24 Sep 2008

ENREKANG, BKM - Longsor yang mengakibatkan jalur utama poros Cakke-Baraka yang
terputus sejak Jumat 19/9) malam, hingga kini belum bisa ditangani. Bahkan, longsor
tersebut semakin parah. Sehingga belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda
empat, termasuk pejalan kaki.

Alat berat yang diturunkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Enrekang ke lokasi, juga
belum bisa mendekati titik longsor. Karena batu besar serta pasir dalam jumlah banyak
masih terus berjatuhan. Hingga Senin (22/9) kemarin, bukit yang longsor juga semakin
meluas. Akibatnya, sejumlah pegawai maupun pedagang kakilima yag hendak berjualan di
Pasar Baraka pada hari pasar Senin kemarin, terpaksa harus menempuh jalur alternatif
dengan mendaki gunung, meski kondisi jalan juga sangat membahayakan pengendara.
Pemkab Enrekang sendirinya sudah menyerah untuk mengatasi longsoran yang masih saja
terjadi.

Bupati Enrekang, HM Lody Sindangan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU),
Sugihardjo, dan Kepala Infokom, Muh Arfah Rauf, kemarin, sudah turun ke lokasi untuk
melakukan peninjauan. Usai melakukan peninjauan, kepada wartawan, Bupati Lody
Sindangan mengakui kalau dengan kondisi seperti ini, Pemkab sudah tidak bisa
mengerjakan jalan yang tertutup longsor tersebut. Karena itu sangat membahayakan
keselamatan pekerja. Satu-satunya upaya yang harus ditempuh, lanjut Lody, membuka
jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. ''Kalau longsor kita
tunggu untuk berhenti, saya kira itu sangat tidak efektif. Makanya, alat berat yang sudah
ada di lokasi sejak Sabtu lalu, kita arahkan untuk membuka jalur alternatif,' ' tandas Lody.
Lody mengakui telah melakukan pertemuan dengan para camat dan Kepala Desa Baraka
termasuk warga, untuk membicarakan jalur alternatif ini. ''Mudah-mudahan besok (Selasa
hari ini, Red) jalur alternatif ini, sudah bisa berfungsi dengan baik,'' ujar Lody Sindangan.
(K14/mir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: