31 Des 2008

Studi Islam di Barat?

Oleh:Nuim Hidayat
(Peneliti INSISTS dan Dosen STID M Natsir)

"Ilmu bukanlah banyaknya riwayat, tapi ilmu adalah cahaya yang bersinar dalam hati," kata Ibnu Mas'ud sebagaimana dikutip Imam Al Ghazali dalam karyanya Ihya' Uluumiddin.*

Saat ini "Islamic Studies" menjadi subjek kajian yang sangat penting di dunia pendidikan, baik di dunia Islam maupun Barat. Di Leiden, Chicago,London, dan lain-lain didirikan insititut atau universitas yang mengajarkan 'studi Islam' yang diajar oleh profesor-profesor Muslim dan non Muslim. Mereka-mereka yang belajar di Barat, biasanya menunjukkan rasa bangganya karena lebihanalitis dan unggul dalam metodologi.



Selain banyak anak-anak cerdas Indonesia yang belajar 'studi Islam' di
Barat, banyak juga mereka yang belajar di Timur. Kairo, Mekkah-Madinah,
Damaskus, Tripoli dan lain-lain adalah diantara kota-kota yang menjadi
idaman mahasiswa-mahasiswa Muslim Indonesia. Di Kairo saja mahasiswa
Indonesia yang belajar S1-S3 mencapai ribuan orang, begitu juga di
Mekkah-Madinah.

Sekembali mahasiswa-mahasiswa itu ke Indonesia, kebanyakan mereka berperan
dalam masyarakat. Apakah sebagai dosen, guru, peneliti, manajer dan
lain-lain. Ada yang menjadi tokoh yang kepribadian dan pemikirannya
berpengaruh luas di masyarakat dan ada yang menjadi orang yang biasa
saja. Tergantung
pada kepribadian, keseriusan dalam belajar, tradisi ilmu dalam
lingkungannya, niyat ketika belajar, pengalaman organisasi/hidup dan
lain-lain.

Di antara mereka yang belajar studi Islam di Barat, misalnya beralasan,
bahwa beberapa tokoh Islam seperti Sayid Qutb, Prof. Mustafa Azami dan
Profesor Rasjidi belajar di Barat, tapi mereka justru menjadi penentang yang
lantang kepada Barat.

M Hilaly Basya seorang mahasiswa yang studi S2 di Universitas Leiden Belanda
misalnya menulis di Majalah Madina edisi Desember 2008 dengan judul *Belajar
Islam di Barat, Kenapa Tidak?* Ia mengutip pernyataan dosennya, Prof. Busken
(guru besar Antropologi) yang mengajar perkuliahan *Methods and Theories of
Islamic Studies*: "Mata kuliah saya tidak berpretensi menjadikan Anda
sebagai *alim* (jamak Ulama). Karena saya tidak akan mengajarkan Anda
tentang ilmu-ilmu Keislaman/keagamaan *(uluum ad-diin)." * Profesor Busken
menambahkan bahwa Islam hanya diposisikan sebagai objek studi dan
penelitian. Sedangkan ilmu-ilmu yang yang diwariskan kepada mahasiswanya
adalah sosiologi, anthropologi, ilmu sejarah, arkeologi dan filologi. **

Dengan demikian, kata Basya, tujuan program Islamic Studies di
universitas- universitas Barat adalah melahirkan ilmuwan, entah itu
sejarawan, sosiolog, antropolog atau filolog yang bidang kajiannya adalah
Islam dalam segala dimensinya.

*Kemanakah Belajar Islam?*

Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia unggul
yang mempunyai ketaqwaan yang tinggi. Ketaqwaan tentu dimaksudkan sebagai
pemegangan teguh kepada aqidah, syariah dan akhlak Islam. Jadi niyat dan
tujuan (antara dua hal ini saling berkaitan) menjadi peranan penting dalam
proses belajar. Dalam ilmu manajemen modern ada ungkapan,"Start of The End."
Sabda Rasulullah saw yang penting,"Sesungguhn ya amal itu tergantung
niyatnya." (HR Bukhari). Jadi ketika seseorang belajar S1, S2 dan S3 apa
tujuan yang ingin diraihnya? Menjadi ilmuwan yang hebat, pengamat yang hebat
atau apa?

Di sinilah pernyataan Prof. Busken guru besar Anthropologi ini perlu
dikritisi. Ketika ia menyatakan bahwa "Mata kuliah saya tidak berpretensi
menjadikan Anda sebagai *alim* (jamak *Ulama*). Karena saya tidak akan
mengajarkan Anda tentang ilmu-ilmu Keislaman/keagamaan *(uluum ad-diin)." *
Di
sini jelas Busken tidak akan menyampaikan ilmu-ilmu yang yang menjadikan
mahasiswanya semakin alim/bertaqwa. Mungkin Prof. Busken sendiri tidak
terlalu percaya kepada Keilmuan Islam dan Peradabannya. Maka dengan sistem
metodologi yang diajarkan di Leiden itu, maka kita bisa memprediksi
bagaimana alumni-alumninya setelah lulus nanti. Bukan hanya Busken, banyak
profesor-profesor lain di Barat yang berpendapat senada.

Kita ambil kasus misalnya yang terjadi pada Prof. William Liddle, guru besar
ilmu politik di Universitas Ohio. Lulusan-lulusan dari bimbingan Liddle
memang menjadi orang 'hebat' atau berpengaruh di Indonesia. Misalnya Dr.
Saiful Mujani dan Dr. Denny JA menjadi ahli survai yang 'presisi' dengan
metode Quick Count-nya untuk pemilihan-pemilihan bupati, gubernur atau
presiden sekalipun. Tapi apakah ahli survai itu peduli terhadap akhlak
kandidat-kandidat yang terpilih? Kita melihatnya selama ini tidak. Karena
dua orang itu bukan seorang alim, karena mereka dibimbing oleh profesor non
Muslim yang tidak peduli terhadap pembinaan aqidah mahasiswa-mahasiswa nya.

Jadi dalam pendidikan, bukan hanya kapasitas intelektualnya yang
dikembangkan tapi juga kapasitas aqidah dan akhlaknya perlu dibina. Dalam
teori modern tentang kecerdasan, ada delapan kecerdasan manusia yang perlu
dikembangkan. Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Matematis Logis, Kecerdasan
Spasial, Kecerdasan Kinestetis Jasmani, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan
Musikal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Inrapersonal dan Kecerdasan
Naturalis (Thomas Armstrong, 2002:232-233) . Tentu dalam Islam konsep
kecerdasan ini mesti dibingkai dengan kecerdasan aqidah/spiritual.
Kecerdasan manusia dalam memahami dirinya, dari mana, mau kemana dan tujuan
apa hidup di dunia ini? Sabda Rasulullah saw yang sangat terkenal:
"Barangsiapa dikehendaki Allah dengan kebaikan, maka Allah akan memberikan
kefaqihan dalam agama." (HR Ahmad).

Maka dalam Islam bukan hanya tujuan pendidikan melahirkan orang-orang hebat
yang dikembangkan semua potensi kecerdasannya, tapi mereka juga mempunyai
aqidah yang kuat, pemahaman Keislaman yang faqih dan akhlak yang mulia. Dan
mungkinkah ini terwujud bila tiap hari mahasiswa itu berdialog, konsultasi
dan dibimbing dengan profesor-profesor non Muslim? Tentu sulit, meski kaum
Muslimin faham, bahwa mengambil pengetahuan dari orang-orang non Muslim
diperbolehkan. Tapi mereka tidak diperbolehkan pembimbing, konsultan,
mentor, rujukan (tempat bertanya berbagai masalah) tiap hari bagi mahasiswa
Muslim. Dan itulah yang selama ini terjadi di Islamic-islamic Studies di
Barat, yang menjadi pembimbing dan rujukan mahasiswa adalah
profesor-profesor non Muslim. Yang tentu saja profesor ini tidak merasakan
situasi kejiwaan (kecerdasan emosional), ketika seorang Muslim shalat malam,
berbuka puasa, membaca dan memahami makna-makna Al-Qur'an, berzakat,
berjihad dan lain-lain.

*Kasuistik*

* *

Mengajak ramai-ramai orang belajar studi Islam di Barat dengan mengambil
contoh-contoh kasuistik yang terjadi pada beberapa tokoh Islam, tentu
merupakan pengambilan kesimpulan yang kacau. Sebagaimana menyuruh anak-anak
Muslim belajar di sekolah-sekolah Kristen dengan mengambil kesimpulan bahwa
beberapa orang dari anak yang lulus disitu justru Islamnya lebih kuat.

Dalam mengambil sebuah kesimpulan, maka harus ada uji statistik (meski
sederhana). Misalnya dari 1000 orang yang studi Islam di Barat, berapa
persen orang yang lulus aqidah Islamnya menjadi kacau dan berapa persen yang
semakin kuat. Bila didapati mayoritas (misalnya lebih dari 50%) kacau, maka
bisa dibuat kesimpulan bahwa studi Islam di Barat, banyak menghasilkan
intelektual- intelektual yang kacau aqidahnya. Maka kesimpulannya Sayid Qutb,
Prof. Rasjidi dan Prof. Mustafa Azami adalah contoh-contoh kasuistik.
Dimana
bisa diprediksi bahwa dari awal mereka belajar studi/studi Islam di Barat
niyatnya adalah untuk menjayakan Islam. Di samping mereka sebelum berangkat
telah mempunyai bekal yang kuat dalam hal ilmu-ilmu Islam, ilmu-ilmu umum
dan berbagai metodologinya. Sehingga ketika berhadapan dengan intelektual
Barat mereka tidak minder dan bisa berargumen yang ilmiah kepada mereka.

Bila tidak, maka yang terjadi adalah menjadi 'pak turut' kepada Barat.
Keunggulan Barat dengan metode ilmiah dan teknologinya menjadikan
santri-santri kita terkagum-kagum, seolah-olah jalan hidup mereka benar. Dan
para santri-santri yang belajar di Barat itu setapak demi setapak mengikuti
jalan mereka. Lupa kepada kejayaan dan kehebatan pemikiran dan peradaban
sendiri. Lupa terhadap 'peta' yang mesti ditempuh untuk meraih kembali
kejayaan itu kembali.

Padahal tradisi keilmuan universitas adalah dari Peradaban Islam. Prof. Wan
Daud, Guru Besar ATMA-UKM mengutip Makdisi (1998:237) menyatakan, "Islam
klasik telah menghasilkan sebah budaya intelektual yang memengaruhi Barat
Kristen dalam tradisi keilmuan universitas. Ia telah menyumbangkan faktor
yang melahirkan universitas, yaitu metode keilmuan, bersamaan ide kebebasan
akademik...Kebebasa n akademik dalam Islam klasik, pada level ahli hukum dan
orang awam memiliki batasan-batasan yang sama dengan konsep modern dalam
kebebasan bagi profesor dan mahasiswa di universitas. " Kebebasan manusia
bermakna dan akan diperoleh setelah melalui penyerahan dan kepatuhan dengan
penuh kesadaran terhadap segala kewajiban Islam. **

Tentu, belajar di dunia Islam tidak sepenuhnya sempurna.
Universitas- universitas di dunia Islam banyak yang mesti disempurnakan.
Metodologi pengajarannya, intelektualitas dosennya, pembinaan mahasiswanya,
perpustakaannya dan lain-lain. Tapi itulah rumah kita. Dan dari situlah
kita membangun pemikiran dan peradaban Islam. Bukan dari rumah orang lain
yang kita tidak memilikinya. *Wallahu aliimun hakiim. *

[Non-text portions of this message have been removed]

28 Des 2008

MUSIK MERACUNI ANAK BANGSA

Ketika dahsyatnya bencana alam di aceh yang menewaskan ratusan ribu manusia, selang beberapa tahun kemudian, gempa bumi mengguncang Yogyakarta. Dahsyatnya bencana alam tersebut tentu belum seberapa bila dibandingkan dengan guncangan globalisasi yang mengakibatkan dekandensi moral anak bangsa.

Keterburukan dan keterbelakangan bangsa indonesia tentu berawal dari pemuda yang tidak mengerti tentang perjuangan, bagaimana mempertahankan diri agar tetap dihormati sebagai manusia, membuat kreativitas agar dapat memberi manfaat bagi manusia hanya ditujukan untuk mendapatkan suatu nobel atau penghargaan. Hakekat dari pencapaian yang diharapkan orientasinya bukan kepada Allah, tapi justru kepada dunia yang nyata fananya.


Sebagai bukti kreativitas yang muncul mencuak dan memberi andil dalam proses dekandensi moral anak bangsa adalah nyanyian atau musik. kata sebagaian orang bahwa diri kita adalah apa yang kita sering ulangi, kalau demikian, maka apa jadinya ketika yang didengar adalah lagu-lagu yang lebih banyak mudoratnya ketimbang manfaatnya. Betapa prihatinnya kita di masa sekarang, dimana para remaja berlomba-lomba menjadi rocker, menjadi penyanyi yang tenar, dan menjadi musisi yang didambakan oleh fans-nya. Waktunya hanya dihabiskan untuk mempelajari lirik-lirik lagu, olah vokal, belajar memainkan alat musik. Kegiatan ini semakin mendapat justifikasi atau pembenaran dengan memasukkan pelajaran musik ke dalam kurikulum SMP.

Apa manfaat dari mempelajari musik? Kalau kita melihat dari kaca mata agama, maka hal ini lebih banyak mudoratnya ketimbang manfaat yang akan diperoleh, sebagai contoh betapa banyak penyanyi kita yang rambutnya pirang, pakaiannya kayak suku asmak di Irian, sungguh memprihatinkan. Bukankah sudah nyata, bahwa apa yang mereka dapatkan dan lakukan jelas-jelas melanggar dan nyata-nyata membuat pemiliknya merasa tidak memiliki suatu pandangan pencerahan, sehingga akibatnya narkoba, minuman keras menjadi solusi untuk menenagkan goncangan jiwa yang dialaminya.

Dan yang lebih aneh lagi, para anak-anak kita yang sudah terbius oleh musik-musik dan lirik-lirik setan. Bahkan lebih parah lagi, bukan hanya anak yang tidak memiliki pendidikan islam sejak dini, anak TPA yang nyata-nyata telah dibekali dan diajari dengan berbagai ilmu agama juga telah terbawa arus. Tentu tidak semuanya, tapi pada umumnya dapat kita jumpai. Hal ini di perparah dari kecenderungan para pengajar untuk memberikan pelajarannya dengan metode lelucon, atau materi yang diselingi dengan tawa-tawa dan lagu-lagu. Secara tidak langsung, perbuatan ini memberikan pembenaran kepada TPA bahwa musik itu boleh dan tidak apa-apa di dengarkan.

24 Des 2008

Lomba Resensi A Cat in My Eyes


deskripsi gambar
Dulu, saya lebih mengenal Abdul Kadir, Siapa Abdul Kadir? Dia adalah penulis yang membuat hati saya jadi iri, sebab aku tidak mampu berbuat seperti dia. Dia adalah seorang penulis yang banyak mentransformasi ide-idenya ke dalam kepalaku. Buku-buku IT tepatnya.

Dulu, saya mengenal siapa Habiburrahman El Shirazy Saya mengenalnya lewat sebuah novel yang menjadi best seller asia tenggara. Kala itu, pertama kalinya aku membaca yang namanya novel.

Kini, berawal dari iseng-iseng, saya mengambil sebuah buku berwarna hijau terang yang dipajang di perpustakaan tempat kami, panti asuhan bina insani lengkapnya. Sembari membuka helai demi helai, akhirnya dapat kutangkap bahwa buku ini adalah yang selama ini kucari. Gairah menulisku kembali muncul ketika membaca bagian depan halaman buku ini. Maka mulailah kugarap dan kuisi berbagai tulisan di blog yang belakangan terlantar. Hampir tiap hari ku post berbagai tulisan walau tanpa ada yang membacanya. Ah… tak peduli jadi populerkan butuh proses. Buku yang saya maksud adalah writing is amazing.


Dan kemarin, karena berawal dari iseng-iseng membaca biblografi penulis, kami pun berinisiatif mengundang saudara Fahd untuk mengisi pelatihan jurnalistik. Wah… hebat, Fahd vokalnya menyentuh…., berapa lama belajarnya??? Kapan-kapan ta undang lagi ya… mudah-mudahan masih bersedia.

Pada sesi kedua acara pelatihan jurnalistik tersebut, sebelum ditutup Fahd membuka buku yang berjudul “A Cat’s In My Eyes” ditulis Fahd mulai tahun 2004 dan tahun 2008 diterbitkan oleh penerbit GagasMedia dan editornya Gita Romadhona. Diambilnya beberapa undangan, “ini undangan bagi teman-teman yang mau mengikuti talk show buku baru saya. Dan saya kasih ke Agus, biar Agus yang bagi-bagi ke teman-teman.”



Hatiku bertanya-tanya, apa pula isi buku ini, belakangan ku ketahui bahwa buku ini merupakan kumpulan sketsa, prosa, dan cerita. Atau apa lah namanya. Saya juga tak mengerti. Meski sekilas tampak seperti cerita yang tercerai-berai dan terserak tak beraturan, sesungguhnya keseluruhan sketsa, prosa, dan cerita dalam buku ini memiliki kesatuan tema dan gaya. Seperti sebuah puzzle yang harus disusun ulang agar ketahuan bergambar apa, bermakna apa, buku ini berniat mengajak pembacanya menyusun puzzle-puzzle itu untuk menemukan makna dari sejumlah pertanyaan yang - mungkin klise, tetapi sangat - penting.

Haa… malu… ada kucing di mataku atau “A Cat In My Eyes”…. He…he…, Ah… masa sih..! ngak mau ah. Aku harus berubah, berubah…! Dengan membaca 176 halaman buku ini. Dan dengan terus membacanya sampai akhir InsyaAllah kita akan di bawah pada cerita dan metaforanya yang memukau. Fahd Djibran, sang penulis tidak banyak memaksakan atau memastikan tentang area ketidakpastian, ia sangat bijak untuk menghormati area tersebut dengan kerap kali membubuhkan "barangkali" atau "tidak tahu" saat berada diujung kesimpulan. Harapan yang ada adalah pembacanya mengalami loncatan yang dahsyat. Loncatan dimana bertanya bukan merupakan suatu yang memalukan atau dianggap dosa, tapi dari bertanya akan memunculkan sesuatu yang dahsyat. Bayangkan kalau bertanya itu tidak ada? Apakah kita bisa mengetahui siapa moyang kita? Yang jelasnya bukan monyet. Siapa diri kita? Yang pastinya bukan keturunan monyet. Setidaknya, kita menjadi tahu karena adanya bisikan pertanyaan dalam hati kemudian menjadi rasa ingin tahu. Jadilah kita tahu.

22 Des 2008

Jon Favreau, Penulis Pidato Obama

KELAK setelah Barack Obama dikukuhkan sebagai Presiden AS, maka Jon Favreau akan menjadi Director of Speechwriting di Gedung Putih. Pria 27 tahun itu akan menjadi ketua tim penulis naskah pidato Presiden AS termuda sepanjang sejarah. Alumnus Holy Cross Worcester, Massachussetts ini menjadi penulis pidato Obama sejak 2004, tak lama sesudah ia terpilih sebagai Senator Illinois.




Pertemuan pertama Favreau dengan Obama berlangsung di kafetaria Capitol Hill, di mana ia diperkenalkan oleh Robert Gibbs. Kala itu Favreau baru saja mengalami kekecewaan karena bosnya, John Kerry kalah dalam Pilpres 2004. Semula ia ragu membantu Obama, pria yang telah menulis buku-buku best seller dan piawai berorasi. Belakangan ia merasakan banyak kecocokan dengan Obama. Waktu akan direkrut, Obama tak menanyai latar belakang Favreau, pria kelahiran 6 Juni 1981. Ia hanya menanyakan motivasinya. Saat ditanya apakah ia menggunakan teori tertentu, Favreau dengan lugu menjawab bahwa ia tak pakai teori. Menurutnya pidato tak perlu teori, yang penting bisa menyentuh hati audiens. Kini Favreau memiliki banyak pembantu, termasuk Adam Frankel, Sarah Hurwitz dan Ben Rhodes. Favreau senang tampil kasual dengan kaos dan jeans. Saat membuat naskah pidato, ia menggunakan laptop, Blackberry ditemani kopi. Paling sering ia menulis naskah pidato di kedai Starbuck di Penn Quarter. Ia selalu dikejar-kejar deadline terutama dalam 18 bulan terakhir, saat mendampingi Obama berkampanye. Ia senang bekerja dengan Obama, karena presiden terpilih itu pragmatis. Kadang Obama menelepon Favreau memberi petunjuk mengenai materi apa yang ingin disampaikan di suatu acara. Selama 30 menit, mereka berdiskusi. Paling sering mereka berkomunikasi lewat email. Favreau juga mempelajari pidato-pidato mantan presiden. Menjelang Pilpres 2008, Favreau membuat dua naskah pidato, pidato kemenangan dan kekalahan. Obama meminta pidato itu panjangnya antara 15 sampai 20 menit. Menjelang deadline, ia bekerja 16 jam sehari. Kadang ia berkonsultasi dengan Peggy Noonan, penulis pidato Reagan. Kadang Favreau stres dan Obama menghiburnya. Presiden AS itu memercayai instink Favreau.Sumber: kr/22/12/08.

Mardiya, Angkat Kulonprogo Lewat Karya Tulis

Penyiap Bahan Pembinaan Ketahanan Keluarga Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Kemasyarakatan (Dukcapil Kabermas) Kulonprogo Drs Mardiya, tahun ini meraih Juara II tingkat nasional dalam lomba Karya Tulis Populer/Esai Keluarga Sejahtera Perspektif Agama. Pada tahun 2007, Drs Mardiya juga berhasil meraih juara II tingkat nasional dalam lomba Karya Tulis KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) IV.



Keberhasilan meraih sukses kedua setelah menyisihkan 265 peserta dalam kegiatan yang diadakan oleh Forum Antarumat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) bekerja sama dengan Departemen Agama dan BKKBN Pusat. Kemenangan ini merupakan yang ke-6 lomba karya tulis di tingkat nasional dan kemenangan ke-43 dari semua lomba karya tulis yang pernah diikuti baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional. Atas kemenangannya itu, berhak mendapatkan uang pembinaan bernilai jutaan rupiah dan piagam penghargaan yang dapat digunakan sebagai bukti atas prestasinya dalam dunia penulisan karya ilmiah.

Materi tulisan akan dipublikasikan panitia lomba melalui website www fabsedu.com, www. bkkbn. go.id dan www. ipkbnews. com. (Wid)-e Bagi alumnus Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Yogyakarta, kemenangan ini cukup membahagiakan. Karena di saat ia berusaha lebih intens memotivasi masyarakat untuk rajin membuat karya tulis melalui sanggar karya tulis ‘Nida Pena’ yang dikelolanya bersama isteri. Ia telah mampu memberi contoh konkrit bahwa menulis dapat dilakukan oleh siapa saja, dalam usia berapa saja, dengan latar belakang pekerjaan dan pendidikan apa saja. Menurutnya, selama ini masih banyak anggapan di masyarakat bahwa lomba karya tulis hanyalah untuk para mahasiswa, pelajar atau anak sekolah. “Sementara bagi yang sudah dewasa, berkeluarga, memiliki pekerjaan tetap atau yang berstatus PNS, hal itu sudah tidak diperlukan lagi. Dengan kemenangan ini kami ingin mengangkat Kulonprogo lewat karya tulis,”katanya. sumber: kr/23/12/08.
17 Des 2008

MENGAPA KITA PERLU TAHU...?

Keuntungan pertama yang diperoleh melalui internet adalah kemudahan dalam memperoleh informasi atau berita. Internet memungkinkan siapapun dapat mengakses berita-berita terkini melalui koran-koran elektronik, seperti republika online (www.republika.co.id) atau kompas Cyber media (www.kompas.com). Tak ketinggalan pula, berita yang ada di TV dapat pula di nikmati melalui internet, misalnya liputan 6 (www.liputan6.com) atau metro TV (www.metrotvnews.com). Internet mendukung berbagai aktivitas lain, sepeti kuliah secara online, sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning atau e-learning) yang memungkinkan diskusi dalam kelas jarak jauh.


Beberapa keuntungan lain dari internet adalah sebagai berikut:
Komunikasi
Internet memungkinkan terjadinya komunikasi yang super cepat antara suatu pihak dengan pihak lainnya, tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Hal ini dimungkinkan karena jangkauan Internet yang telah meng-global. Asal kita mengetahui alamat seseorang atau suatu lembaga di Internet, kita dapat mengirim informasi kapan saja dan kemana saja di seluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat dan cara yang sangat mudah. Internet juga dapat menghemat biaya komunikasi yang harus dikeluarkan.
Informasi
Seperti telah disinggung di atas, karena begitu banyaknya komputer yang terhubung ke Internet, dimana masing-masing komputer memiliki kandungan informasinya sendiri-sendiri, maka gabungan seluruh informasi di Internet sangatlah luar biasa. Internet merupakan sumber informasi yang melimpah (hampir tanpa batas) yang terus berkembang seiring dengan makin berkembangnya Internet itu sendiri.
Kolaborasi
Kolaborasi yang dimaksudkan di sini adalah suatu proses menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama (team-work). Anggota tim bisa terdiri dari berbagai macam ahli dari berbagai bidang yang tersebar di berbagai negara di dunia. Internet merupakan media yang sangat membantu suatu kolaborasi yang biasanya terhambat oleh ruang dan waktu. Melalui Internet kita dapat melakukan suatu konferensi (conference) dengan berbagai pihak di mana pun mereka berada. Kita bahkan dapat mengerjakan suatu pekerjaan secara bersamaan melalui Internet.

10 Des 2008

JOGJA BANJIR BUAH


Kurang lebih sebulan terakhir,Jogja mengalami perubahan musim, bukan hanya musim hujan tapi ditambah dengan musim buah. Para pedagang menjajakan dagangannya tak kenal tempat, ada di trotoar jalan, pinggir jalan poros, warung-warung dll. Ada pula yang unik, simbah-simbah (nenek-nenek) mengendong bakul berisi buah dan dijajakan dengan berjalan kaki. Buahnya bukan yang ringan-ringan, tapi durian, wah… demi cari uang, umur atau usia tak jadi soal.


Tidak jauh berbeda dengan kondisi di kampung, mungkin sekarang sudah musim buah. Buah yang dijajakan pun tidak jauh berbeda, ada durian, rambutan, Mangga, papaya, salak pondoh, dukuh. Dari segi harga, jangan main-main, harganya mahal tapi ada juga yang murah. Durian misalnya, yang paling kecil dijual Rp. 10.000 per buah, yang mungkin kalau di kampong harganya hanya 1000 atau 2000. Tapi agak miring, seperti salak pondoh yang terkenal manis walau bijinya gede’-gede’.

Hampir tiap hari saya melewati buah-buah yang dijual. Memang banyak pedagang yang menjajakan buahnya, tapi yang paling saya pilih adalah yang ada tulisan harganya. Soalnya, selain malu bertanya, sedikit banyaknya ada bayangan cukup ngaknya kemampuan keuangan. Nah… mungkin ini salah satu cara berbisnis yang baik untuk menyakinkan konsumen. Cara tersebut adalah pasang harga pada setiap produk yang dijual. Tapi harga tersebut harus konsisten, soalnya kalau harga jualnya lebih tinggi ketimbang yang terterah, konsumen akan jerah dan enggan membeli yang kedua kalinya.

Paling tidak, saya 3 kali membeli buah dalam seminggu, itu pun kalau kiriman baru datang, tapi kalau tanggal-tanggal tua, ya...gitulah hanya bisa menelan liur. Jadi ingat di kampung. Gimana kondisi di kampong…...?, kiriman berita donk…, kirim ke emailku ya… agus_riandi@yahoo.co.id

8 Des 2008

DETIK-DETIK YANG MEMPERERATKAN


Allahu akbar … Allahu akbar … terdengar dan mengema seantero Jogja dan sekitarnya. Idul Adha Puncak Persaudaraan, slogan yang kami petik dari salah satu badan pengelolah zakat. Persaudaraan yang terjalin tanpa perbedaan status, harkat, derajat dan martabat. Kita semuanya sama dan memiliki kesamaan dihadapan Allah kecuali bagi orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.



Tulisan ini kami posting berdasarkan pengalaman di Jogja. Detik-detik dan hiruk-pikuk kegiatan masyarakat Jogja saat idul Adha. Pertanyaannya kemudian, Adakah persamaan lebaran di kampung? Maksud kami adalah dari sudut pandang tradisinya atau kebiasaan, bukan dari segi akidah yang berkaitan dengan pelaksanaan Idul Adha. Sebab, tuntunan dan tata caranya tidak akan berubah sampai akhir jaman.
Hari ini, senin tanggal 08/12/08, pada umumnya masyarakat muslim Jogja merayakan hari Qurban. Baik itu yang Muhammadiyah maupun NU serta ormas islam lain, sepakat bahwa hari ini adalah hari jatuhnya Sholat Idul Adha.
Apa yang unik di Jogja? Yang paling sibuk saat ini adalah panitia Idul Adha, dimana mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mencari para dermawan, penyembelihan, pengemasan sampai pada penyaluran. Benar-benar serba repot, tidak jarang terjadi kekeliruan di dalamnya. Seperti, bagaimana cara membagi kepala hewan kurban? Bagaimana dengan kulitnya? Berapa jatah para pekurban?
Namun, kekeliruan panitia dan berbagai persoalan lain sebenarnya mudah ketika kita kembalikan pada asalnya. Ketika nabi Ibrahim saat itu, dia yang melakukan penyembelihan kemudian membagi-bagikannya kepada tetangga, kata ustadz Jumat kemarin.
Dalam kondisi yang seperti itu, ada sesuatu hal yang menarik dan membuat kita jadi tercengang, yaitu ketika gulai (jenis masakan berkuah) dihidangkan. Rasa lelah dan kesal berubah menjadi suatu jalinan kebersamaan. Masing-masing mengambil dan memposisikan diri sesuai keinginan. Acara ini biasanya dilaksanakan di sekitar pelataran masjid. Masjid menurut mereka bukan hanya berfungsi sebagai tempat Ibadah yang hubungannya dengan Allah, tapi masjid adalah sentral seluruh aktifitas masyarakat.
5 Des 2008

Ada apa di internet?

Begitu banyak informasi yang kita dapat peroleh dari internet. Informasi tersebut disampaikan dalam berbagai bentuk, seperti berita, artikel, tutorial, diskusi dll. Ruang lingkup dan disiplin informasinya pun beraneka ragam, ada agama, sport, pendidikan, humor, tanya jawab, dan masih banyak lagi.



Pada kesempatan kedua ini, kita akan mengulas ada apa saja di internet, berikut ulasannya :

  • WORLD WIDE WEB [www]


    Internet pada umumnya di-presentasi-kan melalui media WWW dalam format HTML (Hypertext Markup Language).
    Format HTML inilah yang memungkinkan penyajian informasi melalui WWW menjadi sangat menarik. Halaman depan suatu tampilan informasi biasanya dikenal dengan sebutan Serambi Depan (Homepage). Dari Serambi Depan ini kita akan menjumpai suatu tampilan informasi yang memiliki banyak link ke informasi lain yang lebih detil. Kita tidak perlu tahu dimana informasi-informasi tersebut berada, yang kita perlu kita lakukan hanyalah meng-klik infornasi yang kita inginkan dan informasi yang kita inginkan tersebut akan ditampilkan di layar komputer kita.

    Konsep penyajian informasi dengan banyak link ini disebut dengan hypertext. Untuk melihat isi suatu homepage, kita memerlukan alat bantu yang disebut perawak (browser). Browser yang umum dipakai adalah Internet Explorer (dari Microsoft) atau Netscape Navigator (dari Netscape Communication), Mozzila (Linux), Opera, dll.

    Alamat Internet untuk WWW disebut dengan URL (Uniform Resource Locator atau Universal Resource Locator) dan memiliki format sebagai berikut:
    protocol://www.domain/path/file.htm
    http://www.uty.ac.id/info/pmb/index.htm

    Dimana:
    http = Jenis protokol yang digunakan (Hypertext Transfer Protocol)
    uty.ac.id = Nama domain
    info/pmb/ = Path atau bisa juga disebut direktori tempat suatu file tersimpan
    Index.htm = Nama file yang menyimpan informasi yang ditampilkan pada umumnya berakhiran dengan .htm atau .html

  • ELECTRONIC MAIL [EMAIL]
    Surat elektronik adalah pesan yang dapat dikirimkan, diterima maupun disimpan dan sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh user melalui internet/jaringan eletronik. Jenis penyedia e-mail diantaranya adalah yahoo.com, gmail.com, telkom.net dan lain-lain.

    Pada surat elektronik juga terdapat fasilitas "Carbon Copy" (Cc) yang dalam surat biasa disebut dengan "Tembusan", dan "Subject" yang pada surat biasa disebut dengan "Perihal". Pada dasarnya surat elektronik memiliki fungsi yang sama dengan surat biasa, sedangkan bagian-bagiannyapun memiliki kemiripan seperti telah dijelaskan di atas.

  • TELNET
    Kita bisa menggunakan komputer untuk berhubungan dengan komputer orang lain dan mencari atau mengambil informasi yang ada dikomputer tersebut.

  • FILE TRANSFER PROTOCOL [FTP]
    Melalui FTP user bisa mengirimkan data atau file dari satu komputer ke komputer yang lain, Download dan Upload.

  • GOPHER
    Pengaksesan informasi hanya berupa teks.

  • CHAT GROUPS / INTERNET RELAY CHAT (IRC)

  • Forum dimana user dapat saling berdiskusi atau berbincang-bincang dengan user lain.

  • NEWSGROUP

  • Ruang percakapan bagi para user yang mempunyai kepentingan bersama.





30 Nov 2008

Apa sih internet itu?

Pertanyaan pertama yang muncul adalah, Siapa sih yang tidak kenal dengan internet? anak-anak SD aja tahu, apalagi SMA dan lebih kebangatan kalau mahasiswa yang tidak tahu yang namanya Internet.


So...,pada pembahasan yang pertama ini, kami akan mencoba membahas internet dari sisi teorinya. Pengertian secara sederhana, Internet (Interconnected Network) merupakan jaringan komputer di seluruh dunia yang terhubung satu dengan lainnya.




Agar komputer yang satu dapat berkomunikasi dengan komputer yang lain (sebenarnya bukan komputer tetapi program yang jalan di komputer yang satu dengan yang lain) digunakan suatu protokol (tata cara) yang dikenal dengan nama TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet, pada umumnya kita musti berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang menjual jasa layanan internet ke pelanggan.

Sampai di sini dulu ya, kita akan bahas lebih mendalam tentang dunia internet pada pembahasan yang akan datang. semoga bermanfaat.
:: Dari berbagai sumber ::

21 Nov 2008

HIMBAUAN



Dalam kaitannya dengan materi muhibah ilmiah, maka blog kpmm ini akan disulap menjadi blog tutorial pengenalan dasar internet dalam kaitannya dengan penjelajahan perguruan tinggi di Indonesia.

Materi yang disampaikan diantaranya; logika cara kerja internet, apa itu internet, bagaimana mengakses internet, bagaimana menggunakan browser populer saat ini.




Harapannya, mudah-mudahan blog ini dapat bermanfaat bagi anak SMA kelas 3 yang akan melanjutkan kejenjang lebih tinggi. Untuk implementasinya, Insya Allah minggu depan postingan pertamanya.
3 Nov 2008

WACANA MUHIBAH ILMIAH 2009

Berdasarkan keinginan untuk memajukan kabupaten Enrekang dan tingginya akan kesadaran pendidikan, maka untuk tahun ini, KPMM Jogjakarta tetap akan melaksanakan muhibah ilmiah sebagaimana tahun-tahun yang lalu.

Hal tersebut diwacanakan dalam rapat KPMM pada hari jumat. Rapat kali ini dihadiri kurang lebih 15 pengurus inti KPMM Jogjakarta. Pembahasan dipusatkan pada agenda muhibah ilmiah yang seyogyanya dilaksanakan pada liburan semester ganjil ini.

Dalam memformulasikan keputusan muhibah ilmiah, disampaikan bahwa pelaksanakannya harus lebih baik ketimbang tahun lalu. Walaupun tahun lalu telah mendatangkan beberapa anak untuk kuliah di Yogyakarta ini.



31 Okt 2008

SELAMAT..BANG...!

Hari yang paling ditunggu-tunggu akhirnya datang. Apalagi
bagi seorang mahasiswa yang sehari-harinya bergelut dengan kuliah,
dengan seongkok buku, dengan berbagai tumpukan tugas, dengan penelitian,
dengan seminar, dengan.... ah.. pokoknya ketika hari yang satu ini semuanya
sirnah, bak siang ditelan bulan.

Hari ini bertepan dengan tanggal 29 Oktober 2008, salah satu anggota KPMM,
menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada pada program studi
Megister kenotariatan. Bang Taju panggilan akrab yang juga menjadi senior
kami di KPMM Jogjakarta. Beliau menyelesaikan studi tepat pada waktunya dan
berhak mendapat tambahan embel-embel di belakang namanya, Tajuddin, SH, M.Kn. lengkapnya.

Selamat bang, mudah-mudahan kelak dapat bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Amiin. Pesan terakhir dari beliau adalah mudah-mudahan kami-kami yang masih di sini, cepat selesai dalam stduinya.
Amin...semoga,,










SELAMAT..BANG...!

Hari yang paling ditunggu-tunggu akhirnya datang. Apalagi
bagi seorang mahasiswa yang sehari-harinya bergelut dengan kuliah,
dengan seongkok buku, dengan berbagai tumpukan tugas, dengan penelitian,
dengan seminar, dengan.... ah.. pokoknya ketika hari yang satu ini semuanya
sirnah, bak siang ditelan bulan.

Hari ini bertepan dengan tanggal 29 Oktober 2008, salah satu anggota KPMM,
menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada pada program studi
Megister kenotariatan. Bang Taju panggilan akrab yang juga menjadi senior
kami di KPMM Jogjakarta. Beliau menyelesaikan studi tepat pada waktunya dan
berhak mendapat tambahan embel-embel di belakang namanya, Tajuddin, SH, M.Kn. lengkapnya.

Selamat bang, mudah-mudahan kelak dapat bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Amiin. Pesan terakhir dari beliau adalah mudah-mudahan kami-kami yang masih di sini, cepat selesai dalam stduinya.
Amin...semoga,,





27 Okt 2008

TAMBANG BATU BARA KALSEL SEMBAHKAN SURGA ATAU NERAKA

Artikel ini ditulis Oleh Pak Hasan Zainuddin. Menarik untuk disimak dikaitkan dengan surat izin yang dikeluarkan oleh PEMDA Enrekang untuk melakukan explorasi Batu bara dan Emas di Enrekang. Sumber: milis massenrempulu-tondekan@yahoogroups.com. dengan sedikit perubahan.
Penulis saat berada di lokasi tambang batubara bawah tanah di Kalsel
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 25/1 (ANTARA) -Kawasan Propinsi Kalimantan Selatan yang dikenal memiki cadangan bahan tambang melimpah, khususnya batu bara telah menggairahkan berbagai kalangan mengeksploitir bahan galian yang disebut pula sebagai “emas hitam” tersebut.
Bukan saja perusahaan pertambangan skala besar yang berlomba mengeruk bahan tambang yang tak bisa diperbarui tersebut, juga ratusan perusahaan kecil serta individu yang ikut berebut mengambil untung dari usaha “emas hitam” itu.

Perusahaan skala besar yang mengelola tambang batu bara di Kalsel berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pengembangan Pertambangan Batu Bara (PKP2KB) ada beberapa buah diantaranya PT. Adaro Indonesia, PT. Arutmin Indonesia, PT. Bantala Coal Mining, dan beberapa lagi.
Sementara perusahaan kecil melalui izin Kuasa Pertambangan (KP) yang diberikan oleh kabupaten/kota menyusul adanya era otonomi daerah yang jumlah perizinnanya ratusan buah. Belum termasuk ratusan perusahaan penambangan tanpa ijin (Peti) yang dilakukan secara kelompok atau perorangan yang sangat menyemarakkan usaha pertambangan batu bara di Kalsel tersebut.
Merebaknya tambang batu bara di “bumi Pangeran Antasari” Kalsel tersebut menimbulkan gairah di bidang ekonomi, dimana devisa terus saja mengalir dari hasil ekspor tambang itu dengan tujuan berbagai negara di dunia.
Catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalsel sekitar 60 persen nilai ekspor non migas asal propinsi tersebut atau sekitar 1,5 miliar Dolar AS per tahun berasal dari ekspor tambang batu bara. Bukan saja untuk ekspor, ternyata hasil tambang batu bara Kalsel tersebut kini diperebutkan pula untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT. PLN (Persero) seperti PLTU Suryalaya Jawa Barat, PLTU Paiton Jawa Timur, dan PLTU Asam-Asam Kalsel sendiri, disamping untuk kebutuhan industri lainnya di tanah air.
Banyak warga yang tadinya hanya sebagai petani atau buruh atau pedagang kecilan serta pegawai negeri sipil (pns) rendahan sekarang berubah menjadi “saudagar kaya”. Tadinya hanya memanggul cangkul sekarang sudah bergaya, memakai mobil mewah Land Cruser, Ford Ranger, BMW, Mercides Bend dan mobil mewah lainnya.
Bahkan sebagian rakyat yang selama ini miskin juga terkena imbasnya dengan meningkatkan perekonomian masyarakat tersebut.


Mengalirnya uang hasil tambang di tengah masyarakat tersebut, masyarakat yang berusaha kecil-kecilan juga ikut berkembang. Begitu banyak buruh tambang serta pengusaha tambang yang tidak pelit berbelanja. Akibatnya dagangan beras. ikan, sayur mayur, serta hasil pertanian milik masyarakat menjadi laku.

Begitu banyaknya perusahaan tambang besar dan kecil serta individu di Kalsel telah memberikan lapangan kerja yang sangat besar, dimana ribuan orang terserap untuk menjadi buruh tambang, seperti pengemudi alat berat, mekanis, sopir truk, pekerja kantor, serta buruh tambang kasar lainnya.
Sementara rakyat yang memiliki lahan juga banyak yang kaya mendadak, dimana lahan-lahan yang terkena proyek tambang diganti rugi dengan nilai yang mahal.
Di balik gemerlapnya hasil yang diperoleh dari pertambangan tersebut ternyata telah melahirkan tingkat kerisauan yang mendalam di benak banyak orang, terutama kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan dan pecinta lingkungan itu sendiri.
Dari hasil diskusi Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Lingkungan Hidup (PWLH) Banjarmasin yang menghadirkan LSM dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Kompas Borneo, dan LSM lainnya itu banyak menyoroti mengenai pertambangan batu bara tersebut, bahkan muncul kekhawatiran akan dampak dahsyat bencana alam akibat maraknya pertambangan itu.
Menurut diskusi tersebut perubahan alam Kalsel kini sudah terasa dampaknya akibat tambang batu bara. Bagaimana tidak, di kawasan daratan Kalsel yang dikenal dengan bentuk Rumah Bubungan Tinggi itu telah hancur, selain hutan gundul karena penebangan kayu secara membabi buta, sekarang ditambang pertambangan batu bara yang tak terkendali.
Bahkan terungkap ternyata wilayah resapan air berupa hutan tropis basah di Pegunungan Meratus kini telah tercabik-cabik oleh pertambangan batu bara baik yang legal atau ilegal yang dikelola pihak preman-preman.
Di kawasan pertambangan PT. Adaro Indonesia saja terdapat beberapa buah tandon raksasa atau kawah besar bekas tambang yang menyebabkan bumi menganga tak mungkin bisa direklamasi, akhirnya dibiarkan begitu saja.
Begitu juga di kawasan Satui dimana PT. Arutmin beroperasi terdapat lubang-lubang pula namun agak sedikit baik karena perusahaan ini berhasil mereklamasinya sebab tambang di sini tak dalam, tetapi telah menyebabkan alam berganti menjadi hutan buatan hasil reboisasi perusahaan tetapi telah menghilangkan hutan alam penjaga lingkungan.
Yang paling parah terlihat di ratusan bahkan ribuan hektare lahan bekas tambang Peti yang dikelola masyarakat baik perusahaan kecil atau individu. Lahan-lahan mereka tersebut digali, kemudian diambil batu baranya lalu bekas tambang itu dibiarkan rusak parah begitu saja tanpa adanya reklamasi seperti terlihat di berbagai wilayah.
Dampak yang terasa dari lahan yang rusak demikian adalah bila hujan sedikit saja maka air di atas gunung begitu deras turun tanpa bisa ditahan, dan air yang turun bukan lagi air hujan jernih melainkan telah bercampur dengan lumpur dan debu batu bara.
Bahkan sekarang ini Sungai Martapura yang berhulu di Pegunungan Meratus yang dulunya biru telah berubah tingkat warna dan kekeruhan akibat pertikel lumpur dan material lainnya.
Sampai-sampai alat pengukur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin yang mengambil air sungai tersebut sebagai bahan baku tak bisa lagi mengukurnya, lantaran tingginya tingkat kekeruhan dan warna itu.
Hasil sebuah penelitian begitu tingginya tingkat kekeruhan dan warna air Sungai Martapura tersebut ternyata air itu telah mengandung sejenis kaolin yakni bahan kimia yang berasal dari tambang batu bara. Bukan hanya itu tambang batu bara di Kalsel telah mengubah tingkat polusi udara dan debu di berbagai wilayah Kalsel.
Kota Banjarmasin saja yang jauh dari lokasi tambang telah mewaspadai pencemaran udara akibat debu dari tambang batu bara tersebut. Ada beberapa titik yang tingkat pencemaran debu batu bara di atas ambang normal seperti diakui Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Banjarmasin, Hesly Junianto,SH.
Kawasan dimaksud seperti di Pelambuan dimana terdapat stockpile (lapangan penumpukan batu bara) serta simpang empat Jalan Lambung Mangkurat depan kantor Pos Besar Banjarmasin.
Kota Banjarmasin ternyata terkena dampak lingkungan yang sangat dahsyat akibat tambang itu karena ribuan mobil truk pengangkutnya menuju pelabuhan di Banjarmasin melalui jalan-jalan umum di dalam kota ini.
Dampak lain penambangan marak tersebut, adalah banyak jalan negara yang sebenarnya dalam peraturan tak dibolehkan dilewati truk pengangkut batu bara kini tetap menjadi jalur pengangkutan sehingga jalan tersebut rusak parah.
Contoh saja jalan trans Kalimantan antara Kabupaten Tapin hingga Banjarmasin yang yang mengalami kerusakan parah seperti degradasi, berlubang, longsor, becek, bergelombang, akibat tak mampu menahan beban berat pengangkutan batu bara tersebut. Karena ribuan truk besar setiap hari melalui jalan nasional (negara) itu.
Kerisauan kerusakan jalan tersebut telah menimbulkan gelombang unjukrasa di masyarakat, termasuk penutupan jalan nasional oleh masyarakat yang tak ingin jalan itu dilalui truk pengangkut batu bara, seperti terjadi di Tapin, Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan.
gambar batubara
Kerusakan jalan yang parah di mana-mana itu telah mengusik hati Gubernur Kalsel, H.M.Sjachriel Darham untuk memanggil bupati/walikota se propinsi tersebut untuk membahasnya serta mencari solusi terbaik agar jalan tidak mengalami kerusakan lagi.
Belum lagi keluhan ahli pertanian yang disebutkan banyak lahan subur potensi pertanian kini berubah menjadi lahan gersang, lantaran lapisan atas tanah yang mengandung humus dan tercipta ribuan tahun telah rusak akibat pertambangan tersebut.
Konon pula akibat tambang telah melahirkan semacam gas yang bisa meningkatkan tingkat keasaman tanah di sekitar tambang sehingga kawasan tambang tidak subur dan cendrung gersang.
Keluhan lain yang merisaukan akibat kegiatan tambang yaitu terjadinya tingkat pendangkalan sungai, pencemaran air limbah batu bara ke danau, sawah, serta ke pemukiman hingga menyiksa penduduk.
Kasus demontrasi warga akibat pencemaran itu telah terjadi di Sungai Satui, Desa Pulau Ku’u Kabupaten Hulu Sungai Utara, pinggiran kota Paringin, Senakin Kotabaru dan lainnya.
Kekhawatiran lain habisnya bahan tambang batu bara tersebut tidak terlalu banyak dinikmati warga setempat, sebab puluhan miliar dolar AS devisa dari tambang itu lari keluar negeri dan mengendap di bank-bank asing karena banyak pemilik perusahaan besar itu “saudagar kaya” dari luar negeri sebagai pemilik saham di perusahaan tersebut.
Apalagi tambang itu adalah jenis kekayaan alam yang tak bisa diperbarui, bila habis maka habislah kekayaan tersebut tinggal generasi muda atau generasi mendatang hanya bisa gigit jari.
Melihat begitu banyak persoalan buruk akibat tambang batu bara tersebut, boleh saja sekarang sebagian masyarakat mendapat angin surga tetapi diyakini di masa mendatang angin surga itu akan musnah dan muncul berbagai mala petaka bagaikan di neraka.
Untuk itu pula, akankah Kalsel nanti mempersembahkan surga atau neraka, karena seiring kerusakan alam malapetaka juga akan mengikutinya dan hal tersebut merupakan peringatan Allah SWT sebagaimana dalam Al Qur’an bahwa “kerusakan di bumi dan di laur karena ulah tangan manusia, sehingga tunggulah akibatnya”.
7 Okt 2008

Tips Mudik Di Hari Lebaran

hari ini udara sangat cerah, matahari belum tinggi seberapa, tapi udaranya sudah terasa panas, berbeda dengan kondisi semalam, dimana kota Sragen dan sekitarnya dikujur hujan. Motor melaju dengan cepat, masih sangat terasa suasana lebaran, mobil dan motor melaju tanpa putus dan dengan kecepatan tinggi, di belakang di pasang kayu sebagai penyangga tas atau kardus berisi barang.

Sekitar 15 menit dari Tempelrejo, akhirnya kami sampai di stasiun sragen, kota sragen. Di depan stasiun dipajang jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api, kami pun melihat jadwal keberangkatan menuju Yogyakarta. sayang, jadwalnya jam sebelas, sedangkan sekarang baru jam 8.30 menit. Akhirnya dengan pertimbangan, kami pun memtuskan untuk naik bis.

Bis yang melaju dengan kecepatan sedang singgah tepat di hadapan saya, aku pun langsung pamitan sama teman yang mengantar dan bergegas naik ke bis. Hampir saja aku terjatuh, sebelum naik secara benar, mobil sudah nancap gas, memang awalnya sudah saya pikirkan, rata-rata mobil di Jawa seperti ini, terlalu buru-buru atau nafsu. Tips pertama: Kalau naik bis angkut arus ancang-ancang (siap-siap) melompat dengan tepat, soalnya singgahnya singkat sekali. Hati-hati jangan sampai kepeleset.

Di atas mobil, aku mengambil kursi agak belakang, hampir tepat di depan pintu keluar masuk. Beberapa lama, kondektur datang dan seperti biasa, dia datang meminta sewa (bayaran) mobil. Aku pun mengambil uang pecahan 20 ribu, uang yang terakhir, di dalam dompetku sisa seribu rupiah. Dengan cepat uang sepuluh ribu di depan mukaku, kuambil dengan tangan kanan, kuharap masih ada pecahan yang lebih kecil, namun sang kondektur sudah melangkah, "ah...mungkin ngak ada uang kecilnya" kataku dalam hati. Namun kulihat tumpukan uang di tangannya ada pecahan seribuan, di tambah lagi dengan "10 ribu pak...!" Aku tahu para sopir dan kondektur main mata dan memanfaatkan waktu lebaran ini untuk melipatkan ongkos. Tips kedua: Bayar ongkos (sewa) angkot dengan uang pas, kalau kebetulan belum tahu, tanya sama orang di samping anda. Jangan tanya sama kondektur atau sopir.

Aku beruntung masih bisa duduk, dan kulihat kiri dan kanan masih banyak yang kosong. Beberapa saat kemudian, angkot telah sesak dipenuhi penumpang, bahkan saking banyaknya sampai-sampai berdiri di lorong angkot. "Ayo mas, masih kosong, masih kosong" panggil kondektur dari atas mobil yang masih melaju, kulihat seorang bapak bersama keluarganya geleng kepala tanda tak mau. Di dalam mobil seorang ibu dengan agak gemis, "wes keba', kok di bilang kosong." Beberapa penumpang pun meiyakan dengan suara gemis. Sindiran pertama: Mobil yang idealnya mengangkut 40 penumang, kini sudah terisi kira-kira 60 s.d 70 penumpang, lorong-lorong sudah sesak, depan dan belakang sudah penuh, hampir semua tempat sudah penuh oleh penumpang, bisa di bayangkan kalau-kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka sebagian besar penumpang tidak dapat menyelamatkan diri, gimana bisa! bergerak saja susahnya minta ampun. Suatu ironi yang mungkin susah di hilangkan karena telah menjadi budaya yang disponsori oleh kebutuhan menyedor uang sebanyak-banyaknya. Sudah bayarnya mahal, sesaknya minta ampun, jalannya pelan, tidak dapat kursi lagi.

walau demikian, aku begitu menikmati pengalaman ini, gorden saya buka dan mengarahkan pandangan keluar lepas, pandanganku tertuju pada PABRIK JAMU MANJUR, aku baru tahu, ternyata jamu yang selama ini beradar banyak dan hampir diseluruh Indonesia dibuatnya disini, di kota solo. namun dengan pertimbangan lain, yang rencana awalnya turun di termainal, akhirnya tidak jadi, aku memutuskan turun di tengah jalan yang menuju stasiun Solobalapan. Dengan bertanya sama orang disebelah kursi, akhirnya aku turun pas di traffic light. Aku pun berjalan kurang lebih 10 menit untuk sampai ke stasiun.

Di atas kereta, penuh sesak oleh punumbang yang ingin mudik ke Jogja, Ruang xxx. 70 Penumpang, namun sekarang : Kritikan kedua: sekarang penumpangnya lipat 3 kalinya, sekitar lebih dari 100 penumpang pada gerbong ini, sangat sesak, lorong-lorong penuh, ada yang berdiri dan ada yang duduk.


2 Okt 2008

INDAHNYA KEBERSAMAAN SAAT LEBARAN

Indahnya kebersamaan di rantau orang seindah di kampung halaman, itulah yang terasa di asrama Mahasiswa Massenrempulu Yogyakarta. Walaupun kami tidak mudik, namun rasa kebersamaan sangat kental. Ini terlihat dengan antusiasme teman-teman kumpul di malam yang fitrah ini. Adanya makanan khas Sulawesi Selatan yaitu "Burasa' " dan oper ayam menjadi "kewajiban" tiap hari raya tiba tak terkecuali idul fitri kali ini.
Momen seperti ini sangat dinanti-nanti oleh seluruh teman-teman, kalau bukan waktu ini kapan lagi...? masalahnya ketika waktu kuliah tiba, seluruh warga Massenrempulu mengembara ke seantero Perguruan Tinggi yang ada di Yogyakarta ini. Tentunya dengan jurusan yang beragam dan jenjang yang berbeda-beda pula. Sebagian besar dari kami menempuh pendidikan Strata satu, Diploma, SMA, SMP, program magister, dan beberapa yang menempuh program doktor.

Allahuakbar...Allahuakbar...Allahuakbar, akhirnya bunyi takbir, tahlil dan tahmid terdengar dari seluruh penjuru kota Yogyakarta, kami pun berbondong-bondong melaksanakan sholat Ied. Sebagai mana muslim pada umumnya, hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu, saat berbuka melaksanakan puasa sebulan lamanya, saling memaafkan antara sesama, dan tidak ketinggalan menikmat burasa yang semalam dibuat dengan susah dan payah. Susahnya karena semua bahan-bahannya serba dibeli, termasuk daun pisang. Yang mana, kalau di kampung tinggal nyodok di kebun atau minta sama tetangga. Payahnya, karena harus menunggu matangnya selama berjam-jam. Namun..., Alhamdulillah... semuanya sirna, musnah, dan habis saat do'a makan telah menyahut dari mulut masing-masing.

Akhir tulisan, ada ucapan seorang pendidik yang bijak, saat menyemangati anak didiknya, dia berkata: "pada awal mata kuliah ini, kalian semua saya beri nilai "A", tugas kalian adalah mempertahankan nilai "A" tersebut agar tidak berubah jadi "B","C", "D", atau "E". Semakna dengan itu, maknai sabda Rasul SAW ...maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad). Baik yang benar-benar berpuasa maupun yang baru-baru puasa dapat dikatakan bahwa mereka mengharapkan hasil yang sama yaitu kembali ke fitrah manusia yang suci. Kita asalnya adalah suci dan mungkin saja sekarang kita telah suci lagi, tapi mampukah kita mempertahankan kesucian atau grade "A" tersebut! Insya Allah.


26 Sep 2008

Menjalin Silaturrahim : Potret Masyarakat Yogyakarta

Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan dan parawisata disebabkan konsistensi pemerintah setempat mempertahankan budaya lokal. Ketika berjalan disekitar keraton, maka kita dapat merasakan kentalnya budaya yang tertanam pada masyarakat Yogyakarta. Hubungan antara individu yang satu dengan yang lain terjalin erat, beda halnya dengan kota-kota besar lain yang ada di Indonesia. Jalinan silaturrahim begitu dijunjung tinggi dengan adanya pengajian, dan kegiatan kemasyarakatan lain.

Pertama kali tiba di Yogyakarta, saya dibigungkan dengan berbagai istilah, diantaranya takmir yang terdiri dari ketua, sekretaris dan perangkat lainnya, setahuku di kampong namanya imam atau penjaga masjid. Adanya pengajian bulanan, pengajian ibu-ibu, pengajian remaja sebagai sarana menimba ilmu agama dan menjalin silaturrahim yang setahuku di kampung adanya acara mualimah atau mapabotting yang ramainya bukan main. Adanya syawalan yang diadakan selepas shalat idul fitri, yang setahuku di kampung dinamakan sipadampangang (saling memaafkan), tapi caranya beda, saat syawalan seluruh warga dalam 1 RW atau dusun dikumpulkan di lapangan atau tempat yang luas, kemudian berbaris dan antara satu dengan yang lain saling memaafkan.
Dengan adaya kegiatan takmir, pegajian, dan syawalan hubungan manusia satu dengan yang lain begitu akrab, kental dan saling tolong menolong, ketika ada jamaah yang sakit misal, maka dengan spontan seluruh jamaah akan menjeguk dan memberikan support agar cepat pulih. Ketika ada hajatan atau berita duka, maka dengan sukarela masyarakat turut membantu baik berupa tenaga dan uang yang dikumpulkan khusus ketika ada anggota keluarga yang meninggal. Sehingga keluarga yang ditinggal tidak terbebani. Tidak adanya acara 7 hari, 40 hari, 100 hari yang biasa kita jumpai di kampong.

24 Sep 2008

ENREKANG, BKM - Longsor yang mengakibatkan jalur utama poros Cakke-Baraka yang
terputus sejak Jumat 19/9) malam, hingga kini belum bisa ditangani. Bahkan, longsor
tersebut semakin parah. Sehingga belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda
empat, termasuk pejalan kaki.

Alat berat yang diturunkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Enrekang ke lokasi, juga
belum bisa mendekati titik longsor. Karena batu besar serta pasir dalam jumlah banyak
masih terus berjatuhan. Hingga Senin (22/9) kemarin, bukit yang longsor juga semakin
meluas. Akibatnya, sejumlah pegawai maupun pedagang kakilima yag hendak berjualan di
Pasar Baraka pada hari pasar Senin kemarin, terpaksa harus menempuh jalur alternatif
dengan mendaki gunung, meski kondisi jalan juga sangat membahayakan pengendara.
Pemkab Enrekang sendirinya sudah menyerah untuk mengatasi longsoran yang masih saja
terjadi.

Bupati Enrekang, HM Lody Sindangan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU),
Sugihardjo, dan Kepala Infokom, Muh Arfah Rauf, kemarin, sudah turun ke lokasi untuk
melakukan peninjauan. Usai melakukan peninjauan, kepada wartawan, Bupati Lody
Sindangan mengakui kalau dengan kondisi seperti ini, Pemkab sudah tidak bisa
mengerjakan jalan yang tertutup longsor tersebut. Karena itu sangat membahayakan
keselamatan pekerja. Satu-satunya upaya yang harus ditempuh, lanjut Lody, membuka
jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. ''Kalau longsor kita
tunggu untuk berhenti, saya kira itu sangat tidak efektif. Makanya, alat berat yang sudah
ada di lokasi sejak Sabtu lalu, kita arahkan untuk membuka jalur alternatif,' ' tandas Lody.
Lody mengakui telah melakukan pertemuan dengan para camat dan Kepala Desa Baraka
termasuk warga, untuk membicarakan jalur alternatif ini. ''Mudah-mudahan besok (Selasa
hari ini, Red) jalur alternatif ini, sudah bisa berfungsi dengan baik,'' ujar Lody Sindangan.
(K14/mir)


ENREKANG, BKM - Longsor yang mengakibatkan jalur utama poros Cakke-Baraka yang
terputus sejak Jumat 19/9) malam, hingga kini belum bisa ditangani. Bahkan, longsor
tersebut semakin parah. Sehingga belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda
empat, termasuk pejalan kaki.

Alat berat yang diturunkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Enrekang ke lokasi, juga
belum bisa mendekati titik longsor. Karena batu besar serta pasir dalam jumlah banyak
masih terus berjatuhan. Hingga Senin (22/9) kemarin, bukit yang longsor juga semakin
meluas. Akibatnya, sejumlah pegawai maupun pedagang kakilima yag hendak berjualan di
Pasar Baraka pada hari pasar Senin kemarin, terpaksa harus menempuh jalur alternatif
dengan mendaki gunung, meski kondisi jalan juga sangat membahayakan pengendara.
Pemkab Enrekang sendirinya sudah menyerah untuk mengatasi longsoran yang masih saja
terjadi.

Bupati Enrekang, HM Lody Sindangan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU),
Sugihardjo, dan Kepala Infokom, Muh Arfah Rauf, kemarin, sudah turun ke lokasi untuk
melakukan peninjauan. Usai melakukan peninjauan, kepada wartawan, Bupati Lody
Sindangan mengakui kalau dengan kondisi seperti ini, Pemkab sudah tidak bisa
mengerjakan jalan yang tertutup longsor tersebut. Karena itu sangat membahayakan
keselamatan pekerja. Satu-satunya upaya yang harus ditempuh, lanjut Lody, membuka
jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. ''Kalau longsor kita
tunggu untuk berhenti, saya kira itu sangat tidak efektif. Makanya, alat berat yang sudah
ada di lokasi sejak Sabtu lalu, kita arahkan untuk membuka jalur alternatif,' ' tandas Lody.
Lody mengakui telah melakukan pertemuan dengan para camat dan Kepala Desa Baraka
termasuk warga, untuk membicarakan jalur alternatif ini. ''Mudah-mudahan besok (Selasa
hari ini, Red) jalur alternatif ini, sudah bisa berfungsi dengan baik,'' ujar Lody Sindangan.
(K14/mir)






13 Sep 2008

Apa jadinya kaum dipimpin pemimpin bodoh

Dalam diskusi di milis anak maspul ,atau sebuah perbincangan yang menarik dan sedikit menyinggung PEMDA dan kita pada umumnya, kutipannya seperti berikut:

kemaren saya dari kampoeng, skalipun hanya 2 hari tapi sy sempat
keliling2 dan singgah dibeberapa tempat kawan lama. yg menarik bagi
saya adalah ramenya orang bicara ttg CALEG pemilu 2009, seramai atribut partai yg ada dimana2. dari cerita kawan2, sya dapat info klo
dikampung skarang ini lg demam caleg, "nulai dari tukang ojek,
pedagang pasar, pensiunan pejabat hingga BUPATI SKARANG, jadi caleg
diberbagai partai" kata teman saya itu...

saat diperjalanan pulang yg sy pikirkan adalah "seperti apa kwalitas
anggota legislatip di kab enrekang nanti" sebab hampir pasti beberapa
diantara mereka yg beruntung, mungkin situkang ojek, juga mungkin para
pensiunan yg sbenarnya sdh ga enerjik lagi ato bahkan mungkin si bapak
bupati yg jadi...???

diam2 sy berharap dalam hati, semoga mereka2 yang maju sebagai caleg
murni karena panggilan nurani untuk mengawal kepentingan dan agenda2
masyarakat, bukan utk meniti karier juga bukan utk jadi broker proyek....

demikian hal ini sy tulis sebagai bahan brainstorming buat kita smua,
lalu gimana tanggapan anda semua thdp penomena diatas???

Gimana jadinya Enrekang??? mungkin baiknya kita merenungi hadist nabi
SAW : Abu Hurairah r.a. berkata, "Ketika Rasulullah saw. di suatu
majelis sedang berbicara dengan suatu kaum, datanglah seorang kampung
dan berkata, `Kapankah kiamat itu?' Rasulullah terus berbicara, lalu
sebagian kaum berkata, `Beliau mendengar apa yang dikatakan olehnya,
namun beliau benci apa yang dikatakannya itu.' Dan sebagian dari
mereka berkata, `Beliau tidak mendengarnya. ' Sehingga, ketika beliau
selesai berbicara, maka beliau bersabda, `Di manakah gerangan orang
yang bertanya tentang kiamat?' Ia berkata, `Inilah saya, wahai
Rasulullah.' Beliau bersabda, `Apabila amanat itu telah disia-siakan,
maka nantikanlah kiamat.' Ia berkata, `Bagaimana menyia-nyiakannya? '
Beliau bersabda, `Apabila perkara (urusan) diserahkan (pada satu
riwayat disebutkan dengan: disandarkan 7/188) kepada selain ahlinya,
maka nantikanlah kiamat."

Inilah yang terjadi KEHANCURAN,. ..KEHANCURAN ... KEHANCURAN ATAU KIAMAT

10 Sep 2008

Hati-hati SMS menyesatkan

Beberapa waktu yang lalu, kami di kirimi pesan singkat yang bunyi seperti berikut:
Afwan TLONG ini DIHAFAL :
Jgn Bilang “MOSQUE”, tapi “MASJID”,
Karena Organisasi Islam menemukan bahwa
“MOSQUE” = MOSQUITOS =nyamuk.

Jangan tulis “MECCA” tapi “MAKKAH”
Karena “mecca” = rumah anggur atau bir.

Jangan Tulis “MOHD” tapi tulis lengkap “MUHAMMAD”
Karena “MOHD” = anjing bermulut besar.

Jangan tulis “4JJI”, tapi tulislah “ALLAH SWT”
karena “4JJI” = For Judes Jesus Isa Almasih.

Jangan tulis “Ass” tapi tulislah “ASSLM”
Karena “ass” = pantat…

Ringkasannya seperti di atas, mudah-mudahan ini menjadi bahan referensi bagi umat islam untuk tidak menggunakan singkatan yang berkaitan Tauhid (Agama), sebab bisa berakibat fatal. Tulislah sesuai dengan aslinya. Dan mudah-mudahan kita terlindung dari fitnah para musuh-musuh Allah. Ya Allah… lindungilah kami dari musuh-musuh-Mu yang senantiasa menyebarkan fitnah. Wallahu’alam (Allah Maha Tahu)…
7 Sep 2008

Asrama Massenrempulu Yogyakarta akan jadi Anjungan Daerah


Sebagai wujud perhatian pemerintah kota Yogyakarta terhadap keberadaan asrama mahasiswa dari penjuru Indonesia yang ada di Yogyakarta, dalam hal ini khusus asrama mahasiswa Massenrempulu mendapat tawaran akan dijadikan anjungan daerah Kabupaten Enrekang.
Tidak lanjut dari perhatian tersebut, pemerintah kota Yogyakarta beberapa kali menyurati PEMDA Enrekang yang tembusannya disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, KPMM Yogyakarta, dan pengurus asrama. Dan pada tanggal 28 Agustus 2008 yang lalu, pengurus asrama diundang lagi dalam rangka koordinasi kesiapan masing-masing asrama. Anjungan ini direcanakan akan di-launching oleh walikota Yogyakarta pada 28 Oktober 2008 bertepatan dengan hari sumpah pemuda.

Dalam rapat tersebut, disampaikan bahwa pemerintah kota mengakomodir kesiapan dan kesanggupan masing-masing asrama. Asrama yang dimaksud adalah asrama yang kepemilikannya adalah PEMDA bukan kontrakan. Namun, sampai pada tanggal 28 Agustus tersebut, belum ada balasan surat sama sekali. Padahal, surat tersebut dikirim pada bulan Mei dan disusul pada bulan Juli kemarin.

Tujuan program ini sebenarnya sangat menjanjikan, secara teknis dapat dikatakan bahwa asrama nantinya akan menjadi pusat informasi daerah asal asrama. Hal yang diinformasikan adalah sektor yang paling diunggulkan dan memiliki income yang menjanjikan. Misalnya sector pertanian yang menjadi uggulan Enrekang, sector industri yang potensial, sekotor peternakan yang produktif, dan sector pendidikan yang tidak kalah dengan daerah lain.

Dilihat dari kacamata bisnis, tentu ini menjadi peluang yang sayang kalau diabaikan, sebab ini menjadi salah satu bentuk memperkenalkan dan mempromosikan bumi Massenrempulu yang terkenal dengan hasilnya pertaniaanya ketingkat Nasional. Promosi ini tanpa mengeluarkan biaya miliaran rupiah untuk beriklan di TV, tanpa uang jalan jutaan rupiah untuk pejabat mengikuti pameran atau expo, dan tanpa uang saku puluhan juta kepada wakil rakyat untuk mengikuti study banding (touring).

Olehnya itu, kami menghimbau kepada pihak yang terkait atau pihak yang mampuni untuk mempertimbangan hal di atas, karena jalannya program anjungan sepenuhnya atas kebijakan PEMDA Enrekang. Demikian, Terima kasih…Oleh KPMM Jogjakarta. Cp. 081392865900 / 085729036831

Asrama Massenrempulu Yogyakarta akan jadi Anjungan Daerah


Sebagai wujud perhatian pemerintah kota Yogyakarta terhadap keberadaan asrama mahasiswa dari penjuru Indonesia yang ada di Yogyakarta, dalam hal ini khusus asrama mahasiswa Massenrempulu mendapat tawaran akan dijadikan anjungan daerah Kabupaten Enrekang.
Tidak lanjut dari perhatian tersebut, pemerintah kota Yogyakarta beberapa kali menyurati PEMDA Enrekang yang tembusannya disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, KPMM Yogyakarta, dan pengurus asrama. Dan pada tanggal 28 Agustus 2008 yang lalu, pengurus asrama diundang lagi dalam rangka koordinasi kesiapan masing-masing asrama. Anjungan ini direcanakan akan di-launching oleh walikota Yogyakarta pada 28 Oktober 2008 bertepatan dengan hari sumpah pemuda.
Dalam rapat tersebut, disampaikan bahwa pemerintah kota mengakomodir kesiapan dan kesanggupan masing-masing asrama. Asrama yang dimaksud adalah asrama yang kepemilikannya adalah PEMDA bukan kontrakan. Namun, sampai pada tanggal 28 Agustus tersebut, belum ada balasan surat sama sekali. Padahal, surat tersebut dikirim pada bulan Mei dan disusul pada bulan Juli kemarin.
Tujuan program ini sebenarnya sangat menjanjikan, secara teknis dapat dikatakan bahwa asrama nantinya akan menjadi pusat informasi daerah asal asrama. Hal yang diinformasikan adalah sektor yang paling diunggulkan dan memiliki income yang menjanjikan. Misalnya sector pertanian yang menjadi uggulan Enrekang, sector industri yang potensial, sekotor peternakan yang produktif, dan sector pendidikan yang tidak kalah dengan daerah lain.
Dilihat dari kacamata bisnis, tentu ini menjadi peluang yang sayang kalau diabaikan, sebab ini menjadi salah satu bentuk memperkenalkan dan mempromosikan bumi Massenrempulu yang terkenal dengan hasilnya pertaniaanya ketingkat Nasional. Promosi ini tanpa mengeluarkan biaya miliaran rupiah untuk beriklan di TV, tanpa uang jalan jutaan rupiah untuk pejabat mengikuti pameran atau expo, dan tanpa uang saku puluhan juta kepada wakil rakyat untuk mengikuti study banding (touring).
Olehnya itu, kami menghimbau kepada pihak yang terkait atau pihak yang mampuni untuk mempertimbangan hal di atas, karena jalannya program anjungan sepenuhnya atas kebijakan PEMDA Enrekang. Demikian, Terima kasih…Oleh KPMM Jogjakarta. Cp. 081392865900 / 085729036831
4 Sep 2008

Banyaknya temuan kerugian daerah

ENREKANG, BKM - Banyaknya temuan kerugian daerah berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK), tentang laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Enrekang tahun anggaran 2007, agar diproses secara hukum.
Demikian ditegaskan Bupati Enrekang, HM Lody Sindangan, saat ditemui BKM di ruang kantor bupati, Sabtu (30/8).
Pasalnya, kata Lody, jika masalah itu tidak ditindaklanjuti, maka terjadi hal berulang-ulang. ''Semua temuan itu sebaiknya diproses secara hukum,'' ungkapnya.
Diakui, temuan BPK yang berlangsung sejak tahun 2005 lalu, akibat kurangnya ketegasan. ''Ini terjadi karena tidak adanya ketegasan,'' ungkap Lody.
Lody mengajak kepada seluruh pejabat di Enrekang untuk tetap pada komitmennya menjadi pelayan publik. Fungsi dan tanggungjawab sebagai aparat negara yang diembannya, agar dapat dilaksanakan. ''Saya sangat berharap agar kita semua yang digaji negara, tetap dapat bekerja sesuai job yang ditugaskan,' ' terang Lody. (K14/mir)
Sumber : milis massenrempulu-tondekan@yahoogroups.com
18 Agt 2008

Kemerdekaan, Renungan dan Syukuri

Suasana hari ini berbeda dengan hari biasanya, tiap rumah memasang bendera, di lapangan penuh sorak gempita berbagai irama, ada dream bank, teriak yel-yel, sampai dengan suara "hormat grak... ." Mungkin sebagian masyarakat, ah... ini sudah lazim, udah biasa, apasih artinya peringatan ini? hanya membuang tenaga, uang dan waktu aja???
Berbeda, inilah yang tampak di daerah ini, sebut saja daerah x. Pada malam puncak peringatan 17 Agustus ini, semua masyarakat satu dukuh berkumpul, awalnya kami penasaran, soalnya di daerah kami (Enrekang) hanya ada perlombaan-perlombaan antar sekolah, itupun kalau masih ada. Kami memberanikan diri untuk berpartisipasi, bukan sekedar penasaran tapi katanya ada acara makan-makannya... wah asyik...! kesempatan emas bagi mahasiswa kere seperti kami.
Kami pun dipersilahkan duduk, kami mengambil tempat di dekat sebuah meja kecil. Dilihat sepintas acara ini sangat sederhana, di atas aspal jalan. Agar kelihatan hajatnya di pasangi tenda tarpal warna hitam. Sangat sederhana... Namun di sini kami megambil beberapa pelajaran berharga; Kami menemukan suatu harmoni, hubungan silaturrahim masyarakat jawa yang begitu kuat, kental dalam keserhanaan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah penghargaan terhadap para pejuang.
Acara malam ini ternyata Tasyakuran 17-san, itulah nama yang kudengar dari moderator setelah membuka acara. Dan ternyata, seluruh pekerjaannya dilakukan oleh masyarakat sekitar dukuh, baik peralatan, perlengkapan, makanan, dll. Selanjutnya yang paling mengesankan, semua dukuh (dusun) mengadakan Tasyakuran seperti ini, wah... hebat... gimana dengan Enrekang...! Bersambung...

kontak


Sekretariat Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Massenrempulu (KPMM) Yogyakarta
Asrama Lama
Alamat : Jl. Letjend Suprapto Jlagran GT. II No. 387 Yogyakarta 55272
weblog : http://kpmmjogja.com
Facebook : KPMM Jogja


Asrama Baru:
JL. Magelang No.228 D, TR.II, RT.02, RW.05, Karangwaru Lor, Yogyakarta. 55241 Contact : 085329681324 (Ade Irawan)
8 Agt 2008

BEASISWA PEMDA ENREKANG UNTUK MAHASISWA LUAR SULSEL=0

Beberapa bulan yang lalu, kami bermaksud datang ke Pemda Enrekang untuk mengaduh nasib, salah...! menuntut hak, hak setiap warga negara untuk mendapatkan biaya pendidikan. Dengan membawa sebundel proposal, kami masuk ke ruang dinas Sosial, yang saat itu dikepalai oleh Pak x (nama aslinya kurang tahu).

"Dari KPMM Jogjakarta ya...!", jawab kami : "iya Pak, kami dari KPMM Jogjakarta dan kami bermaksud mengajukan proposal beasiswa.

Tanpa harus menjelaskan secara detail berkas kami, Pak x langsung berpidato, isi teksnya sudah agak lupa, tapi yang kami tangkap adalah bahwa pengajuan beasiswa dari luar Makassar (dari Jogja, Jakarta, dll) itu harus mendapat rekomendasi dari "HPMM" (bukan KPMM) yang berpusat di Makassar. Lanjutnya, Pemda dengan HPMM telah membuat peraturan tentang hal tersebut.

Sontak kami kaget....! blug...blug....! Kok bisa ya..., padahal setahuku dalam UUD 1945 yang menjadi dasar negara Indonesia tercantum Hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang layak, gimana ya...?

Kami tidak menyalahkan siapa-siapa? Kami cuman menanyakan sitemnya...sistemnya yang berlaku di Enrekang. dan kecemasannya apakah ini akan berrulang 5 tahun ke depan...? Allah Maha Tahu.

Maka implikasinya adalah jangan salahkan kalau orang Enrekang yang nuntut ilmu di luar Makassar enggan untuk pulkam, mungkin saja karena kurangnya perhatian dari pihak pemda sendiri...

Sekali lagi... ini adalah hak, bukan mengemis, tapi hak...hak...
11 Jun 2008

Pilkada Enrekang (Bagian 1).

Belakangan ini, pilkada menjadi isu yang hangat bagi para politisi dan isu yang memprihatinkan bagi kalangan “Intelektual”. Hamper setiap perhelatan pilkada diwarnai dengan kecurangan, penyimpangan, pelanggaran dan berbagai hal negative. Tentu hal ini, sama sekali tidak diharapkan oleh masyarakat sebagai pemilih. Berapa banyak masyarakat yang kecewa kepada pemimpinnya karena tujuan pokok dari seorang pemimpin tidak dijalani sebagaimana mestinya. Pemimpin yang dipilih melakukan justifikasi untuk melakukan hal-hal yang menyimpang guna kepentingan pribadi dan golongan di atas kepentingan masyarakat umum. Sungguh sebuah penghianatan.

Hal di atas mudah-mudahan tidak terjadi di daerah yang kita cintai, Kabupaten Enrekang. Mudah-mudahan kita tidak terpecah belah karena persoalan sepele, hanya karena persoalan perbedaan memilih, hanya karena perbedaan bendara partai. Dan inilah sebenarnya tujuan dari gerakan pemecah belah persatuan agar kita terpecah pecah menjadi kelompok-kelompok, menjadi partai-partai yang saling menjagokan kelompoknya masing-masing dan merendahkan kelompok lain. Kalau sudah terpecah belah maka senanglah mereka dan tinggallah kita yang menderita… Masya Allah… Allahuakbar.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi pilkada? Seharusnya kita bercermin kepada kepemimpinan Rasulullah dan para sahabat. Dimana mereka memimpin dengan penuh amanah, kejujuran, dan penuh kewibawaan. Mereka tidak mengganggap kekuasaan sebagai ladang usaha memperkaya diri, tidak mengganggap kekuasaan untuk meninggikan pamor. Tetapi mereka memimpin sebagai seorang yang sedang menanti surga.

Karena kami ada di luar Enrekang, maka kami tidak akan memilih dari ketiga calon Bupati Enrekang. Dan pada prinsipnya segala sesuatu yang baik akan kami dukung. Bentuk dukungan kami adalah doa dan segala yang berkaitan dengan peningkatan Kabupaten Enrekang ke depan. Sebaliknya, kami tidak mendukung kepemimpinan yang diktator, tidak peduli kepada pendidikan, tidak memperhatikan masyarakatnya, tidak mempunyai solusi pengentasan kemisikinan.

Genteng ajaib



Roda sepedaku melewati rumah-rumah penduduk yang sederhana tapi terkesan asri menuju kampus UTY. Waktu tempuhnya tidak main-main, membutuhkan 1 jam perjalanan. Kalau diperkiraan jarak antara Panti Bina Insani ke UTY sekitar 30 Km pulang pergi. Hampir semua rumah menggunakan genteng sebagai atap. Uniknya, genteng ini dibuat dan diproduksi di sepanjang jalan yang ku lewati.

Saya kemudian berpikir, gimana kalau ini dikembangkan di kampung halaman “Enrekang”. Soalnya, di Enrekang sangat potensial sebagai penghasil genteng, tanah litanya lumayan banyak, terutama di desa tempat tinggalku dulu “Maroangin. Tapi sayang, penduduknya belum berpikir sampai ke sana. Padahal, tanah yang sejenis itu sulit untuk dikelola sebagai lahan pertanian. Tanah tersebut biasanya dibiarkan begitu saja, tidak dikelola dan hanya ditumbuhi ilalang.

Dilihat dari manfaatnya, genteng lumayan baik sebagai alternative atap pada rumah. Genteng yang kualitas bagus bisa tahan sampai berpuluh-puluh tahun, anti karat bila dibandingkan dengan atap seng. Bila cuaca panas, genteng dapat meresap panas sehingga ruang rumah terasa adem. Tapi jika malam tiba, udaranya hangat karena genteng melepas panas dan kondisi seperti ini sangat cocok di daerah Enrekang sebagai daerah dingin. Lagian, biaya dan tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Ya…semacam kerja sampingan di ladang atau sawah.

Gimana? Ada/tidak yang berminat jadi partner untuk mengajukan proposal penelitian “Pemanfaatan Tanah Liat Enrekang guna Pembuatan Genteng sebagai Pendapatan Masyarakat di Daerah Tanah Tandus”
26 Apr 2008

Rapat KPMM Berlangsung Elok

Rapat yang diadakan malam ini berlangsung elok. Masing-masing peserta saling tukar pendapat, melontarkan ide, dan mengusulkan saran. Acara dimulai jam 08.00 sampai 09.30 dan yang bertindak sebagai moderator adalah saudara agus. Rapat kali ini diikuti oleh sebagian seluruh warga asrama yang berjumlah 7 orang dan anggota kpmm yang berada diluar.

Agenda rapat kali ini membahas mengenai program kerja KPMM yang akan dating. Ini dilakukan karena beberapa bulan yang lalu kepengurusan pakum karena berbagai kesibukan dari masing-masing anggota. Disamping itu, agenda yang paling penting akan dibahas adalah laporan dari masing-masing bidang mengenai kinerja selama kepengurusan ini.

Menurut saudara agus yang menjadi coordinator pers dan komunikasi: agendanya saat ini adalah pembuatan brosur sebagai tindak lanjut dari maraknya brosur PT yang tidak bertanggungjawab. Hal ini diperkuat dengan adanya laporan dari siswa yang menerima formulir salah satu PT di Yogyakarta ketika 1 hari setelah ujian berakhir.

Pembuatan proposal menjadi agenda selanjutnya. Dari bidang kewirausahaan mengusulkan untuk membuat proposal, hal ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan bidang parawisata Kabupaten Enrekang ke dunia luar. Harapannya, Kabupaten Enrekang bukan hanya sebagai daerah trans tourism ke daerah tujuan wisata Tanah Toraja, tapi setidaknya dapat menjadi daerah transit dan selanjutnya menjadi daerah tujuan wisata.

Agenda tersebut dirasa sangat relevan, karena dari pihak mahasiswa berusaha memberikan berbagai kontribusi dalam hal peningkatan kemandirian local. Agenda ini langsung direspon baik oleh seluruh peserta rapat, bahkan lebih jauh lagi, mengusulkan untuk segera direalisasikan. Begitupun untuk teknis pembuatannya, menurut saudara Tajuddin yang juga sedang menempuh S2 di UGM mengatakan: “Saya mempunyai teman yang bisa membantu dalam hal penyediaan informasinya, kebetulan dia berkecimpung di bidang pengembangan pariwisata Kabupaten Enrekang”. Katanya sambari bersemangat. “besok atau kapan, saya akan kontek jika sudah diperlukan”. Sambungnya.

Pembahasan selanjutnya mengenai perbaikan asrama. Setelah peristiwa gempa bumi 2 tahun lalu, asrama KPMM Yogyakarta belum dipernah direhap. Kondisinya sangat memprihatikan. Sebagian besar konstruksinya sudah lapuk. Kondisi ini diperparah dengan musim hujan yang terjadi belakangan ini. Elemen yang paling parah adalah atap, ketika hujan turun, terpaksa pihak warga asrama menggunakan ember atau baskom sebagai penadah air hujan agar tidak membahasi seluruh ruangan.
Upaya untuk perbaikan asrama tidak pernah direspon positif oleh pihak Pemda Enrekang. Padahal proposal perbaikan asram KPMM sudah 3 kali disampaikan ke pihak Pemda, bahkan akhir-akhir ini kami pihak warga KPMM berusaha untuk bertemu langsung dengan Bupati Enrekang untuk sekiranya memberikan tanggapan positif tentang hal ini. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan yang pasti.

Bupati tidak mau ketemu dengan mahasiswa KPMM Yogyakarta. Usaha yang dilakukan warga KPMM untuk membicarakan masalah asrama dengan pihak pemda dalam hal ini Bupati Enrekang selalu gagal. Padahal warga KPMM telah beberapa kali mengajukan permohonan untuk ketemu langsung dengan orang nomor 1 di Enrekang ini. Namun, pas diketemu ada saja alas an yang diberikan, alasan tersebut pada intinya tidak ingin ketemu dengan warga KPMM. Setelah berupaya sebanyak 3 kali, kami pun harus pulang ke Yogyakarta tanpa hasil yang jelas dan perasaan kecewa.

Kekecewaan warga asrama karena asrama ini nantiya digunakan bagi adik-adik yang akan melanjutkan kuliah di Yogyakarta, nah, kalau misalnya rusak, maka fasilitas penunjang ini tidak dapat lagi memberikan kemudahan dalam hal menuntut ilmu.
1 Apr 2008

Kegiatan yang telah dilakukan

No...comment
Ini Yoes atau Yusran, lagi di puncak gunung, Ngapain...?????

No...comment...


Saudara Bahar, sedang menyampaikan materinya.



Kalem ya...! Memang ini anak Pesantren Rahmatul Asri, Maroangin




Serius bangeeettt... ini saat di SMA Muhammadiyah Kalosi, Kab. Enrekang




Teman-teman saat di ruang SMK Latanro, Kabupaten Enrekang.




Ekspresinya....




SMK PGRI Enrekang, Kabupaten Enrekang





18 Feb 2008

Laporan Muhibah Ilmiah KPMM




Kegiatan ini dilaksanakan sebagai manifestasi dari program kerja Keluarga Pelajar Mahasiswa Masserempulu Jogjakarta Tahun Kepengurusan 2007/2008 dan kegiatan ini berlangsung dari tanggal 28 s.d. 31 Januari 2008. Dalam pelaksanaannya, menekankan pada 3 tujuan utama. Pertama : sebagai ajang silaturrahmi kepada “guru-guru” dan kepada siswa kelas tiga. Kedua: Memperkenalkan Jogjakarta secara umum, dimana Jogjakarta sejak dulu dikenal sebagai kota pendidikan di Indonesia. Kegita: Memperkenalkan Perguruan Tinggi yang ada di Jogjakarta sehingga penipuan lewat brosur dapat diantisipasi sejak dini.
Proses sosialisasi di bagi menjadi 4 tahap, tahap pertama dilakukan di Kecematan Alla. Tahap kedua: diadakan di Kecamatan Anggeraja. Tahap ketiga: diadakan di Kecematan Baraka. Tahap keempat diadakan di Kecematan Enrekang dan Maiwa.
Harapan dengan adanya muhibah ilmiah ini adalah siswa kelas 3 mengetahui faktor pertimbangan memilih perguruan tinggi, karena begitu banyak perguruan tinggi di indonesia saat ini. Perguruan tinggi tersebut ada lebih dari 1465+ Perguruan Tinggi (PT). Faktor pertimbangan yang dimaksud meliputi 3 hal :

Minat; Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi andalah yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi yang diminatinya. Jangan sampai hal ini terjadi pada anda.


Biaya; Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan anda. Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus anda perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya. Anda mungkin geleng-geleng kepala kalau disebutkan yang berikut ini, mulai uang pendaftaran, uang gedung, uang kuliah pokok, uang SKS, uang praktikum, uang ujian, uang jaket, uang buku, uang kesehatan, uang KKN, uang skripsi, uang ini, uang itu........ you name it. Belum lagi biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya foto copy, dan lain-lain. Kalikan itu dengan sekian tahun masa kuliah anda.
Sebelum melakukan pendaftaran, tanyakan semua komponen biaya yang harus anda bayarkan di PT yang bersangkutan. Ingat untuk kuliah anda tidak hanya membayar uang kuliah saja. Tanyakan juga waktu pembayarannya. Biasanya PT memberlakukan sistem pembayaran yang diharapkan tidak memberatkan mahasiswa, misalnya uang gedung boleh diangsur sekian kali, uang kuliah pokok dan uang SKS tidak dibayarkan bersamaan, dan lain sebagainya. Perhitungkan semuanya jika anda tidak ingin gagal karenanya.

Prospek; Dari ratusan program studi yang ditawarkan oleh PT, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang, 4 - 6 tahun sesudah anda menginjak bangku kuliah. Anda dituntut untuk dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah anda lulus nanti. Sebagai contoh, pemerintah pernah menyatakan program studi hukum sebagai jurusan yang sudah jenuh karena jumlah perguruan tinggi penyelenggara dan jumlah mahasiswa yang mengambil program studi ini. Anda harus sangat istimewa di bidang ini untuk dapat bersaing dengan sekian banyak lulusan lainnya.

Apakah hal itu masih berlaku sekarang? Di era reformasi ini kita banyak melihat kasus-kasus hukum yang mulai mencuat ke permukaan. Orang bicara mengenai hak, kewajiban dan tanggung jawab. Banyak buruh melakukan demo menuntut haknya dipenuhi. Selesaikan secara hukum. Banyak perusahaan dan bank yang memerlukan penyelesaian hukum untuk menuntaskan permasalahan sesudah krisis ekonomi ini. Bukankah logis kalau hal-hal tersebut diselesaikan oleh para sarjana hukum?

Kita lihat juga jurusan pertanian dan kelautan. Sesudah sektor industri dan perbankan terpuruk akhir-akhir ini, orang mulai melirik lagi sektor pertanian. Jumlah penduduk Indonesia yang demikian besar, dan semuanya butuh makan setiap hari, menuntut tersedianya bahan pangan yang cukup untuk itu. Dan bukankah Tuhan memberikan tanah yang demikian subur kepada bangsa kita? Kenapa kita kalah dari Thailand misalnya dalam produksi hasil pertanian?

Bukan hanya tanah subur yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi juga laut yang sangat luas dan kaya. Pemerintah pun menyadari hal ini dengan menunjuk seorang menteri yang bertugas untuk mengeksplorasi potensi kelautan Indonesia. Apakah bidang tersebut masih prospektif 5 tahun yang akan datang? Hei.... kita baru saja mulai.

Globalisasi? Tentu saja ini akan sangat menentukan wajah dunia masa datang. Perdagangan bebas, banyaknya perusahaan asing yang masuk ke Indonesia (di antaranya karena aset negara kita terpaksa dijual kepada mereka!), semuanya menuntut standar dunia juga. Bahasa asing (bukan hanya bahasa Inggris), perdagangan internasional, lingkungan, peralatan berteknologi tinggi, komputer, internet, dan banyak lagi akan menjadi tuntutan yang tak terhindarkan.
Pembiayaan yang menjadi peggerak kegiatan diperoleh dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor kegiatan ini. Sebagian dana juga diperoleh dari pengajuan proposal ke Pemda Kabupaten Enrekang.

Sampai dengan akhir acara, masih ada beberapa sekolah yang belum kami kunjungi, diantaranya SMA Neg. 1 Enrekang, PPM Darul Falah Enrekang, MA Muh. Enrekang, SMA 45 Sossok.
Jumlah Sekolah yang dikunjungi sebanyak 11 SMA/SMK dan jumlah peserta kurang lebih 1.160 Siswa/siswi.

Ucapan terima kasih panitia sampaikan kepada Ykh:
1. Ketua DPRD Kab. Enrekang, Bapak Ahmad Anggoro atas kesedian menerima kunjungan KPMM Jogjakarta.
2. Pemda Kabupaten Enrekang atas kesediaan memberikan sebagian pembiayaan kegiatan Muhibah Ilmiah KPMM Jogjakarta.
3. Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang yang telah memberikan rekomendasi proses pelaksanaan muhibah ilmiah.
4. Kepala Sekolah SMA/SMK se Kabupaten Enrekang yang menerima dan mengijinkan KPMM Jogjakarta untuk audiens dengan para siswa kelas 3.
5. Seluruh Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Jogjakarta (IKAJO).
6. Seluruh Panitia Muhibah Ilmiah KPMM Jogjakarta.
7. Seluruh pihak yang telah membantu.
1 Feb 2008

KPMM Muhibah Ilmiah

Hari pertama, KPMM muhibah ilmiah memulai perjuangannya di SMK 1 Enrekang. Yang bisa kami informasikan bahwa di SMK 1 Enrekang ada 3 Jurusan, tapi yang aku ingat hanya yang ada kaitannya dengan TI. Tapi sejauh ini baru kelas satunya saja. Jumlah siswa kelas 3 di SMK 1 Enrekang yang kami hadapi dalam rangka sosialisasi sebanyak 100+. Dan acaranya berlangsung meriah, komunikatif maklum yang dihadapi adalah anak-anak yang ingin sukses.
Dalam penyampaiannya, kami membawakan misi : Ayo Kuliah di Jogja. Tujuannya ada 3 yaitu, pertama: memperkenalkan Jogjakarta secara umum, kedua : Memperkenalkan Perguruan Tinggi yang ada di sana. Ketiga: Silaturrahmi. Dan yang point pertama di sampaikan oleh saudara bahar, keduanya Syarif dan yang ketiga Agus.
Tepuk tangan mengiringi ucapan salam kami, sampai-sampai kami merasa ada di awan, soalnya tepuk tangannya menggema.
20 Jan 2008

Tips memilih PT dan Jurusan

Kemana setelah lulus SMA, masa' mau nganggur alias nongkrong di rumah. Apalagi kalau nyusain orang tua. Nah untuk mewujudkan impian kamu, coba ikuti tips di bawah ini, tips ini akan mengantar kamu mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk PT, struktur PT, ankreditasi dll, href="http://www.pts.co.id/tips.asp">
18 Jan 2008

Apakah hukum nyanyian, haramkah atau tidak?


Untuk membahasnya, kita mengambil penjelasan dari ahlinya seperti tanya jawab di bawah ini:
Apakah hukum nyanyian, haramkah atau tidak? Meskipun dalam kenyataan saya mendengarkannya dengan maksud hanya untuk hiburan? Dan apakah hukum memainkan alat musik biola dengan nyanyian-nyanyian klasik? Apakah membunyikan genderang dalam pernikahan diharamkan? Namun saya mendengar bahwa hal tersebut halal ataukah bagaimana hukumnya saya tidak mengerti. Semoga Allah memberikan ganjaran serta mengarahkan langkah anda sekalian ke jalan yang benar.
Jawab:
Sesungguhnya mendengarkan nyanyian adalah haram dan mungkar, serta merupakan penyakit hati dan menyebabkan mengerasnya hati, juga menghalangi dari berdzikir kepada Allah dan shalat. Kebanyakan ahli ilmu telah menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): "Dan di antara manusia ada orang yang menjual perkataan yang tidak berguna " (Luqman:6)
"Lahwa Al_Hadits" (perkataan yang tidak berguna) ditafsirkan dengan "nyanyian".
Dan Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu Anhu bersumpah bahwasanya yang dimaksudkan "Lahwa Al-Hadits" adalah "nyanyian". Dan apabila bersama nyanyian tersebut dimainkan alat musik seperti rebana, mandolin, biola dan genderang maka menjadi bertambah sangat keharamannya.
Sebagian ulama menyatakan bahwa nyanyian dengan alat musik diharamkan sama sekali. Maka kewajiban kita memperingatkan hal tersebut dan hal ini benar karena Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya (yang artinya):"Sungguh akan ada beberapa kaum dari ummatku yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan bunyi-bunyian yang merdu (musik dan nyanyian)" (hadits shahih riwayat Bukhari dan Abu Dawud)
Saya mewasiatkan kepada anda serta semuanya untuk mengalihkan kesibukan dengan kegiatan yang bermanfaat sebagai ganti mendengarkan nyanyian dan musik.
Ada sebagian pendapat bahwa mendengarkan musik dapat membangkitkan semangat, yakinlah bahwa semangat itu hanya timbul karena hati yang bersih, dan bagaimana mungkin jika hati itu dikotori oleh perkataan yang tidak bermanfaat (nyayian). Dan berapa banyak dari pendengar musik yang semangatnya melebih semangat para syuhada, para sahabat, para tabiin, padahal mereka yang mulia itu sama sekali tidak mendengarkan nyanyian, karena nyanyian justru membuat kita jadi malas. Menjerumuskan kita ke dalam lubang maksiat yang lebih dalam. Allah Maha Tahu.
Diambil dari kitab "Fatawa Hammah wa Risalah fii sifati Sholatin Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam"oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaiminsumber: majalah dinding AL-ILMUMajelis Ta’lim Salafy STT Telkom Bandung.Dengan perubahan seperlunya.