1 Jun 2009

Warga Duri Ingin Pisah dari ENREKANG

ENREKANG, BKM -- Keinginan warga Duri untuk memisahkan diri dari Kabupaten Enrekang semakin bulat. Bahkan desakan berpisah itu telah mendapat dukungan dari tokoh masyarakat yang juga mantan pejabat di Enrekang.

Diantaranya HM Lody Sindangan, H Amma Leha dan Banteng, beberapa mantan anggota legislatif dan anggota legislatif terpilih periode 2009-20014. Mereka secara aktif intens melakukan pertemuan yang membahas rencana pemekaran.

Minggu (31/5) kemarin, pertemuan digelar di Gedung Serba Guna Kalosi. Rapat koordinasi oleh pokja persiapan kongres masyarakat Tanah Duri tersebut, sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Belajen, Kecamatan Alla, 10 Mei lalu.
Pertemuan dipimpin Ketua Umum Abd Kadir Al Qidri. Yang dibahas sudah memasuki struktur organisasi dan rancangan program masyarakat Tanah Duri.

Tokoh masyarakat di delapan kecamatan dari 12 kecamatan di Kabupaten Enrekang antusias menghadiri pertemuan tersebut. Kedelapan kecamatan itu adalah Alla, Curio, Baroko, Masalle, Buntu Batu, Baraka, Malua dan Anggeraja.
Hartono, Sekjen Pokja Persiapan Kongres Masyarakat Tanah Duri yang ditemui usai rapat koordinasi, mengatakan pertemuan kali ini dalam rangka mengorganisir keinginan masyarakat Tanah Duri untuk berdiri di atas kaki sendiri alias menjadi Kabupaten Tanah Duri.

"Sebelum isu masyarakat yang ingin agar wilayahnya dimekarkan menjadi kabupaten berkembang luas, kami berinisiatif untuk memediasi dalam bentuk diskusi-diskusi. Disini dibahas apa yang menjadi keinginan mereka,'' kata Hartono.
Pada dasarnya, menurut Hartono, keinginan masyarakat untuk memekarkan wilayah karena persoalan pelayanan publik. "Pemekaran itu kan filosofinya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Jadi wajar kalau masyarakat Duri mendesak dilakukannya pemekaran," terang Hartono.

Diakuinya, persoalan pelayanan selama ini dinilai belum maksimal diberikan kepada masyarakat Duri. Begitu pula potensi alam yang dieksploitasi dan dikelola, hasilnya belum dirasakan secara maksimal oleh warga setempat.

''Pendapatan dari hasil bumi wilayah Duri cukup beras. Sementara yang dinikmati masyarakat setempat sangat minim. Karena adanya diskriminasi dalam pembangunan, warga Duri kemudian meminta untuk berpisah dari Enrekang,'' jelasnya.

Hartono membantah kalau isu pemekaran hanya untuk politik praktis. Ia secara tegas mengatakan jika keinginan masyarakat untuk membentuk kabupaten baru, merupakan gerakan politik intelektual yang dibingkai dengan hati nurani rakyat.

Sebelum pertemuan ditutup, para peserta bersepakat untuk melakukan kongres masyarakat Tanah Duri pada tanggal 13 Juni mendatang. Kegiatan kongres tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Anggeraja. ((K14/rus) )

18 komentar:

  1. mau misah ya? keknya dah susah tuh kl mo pemekaran, nggak seperti taon2 sebelumnya.
    yg jelas jangan sampe rusuh kek di sumut kemarin..^_^

    BalasHapus
  2. Sbgai salah satu warga duri sangat2 MENDUKUNG jika Tanah Duri menjadi slah satu kabupaten di sulsel. sy rasa sdah spantasnya dpisahkan dr enrekang mlihat kndisi ekonomi masyarktx yang sdh mandiri utamax dsektor prtanian. namun hasilx slama ini blum drasakan btul olh warga Duri...kita lihat sj dsektor pmbangunan yg tdk jelas arahx....
    "Kab. Tanah Duri" mangmesaki bangunni....
    TAPI TDK PAKE RUSUH jieeeeee...ok

    BalasHapus
  3. saya mendukung pemekaran tanah duri untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk kepentigan politik prastis. kami siap membantu

    BalasHapus
  4. to rante limbong11 Maret 2013 12.36

    klo mnurut sya, pmbntukan kab.TANAH DURI it sngat bgus, krna it prmntaan dri msyarakt duri sndri. jdi ap slahnya mmbntuk 1 kbpten lg klo it mmang yg trbaik untuk rakyat,, kab. enrekang jg kn trlalu luas untk di urus.

    BalasHapus
  5. iya memang ke madoangngi to duri terbentuk mesa kabupaten mengmesa pile bupati to asal duri danggi na to enrekang tarru..

    BalasHapus
    Balasan
    1. coco miya tomusaga mane, tapi ujubg-ujungnadau pasti to kerturunan panggawa (puang) heeeee................!

      Hapus
  6. Hidup duri...sudah saatnya warga duri mmikmati hasil keringat sndiri.jgn hanya enrekang saja yg mnikmati hasil jeripayah tanah duri..tp klo msih dalm wacana trus maka kqta hnya akan slalu dpat janji mnis.y saja

    BalasHapus
  7. Hidup duri...sudah saatnya warga duri mmikmati hasil keringat sndiri.jgn hanya enrekang saja yg mnikmati hasil jeripayah tanah duri..tp klo msih dalm wacana trus maka kqta hnya akan slalu dpat janji mnis.y saja

    BalasHapus
  8. mammesa toda ki to durii,,,,!!!!!
    yakkee na moso to enrekang....!!!
    hhhhhhhhhhhhhhhhh

    BalasHapus
  9. melomi ia ke membangun sendiri to toduri

    BalasHapus
  10. Mantap, yg penting jangan anarkhis

    BalasHapus
  11. boleh jug tuh,,mmsahkn dri,,
    tpi jgn smpe trjdi knflik,,,,
    hrus dgn jlan damai,,

    BalasHapus
  12. saya pribadi sangat mendukung..
    palagi tanah duri...
    palagi d tunggu..
    Bahasa sudah ad

    BalasHapus
  13. Saya lebih setuju jika ibu kota kabupaten di pindahkan ke duri, mengingat infrastruktur ibu kota kabupaten saat ini sangat terbatas oleh luas lahan perkotaan yang tidak memadai, kemudian pusat perdagangan di sentralkan ke duri, dengan demikian akan meningkatkan daerah setempat juga warga setempat, kemudian pembangunan daerah, ekonomi, dan masyarakatnya akan lebih terfokus

    BalasHapus
  14. Tarrusan ni, nanggi na buda kada manda... To duri iyara batta'na

    BalasHapus
  15. Dukung pembentukan Kab. Tanah Duri demi kesejateraan kita bersama....

    BalasHapus
  16. kita si setuju bangat, tapi perlu diingat syarat2 untuk bisa menjadi sebuah kabupaten, apa tanah duri sudah memenuhi semua persyaratannya

    BalasHapus

Silahkan Isi Komentar: