14 Apr 2009

DP4 Enrekang Amburadul

ENREKANG, Upeks--Panwascam Enrekang, menemukan ketidakakuratan data DP4 di Enrekang.

Ironisnya lagi, rekapitulasi data yang disebar KPUD Enrekang ini terhadap KPPS dan lembaga panwas Kecamatan Enrekang, berbeda jumlah suara pemilihnya.
"Rekapitulasi data DP4 dari KPUD yang diterima KPPS 430 jiwa, sedangkan data yang dikirimkan pada panwaslu untuk panwascam membengkak 463 jiwa," ungkit Ketua Panwascam Enrekang, M Haris Senin (6/4).
Pelacakan akurasi data DP4 yang sementara berjalan, merambah di Kecamatan Curio, Alla dan Enrekang, tampaknya mengindikasikan terkandung sejumlah persoalan invalid data.
Kategori dari data bermasalah yang telah dilakukan verifikasi bertitik tolak pada seputar 8 persoalan pemilih, yang terakomodir dalam DP4. Kategori itu seperti; perantau, terdaftar ganda, meninggal, nama fiktif, pemilih dari TNI/polri, terdaftar pada TPS berbeda, dan anak dibawah umur. Hal lebih fatal akan kerancuan data pemilih dobel, dengan nama berurutan yang ditemukan di Kecamatan Enrekang pada KPPS Juppandang, TPS XI. Dalam data itu, tak kurang 16 nama sama berulang, namun terdaftar dengan KTP yang berbeda.



"Nama sama tapi identitas alamat KTP berbeda yang satu Gowa danmuncul lagi KTP Enrekang," heran M Haris. Menyikapi temuan panwascam yang terus bergulir menjelang H pemilu legislatif, pihak Panwaslu Enrekang, membenarkan bukti autentik yang kini mengkhawatirkan banyak pihak. "Beberapa kecamatan akan data yang invalid sudah kita laporkan pada bawaslu dan KPUD Enrekang," jelas Ketua Mekanisme Bidang Pengawasan Panwas Enrekang, Lahaya SAg.
Penelusuran Upeks akan data DP4, yang dipersoalkan ini terdata sama persis dengan yang dipedomani KPUD Enrekang, PPK dan KPPS, meskipun kealpaan kurang terlacak.
Dari kedua persoalan itu, diyakini Ketua KPUD Enrekang sudah diantisipasi saat contreng, "pemilih tetap diverifikasi di TPS jika tak sesuai bisa dicoret PPS," kata Usman Abdullah di kantornya.
Didesak sikap KPUD Enrekang akan munculnya data pemilih beridentitas KTP ganda dipakai di TPS tertentu, belum bisa berbuat banyak, "ini masih masalah baru diketahui, jadi beri waktu dulu untuk dipikirkan," ujarnya. (Syamsul Khaliq)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: