23 Mei 2009

Ibu Guru Turut Jadi Korban

Dari Enrekang, Imas Nurdiana bersama putra bungsunya Rahmat yang masih berusia lima tahun, juga disambut histeris di rumah duka di Dusun Racak Desa Mampu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang, Kamis malam, 21 Mei, pukul 20.00 Wita.

Ratusan siswa SMA Negeri 1 Cakke yang ikut menyambut jenazah Imas, juga tak kuasa menahan tangis. Imas adalah salah satu tenaga guru sekaligus wali kelas di sekolah tersebut. Keluarga dekat korban menyebutkan, Imas berangkat ke Sukabumi Jumat, 15 Mei lalu, untuk melayat karena ibu kandungnya meninggal. Setelah kembali, korban bersama anak bungsunya yang masih duduk di bangku salah satu Taman Kanak-kanak di Cakke Kabupaten Enrekang, menumpang pesawat Hercules milik TNI AU itu.


“Bapaknya almarhum (Imas) memang pensiunan TNI AU, iparnya juga anggota TNI AU, makanya dia numpang di pesawat Hercules saat pulang ke Enrekang,” kata Abdul Rahman, Ipar korban, kepada Fajar Kamis malam, 21, Mei. Malam sebelum kejadian, tutur Rahman, suami korban yang juga guru di SMA Negeri 1 Cakke, Hasan bersama anak pertamanya, Jabbar, 7, telah berangkat ke Makassar untuk menjemput istri bersama anak bungsunya.Namun pada Rabu pagi, dia mendapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi istrinya tersebut mengalami kecelakaan di Magetan. "Saat itu juga adik saya (Hasan) berangkat ke Kabupaten Magetan, saat ini Hasan masih berada di sana (Magetan)," tuturnya.Hasan berangkat ke Magetan untuk mencari anaknya yang kabaranya belum ditemukanhingga Kamis sore.Imas yang kelahiran Jakarta 18 April 1971 silam, sebelumnya bertugas sebagai tenaga guru di Ambon, namun pada tahun 2003 lalu setelah terjadi krusuhan, ia bersama suaminya pindah ke Kabupaten Enrekang. Jenazah Imas telah dimakamkan di Peakaman umum Buntu Pokko Desa Mampu Kecamatan Anggeraja, siang kemarin sekitar pukul 14.00 Wita.
Ratusan siswa beserta keluarga dekat korban khususnya dari pihak suami Imas, mengiringi jenazah Imas ke tempat peristirahatannya yang terakhir.Sebelum jenazah Imas diantar ke tempat pemakaman, suami Imas, yakni Hasan, menyampaikan sambutannya melalui telepon genggam yang disambungkan ke pengeras suara."Saya saat ini masih berada di Magetan untuk mencari anak saya yang hingga kini belum ditemukan.
Melalui kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pemakaman jenazah istri saya," kata Hasan melalui telepon kemarin.Dia juga meminta kepada semua pihak agar mengikhlaskan kepergian Imas yang merupakan asli Bandung itu, sekaligus memaafkan segala kesalahan almarhum yang mungkin terjadi semasa masih hidup. Sumber : http://cetak.fajar.co.id







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: