18 Jan 2008

Apakah hukum nyanyian, haramkah atau tidak?


Untuk membahasnya, kita mengambil penjelasan dari ahlinya seperti tanya jawab di bawah ini:
Apakah hukum nyanyian, haramkah atau tidak? Meskipun dalam kenyataan saya mendengarkannya dengan maksud hanya untuk hiburan? Dan apakah hukum memainkan alat musik biola dengan nyanyian-nyanyian klasik? Apakah membunyikan genderang dalam pernikahan diharamkan? Namun saya mendengar bahwa hal tersebut halal ataukah bagaimana hukumnya saya tidak mengerti. Semoga Allah memberikan ganjaran serta mengarahkan langkah anda sekalian ke jalan yang benar.
Jawab:
Sesungguhnya mendengarkan nyanyian adalah haram dan mungkar, serta merupakan penyakit hati dan menyebabkan mengerasnya hati, juga menghalangi dari berdzikir kepada Allah dan shalat. Kebanyakan ahli ilmu telah menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): "Dan di antara manusia ada orang yang menjual perkataan yang tidak berguna " (Luqman:6)
"Lahwa Al_Hadits" (perkataan yang tidak berguna) ditafsirkan dengan "nyanyian".
Dan Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu Anhu bersumpah bahwasanya yang dimaksudkan "Lahwa Al-Hadits" adalah "nyanyian". Dan apabila bersama nyanyian tersebut dimainkan alat musik seperti rebana, mandolin, biola dan genderang maka menjadi bertambah sangat keharamannya.
Sebagian ulama menyatakan bahwa nyanyian dengan alat musik diharamkan sama sekali. Maka kewajiban kita memperingatkan hal tersebut dan hal ini benar karena Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya (yang artinya):"Sungguh akan ada beberapa kaum dari ummatku yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan bunyi-bunyian yang merdu (musik dan nyanyian)" (hadits shahih riwayat Bukhari dan Abu Dawud)
Saya mewasiatkan kepada anda serta semuanya untuk mengalihkan kesibukan dengan kegiatan yang bermanfaat sebagai ganti mendengarkan nyanyian dan musik.
Ada sebagian pendapat bahwa mendengarkan musik dapat membangkitkan semangat, yakinlah bahwa semangat itu hanya timbul karena hati yang bersih, dan bagaimana mungkin jika hati itu dikotori oleh perkataan yang tidak bermanfaat (nyayian). Dan berapa banyak dari pendengar musik yang semangatnya melebih semangat para syuhada, para sahabat, para tabiin, padahal mereka yang mulia itu sama sekali tidak mendengarkan nyanyian, karena nyanyian justru membuat kita jadi malas. Menjerumuskan kita ke dalam lubang maksiat yang lebih dalam. Allah Maha Tahu.
Diambil dari kitab "Fatawa Hammah wa Risalah fii sifati Sholatin Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam"oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaiminsumber: majalah dinding AL-ILMUMajelis Ta’lim Salafy STT Telkom Bandung.Dengan perubahan seperlunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Isi Komentar: