31 Des 2008

Studi Islam di Barat?

Oleh:Nuim Hidayat
(Peneliti INSISTS dan Dosen STID M Natsir)

"Ilmu bukanlah banyaknya riwayat, tapi ilmu adalah cahaya yang bersinar dalam hati," kata Ibnu Mas'ud sebagaimana dikutip Imam Al Ghazali dalam karyanya Ihya' Uluumiddin.*

Saat ini "Islamic Studies" menjadi subjek kajian yang sangat penting di dunia pendidikan, baik di dunia Islam maupun Barat. Di Leiden, Chicago,London, dan lain-lain didirikan insititut atau universitas yang mengajarkan 'studi Islam' yang diajar oleh profesor-profesor Muslim dan non Muslim. Mereka-mereka yang belajar di Barat, biasanya menunjukkan rasa bangganya karena lebihanalitis dan unggul dalam metodologi.



Selain banyak anak-anak cerdas Indonesia yang belajar 'studi Islam' di
Barat, banyak juga mereka yang belajar di Timur. Kairo, Mekkah-Madinah,
Damaskus, Tripoli dan lain-lain adalah diantara kota-kota yang menjadi
idaman mahasiswa-mahasiswa Muslim Indonesia. Di Kairo saja mahasiswa
Indonesia yang belajar S1-S3 mencapai ribuan orang, begitu juga di
Mekkah-Madinah.

Sekembali mahasiswa-mahasiswa itu ke Indonesia, kebanyakan mereka berperan
dalam masyarakat. Apakah sebagai dosen, guru, peneliti, manajer dan
lain-lain. Ada yang menjadi tokoh yang kepribadian dan pemikirannya
berpengaruh luas di masyarakat dan ada yang menjadi orang yang biasa
saja. Tergantung
pada kepribadian, keseriusan dalam belajar, tradisi ilmu dalam
lingkungannya, niyat ketika belajar, pengalaman organisasi/hidup dan
lain-lain.

Di antara mereka yang belajar studi Islam di Barat, misalnya beralasan,
bahwa beberapa tokoh Islam seperti Sayid Qutb, Prof. Mustafa Azami dan
Profesor Rasjidi belajar di Barat, tapi mereka justru menjadi penentang yang
lantang kepada Barat.

M Hilaly Basya seorang mahasiswa yang studi S2 di Universitas Leiden Belanda
misalnya menulis di Majalah Madina edisi Desember 2008 dengan judul *Belajar
Islam di Barat, Kenapa Tidak?* Ia mengutip pernyataan dosennya, Prof. Busken
(guru besar Antropologi) yang mengajar perkuliahan *Methods and Theories of
Islamic Studies*: "Mata kuliah saya tidak berpretensi menjadikan Anda
sebagai *alim* (jamak Ulama). Karena saya tidak akan mengajarkan Anda
tentang ilmu-ilmu Keislaman/keagamaan *(uluum ad-diin)." * Profesor Busken
menambahkan bahwa Islam hanya diposisikan sebagai objek studi dan
penelitian. Sedangkan ilmu-ilmu yang yang diwariskan kepada mahasiswanya
adalah sosiologi, anthropologi, ilmu sejarah, arkeologi dan filologi. **

Dengan demikian, kata Basya, tujuan program Islamic Studies di
universitas- universitas Barat adalah melahirkan ilmuwan, entah itu
sejarawan, sosiolog, antropolog atau filolog yang bidang kajiannya adalah
Islam dalam segala dimensinya.

*Kemanakah Belajar Islam?*

Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia unggul
yang mempunyai ketaqwaan yang tinggi. Ketaqwaan tentu dimaksudkan sebagai
pemegangan teguh kepada aqidah, syariah dan akhlak Islam. Jadi niyat dan
tujuan (antara dua hal ini saling berkaitan) menjadi peranan penting dalam
proses belajar. Dalam ilmu manajemen modern ada ungkapan,"Start of The End."
Sabda Rasulullah saw yang penting,"Sesungguhn ya amal itu tergantung
niyatnya." (HR Bukhari). Jadi ketika seseorang belajar S1, S2 dan S3 apa
tujuan yang ingin diraihnya? Menjadi ilmuwan yang hebat, pengamat yang hebat
atau apa?

Di sinilah pernyataan Prof. Busken guru besar Anthropologi ini perlu
dikritisi. Ketika ia menyatakan bahwa "Mata kuliah saya tidak berpretensi
menjadikan Anda sebagai *alim* (jamak *Ulama*). Karena saya tidak akan
mengajarkan Anda tentang ilmu-ilmu Keislaman/keagamaan *(uluum ad-diin)." *
Di
sini jelas Busken tidak akan menyampaikan ilmu-ilmu yang yang menjadikan
mahasiswanya semakin alim/bertaqwa. Mungkin Prof. Busken sendiri tidak
terlalu percaya kepada Keilmuan Islam dan Peradabannya. Maka dengan sistem
metodologi yang diajarkan di Leiden itu, maka kita bisa memprediksi
bagaimana alumni-alumninya setelah lulus nanti. Bukan hanya Busken, banyak
profesor-profesor lain di Barat yang berpendapat senada.

Kita ambil kasus misalnya yang terjadi pada Prof. William Liddle, guru besar
ilmu politik di Universitas Ohio. Lulusan-lulusan dari bimbingan Liddle
memang menjadi orang 'hebat' atau berpengaruh di Indonesia. Misalnya Dr.
Saiful Mujani dan Dr. Denny JA menjadi ahli survai yang 'presisi' dengan
metode Quick Count-nya untuk pemilihan-pemilihan bupati, gubernur atau
presiden sekalipun. Tapi apakah ahli survai itu peduli terhadap akhlak
kandidat-kandidat yang terpilih? Kita melihatnya selama ini tidak. Karena
dua orang itu bukan seorang alim, karena mereka dibimbing oleh profesor non
Muslim yang tidak peduli terhadap pembinaan aqidah mahasiswa-mahasiswa nya.

Jadi dalam pendidikan, bukan hanya kapasitas intelektualnya yang
dikembangkan tapi juga kapasitas aqidah dan akhlaknya perlu dibina. Dalam
teori modern tentang kecerdasan, ada delapan kecerdasan manusia yang perlu
dikembangkan. Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Matematis Logis, Kecerdasan
Spasial, Kecerdasan Kinestetis Jasmani, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan
Musikal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Inrapersonal dan Kecerdasan
Naturalis (Thomas Armstrong, 2002:232-233) . Tentu dalam Islam konsep
kecerdasan ini mesti dibingkai dengan kecerdasan aqidah/spiritual.
Kecerdasan manusia dalam memahami dirinya, dari mana, mau kemana dan tujuan
apa hidup di dunia ini? Sabda Rasulullah saw yang sangat terkenal:
"Barangsiapa dikehendaki Allah dengan kebaikan, maka Allah akan memberikan
kefaqihan dalam agama." (HR Ahmad).

Maka dalam Islam bukan hanya tujuan pendidikan melahirkan orang-orang hebat
yang dikembangkan semua potensi kecerdasannya, tapi mereka juga mempunyai
aqidah yang kuat, pemahaman Keislaman yang faqih dan akhlak yang mulia. Dan
mungkinkah ini terwujud bila tiap hari mahasiswa itu berdialog, konsultasi
dan dibimbing dengan profesor-profesor non Muslim? Tentu sulit, meski kaum
Muslimin faham, bahwa mengambil pengetahuan dari orang-orang non Muslim
diperbolehkan. Tapi mereka tidak diperbolehkan pembimbing, konsultan,
mentor, rujukan (tempat bertanya berbagai masalah) tiap hari bagi mahasiswa
Muslim. Dan itulah yang selama ini terjadi di Islamic-islamic Studies di
Barat, yang menjadi pembimbing dan rujukan mahasiswa adalah
profesor-profesor non Muslim. Yang tentu saja profesor ini tidak merasakan
situasi kejiwaan (kecerdasan emosional), ketika seorang Muslim shalat malam,
berbuka puasa, membaca dan memahami makna-makna Al-Qur'an, berzakat,
berjihad dan lain-lain.

*Kasuistik*

* *

Mengajak ramai-ramai orang belajar studi Islam di Barat dengan mengambil
contoh-contoh kasuistik yang terjadi pada beberapa tokoh Islam, tentu
merupakan pengambilan kesimpulan yang kacau. Sebagaimana menyuruh anak-anak
Muslim belajar di sekolah-sekolah Kristen dengan mengambil kesimpulan bahwa
beberapa orang dari anak yang lulus disitu justru Islamnya lebih kuat.

Dalam mengambil sebuah kesimpulan, maka harus ada uji statistik (meski
sederhana). Misalnya dari 1000 orang yang studi Islam di Barat, berapa
persen orang yang lulus aqidah Islamnya menjadi kacau dan berapa persen yang
semakin kuat. Bila didapati mayoritas (misalnya lebih dari 50%) kacau, maka
bisa dibuat kesimpulan bahwa studi Islam di Barat, banyak menghasilkan
intelektual- intelektual yang kacau aqidahnya. Maka kesimpulannya Sayid Qutb,
Prof. Rasjidi dan Prof. Mustafa Azami adalah contoh-contoh kasuistik.
Dimana
bisa diprediksi bahwa dari awal mereka belajar studi/studi Islam di Barat
niyatnya adalah untuk menjayakan Islam. Di samping mereka sebelum berangkat
telah mempunyai bekal yang kuat dalam hal ilmu-ilmu Islam, ilmu-ilmu umum
dan berbagai metodologinya. Sehingga ketika berhadapan dengan intelektual
Barat mereka tidak minder dan bisa berargumen yang ilmiah kepada mereka.

Bila tidak, maka yang terjadi adalah menjadi 'pak turut' kepada Barat.
Keunggulan Barat dengan metode ilmiah dan teknologinya menjadikan
santri-santri kita terkagum-kagum, seolah-olah jalan hidup mereka benar. Dan
para santri-santri yang belajar di Barat itu setapak demi setapak mengikuti
jalan mereka. Lupa kepada kejayaan dan kehebatan pemikiran dan peradaban
sendiri. Lupa terhadap 'peta' yang mesti ditempuh untuk meraih kembali
kejayaan itu kembali.

Padahal tradisi keilmuan universitas adalah dari Peradaban Islam. Prof. Wan
Daud, Guru Besar ATMA-UKM mengutip Makdisi (1998:237) menyatakan, "Islam
klasik telah menghasilkan sebah budaya intelektual yang memengaruhi Barat
Kristen dalam tradisi keilmuan universitas. Ia telah menyumbangkan faktor
yang melahirkan universitas, yaitu metode keilmuan, bersamaan ide kebebasan
akademik...Kebebasa n akademik dalam Islam klasik, pada level ahli hukum dan
orang awam memiliki batasan-batasan yang sama dengan konsep modern dalam
kebebasan bagi profesor dan mahasiswa di universitas. " Kebebasan manusia
bermakna dan akan diperoleh setelah melalui penyerahan dan kepatuhan dengan
penuh kesadaran terhadap segala kewajiban Islam. **

Tentu, belajar di dunia Islam tidak sepenuhnya sempurna.
Universitas- universitas di dunia Islam banyak yang mesti disempurnakan.
Metodologi pengajarannya, intelektualitas dosennya, pembinaan mahasiswanya,
perpustakaannya dan lain-lain. Tapi itulah rumah kita. Dan dari situlah
kita membangun pemikiran dan peradaban Islam. Bukan dari rumah orang lain
yang kita tidak memilikinya. *Wallahu aliimun hakiim. *

[Non-text portions of this message have been removed]

28 Des 2008

MUSIK MERACUNI ANAK BANGSA

Ketika dahsyatnya bencana alam di aceh yang menewaskan ratusan ribu manusia, selang beberapa tahun kemudian, gempa bumi mengguncang Yogyakarta. Dahsyatnya bencana alam tersebut tentu belum seberapa bila dibandingkan dengan guncangan globalisasi yang mengakibatkan dekandensi moral anak bangsa.

Keterburukan dan keterbelakangan bangsa indonesia tentu berawal dari pemuda yang tidak mengerti tentang perjuangan, bagaimana mempertahankan diri agar tetap dihormati sebagai manusia, membuat kreativitas agar dapat memberi manfaat bagi manusia hanya ditujukan untuk mendapatkan suatu nobel atau penghargaan. Hakekat dari pencapaian yang diharapkan orientasinya bukan kepada Allah, tapi justru kepada dunia yang nyata fananya.


Sebagai bukti kreativitas yang muncul mencuak dan memberi andil dalam proses dekandensi moral anak bangsa adalah nyanyian atau musik. kata sebagaian orang bahwa diri kita adalah apa yang kita sering ulangi, kalau demikian, maka apa jadinya ketika yang didengar adalah lagu-lagu yang lebih banyak mudoratnya ketimbang manfaatnya. Betapa prihatinnya kita di masa sekarang, dimana para remaja berlomba-lomba menjadi rocker, menjadi penyanyi yang tenar, dan menjadi musisi yang didambakan oleh fans-nya. Waktunya hanya dihabiskan untuk mempelajari lirik-lirik lagu, olah vokal, belajar memainkan alat musik. Kegiatan ini semakin mendapat justifikasi atau pembenaran dengan memasukkan pelajaran musik ke dalam kurikulum SMP.

Apa manfaat dari mempelajari musik? Kalau kita melihat dari kaca mata agama, maka hal ini lebih banyak mudoratnya ketimbang manfaat yang akan diperoleh, sebagai contoh betapa banyak penyanyi kita yang rambutnya pirang, pakaiannya kayak suku asmak di Irian, sungguh memprihatinkan. Bukankah sudah nyata, bahwa apa yang mereka dapatkan dan lakukan jelas-jelas melanggar dan nyata-nyata membuat pemiliknya merasa tidak memiliki suatu pandangan pencerahan, sehingga akibatnya narkoba, minuman keras menjadi solusi untuk menenagkan goncangan jiwa yang dialaminya.

Dan yang lebih aneh lagi, para anak-anak kita yang sudah terbius oleh musik-musik dan lirik-lirik setan. Bahkan lebih parah lagi, bukan hanya anak yang tidak memiliki pendidikan islam sejak dini, anak TPA yang nyata-nyata telah dibekali dan diajari dengan berbagai ilmu agama juga telah terbawa arus. Tentu tidak semuanya, tapi pada umumnya dapat kita jumpai. Hal ini di perparah dari kecenderungan para pengajar untuk memberikan pelajarannya dengan metode lelucon, atau materi yang diselingi dengan tawa-tawa dan lagu-lagu. Secara tidak langsung, perbuatan ini memberikan pembenaran kepada TPA bahwa musik itu boleh dan tidak apa-apa di dengarkan.

24 Des 2008

Lomba Resensi A Cat in My Eyes


deskripsi gambar
Dulu, saya lebih mengenal Abdul Kadir, Siapa Abdul Kadir? Dia adalah penulis yang membuat hati saya jadi iri, sebab aku tidak mampu berbuat seperti dia. Dia adalah seorang penulis yang banyak mentransformasi ide-idenya ke dalam kepalaku. Buku-buku IT tepatnya.

Dulu, saya mengenal siapa Habiburrahman El Shirazy Saya mengenalnya lewat sebuah novel yang menjadi best seller asia tenggara. Kala itu, pertama kalinya aku membaca yang namanya novel.

Kini, berawal dari iseng-iseng, saya mengambil sebuah buku berwarna hijau terang yang dipajang di perpustakaan tempat kami, panti asuhan bina insani lengkapnya. Sembari membuka helai demi helai, akhirnya dapat kutangkap bahwa buku ini adalah yang selama ini kucari. Gairah menulisku kembali muncul ketika membaca bagian depan halaman buku ini. Maka mulailah kugarap dan kuisi berbagai tulisan di blog yang belakangan terlantar. Hampir tiap hari ku post berbagai tulisan walau tanpa ada yang membacanya. Ah… tak peduli jadi populerkan butuh proses. Buku yang saya maksud adalah writing is amazing.


Dan kemarin, karena berawal dari iseng-iseng membaca biblografi penulis, kami pun berinisiatif mengundang saudara Fahd untuk mengisi pelatihan jurnalistik. Wah… hebat, Fahd vokalnya menyentuh…., berapa lama belajarnya??? Kapan-kapan ta undang lagi ya… mudah-mudahan masih bersedia.

Pada sesi kedua acara pelatihan jurnalistik tersebut, sebelum ditutup Fahd membuka buku yang berjudul “A Cat’s In My Eyes” ditulis Fahd mulai tahun 2004 dan tahun 2008 diterbitkan oleh penerbit GagasMedia dan editornya Gita Romadhona. Diambilnya beberapa undangan, “ini undangan bagi teman-teman yang mau mengikuti talk show buku baru saya. Dan saya kasih ke Agus, biar Agus yang bagi-bagi ke teman-teman.”



Hatiku bertanya-tanya, apa pula isi buku ini, belakangan ku ketahui bahwa buku ini merupakan kumpulan sketsa, prosa, dan cerita. Atau apa lah namanya. Saya juga tak mengerti. Meski sekilas tampak seperti cerita yang tercerai-berai dan terserak tak beraturan, sesungguhnya keseluruhan sketsa, prosa, dan cerita dalam buku ini memiliki kesatuan tema dan gaya. Seperti sebuah puzzle yang harus disusun ulang agar ketahuan bergambar apa, bermakna apa, buku ini berniat mengajak pembacanya menyusun puzzle-puzzle itu untuk menemukan makna dari sejumlah pertanyaan yang - mungkin klise, tetapi sangat - penting.

Haa… malu… ada kucing di mataku atau “A Cat In My Eyes”…. He…he…, Ah… masa sih..! ngak mau ah. Aku harus berubah, berubah…! Dengan membaca 176 halaman buku ini. Dan dengan terus membacanya sampai akhir InsyaAllah kita akan di bawah pada cerita dan metaforanya yang memukau. Fahd Djibran, sang penulis tidak banyak memaksakan atau memastikan tentang area ketidakpastian, ia sangat bijak untuk menghormati area tersebut dengan kerap kali membubuhkan "barangkali" atau "tidak tahu" saat berada diujung kesimpulan. Harapan yang ada adalah pembacanya mengalami loncatan yang dahsyat. Loncatan dimana bertanya bukan merupakan suatu yang memalukan atau dianggap dosa, tapi dari bertanya akan memunculkan sesuatu yang dahsyat. Bayangkan kalau bertanya itu tidak ada? Apakah kita bisa mengetahui siapa moyang kita? Yang jelasnya bukan monyet. Siapa diri kita? Yang pastinya bukan keturunan monyet. Setidaknya, kita menjadi tahu karena adanya bisikan pertanyaan dalam hati kemudian menjadi rasa ingin tahu. Jadilah kita tahu.

22 Des 2008

Jon Favreau, Penulis Pidato Obama

KELAK setelah Barack Obama dikukuhkan sebagai Presiden AS, maka Jon Favreau akan menjadi Director of Speechwriting di Gedung Putih. Pria 27 tahun itu akan menjadi ketua tim penulis naskah pidato Presiden AS termuda sepanjang sejarah. Alumnus Holy Cross Worcester, Massachussetts ini menjadi penulis pidato Obama sejak 2004, tak lama sesudah ia terpilih sebagai Senator Illinois.




Pertemuan pertama Favreau dengan Obama berlangsung di kafetaria Capitol Hill, di mana ia diperkenalkan oleh Robert Gibbs. Kala itu Favreau baru saja mengalami kekecewaan karena bosnya, John Kerry kalah dalam Pilpres 2004. Semula ia ragu membantu Obama, pria yang telah menulis buku-buku best seller dan piawai berorasi. Belakangan ia merasakan banyak kecocokan dengan Obama. Waktu akan direkrut, Obama tak menanyai latar belakang Favreau, pria kelahiran 6 Juni 1981. Ia hanya menanyakan motivasinya. Saat ditanya apakah ia menggunakan teori tertentu, Favreau dengan lugu menjawab bahwa ia tak pakai teori. Menurutnya pidato tak perlu teori, yang penting bisa menyentuh hati audiens. Kini Favreau memiliki banyak pembantu, termasuk Adam Frankel, Sarah Hurwitz dan Ben Rhodes. Favreau senang tampil kasual dengan kaos dan jeans. Saat membuat naskah pidato, ia menggunakan laptop, Blackberry ditemani kopi. Paling sering ia menulis naskah pidato di kedai Starbuck di Penn Quarter. Ia selalu dikejar-kejar deadline terutama dalam 18 bulan terakhir, saat mendampingi Obama berkampanye. Ia senang bekerja dengan Obama, karena presiden terpilih itu pragmatis. Kadang Obama menelepon Favreau memberi petunjuk mengenai materi apa yang ingin disampaikan di suatu acara. Selama 30 menit, mereka berdiskusi. Paling sering mereka berkomunikasi lewat email. Favreau juga mempelajari pidato-pidato mantan presiden. Menjelang Pilpres 2008, Favreau membuat dua naskah pidato, pidato kemenangan dan kekalahan. Obama meminta pidato itu panjangnya antara 15 sampai 20 menit. Menjelang deadline, ia bekerja 16 jam sehari. Kadang ia berkonsultasi dengan Peggy Noonan, penulis pidato Reagan. Kadang Favreau stres dan Obama menghiburnya. Presiden AS itu memercayai instink Favreau.Sumber: kr/22/12/08.

Mardiya, Angkat Kulonprogo Lewat Karya Tulis

Penyiap Bahan Pembinaan Ketahanan Keluarga Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Kemasyarakatan (Dukcapil Kabermas) Kulonprogo Drs Mardiya, tahun ini meraih Juara II tingkat nasional dalam lomba Karya Tulis Populer/Esai Keluarga Sejahtera Perspektif Agama. Pada tahun 2007, Drs Mardiya juga berhasil meraih juara II tingkat nasional dalam lomba Karya Tulis KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) IV.



Keberhasilan meraih sukses kedua setelah menyisihkan 265 peserta dalam kegiatan yang diadakan oleh Forum Antarumat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) bekerja sama dengan Departemen Agama dan BKKBN Pusat. Kemenangan ini merupakan yang ke-6 lomba karya tulis di tingkat nasional dan kemenangan ke-43 dari semua lomba karya tulis yang pernah diikuti baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional. Atas kemenangannya itu, berhak mendapatkan uang pembinaan bernilai jutaan rupiah dan piagam penghargaan yang dapat digunakan sebagai bukti atas prestasinya dalam dunia penulisan karya ilmiah.

Materi tulisan akan dipublikasikan panitia lomba melalui website www fabsedu.com, www. bkkbn. go.id dan www. ipkbnews. com. (Wid)-e Bagi alumnus Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Yogyakarta, kemenangan ini cukup membahagiakan. Karena di saat ia berusaha lebih intens memotivasi masyarakat untuk rajin membuat karya tulis melalui sanggar karya tulis ‘Nida Pena’ yang dikelolanya bersama isteri. Ia telah mampu memberi contoh konkrit bahwa menulis dapat dilakukan oleh siapa saja, dalam usia berapa saja, dengan latar belakang pekerjaan dan pendidikan apa saja. Menurutnya, selama ini masih banyak anggapan di masyarakat bahwa lomba karya tulis hanyalah untuk para mahasiswa, pelajar atau anak sekolah. “Sementara bagi yang sudah dewasa, berkeluarga, memiliki pekerjaan tetap atau yang berstatus PNS, hal itu sudah tidak diperlukan lagi. Dengan kemenangan ini kami ingin mengangkat Kulonprogo lewat karya tulis,”katanya. sumber: kr/23/12/08.
17 Des 2008

MENGAPA KITA PERLU TAHU...?

Keuntungan pertama yang diperoleh melalui internet adalah kemudahan dalam memperoleh informasi atau berita. Internet memungkinkan siapapun dapat mengakses berita-berita terkini melalui koran-koran elektronik, seperti republika online (www.republika.co.id) atau kompas Cyber media (www.kompas.com). Tak ketinggalan pula, berita yang ada di TV dapat pula di nikmati melalui internet, misalnya liputan 6 (www.liputan6.com) atau metro TV (www.metrotvnews.com). Internet mendukung berbagai aktivitas lain, sepeti kuliah secara online, sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning atau e-learning) yang memungkinkan diskusi dalam kelas jarak jauh.


Beberapa keuntungan lain dari internet adalah sebagai berikut:
Komunikasi
Internet memungkinkan terjadinya komunikasi yang super cepat antara suatu pihak dengan pihak lainnya, tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Hal ini dimungkinkan karena jangkauan Internet yang telah meng-global. Asal kita mengetahui alamat seseorang atau suatu lembaga di Internet, kita dapat mengirim informasi kapan saja dan kemana saja di seluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat dan cara yang sangat mudah. Internet juga dapat menghemat biaya komunikasi yang harus dikeluarkan.
Informasi
Seperti telah disinggung di atas, karena begitu banyaknya komputer yang terhubung ke Internet, dimana masing-masing komputer memiliki kandungan informasinya sendiri-sendiri, maka gabungan seluruh informasi di Internet sangatlah luar biasa. Internet merupakan sumber informasi yang melimpah (hampir tanpa batas) yang terus berkembang seiring dengan makin berkembangnya Internet itu sendiri.
Kolaborasi
Kolaborasi yang dimaksudkan di sini adalah suatu proses menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama (team-work). Anggota tim bisa terdiri dari berbagai macam ahli dari berbagai bidang yang tersebar di berbagai negara di dunia. Internet merupakan media yang sangat membantu suatu kolaborasi yang biasanya terhambat oleh ruang dan waktu. Melalui Internet kita dapat melakukan suatu konferensi (conference) dengan berbagai pihak di mana pun mereka berada. Kita bahkan dapat mengerjakan suatu pekerjaan secara bersamaan melalui Internet.

10 Des 2008

JOGJA BANJIR BUAH


Kurang lebih sebulan terakhir,Jogja mengalami perubahan musim, bukan hanya musim hujan tapi ditambah dengan musim buah. Para pedagang menjajakan dagangannya tak kenal tempat, ada di trotoar jalan, pinggir jalan poros, warung-warung dll. Ada pula yang unik, simbah-simbah (nenek-nenek) mengendong bakul berisi buah dan dijajakan dengan berjalan kaki. Buahnya bukan yang ringan-ringan, tapi durian, wah… demi cari uang, umur atau usia tak jadi soal.


Tidak jauh berbeda dengan kondisi di kampung, mungkin sekarang sudah musim buah. Buah yang dijajakan pun tidak jauh berbeda, ada durian, rambutan, Mangga, papaya, salak pondoh, dukuh. Dari segi harga, jangan main-main, harganya mahal tapi ada juga yang murah. Durian misalnya, yang paling kecil dijual Rp. 10.000 per buah, yang mungkin kalau di kampong harganya hanya 1000 atau 2000. Tapi agak miring, seperti salak pondoh yang terkenal manis walau bijinya gede’-gede’.

Hampir tiap hari saya melewati buah-buah yang dijual. Memang banyak pedagang yang menjajakan buahnya, tapi yang paling saya pilih adalah yang ada tulisan harganya. Soalnya, selain malu bertanya, sedikit banyaknya ada bayangan cukup ngaknya kemampuan keuangan. Nah… mungkin ini salah satu cara berbisnis yang baik untuk menyakinkan konsumen. Cara tersebut adalah pasang harga pada setiap produk yang dijual. Tapi harga tersebut harus konsisten, soalnya kalau harga jualnya lebih tinggi ketimbang yang terterah, konsumen akan jerah dan enggan membeli yang kedua kalinya.

Paling tidak, saya 3 kali membeli buah dalam seminggu, itu pun kalau kiriman baru datang, tapi kalau tanggal-tanggal tua, ya...gitulah hanya bisa menelan liur. Jadi ingat di kampung. Gimana kondisi di kampong…...?, kiriman berita donk…, kirim ke emailku ya… agus_riandi@yahoo.co.id

8 Des 2008

DETIK-DETIK YANG MEMPERERATKAN


Allahu akbar … Allahu akbar … terdengar dan mengema seantero Jogja dan sekitarnya. Idul Adha Puncak Persaudaraan, slogan yang kami petik dari salah satu badan pengelolah zakat. Persaudaraan yang terjalin tanpa perbedaan status, harkat, derajat dan martabat. Kita semuanya sama dan memiliki kesamaan dihadapan Allah kecuali bagi orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.



Tulisan ini kami posting berdasarkan pengalaman di Jogja. Detik-detik dan hiruk-pikuk kegiatan masyarakat Jogja saat idul Adha. Pertanyaannya kemudian, Adakah persamaan lebaran di kampung? Maksud kami adalah dari sudut pandang tradisinya atau kebiasaan, bukan dari segi akidah yang berkaitan dengan pelaksanaan Idul Adha. Sebab, tuntunan dan tata caranya tidak akan berubah sampai akhir jaman.
Hari ini, senin tanggal 08/12/08, pada umumnya masyarakat muslim Jogja merayakan hari Qurban. Baik itu yang Muhammadiyah maupun NU serta ormas islam lain, sepakat bahwa hari ini adalah hari jatuhnya Sholat Idul Adha.
Apa yang unik di Jogja? Yang paling sibuk saat ini adalah panitia Idul Adha, dimana mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mencari para dermawan, penyembelihan, pengemasan sampai pada penyaluran. Benar-benar serba repot, tidak jarang terjadi kekeliruan di dalamnya. Seperti, bagaimana cara membagi kepala hewan kurban? Bagaimana dengan kulitnya? Berapa jatah para pekurban?
Namun, kekeliruan panitia dan berbagai persoalan lain sebenarnya mudah ketika kita kembalikan pada asalnya. Ketika nabi Ibrahim saat itu, dia yang melakukan penyembelihan kemudian membagi-bagikannya kepada tetangga, kata ustadz Jumat kemarin.
Dalam kondisi yang seperti itu, ada sesuatu hal yang menarik dan membuat kita jadi tercengang, yaitu ketika gulai (jenis masakan berkuah) dihidangkan. Rasa lelah dan kesal berubah menjadi suatu jalinan kebersamaan. Masing-masing mengambil dan memposisikan diri sesuai keinginan. Acara ini biasanya dilaksanakan di sekitar pelataran masjid. Masjid menurut mereka bukan hanya berfungsi sebagai tempat Ibadah yang hubungannya dengan Allah, tapi masjid adalah sentral seluruh aktifitas masyarakat.
5 Des 2008

Ada apa di internet?

Begitu banyak informasi yang kita dapat peroleh dari internet. Informasi tersebut disampaikan dalam berbagai bentuk, seperti berita, artikel, tutorial, diskusi dll. Ruang lingkup dan disiplin informasinya pun beraneka ragam, ada agama, sport, pendidikan, humor, tanya jawab, dan masih banyak lagi.



Pada kesempatan kedua ini, kita akan mengulas ada apa saja di internet, berikut ulasannya :

  • WORLD WIDE WEB [www]


    Internet pada umumnya di-presentasi-kan melalui media WWW dalam format HTML (Hypertext Markup Language).
    Format HTML inilah yang memungkinkan penyajian informasi melalui WWW menjadi sangat menarik. Halaman depan suatu tampilan informasi biasanya dikenal dengan sebutan Serambi Depan (Homepage). Dari Serambi Depan ini kita akan menjumpai suatu tampilan informasi yang memiliki banyak link ke informasi lain yang lebih detil. Kita tidak perlu tahu dimana informasi-informasi tersebut berada, yang kita perlu kita lakukan hanyalah meng-klik infornasi yang kita inginkan dan informasi yang kita inginkan tersebut akan ditampilkan di layar komputer kita.

    Konsep penyajian informasi dengan banyak link ini disebut dengan hypertext. Untuk melihat isi suatu homepage, kita memerlukan alat bantu yang disebut perawak (browser). Browser yang umum dipakai adalah Internet Explorer (dari Microsoft) atau Netscape Navigator (dari Netscape Communication), Mozzila (Linux), Opera, dll.

    Alamat Internet untuk WWW disebut dengan URL (Uniform Resource Locator atau Universal Resource Locator) dan memiliki format sebagai berikut:
    protocol://www.domain/path/file.htm
    http://www.uty.ac.id/info/pmb/index.htm

    Dimana:
    http = Jenis protokol yang digunakan (Hypertext Transfer Protocol)
    uty.ac.id = Nama domain
    info/pmb/ = Path atau bisa juga disebut direktori tempat suatu file tersimpan
    Index.htm = Nama file yang menyimpan informasi yang ditampilkan pada umumnya berakhiran dengan .htm atau .html

  • ELECTRONIC MAIL [EMAIL]
    Surat elektronik adalah pesan yang dapat dikirimkan, diterima maupun disimpan dan sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh user melalui internet/jaringan eletronik. Jenis penyedia e-mail diantaranya adalah yahoo.com, gmail.com, telkom.net dan lain-lain.

    Pada surat elektronik juga terdapat fasilitas "Carbon Copy" (Cc) yang dalam surat biasa disebut dengan "Tembusan", dan "Subject" yang pada surat biasa disebut dengan "Perihal". Pada dasarnya surat elektronik memiliki fungsi yang sama dengan surat biasa, sedangkan bagian-bagiannyapun memiliki kemiripan seperti telah dijelaskan di atas.

  • TELNET
    Kita bisa menggunakan komputer untuk berhubungan dengan komputer orang lain dan mencari atau mengambil informasi yang ada dikomputer tersebut.

  • FILE TRANSFER PROTOCOL [FTP]
    Melalui FTP user bisa mengirimkan data atau file dari satu komputer ke komputer yang lain, Download dan Upload.

  • GOPHER
    Pengaksesan informasi hanya berupa teks.

  • CHAT GROUPS / INTERNET RELAY CHAT (IRC)

  • Forum dimana user dapat saling berdiskusi atau berbincang-bincang dengan user lain.

  • NEWSGROUP

  • Ruang percakapan bagi para user yang mempunyai kepentingan bersama.