15 Apr 2009

Mubes di Tengah Pemilu

Dua hari mubes diselenggarakan. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan di daerah dataran tinggi Kaliurang yang terkenal sebagai kawasan wisata. Hampir sejam mobil yang kami tumpangi kelak-kelok menanjaki kawasan yang adem. Dari kejauhan tampak gunung merapi yang tahun lalu mengeluarkan hawa panasnya yang dikenal dengan whendus gembel. Suasananya hampir sama dengan kawasan Enrekang. Pengalaman, ketika malam tiba dinginnya bukan main, harus memakai seongkok selimut untuk menutup seluruh badan.
Mubes kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di depan kami telah hadir tokoh dan sesepuh HIKMA (Himpunan Keluarga Massenrempulu) Pak Azkari yang lengkap dengan kaca matanya mirip bang One. Beberapa saat kemudian, saat pak Azkari asyik-asyiknya berbincang, Pak Nur datang lengkap dengan pasangannya. Suaranya menggelegar, apalagi ketika sedang memberikan semangat kepada seluruh peserta mubes yang kebanyakan masih muda-muda.

Sungguh, mubes kali ini lain dari yang lainnya, berbagai kejadian-kejadian sedikit menggelitik walau sebenarnya tidak lucu, hanya saja sikap refleks yang suka menertawakan walau sebenarnya kesalahannya sepele. Ha… dasar, inilah salah satu mempererat kekeluargaan antara kita, saat kita tertawa dan bercanda ketika sebagian caleg setress menunggu penghitungan suara, ketika KPU tergopoh-gopoh menaggung malu karena logistik pemilu belum 100% disalurkan.

Adu argument sili berganti membuat suasana ramai mengusir ngantuk. Tak terasa jam 12 lewat, acara masih berlangsung. Tak jarang sebagian peserta terangguk-angguk seakan paham betul saat LPJ dibacakan ketua dan koordinator bidang, he…padahal ngantuk. Pimpinan sidang yang menjadi algojo pengambilan kebijakan mengetuk palu sebanyak 3 kali, tanda siding diskor keesokan harinya.

Sayup-sayup dedaunan diterpa embun pagi. Dari kejauhan tampak kokoh tumpukan tanah menandakan ke Esaan sang pencipta. Tak pernah berhenti menghembuskan hawa panasnya. Tak terbayangkan ketika murka-Nya melanda, Jogja dan sekitarnya bisa rata dengan tanah.

Sidang dilanjutkan, tiba-tiba tuuuuuuttttttt…, suara sampah spontan terdengar, ha…ha…., ai…siapa yang kentut…ha…ha… Acara dilanjutkan, pimpinan tak hentinya mengetuk palu, tanda pembahasan AD/ART telah sah. Gimana, sah… sah… tuk.

Tiba saat-saat menengangkan, saatnya memilih pemimpin yang akan menentukan arah organisasi ke depan, apakah organisasi tetap eksis atau malah melempem kayak kerupuk MURNI yang sering kita nikmati.

LANJUTKAN…! Spontan salah seorang peserta maju kedepan, tak ubahnya seorang tim sukses SBY. Coblos moncong putih, saat ibu ‘mega’ maju keputaran kedua pemilihan ketua.

Akhirnya, pemilihan berakhir dengan kemenangan saudara Jasman. Semoga KPMM Jogjakarta tetap eksis sebagai organisasi yang memiliki prinsip kekeluargaan, mengedapankan kebersamaan di kampungna tau. Organisasi yang memberikan andil pembelajaran bagi anggotanya, dan memberikan kontribusi kepada Pemda Enrekang, serta mempunyai sikap demi maju kembangnya bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: