mobil yang umurnya sudah tidak layak operasi, kondisi mobilnya hampir sama di kampong kami. Mobil brbentuk balok persegi yang difungsikan membawa hasil kebun para petani. Suasana makin hening, ketika segerombolan laki-laki naik ke atas mobil, satu per satu mereka naik. “Hati-hati Mas”, kata konduktur sambil memengang lengan mereka. Tidak tampak dari raut mukanya kalau mereka ini seorang tuna netra, wajahnya cerah bersih, bajunya bersih lengkap dengan peci di kepalanya. Mungkin mereka dari pengajian.
Aku tercengang melihat mereka. Mereka terlihat tanpa ada raut penyesalan. Kebayang kalau saya seperti mereka, mungkin saya sudah gantung diri atau menyediri di dalam rumah. Untunglah Allah menimpakan cobaan sesuai dengan kadar kemampuan hambaNya. Timbul rasa syukur yang mendalam. Syukur masih diberi penglihatan. Kuambil kamera yang tersimpan di dalam kantong tasku, kucoba abadikan raut mereka untuk jadi renungan. Menjadi renungan betapa penting mata kita ini. Tanpa mata, kita tidak dapat melihat indahnya dunia ini. Tidak mampu membedakan warna pelangi, pelangi…pelangi alangkah indahmu, merah…kuning…hijau… di langit yang biru… jadi ingat lagu TK.
Sesaat kemudian, kami berganti mobil, mobilnya patas melaju melihtasi jalan menuju ke arah Surabaya. Melihat jalan-jalan menuju Surabaya, aku teringat semua tentang perjalananku hidupku. Perjalanan hidup di Jogjakarta yang penuh tawa saat suka dan penuh luka saat duka. Mengingat saat-saat genting yang hampir membuatku pupus harapan. He..he.. ingin rasanya tertawa. Menertawakan kisahku.
Kisah saat-saat menjadi master dispensasi, sebutan yang diberikan dosen kewirausahaan beberapa hari sebelum ujian. Master dispensasi menjadi julukan kami karena tiap semester harus antri bersama master dispensasi lainnya, berlari-lari mengejar dosen bagian kemahasiswaan yang cuek bukan main, karena tahu kalau kami ingin dispensasi. Kisah saat bersama anak santri lugu pondok bina insani, bersama anak-anak ini rasanya semua problem hilang sekejap. Kisah saat menjalin persahabatan terlarang yang membuatku memutar presepsi 180 derajat. Kisah saat jadi asisten lugu yang membuatku bercita-cita jadi seorang rektor. Rektor Universitas Hasanuddin yang bergelar Prof. Dr. Riandi Al-Buqizy, M.Kom, Ph.D. WAW. Gelar yang mirip dengan dosen Kalkulus kami, Dr. Suparman, M.Si.DEA. lulusan Prancis.
Kisah saat menjalin sahabat pena dengan seorang warga Jerman. Seorang warga Jerman yang ahli bahasa, Cina, Jepang, Inggris, Prancis, Indonesia, dan … dan …... yang membuatku harus berdebat tanpa ujung pangkal. Wah… hebat, aku jadi kagum bukan main. Kisah persahabatanku dengan Dewi Soloensis, kisah yang membuatku tahu bahwa untuk menjalin persahabatan yang sesungguhnya bukan dengan prinsip try and error. Kisah bersama sahabat karibku, sahabat yang kemanapun aku pergi dia mengiringi langkahku, dia tidak pernah mengeluh walau kadang tak kuhiraukan, dia tetap sabar, sabar, dan sabar sampai dia tergolek jatuh dan menjadi saksi sejarah hidupku, saksi sekaligus yang mengantarkanku jadi Sarjana. Ingin rasanya bernostalgia mengingat semua kisah. Kuambil sebuah pena dan kutulis semuanya. SARJANA SEPEDA, itulah judul yang kuberikan.

27 Jul 2009

WARNET

" Satu apa dua, Mas" Aku kebingungan, apa maksud penjaga warnet ini? namun aku hanya diam, karena prinsipku tidak akan mengulang perkataan yang ke dua kali. Aku hanya mengira, kalau 1 atau 2 itu berarti, silahkan pilih sekat nomor 1 atau 2. Aku pun ke sekat nomor 1, belum sampai, "eh..., dua Mas." Saya tidak bareng dengan ini. Jawabku sembari melirik ke anak SMA yang masuk hampir bersamaan denganku. "Oh... saya kira bareng." Aku hanya mengatakan masya Allah, image-nya kok segitunya.

Ada beberapa hal yang membuat saya bingung. Pertama, kenapa penjaga warnetnya langsung mempunyai kepekaan mengatakan 1 atau 2 ? 1 atau 2 itu artinya satu tempat ataukah 2 tempat. Saking parahnya kah pergaulan di tengah kita? Sehingga pacaran atau berdua-duaan dengan lawan jenis dianggap lumrah. Mungkin jawabnya Iya. Kedua, saya tidak sempat memperhatikan anak SMA yang hampir bareng masuk ke warnet, tapi aku melihatnya, melihat saat di parkiran, di situ saya melihatnya seorang anak SMA yang mengenakan kerudung. Pertanyaannya, kenapa kerudung tidak menjadi pelindung bagi kaum hawa?, pelindung dari fitnah. Bungkinkah kerudung hanya sebagai tutup kepala, sehingga keberadaannya hanya sebagai pelindung sinar matahari ataukah agar dapat melanjutkan sekolah ke SMA Muhammadiyah. Mungkin jawabnya juga "IYA". Ketiga, maaf kalau saya sedikit agak egois, saya tidak habis pikir, kalau saya berdua-duan dengan anak tadi, mungkin kepalaku sudah meledak, menanggung beban phikis, beban yang kadang muncul ketika saya memikirkan lawan jenis. jangankan berduaan, menatapnya saja membuat kepala saya rasa ditusuk jarum, nyut...nyut... nyutan. Mungkin hal inilah yang dikatakan Rasulullah, lebih baik saya ditusuk dengan paku api neraka ketimbang melakukan khalwat dengan perempuan.


Ikan Bandeng

Kemarin, saya dimintai tolong seorang teman, "Mas, tolong! sekalian mampir di rumah makan Padang, beliin ikan bandeng." Aku pun disodorkan uang sebanyak 4 ribu rupiah. Sejurus kemudian, saya pun keliling sekitar jalan Godean mencari rumah makan Padang. Eh..., ternyata tidak perlu susah-susah untuk menemukan rumah makan ini, rumah makan yang mungkin sebagian banyak orang tahu, jangankan di Jawa, di Sulawesi saja banyak.

Aku pun mencari ikan yang Bandeng, kulihat masakan itu, "Mas, ini harganya berapa?" tanyaku sambil menunjuk masakan ikan Bandeng, 6 ribu, Mas." 6 ribu, "ngak pakai nasi kan mas!" tanyaku lagi, agak keheranan. "Iya, ngak pakai, kalau pakai harganya 8 ribu." Aku hanya diam, dan menatap Masnya agak keheranan, dia pun sedikit senyum, mungkin dia sudah tahu kalau aku tidak jadi beli. Aku pun langsung pergi tanpa kata-kata, di jalan aku merasa tidak enak, tidak enaknya karena sudah menawar lantas tidak membelinya. Biasanya, kalau di Jawa, jangan coba-coba menawar kalau tidak ada kepastian untuk membelinya. Kalau tidak jadi beli, siaplah untuk dikata-katai, seperti yang saya pernah alami saat ingin membeli batik. "Lain kali aja ya, Bu!" Kataku untuk tidak membuat ibunya tersinggung. "Lain kali kapan?" Jawab ibunya dengan nada agak tinggi.

Nah, agar tidak membuat orang marah,ada tipsnya. Tipsnya seperti ini, waktu selesai di warung Padang yang harga bandengnya 6 ribu, saya cari lagi warung padang yang lain. Hanya berjarak 300 meter ada lagi, memang warung Padang sudah menjamur, dimana-mana ada. "Pak, Ikan ini harganya berapa," Tanyaku lagi, eh...ternyata tidak jauh beda, selisihnya cuman 5 ratus rupiah. Jelas dengan harga segitu, uangnya kurang. Uang yang diberikan teman tadi. "Pak, yang goreng ada tidak," Kataku singkat. "Oh... habis e, Mas." Jawab bapaknya. Nah... inilah tipsnya, agar penolakan kita tidak menimbulkan ketersinggungan, carilah sesuatu yang tidak ada, tapi harus logis alias ada sangkut pautnya dengan barang yang akan dibeli. Seperti contoh di atas, cari yang gorengnya, karena yang harganya 5.500 itu yang dimasak atau kalau di Jawa dikatakan Gulai Ikan.

24 Jul 2009

Enrekang Dapat 453 Formasi CPNSD

ENREKANG---Pemkab Enrekang tahun ini menerima formasi Calon Pegawai Negeri Sipil sebanyak 453. Formasi tersebut sudah diterima Kepala Kantor BKD Enrekang, Dra Hj Yuyu Yuhaeni dari Menpan.
Kepala BKDD mengatakan, formasi yang diterima sesuai kebutuhan Pemkab Enrekang.

Rinciannya, tenaga teknis sebanyak 98, guru 191, dan tenaga kesehatan 102. Formasi 453 sudah termasuk tenaga honorer 50 ditambah Sekdes 12 orang. "Jadi pemerintah siapkan untuk tenaga honorer termasuk Sekdes sebanyak 62 formasi.Kuota yang diperebutkan untuk pelamar umum sebanyak 391 kouta," katanya.

Mengenai jadwal pendaftaran, Yuyu mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan kapan jadwal pendaftaran. Yang jelas BKD Enrekang masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

23 Jul 2009

Roket RX-420 & CN-235 Militer:Getarkan Australia, Singapura, Malaysia

Oleh Cardiyan HIS
Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal
dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang
sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.

Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia
yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu
saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni
Malaysia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara.
Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km
bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi
ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu
pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di
dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang
masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1
milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller
checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang
lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI
yang lebih dari Rp. 700 trilyun.

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano
Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan
berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini
terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit
sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk
member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan?
Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan
damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia.
Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan
roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka
sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam
atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena
roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan
Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah
berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya
juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan
sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.



CN 235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho” kehebatan
insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih
jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan
PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan
penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan
dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia
CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40
insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan
persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi
dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu
saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang
ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang
Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya
insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin
orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa:
“Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih
murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus
tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen
teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.

Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para
ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team
work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah
pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda
dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit
Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung
oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan
menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.

19 Jul 2009

Terkait Proyek Belum Dibayar Rekanan Polisikan Pemkab

ENREKANG--Pemkab Enrekang dilaporkan salah seorang rekanan ke Polres Enrekang terkait banyaknya proyek tahun 2008 yang sudah dikerjakan rekanan namun belum dibayar. Direktur CV Batara Tapong dan CV Kembar Maiwa, Ahmad melaporkan Pemkab ke Polres Enrekang kemarin.
Laporan Ahmad disampaikan ke Polres Kamis, 16 Juli dan ditemuskan ke Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) Makassar dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Ahmad menegaskan, laporan bukan hanya dilakukan pihaknya namun banyak kontraktor lain.
Dari data yang dihimpun di beberapa asosiasi rekanan, jumlah proyek tahun 2008 yang sudah dikerjakan tapi belum dibayarkan mencapai Rp 42
miliar.

"Saya bisa pertanggungjawabkan data ini dan semua kontraktor siap memberi keterangan," kata Ahmad kepada PARE POS

Dewan Tunggu Tim Pemprov Sulsel

ENREKANG--Pembahasan tentang pembentukan empat kecamatan baru di wilayah Kabupaten Enrekang, hingga kini masih belum dibahas DPRD Enrekang.
Padahal ranperda pembentukan empat kecamatan tersebut sudah diajukan eksekutif ke DPRD sejak 24 September tahun lalu.

Empat kecamatan baru yang diusulkan yakni Kecamatan Anggeraja Selatan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Anggeraja, Kecamatan Matajan pecahan dari Kecamatan Maiwa, Kecamatan Tallu Madika pecahan dari Kecamatan Enrekang serta Kecamatan Banti pecahan dari Kecamatan Baraka.

Ketua DPRD Enrekang, Achmad Anggoro yang dikonfirmasi, Senin, 13 Juli mengatakan, pembahasan usulan pemekaran Kecamatan belum dilanjutkan sebelum tim Pemprov turun melakukan peninjauan di lokasi."Kita sudah pernah melakukan pembahasan, sekarang DPRD enunggu tim dari Provinsi melakukan peninjauan lapangan. Kalau sudah ada hasil kunjungan tim Provinsi baru kita bicarakan kembali," kata Anggoro.

Dewan Tunggu Tim Pemprov Sulsel

ENREKANG--Pembahasan tentang pembentukan empat kecamatan baru di wilayah Kabupaten Enrekang, hingga kini masih belum dibahas DPRD Enrekang.
Padahal ranperda pembentukan empat kecamatan tersebut sudah diajukan eksekutif ke DPRD sejak 24 September tahun lalu.

Empat kecamatan baru yang diusulkan yakni Kecamatan Anggeraja Selatan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Anggeraja, Kecamatan Matajan pecahan dari Kecamatan Maiwa, Kecamatan Tallu Madika pecahan dari Kecamatan Enrekang serta Kecamatan Banti pecahan dari Kecamatan Baraka.

Ketua DPRD Enrekang, Achmad Anggoro yang dikonfirmasi, Senin, 13 Juli mengatakan, pembahasan usulan pemekaran Kecamatan belum dilanjutkan sebelum tim Pemprov turun melakukan peninjauan di lokasi."Kita sudah pernah melakukan pembahasan, sekarang DPRD enunggu tim dari Provinsi melakukan peninjauan lapangan. Kalau sudah ada hasil kunjungan tim Provinsi baru kita bicarakan kembali," kata Anggoro.

17 Jul 2009

Ledakan Mega Kuningan, Pemain Timnas Selamat

JAKARTA - Para pemain tim Merah Putih yang akan bertanding dengan Manchester United, selamat dari ledakan di kawasan Mega Kuningan Jakarta.

Sebelum terjadi ledakan di Hotel JW Mariott, parapemain timnas Indonesia sudah berangkat berlatihdi lapangan sepak bola di Senayan.

"Jam 06.30 WIB para pemain sudah keluar dari Hotel Mariot tempat mereka menginap malam tadi," kata Manager Tim Andi Darussalam saat diwawancarai Metro TV, Jumat.

Andi mengatakan, sebelum ledakan itu terjadi para pemain tim nasional sudah terbiasa berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dari kamar hotel.

Pada 06.30 WIB, timnas sudah meninggalkan lobi hotel untuk latihan di Lapangan ABC Senayan, sehingga mereka selamat dari musibah tersebut.

Ia mengatakan, tim nasional menginap di Hotel JW Mariot sedangkan Tim MU yang rencananya tiba di Jakarta Sabtu malam akan menginap di Hotel Ritz Carlton.

"Saya berharap dengan kejadian ini pertandingan tidak ditunda karena akan merugikan banyak pihak," kata Andi.

Ia mengatakan, saat ini pengurus PSSI belum memberikan keputusan penundaan pertandingan antara tim nasional dengan Mancester United 20 Juli 2009 berkaitan dengan adanya ledakan di lokasi yang akan dijadikan tempat menginap tim MU dan tim nasional.

Saat ini, kata dia, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan jajaran PSSI serta Agum Gumelar sedang melakukan rapat konsolidasi untuk membahas masalah tersebut.(ANT)

16 Jul 2009

Rendah Partisipasi Pemilih di Enrekang

ENREKANG -- Suasana pencontrengan pemilihan presiden di Enrekang, Rabu 8 Juli kemarin berlangsung sepi dan tidak semeriah dibanding pemilihan legislatif lalu. Berdasarkan pantauan Fajar, suasana di sejumlah TPS tampak sepi.

Puluhan kursi yang disiapkan untuk tempat menunggu para pemilih terlihat kosong. Proses pencontrengan juga berlangsung cepat, rata-rata TPS sudah selesai melakukan pencontrengan sejak pukul 11.00 Wita.

Namun demikian, secara umum pencontrengan berlangsung aman dan lancar. Tidak ada peristiwa yang dapat menggangu jalannya proses pencontrengan. Salah satu faktor yang menyebabkan sepinya pelaksanaan pilpres adalah rendahnya partisipasi pemilih untuk hadir di TPS.

Seperti yang terjadi di Desa Bambapuang Kecamatan Anggeraja, dari lima TPS di desa itu, dengan 1.627 pemilih yang terdaftar dalam DPT, hanya 973 yang hadir di TPS. Rinciannya TPS 1, dari 304 pemilih, yang hadir di TPS hanya 195 orang. Pasangan Mega-Prabowo tidak mendapatkan suara di TPS ini. Sementara SBY-Boedino meraih 64 suara dan JK-Wiranto 131 suara.

Sementara TPS 2 dengan 318 pemilih, yang hadir hanya 158 orang. Di TPS ini, Mega-Prabowo hanya meraih 1 suara, pasangan SBY-Boediono 77 suara dan JK-Wiranto 78 suara. TPS 3, dari 368 pemilih, yang memilih hanya 233 orang. Pasangan Mega-Prabowo hanya meraih 1 suara, SBY-Boediono 76 suara serta JK-Wiranto 156 suara.

Sementara di TPS dalam Kota Enrekang, pasangan JK-Wiranto cukup mendominasi. Seperti di TPS SMPN 2 Enrekang, pasangan Mega-Prabowo 2 suara, SBY-Boediono 91 suara, JK-Wiranto 255. Di TPS 4 Melati Kelurahan Juppandang, pasangan Mega-Pro meraih dua suara, SBY-Boediono 69 suara dan JK-Wiranto 199 suara.

"Saya belum bisa komentar soal partisipasi pmilih. Kalau memang rendah itu kan terpulang ke masyarakat masing-masing. Kami tidak bisa memaksakan mereka untuk hadir di TPS. KPU juga sudah maksimal dalam sosialisasi," tandas Ketua KPU Enrekang, Usman Abdullah. (kas)[fajar online]

15 Jul 2009

Angka Pengangguran Capai 26.522 Jiwa

ENREKANG---Angka pengangguran di Kabupaten Enrekang terbilang tinggi yakni mencapai 26522 jiwa. Itu disebabkan karena kurangnya lapangan kerja yang disiapkan Pemkab. Angka pengangguran ini didominasi kaum perempuan sebanyak 13572 dan laki-laki sebanyak 12950.
Jumlah ini termasuk perempuan yang sudah berkeluarga dengan menekuni profesi sebagai urusan rumah tangga (URT). Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumber Data Kependudukan Kabupaten Enrekang, Drs Burhanuddin, mengungkap hal ini kepada PARE POS, Rabu 15 Juli kemarin.

Burhanuddin, merinci data penggaguran hingga tahun 2008 paling banyak berpendidikan SMA yakni 17910 orang, diploma (D1/2) laki-laki 187 orang dan perempuan 380 orang, Diploma (D3) laki-laki 174 orang dan perempuan 364 orang, S1 laki-laki sebanyak 514 dan perempuan 786 sedangkan S2 laki-laki 16 orang dan perempuan 20 orang.

Pendapatan Warga Enrekang Terbaik Keempat

Enrekang, Tribun - Perkembangan total sumber dana APBD Kabupaten Enrekang sejak 2004 terus melonjak tajam hingga 2008. Bahkan dari sisi pertumbuhan Product Domestic Regional Bruto (PDRB), Enrekang menempati peringkat empat terbaik kabupaten/kota se-Sulsel.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Enrekang Abd Salam dan Kepala Bappeda Enrekang Hamzah dalam rilis Inkom dan PDE Pemkab Enrekang, Selasa (24/2). Data BPS menunjukkan peningkatan pendapatan rata rata 7,98 persen setahun.
"Jika dibandingkan 2007 lalu sekitar 3,78 persen, maka tahun ini PDRB Enrekang tumbuh menjadi 5,4 persen," kata Hamzah.
Pertumbuhan ekonomi warga juga terus membaik dengan ditopang komponen sektor pertanian yang menguasai 55,4 persen dari seluruh komponen PDRB daerah.
Kepala BPS Enrekang, Abd Salam, menambahkan, terjadinya pertumbuhan data statistik menyangkut pertumbuhan ekonomi Enrekang sebesar 13,99 persen pada tahun 2006, meningkat pada angka 17,76 persen di tahun 2007.
Sedangkan perjalanan bantuan UKMK yang diploting awal 2003 lalu mencapai Rp 450 juta lebih selama perjalanan APBD Enrekang dan terus memberi peluang cukup besar sampai Rp 4,5 miliar tahun 2007. (rip)www.tribun-timur.com

14 Jul 2009

Kapolres: Enrekang Jangan Lengah

ENREKANG -- Peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya (narkoba) relatif sangat minim di Kabupaten Enrekang. Namun, kata dia, kondisi ini tidak boleh membuat warga khususnya pemerintah dan jajaran kepolisian Enrekang lengah dalam melakukan langkah antisipasi.

Hal itu disampaikan Kapolres Enrekang, AKBP Endi Sutendi, saat menjadi inspektur upacara pada peringatakan Hari Anti Narkotika di halaman Kantor Bupati Enrekang, Senin, 29 Juni. Peringatan Hari Anti Narkotika tersebut dihadiri unsur Muspida, pelajar, dan pegawai lingkup Pemkab Enrekang.

"Jangan karena skala kasus narkoba di Enrekang ini kecil lalu membuat kita lengah. Kita harus tetap melakukan berbagai penyuluhan mulai tingkat atas hingga tingkat bawah, karena narkoba ini tidak mengenal miskin atau kaya," tandas Endi.

Menurut dia, hampir semua kabupaten berpotensi untuk dimasuki barang haram itu, sehingga semua pihak harus tetap waspada.

Usai memperingati Hari Anti Narkoba, Endi juga mengerahkan jajaran di Polres untuk melakukan aksi donor darah secara serentak. Kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, 1 Juli.
"Sebelum donor darah, kami juga telah melakukan bakti sosial dengan membersihkan tempat-tempat ibadah, termasuk kunjungan ke panti asuhan dan gerak jalan santai," kata Endi. [fajar-online(kas)]

13 Jul 2009

Lanjutan Penjualan Hutan Lindung

Polisi Tunggu Saksi Ahli
ENREKANG---Selangkah lagi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus penjualan kawasan hutan lindung di Desa Lebang Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang, akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Enrekang.
Itu setelah penyidik memeriksa saksi ahli dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel.

Sebelumnya, pada tahap pertama pihak kejaksaan mengembalikan berkas untuk dilengkapi aparat kepolisian. Penyidik Polres lalu melengkapi dengan memanggil saksi mantan Bupati Enrekang, H Lody Sindangan. Selain itu, polisi juga menunggu saksi ahli dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, untuk melengkapi BAP tersangka penjual hutan lindung kepada pengusaha asal Pinrang.[http://www.parepos.co.id]

8 Jul 2009

MASA KECILKU


Wahai saudaraku, ingatkah kita disaat masih anak-anak. Saat yang paling indah untuk merasakan berbagai permainan. Bermain bersama dengan teman-teman, bercanda, bergurau, berlari kejar-kejaran. Tapi, tahukah kita, bahwa Rasul kita, Rasul yang harus menjadi tauladan kita. Dia Rasulullah yang tidak melakukan sesuatu kecuali yang bermanfaat. Dia yang sejak kecilnya didotrin dengan kerja keras, menuntut ilmu sejak dari dini. Maka masihkah kita bermain-main, bermain seperti anak-anak dulu.

Sungguh kecerdasan dimulai sejak dini. Maka jauhilah bermain-main, ajaklah adik kita, ajaklah anak kita untuk tidak bermain-main. Ajarilah mereka untuk tidak bermain-main. Bujuklah mereka untuk menjauhi bermain-main. Pangkal segala permainan, permainan lidah, permainan otak, permainan otot, adalah berawal dari mainan. Jadikan adik, anak kita sebagai investasi yang jauh dari permainan. Maka masihkah kita mengantarnya ke play group. masihkah kita mengajaknya berjalan-jalan ke mall…!


7 Jul 2009

MANUSIA PALING SOMBONG


Adikku sayang, tidakkah engkau tahu, kepala kita, kepala yang kita tempatkan selalu di atas. Suatu saat akan berada di tempat terendah. Sujud adalah tanda kerendahan kita terhadap Allah. Sungguh sombonglah seseorang jika tidak melakukannya. Sikap sombong yang seharusnya menjadi milik Allah Semata. Adikku sayang, kunci kita, kunci yang akan membuka pintu surga adalah dengan Sholat. Sholat adalah kunci surga. Surga yang tiada tara kenikmatan di dunia ini. Wahai adikku, biasakanlah untuk sholat sedini mungkin, agar engkau kelak menjadi ahli sholat. Yakinlah adikku, hanya dengan kebiasaan kita bisa, hanya dengan kemauan kebiasaan itu muncul. Hanya dengan ridho Allah kemauan akan muncul, maka berdoalah, berdoalah hingga tiada sekat antara engkau dan Allah.

5 Jul 2009

Kita dan Anak kita



Wahai saudariku, tidakkah kita menginginkan anak yang sholehah, anak yang patuh kepada Ibu dan Bapaknya. Anak yang kita rindukan walau hanya berpisah sesaat. Anak yang menjadi pelipur lara, anak yang gelih saat kita usap dengan penuh kasih dan sayang. Anak yang melenyapkan suasana gunda. Mata hati mengatakan inilah anak yang kunanti-nanti. Perhiasan yang terindah di dunia ini. Dialah anak sholehah yang akan berawal jika kita mendidiknya sejak dini. Sejak dini dimulai dari diri kita.

Wahai saudariku didiklah anakmu dengan menutup auratmu sejak dini, tutuplah auratmu, hingga laki-laki tidak tergoda karenanya. Tutuplah perhiasanmu, tutuplah hingga menjadi berlian bagi sang kekasihmu kelak. Janganlah engkau umbar, hingga menjadi santapan api neraka jahannam. Sungguh manis senyum sempuhmu, sungguh indah tatap redupmu, membuat mata berbinar-binar saat waktunya tiba. Membuat hati berbunga-bunga saat hijab menyemput.



2 Jul 2009

Kita adalah agent of change



Kita adalah agent of change, agen perubahan yang akan merubah dunia dengan tangan-tangan kita. Tangan yang tidak pernah berhenti berkarya untuk memuliakan Allah. Pikiran kita tidak pernah lalai dari menuntut dari mengingat Allah. Cakrawala luas untuk membuktikan kemaha Esaan Allah. Wahai saudaraku, kita harus tetap optimis, tetap berjuang untuk menegakkan syariat Islam. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah menyarah. Tetaplah berjuang di jalan Allah. Insya Allah kita akan selamat dunia dan akhirat. Jadikan tujuan kita akhirat.

Selamatkan dunia ini dengan ilmu, ilmu dari para pejuang muda. Yang muda yang berjuang. Perjuangan kita adalah motivasi bagi umat untuk bergerak melawan musuh kita. Musuh kita selama kita masih hidup. Dialah Iblis.
Wahai saudaraku, marilah kita tutup jalan masuknya iblis.
Tutup rapat-rapat hingga tiada celah sedikit pun. Tutuplah teliga kita dari mendengar sesuatu yang tidak bermanfaat, tutuplah rapat-rapat.
Palingkan wajah kita, wajah yang akan tetap bersinar dengan basuhan air wudhu.
Hentikan langkah kita, hentikan kecuali hanya untuk menuntut ilmu.
Gerakkan tangan kita disertai pena, untuk menulis ilmu yang berseliwangan dijagat raya. Hanya dengan menulis, ilmu akan abadi.
Pejamkan mata, pejamkan mata dan katakan tidak…, tidak untuk melihat kecuali yang bermanfaat.
Sumbat telinga ini, telinga yang tidak pernah lelah untuk mendengar. Dengarlah yang bermanfaat, karena hanya yang bermanfaat mendatangkan manfaat.