20 Feb 2009

MERIAH TURNAMEN FUTSAL KPMM

Kompetisi futsal KPMM Jogjakarta CUP I berlangsung meriah. Setelah pada pertandingan final mempertemukan SMA Muhammadiyah Belajen Vs SMAN 1 Aggeraja. Pertandingan final ini berlangsung di lapangan futsal SMA Muh. Belajen.

Kompetesi Futsal KPMM Jogjakarta CUP I diikuti oleh 21 Tim dari 8 SMA se Kabupaten Enrekang. "Ini merupakan hal baru buat warga Enrekang, jadi jangan heran kalau yang nonton bukan hanya siswa, tapi para guru, masyarakat sekitar, dan Ibu-ibu juga turut menyaksikan." Kata Rusdin, selaku ketua Pelaksana Kegiatan.



Pertandingan berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 20 Februari 2008. Kompetesi ini merupakan agenda KPMM Jogjakarta yang telah dirancang sejak awal, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, KPMM Jogjakarta lebih dikenal masyarakat luas dan memberikan motivasi kepada anak SMA untuk terus melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi.

18 Feb 2009

ASRAMA-KU "DI JOGJA"


Inilah gambaran asrama pasca gempa 3 tahun lalu, yang sampai saat ini belum tersentuh renovasi. Segaja kami memotret sudut-sudutnya agar jelas bahwa bangunan ini sewaktu-waktu dapat roboh karena tiangnya sudah retak. Moga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Tampak depan asrama KPMM Jogjakarta.


Kamar lantai atas (lantai 2)

Kamar sayap kiri, lantai atas.

Langit-langit yang bolong, menyebabkan air masuk dan mengotori dinding.


Sekian, mohon maaf tidak bermaksud provokatif, tapi objeknya memang seperti ini.


16 Feb 2009

Pendapat Ulama Soal Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ponari

Karena dianggap mampu memberikan kesembuhan atas berbagai penyakit, Ponari, bocah kelas III SD asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, memang telah menjadi sebuah fenomena. Karena sejak diserbu masyarakat pada 17 Januari 2009 lalu, hingga saat ini, sudah ada ratusan ribu warga dari berbagai daerah yang datang untuk meminta kesembuhan.
Sejumlah alim ulama menganggap, kepercayaan masyarakat terhadap seorang Ponari adalah hal yang wajar. Hanya saja perlu digarisbawahi, bukanlah Ponari yang mampu memberikan kesembuhan. Bukan juga batu sebesar kepalan tangan bocah yang kini dianggap batu bertuah tersebut. ''Ditinjau dari segi agama, yang bisa memberikan kesembuhan hanyalah Allah," ungkap pengasuh Ponpes Paculgowang, Diwek, KH Azis Mansyur, kemarin (8/2).

KH Azis menegaskan, tidak ada masalah jika masyarakat menganggap Ponari dan batunya bisa membantu kesembuhan seseorang. Hanya saja, jika memang benar Ponari bisa menyembuhkan, Ponari tetaplah sebagai perantara. Termasuk batu milik si bocah yang hingga kini belum dapat dipastikan jenisnya. Ibaratnya, lanjut KH Azis, Ponari dan batunya adalah jamu atau obat. Untuk orang yang sakit, jamu atau obat memang bisa memberi kesembuhan. Tetapi KH Azis mengingatkan, agar masyarakat tidak sampai terjebak pemahaman yang syirik. Misalnya jika menganggap batu milik Ponari itu memiliki kekuatan. ''Jika beranggapan bahwa batu itu memiliki kekuatan, itu sudah termasuk syirik," ungkap KH Azis ketika dihubungi via ponselnya, kemarin.

Hal senada disampaikan oleh Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang, KH Abdul Choliq. Pria yang juga salah satu tokoh Nadhatul Ulama (NU) ini menyatakan, dalam ajaran Islam, apa yang dialami Ponari disebut Ma'ziah. Artinya, bisa saja Ponari dianugerahi oleh Allah kelebihan di luar kemampuan manusia biasa. Namun masyarakat diimbau agar tidak salah penafsiran, sehingga menimbulkan hal-hal yang syirik. Choliq juga menambahkan, selain berusaha, seseorang juga harus selalu berikhtiar dan tawakal kepada Allah dalam menghadapi segala cobaan. Sehingga sah-sah saja masyarakat datang ke tempat Ponari. Asalkan niatnya untuk meminta kesembuhan kepada Allah, melalui si bocah sebagai perantara. ''Artinya, masyarakat jangan menganggap Ponari dan batunya yang memberikan kesembuhan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Jombang, dr Hadi Rachmat Santosa SpA, juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bersikap cerdas dan rasional, serta tetap memegang teguh akidah Islam. Agar jangan sampai terjebak ke arah syirik. Pria yang dokter spesialis anak ini menjelaskan, pengakuan sejumlah pasien yang sembuh melalui media batu yang dicelupkan ke dalam air mineral tersebut, secara medis memang sulit untuk dijelaskan. Pasalnya, proses pengobatan alternatif yang nampak tak lazim itu erat hubungannya dengan sugesti. Di dunia kedokteran, lanjutnya, komunikasi dan memberi semangat pasien untuk sembuh adalah satu bentuk membangun sugesti. Sugesti sendiri memang bisa berperan dalam kesembuhan seseorang. ''Jika ada yang mengaku sembuh setelah minum air dari Ponari, selain dari sugesti mereka, itu memang karena kekuasaan Allah,'' terangnya.

Rachmat juga mengingatkan agar kebebasan Ponari jangan sampai terampas, karena setiap harinya harus melayani puluhan ribu orang. Dengan kata lain, Ponari tetap harus diberi kebebasan dalam mengeyam pendidikan, sekaligus bermain layaknya teman-teman usianya. Praktek pengobatan alternatif itu pun bisa diatur sesuai dengan waktu senggang si bocah. Karena jika Ponari terus dipaksa untuk melayani seluruh pasien yang datang, dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi terhadap si anak. ''Kami mengimbau kepada pihak keluarga agar selalu memperhatikan hak-hak Ponari sebagai anak," pungkasnya. (doy/nk)

sumber : http://www.radarmojokerto.co.id/
10 Feb 2009

Foto Enrekang Tahun 2009

Dilihat dari keindahan alam Massenrempulu masih seperti 5 tahun yang lalu, ketika saya memutuskan meninggalkannya untuk sementara waktu. Pohon-pohon nan hijau menghiasi dan menutupi permukaan tanah dan bebatuan, tanpa adanya penebangan secara serampangan yang beberapa dekade mengakibatkan pemanasan global. Aliran sungai mengalir anggun tanpa hambatan sampah, yang belakangan jadi biang keladi kebanjiran. Tanaman hortikultura tumbuh liar, tanpa terlihat kelangkaan dan kesulitan, yang selama ini susah didapat.

Mau lihat buktinya, lihat berbagai potretan kami, ini cuma sebagian kecil.

Gambar
Inilah pemandangan di daerah Enrekang, jalan ke Randangan tepatnya.
Monumen PKK, kawasan ini dulu dikenal dengan jembatan merah, tapi kini berubah menjadi jembatan millenium. he..

Beberapa langkah ke depan monumen pkk, kita akan berhadapan dengan jalan lingkar, di sebelah selatan ada rumah jabatan bupati Enrekang, di utara ada pos polisi tempat menilang atau "memalak" para sopir truk.
Inilah aliran sungai mata allo (kalau tidak salah), kini warga sekitar bantaran tidak perlu khawatir akan kebanjiran, sungainya sudah diperlebar. Di kejauhan ada rumah beratap warna merah, itulah rumah jabatanku 10 tahun yang akan datang,he...he... mimpiku ji.

Maaf hasilnya mungkin kurang menarik, habis resolusi fotonya kurang besar, saya cuman menggunakan kamera pocket 1.3 MP.

9 Feb 2009

CARA ORANG PALESTINA BERHARI RAYA

Karya : Habiburahman El Shirazy

Tiap hari orang Palestina berhari raya
Merayakan gugurnya pahlawan mereka
Bunga-bunga surga
Menemani hari-hari mereka



CARA ORANG PALESTINA BERBUKA PUASA

Karya : Habiburahman El Shirazy

Orang-orang Islam sedunia berbuka puasa
Dengan kurma dan makan lezat lainnya
Tapi orang-orang Palestina berbuka puasa
Dengan batu-batu dan luka-luka yang menganga




TANTANGAN SI KECIL MUHAMMAD AL DORRAH KEPADA SELURUH TENTARA ISRAEL

Karya : Habiburahman El Shirazy

Dengan membusungkan dada
Dada yang merah menyala
Dengan mengepalkan tangan kanannya
Tangan yang merah menyala
Ia teriakkan sebuah tantangan
Tantangan yang merah menyala
Kepada seluruh tentara Israel yang durjana
“Ayo, tembakkan seluruh peluru kalian
Pada dadaku dan dada seleuruh anak Palestina
Maka kalian akan kalah bersama keputusan
Dan kami akan menang bersama keyakinan!”