6 Jan 2009

DI BALIK GEMPURAN ZIONIS ISRAEL KE PALESTINA

Oleh : Yusran Yaman

Zionisme dibawa ke dalam agenda dunia pada akhir abad kesembilan belas oleh Theodor Herzl (1860-1904), seorang wartawan Yahudi asal Austria. Herzl bersama kawan-kawannya adalah orang-orang yang memiliki keyakinan agama sangat lemah bahkan bisa dikatakan tidak sama sekali. Mereka menganggap “keyahudian” sebagai sebuah ras, bukan sebuah masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi sebuah ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan bahwa penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air mereka sendiri. Mengapa mereka memilih Palestina, karena mereka beranggapan bahwa Palestina khususnya Yerusallem merupakan tanah suci bagi orang-orang Yahudi. Sang zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tidak sesuai dengan agama ini. Organisasi zionis dunia yang baru melakukan propaganda besar di hampir semua Negara yang berpenduduk yahudi dan mulai berpendapat bahwa yahudi tidak dapat hidup damai dengan bangsa-bangsa lainnya dan bahwa mereka adalah “ras” yang terpisah. Oleh karena itu mereka harus bergerak dan menduduki Palestina.



Selain itu Zionis memiliki suatu semboyan propaganda yaitu “sebuah tanah tanpa manusia untuk manusia tanpa tanah”. Dengan kata lain, Palestina, “tanah tanpa manusia”, harus diberikan kepada orang-orang Yahudi, “manusia tanpa tanah”. Dalam dua puluh tahun pertama abad kedua puluh, Organisasi Zionis Dunia menggunakan semboyan ini guna meyakinkan pemerintahan Eropa, khususnya Inggris dan rakyatnya, bahwa Palestina harus diserahkan kepada orang-orang Yahudi. Maka pada tahun1917 Inggris mengumumkan Deklarasi Balfour yang menyatakan bahwa “Pemerintahan Yang Mulia memandang penting pendirian sebuah tanah air bagi orang-orang Yahudi…di Palestina.

Dalam pandangan Zionis bahwa kembalinya Yahudi ke Palestian merupakan sebuah “tujuan suci” dan bahwa perang yang dilancarkan untuk mencapai tujuan ini adalah “perang suci”. Gagasan ini memainkan peran penting dalam pendidikan orang Isarel. Menurut pihak berwenang Israel, anak-anak harus diajarkan ideology Zionis sejak dini. Akibatnya, anak-anak dibesarkan dengan keyakinan bahwa mereka memiliki ras unggul. Perlakuan brutal tentara Israel kepada rakyat Palestina adalah akibat dari ajaran ini. Bagi tentara Israel seluruh rakyat palestina adalah sasaran. Mereka tidak peduli apakah orang-orang yang ditemui itu anak-anak, perempuan ataupun orang berusia lanjut.

Namun, tindakan ini dikenal baik oleh kaum muslim Palestina karena ada kemiripan yang erat antara penggambaran Al-Qur’an tentang Firaun dengan apa yang telah dilakukan oleh pemimpin Zionis Israel kepada orang-orang Palestina tak berdosa. Dalam masanya, Firaun menetapkan orang-orang Yahudi yang lemah dan tak punya pelindung sebagai sasaran pembunuhan yang kejam. Selain itu, para pemimpin kaum Firaun mempunyai keterikatan yang kuat akan tanah mereka, sehingga Firaun berkata bahwa Musa “ingin mengusir kamu dari tanahmu” (Q.S. Al-A’raf, 7: 110).
Ayat berikut ini menggambarkan bagaimana Firaun membunuh orang –orang yang tak berdaya :
“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: ‘Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Firaun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu adalah cobaan yang besar dari Tuhanmu’. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(Q.S. Ibrahim, 14 : 6-7).

Dengan bantuan allah, Bani Israil keluar dari kekejaman Firaun. Pada masa sekarang, radikalisme Israel ada pada kedudukan Firaun dan menganjurkan kekejaman. Orang-orang Palestina harus mengikuti imbuan Allah kepada bani Israil pada saat itu: bersabarlah, percayalah kepada Allah, dan tetaplah di atas jalan-Nya yang benar.(yoes)

(sumber: Buku Palestina Zionesme dan Terorisme Israel karya Harun Yahya)


1 komentar:

Silahkan Isi Komentar: