8 Des 2008

DETIK-DETIK YANG MEMPERERATKAN


Allahu akbar … Allahu akbar … terdengar dan mengema seantero Jogja dan sekitarnya. Idul Adha Puncak Persaudaraan, slogan yang kami petik dari salah satu badan pengelolah zakat. Persaudaraan yang terjalin tanpa perbedaan status, harkat, derajat dan martabat. Kita semuanya sama dan memiliki kesamaan dihadapan Allah kecuali bagi orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.



Tulisan ini kami posting berdasarkan pengalaman di Jogja. Detik-detik dan hiruk-pikuk kegiatan masyarakat Jogja saat idul Adha. Pertanyaannya kemudian, Adakah persamaan lebaran di kampung? Maksud kami adalah dari sudut pandang tradisinya atau kebiasaan, bukan dari segi akidah yang berkaitan dengan pelaksanaan Idul Adha. Sebab, tuntunan dan tata caranya tidak akan berubah sampai akhir jaman.
Hari ini, senin tanggal 08/12/08, pada umumnya masyarakat muslim Jogja merayakan hari Qurban. Baik itu yang Muhammadiyah maupun NU serta ormas islam lain, sepakat bahwa hari ini adalah hari jatuhnya Sholat Idul Adha.
Apa yang unik di Jogja? Yang paling sibuk saat ini adalah panitia Idul Adha, dimana mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mencari para dermawan, penyembelihan, pengemasan sampai pada penyaluran. Benar-benar serba repot, tidak jarang terjadi kekeliruan di dalamnya. Seperti, bagaimana cara membagi kepala hewan kurban? Bagaimana dengan kulitnya? Berapa jatah para pekurban?
Namun, kekeliruan panitia dan berbagai persoalan lain sebenarnya mudah ketika kita kembalikan pada asalnya. Ketika nabi Ibrahim saat itu, dia yang melakukan penyembelihan kemudian membagi-bagikannya kepada tetangga, kata ustadz Jumat kemarin.
Dalam kondisi yang seperti itu, ada sesuatu hal yang menarik dan membuat kita jadi tercengang, yaitu ketika gulai (jenis masakan berkuah) dihidangkan. Rasa lelah dan kesal berubah menjadi suatu jalinan kebersamaan. Masing-masing mengambil dan memposisikan diri sesuai keinginan. Acara ini biasanya dilaksanakan di sekitar pelataran masjid. Masjid menurut mereka bukan hanya berfungsi sebagai tempat Ibadah yang hubungannya dengan Allah, tapi masjid adalah sentral seluruh aktifitas masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: