2 Okt 2008

INDAHNYA KEBERSAMAAN SAAT LEBARAN

Indahnya kebersamaan di rantau orang seindah di kampung halaman, itulah yang terasa di asrama Mahasiswa Massenrempulu Yogyakarta. Walaupun kami tidak mudik, namun rasa kebersamaan sangat kental. Ini terlihat dengan antusiasme teman-teman kumpul di malam yang fitrah ini. Adanya makanan khas Sulawesi Selatan yaitu "Burasa' " dan oper ayam menjadi "kewajiban" tiap hari raya tiba tak terkecuali idul fitri kali ini.
Momen seperti ini sangat dinanti-nanti oleh seluruh teman-teman, kalau bukan waktu ini kapan lagi...? masalahnya ketika waktu kuliah tiba, seluruh warga Massenrempulu mengembara ke seantero Perguruan Tinggi yang ada di Yogyakarta ini. Tentunya dengan jurusan yang beragam dan jenjang yang berbeda-beda pula. Sebagian besar dari kami menempuh pendidikan Strata satu, Diploma, SMA, SMP, program magister, dan beberapa yang menempuh program doktor.

Allahuakbar...Allahuakbar...Allahuakbar, akhirnya bunyi takbir, tahlil dan tahmid terdengar dari seluruh penjuru kota Yogyakarta, kami pun berbondong-bondong melaksanakan sholat Ied. Sebagai mana muslim pada umumnya, hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu, saat berbuka melaksanakan puasa sebulan lamanya, saling memaafkan antara sesama, dan tidak ketinggalan menikmat burasa yang semalam dibuat dengan susah dan payah. Susahnya karena semua bahan-bahannya serba dibeli, termasuk daun pisang. Yang mana, kalau di kampung tinggal nyodok di kebun atau minta sama tetangga. Payahnya, karena harus menunggu matangnya selama berjam-jam. Namun..., Alhamdulillah... semuanya sirna, musnah, dan habis saat do'a makan telah menyahut dari mulut masing-masing.

Akhir tulisan, ada ucapan seorang pendidik yang bijak, saat menyemangati anak didiknya, dia berkata: "pada awal mata kuliah ini, kalian semua saya beri nilai "A", tugas kalian adalah mempertahankan nilai "A" tersebut agar tidak berubah jadi "B","C", "D", atau "E". Semakna dengan itu, maknai sabda Rasul SAW ...maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad). Baik yang benar-benar berpuasa maupun yang baru-baru puasa dapat dikatakan bahwa mereka mengharapkan hasil yang sama yaitu kembali ke fitrah manusia yang suci. Kita asalnya adalah suci dan mungkin saja sekarang kita telah suci lagi, tapi mampukah kita mempertahankan kesucian atau grade "A" tersebut! Insya Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: